Sabtu, 19 Desember 2015

Logika


logika

Judul : Logika
Penulis : Mundiri
Tahun : 2014
Penerbit : Rajawali Press

15 Desember 2015 - Logika. Apa yang terlintas pertama kali dalam pikiran kita tentang logika?

Buku ini menguraikan secara padat tentang logika sebagai ilmu yang mempelajai metode dan hukum yang membedakan penalaran yang benar dan yang salah. Berbeda dengan psikologi yang mempelajari cara seseorang berpikir, logika ditekankan pada masalah benar dan salahnya suatu argumen yang nantinya menjadi teori-teori dalam ilmu pengetahuan.

Logika bukan lahir sebagai ilmu dari seorang Aristoteles, tetapi jasa dari tulisannya yang memberikan andil dalam lahirnya ilmu logika sebagai logika tradisional yang dikembangkan oleh Theoprotus dan kaum sofis.

Pada abad II hijriah masuk ke dunia arab dan menarik minat kaum muslimin. Dalam Bahasa arab logika adalah Mantiq yang diterjemahkan sebagai kata berucap. Filsuf Al-Kindi mempelajari logika yang dibawa oleh orang-orang yunani secara khusus, dan dipelajari lebih mendalam oleh Al-Farabi. Al-Farabi melakukan penyelidikan medalam atas atas lafal dan menguji kaidah-kaidah Mantiq dalam proposisi kehidupan sehari hari untuk membuktikan benar salahnya, hal ini bukan merupakan suatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Seiring dengan perkembangannya logika ikut bertanggungjawab dengan lahirnya kaum-kaum atheis, kenapa? 

Logika, kita membicarakan sesutau yang “gaib”, sesuatu yang tidak pernah kita lihat tapi ada, alam berpikir. Manusia bukanlah wujud spiritual murni karena terdiri dari wujud jasmani dan rohani. Manusia perlu wahana untuk menangkap pikiran seseorang dengan ucapan, isyarat dan atau tulisan. Dalam aktivitas berpikir kita selalu membanding, menganalisis dan menghubungkanberbagai proposisi yang kita dapatkan.

Kemampuan berlogika’naturalis’ merupakan bawaan manusia. Bagaimanapun rendahnya kecerdasan seseorang akan dapat menentukan benar dan salahnya sesuatu menurut alam berpikirnya. Kemampuan logika naturalis manusia tergantung dengan pengetahuan yang dimiliki. 

Kebenaran dalam arti sebenarnya adalah sesuatu yang dipikirkan sesuai dengan kenyataan yang ada dan tidak adanya pertentangan secara hukum dan teori. Oleh sebab itu logika sangat penting dalam segala pengambilan keputusan. Logika membantu manusia berpikir lurus, efisien, tepat dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dalam segala aktifitas berpikir, manusia mendasarkan diri pada prinsip ini. Logika melepaskan manusia dari prasangka, emosi, dan keyakinan (1). Pada akhirnya logika mendidik manusia bersikap objektif, tegas, dan berani, sifat yang dibutuhkan manusia dalam segala situasi.

Sebagai catatan, perasaan dan logika sama-sama diolah dalam otak, bukan dalam “hati” (liver) yang kita kenal selama ini sebagai alat mengolah perasaan, bedanya adalah cara mengolahnya.

Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam logika agar tidak terjadi kesalahan dalam bepikir antara lain: tentang pemakaian kata, definisi, klasifikasi, proposisi, oposisi, silogisme, generalisasi, analogi, kausalitas, penjelasan, teori, dan probabilitas. 

Berikut contoh dari logika:

(dilemma, bagian dari silogisme) 

Bila dikatakan Sokrates sudah mati, maka ia mati dalam keadaan hidup, atau dia dalam keadaan mati. Tetapi tidak mungkin dia mati dalam keadan hidup karena memang dia masih hidup, dan hidup bukanlah mati. Tetapi dia mati tidak dalam keadaan mati karena tidak mungkn seseorang mati dua kali. Jadi Sokrates bukan sudah mati. Bingung? ☺

Dalam sebuah teori, bahkan pada hukum alam, pada mulanya dibentuk oleh suatu generalisasi empiric. Thales, seorang filsuf yang dapat meramalkan terjadinya gerhana melalui generalisasi empiric baru dapat dibuktikan kebenarannya setelah 2000 tahun kemudian.

Logika yang merupakan bagian dari bidang ilmu filsafat memang sangat peting dan sangat berpengaruh pada berbagai aspek kehidupan, dimana ketika seseorang yang memiliki kecerdasan yang tinggi akan memiliki “tingkat kebenaran” dalam berlogika yang tinggi pula. Berdasarkan pernyataan (1) keyakinan dan logika harus dipisahkan karena apa yang kta yakini belum tentu benar, right? Dalam buku ini dicontohkan “Tuhan dapat memasukkan benda dengan volume 50 cm3 ke dalam benda bervolume 10 cm3” ini merupakan pertentangan dalam logika. Seseorang pernah mengatakan kepada saya bahwa “apa yang kita yakini adalah apa yang kita tidak ketahui, bila sudah kita ketahui, maka itu bukan bentuk dari keyakinan, tetapi sebuah kebenaran (fakta)”

Maka dari itu, ketika logika (Matiq) dipelajari secara luas oleh kalangan kaum muslimin menimbulkan beberapa pedapat dalam hubungannya dengan agama. Ibnu salih dan imam nawawi menghukumi haram mempelajari Matiq hingga mendalam, sedangkan Al-Gazali menganjurkan dan menganggap baik, dan Juhmur Ulama memperbolehkan bagi orang-orang yang cukup akalnya dan kokoh imannya.

Jadi? Semoga dapat diambil pelajaran.

Banyak sekali yang bisa dipelajari dari alam gaib yang bernama pikiran dalam buku ini.

Bila ingin mempelajari lebih lanjut silahkan baca bukunya. ☺

Khairisa IM_1

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Indonesi Membaca. 

Minggu, 13 Desember 2015

Ilmu Khusus Syariat dan Bahasa


 Ilmu Khusus Syariat dan Bahasa
Tak ada umat yang begitu memperhatikan ajaran agamanya seperti yang diperbuat umat Islam terhadap agama mereka. Hal itu terjelma dalam ilmu keislaman murni dimana tidak ada umat-umat lain yang menyerupainya. Diantara ilmu-ilmu penting tersebut adalah sebagai berikut:

Penulis : Prof. Dr. Raghib As-Sirjani
Penerbit : Pustaka Al Kautsar
Halaman : 397-416

a. Ilmu Khusus Syariat

Ilmu Ushul Hadist

Merupakan ilmu yang membahas tentang sunnah nabawiyah yang menjadi sumber syariat Islam setelah Quran. Ilmu ini terbagi menjadi dua. Pertama adalah ilmu hadist riwayah, yaitu ilmu yang membahas apa yang dibahas/isi dari ucapan, perbuatan, ketetapan, sifat perilaku, atau akhlaq Rosululloh. Kedua adalah ilmu hadist diroyah, yang membahas usul dan kaidah yang menyampaikan pada sebuah pengetahuan bahwa hadist ini shahih, hasan, atau dhoif. 

Ilmu kedua ini hadir untuk bisa memelihara hadist Rosululloh dari dusta dan perselisihan. Satu ilmu yang tidak didapati pada umat lainnya. 

Ilmu Usul Fikih

Tidak ada umat lain terdahulu dan umat lain kemudian yang memiliki ilmu seperti ilmu usul fikih, yang mempunyai kekuatan hebat, dengan faidah yang sangat banyak, untuk melihat dalil syariat yang diambil darinya hukum-hukum. Orang pertama yang menulis hal ini adalah Imam As Syafii. Dengan adanya ilmu ini, undang-undang tidak akan diletakkan hanya pada pemikiran manusia dan hawa nafsunya. Pun, dengan ilmu ini akan didapati esensi dari syariat Islam yang tak lain adalah memelihara lima hal yaitu agama, jiwa, akal, keturunan, dan harga. 

b. Ilmu Bahasa

Ilmu Nahwu
Ilmu yang membahas susunan bahasa Arab yang sahih dan tata cara lafadz-lafadz sesuai kedudukannya dalam susunan untuk menghindari kesalahan dalam pemahaman. Ilmu ini menjadi hal penting untuk bisa memahami bahasa Al Quran.

Ilmu ‘Arudh
Ilmu khusus yang meletakkan dasar-dasar syair dan membahas wazan yang ditetapkan. Manfaat ilmu ini adalah untuk bisa membedakan antara syair dengan prosa, menjalin aturan pencampuran antara jenis-jenis sastra, untuk meluruskan syair dengan bacaan yang benar, sehingga selamat dari kecacatan wazan. 

Ilmu Mu’jam
Merupakan kitab yang menghimpun kata dasar suatu bahasa, dengan sususan dan urutan tertentu, disertai cara melafalkannya, penjelasannya, penafsiran maknanya. Di dunia modern dinamakan kamus. 

Seorang orientalis Jerman, Ojeds Fisser mengatakan bahwa kecuali negara Cina, maka tidak akan didapati bangsa lain yang mempunyai suatu kebanggaan untuk menulis ilmu bahasa mereka, dengan perasaan kebutuhan untuk membuat itu, dan menyusun dengan rapi kata per kata menurut asal kata dan kaidah-kaidahnya selain bangsa Arab. 

Sungguh ilmu ini sudah ada pada abad ke 7 M, tahun 18 Hijriah. Begitu luar biasa. 

-Ikhsan-

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Indonesi Membaca.

R4BIA (55 Kisah di Balik Tragedi R4BIA)

R4BIA
Judul : R4BIA
Penyusun : Tim Redaksi Era Intermedia
Penerbit : PT Era Adicitra Intermedia
Tebal : 346 halaman

Buku setebal 346 halaman ini berisi kumpulan kisah para syuhada yang syahid dalam tragedi kemanusiaan dan pelanggaran HAM berat yang penuh kebrutalan dan kesadisan yang dilakukan oleh rezim militer Jenderal Abdul Fatah As-Sisi yang terjadi 14 Agustus 2013 di Masjid Rabiah Al-Adawiyah Nashr City.

Arab Spring dan Revolusi 25 Januari telah membawa Mesir ke alam demokrasi yang menjanjikan. Namun kudeta militer pada 7 Juli yang melengserkan Presiden Mursi mengundang reaksi perlawanan damai. Aksi damai ini direspons dengan aksi kejam aparat kepolisian dan militer. Mereka tak hanya menangkapi para tokoh prolegitimasi, tetapi juga tak segan menumpahkan darah lebih dari enam ribu rakyat sipil, bahkan awak media asing turut menjadi korban.

Kisah-kisah di dalamnya dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama berisi kumpulan kisah ketulusan istri dan anak-anak sang syuhada “Ketulusan Istri dan Anak-Anak Syahid”. Bagian kedua berkisah tentang ketulusan para orang tua yang ditinggal syahid anak-anaknya “Ketulusan Orang Tua yang Luar Biasa”, dan yang ketiga bercerita tentang teman-teman yang menjemput syahid “Syahid di Mata Saudara-Saudaranya”.

Membaca kisah-kisah di dalamnya seolah-olah kita membaca kisah-kisah fantasi yang sangat sulit dibayangkan bahwa kisah-kisah itu benar-benar terjadi di dunia nyata seperti sekarang. Bahkan sampai saat ini, kisah-kisah itu belum selesai diukir di sana, di bumi para syuhada.

Dari kisah-kisah di dalamnya, kita menjadi belajar bahwa kesyahidan bukan merupakan hasil dari sesuatu yang instan, bukan pula karena kebetulan. Kesyahidan hanya diperuntukkan bagi mereka yang telah sungguh-sungguh mengikhlaskan jiwanya di jalan ALLAH, dimana keikhlasan itu adalah hasil dari didikan keluarga dan lingkungan yang sholih.

Setiap lembar kisahnya membuat kita ingin terus membaca dan membaca lembaran berikutnya dan berikutnya lagi, dan hanya akan berhenti ketika sampai di halaman terakhir, karena tak ada halaman lagi yang bisa dibaca. Banyak kisah yang membuat pembaca akan meneteskan air mata. Bukan semata-mata karena jalan ceritanya saja, namun lebih kepada penyadaran pribadi bahwa ternyata kita, khususnya saya belum berbuat apa-apa untuk agama yang mulia ini. ALLAHua’lambishshowab_

*Sekian, semoga bermanfaat^^

Resumed by : Ayu Afsari

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Indonesi Membaca.

Minggu, 06 Desember 2015

Cinta di Ujung Sajadah

 Cinta di Ujung Sajadah
Oleh : Asma Nadia
Tahun : 2008

Merupakan sebuah novel bergenre remaja dengan alur maju mundur, yang menceritakan kisah sederhana seorang gadis bernama Cinta. Ia menjalani hari-hari nya tanpa merasakan kehangatan belaian kasih seorang ibu. Ia tak tahu apa-apa soal ibunya, kecuali sebuah fakta bahwa: ibunya telah meninggal. 

Ia hidup bersama ayah yang dingin, sayangnya sering tak berpihak padanya, bersama Mama Alia, ibu tirinya yang cuek dan dua saudara tirinya, Anggun dan Cantik. Mereka selalu menghembuskan kebencian dan sering menyulut pertengkaran dengannya. Hanya Mbok Nah, seorang ibu tua sang pembantu rumah, yang menjadi sandaran, pelindung, dan juga ibu kedua baginya.

Bersyukur ia memiliki dua sahabat yang baik sejak kecil, Neta dan Aisyah . Hanya saja rasa rindu akan sosok ibu selalu saja membuatnya sedih, terlebih ketika ia melihat betapa besar cinta Ibu dari teman-temannya kepada anak-anak mereka. Iapun melampiaskan kerinduannya dengan mulai memotret semua ibu. Mulai dari ibu teman-temannya hingga ibu-ibu kantin di sekolahnya. 

Hidupnya mulai berwarna, ketika seorang pria bernama Makki Matahari Muhammad menyapa nya. Keramahanya, belagu-nya, kebiasaannya yang tak pernah meninggalkan shalat jum'at serta ketertarikannya pada dunia potografi.. 

Ketika sebuah babak baru dimulai, berawal dari niatnya untuk menjadi anak yang membanggakan bagi ibunya, disusul saudara tirinya yang tega mengerjainya dengan menggunting jelek rambut indahnya saat ia tengah tidur, Makki yang pergi meninggalkannya tanpa satu patah katapun dihari ulang tahunnya, keputusannya untuk berhijab, kebahagiaannya menemukan foto ibu nya, hingga pengakuan Mbok Nah bahwa ia pernah berkirim surat dengan ibunya 7 tahun lalu, pada saat itulah sebuah fakta terungkap, Ibunya masih hidup. 

Cinta akhirnya memutuskan untuk menemukan sendiri ibunya. Berbekal sebuah alamat yang tertera di amplop usang . Pencarian panjang nan melelahkan itu dimulai. Mengenalkannya pada sosok Adji-pemuda sok akrab yang ditemuinya di kereta. 

"Apapun kata orang, ibumu tetap ibu. Sosok yang lebih dari berhak untuk mendapatkan bakti dan kasih sayang anaknya-juga perhatianmu", begitu kata Adji.

Amplop itu membawanya ke Jakarta, Bandung hingga Jogja. Harapan-harapan akan bertemu ibunya kian besar, rindunya membuncah. Namun ketika pencariannya telah sampai, hanya pusara ibu yang dapat ia temui. Memiliki masa lalu yang kelam, membuat ibu nya memilih untuk tidak menemui sang anak, tak ingin anaknya terluka dan membiarkan dirinya menanggung rindu hingga akhir hayatnya. 

Kisahnya juga berakhir manis. Cinta akhirnya berjodoh dengan lelaki yang selalu menjaga nasihat akhir ayahnya, untuk menjaga diri dari hal-hal yg dilarang Allah.

"Seburuk apapun yang kamu lakukan, nak, ingatlah kamu menyandang nama Muhammad." Ya. Dialah Makki suaminya kini, teman masa muda-tetangga sebelah rumahnya.

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Indonesi Membaca.

Mahasiswa – Mahasiswa Penghafal Quran (MMPQ)


Mahasiswa – Mahasiswa Penghafal Quran (MMPQ)Judul : Mahasiswa – Mahasiswa Penghafal Quran (MMPQ)
Pengarang : Santri Indonesia Quran Foundation (IQF)
Penerbit : IQF Publishing, Jakarta
Halaman : 200an


MMQ

Teman terbaik dalam perjalanan adalah buku. Demikian kata bijak mewasiatkan. Saya pun memilih satu diantara buku-buku saya untuk menjadi kawan perjalanan mudik ke Samarinda pada waktu yang tidak biasanya saya pulang kampung ini. Buku itu adalah MMPQ. Selain karena pembahasannya ringan dan cenderung mudah diterapkan, misi saya yang lain adalah kelak akan saya tinggalkan buku ini di rumah, agar dibaca adik-adik atau siapapun yang mau membaca.

Tidak mudah membuat resume dari banyak penulis yang ada dalam sebuah buku, untuk menyingkat waktu dan mendapatkan opini utama dari setiap penulis dari suatu topik yang dibicarakan, saya menyiasatinya dengan membaca sebagian besar dari setiap tulisan. Buku ini terbagi dalam tiga topik, yaitu awal mula para calon santri berkenalan dengan Quran, hidup bersama Quran dan terus menerus menghabiskan waktu bersama Quran.

Para santri IQF sejatinya juga buka orang yang longgar hidupnya, mereka padat aktivitasnya. Ada yang menjadi pimpinan lembaga, mahasiswa akhir, juara kompetisi, peserta international conference dan lain sebagainya. Perspektif utama yang ingin digiring adalah tiada alasan bagi kita untuk tidak berinterasi dengan Quran betapapun sibuknya kita. Yang penting adalah niat, niat untuk memberikan alokasi waktu dalam 24 jam agar 1-3 jam saja, kita berduaan bersama Quran. 1-3 jam tersebut adalah Quran Time, 1-3 jam yang dapat menyelesaikan urusan panjang kita pada 21-23 jam yang lain. Yang sering, jika kita tidak baca Quran dalam 24 jam, urusan panjang itu tidak selesai. Sebab yang memberi kita urusan dan menyelesaikannya sejatinya adalah Allah, yang kita baca firmanNya dalam Quran.

Apa yang dilakukan dalam 1-3 jam? Santri IQF biasanya melakukan 3 hal yakni, mengulang hafalan (perawatan), menambah hafalan (penambahan), dan tilawah one day one juz. Santri IQF membagi 1-3 jamnya itu dalam dua jeda waktu, jeda pertama adalah setelah subuh sedangkan jeda kedua adalah setelah isya. Sehingga pada waktu yang lain, mereka bebas berkativitas apapun. Dan yang ajaib, karena sudah terpola hidup mereka seperti ini, Santri IQF akan merasa kehilangan sesuatu jika tidak melakukan Quran Time dalam sehari. Agenda berantakan, urusan tiada yang beres walhasil runyamlah hari itu. Rasa-rasanya kita perlu coba Quran Time ini sehingga dapat merasakan sendiri apa dampaknya pada kehidupan kita J

Selanjutnya, perspektif utama nomor dua yang juga ingin dibangun oleh para penulis adalah tentang motivasi dalam menghafal Quran. Dikarenakan usia para santri berkisar dibawah 30 tahun, maka motivasi utama yang banyak saya temui dalam buku ini adalah ingin memberikan hadiah pada orang tua. Yakni hadiah yang sangat indah kelak pada hari kiamat. Di hari itu, orang tua para penghafal Quran akan diberikan mahkota dan jubah dari cahaya dan disematkan kedua pakaian kebesaran itu dihadapan seluruh makhluk. Satu cerita yang cukup menyentuh datang dari santri putri IQF yang pada perpisahan SMA ia diminta menjadi perwakilan siswa untuk berpidato dan dia membayangkan kejadian itu persis akan terjadi pada hari kiamat. Dimana ia akan diminta maju oleh Allah bersama orangtuanya dan kepada orangtuanya akan dipakaikan jubah dan mahkota cahaya tadi. Sungguh membanggakan dan mengharukan.

Buku MMPQ tetap hanya akan menjadi kumpulan kisah, jika kita tidak mampu mengambil hikmah, jika kita tidak mampu mengambil ibrah. Tidak harus menjadi santri IQF untuk menghafal Quran, kita dapat mengadopsi system mereka dan menerapkan di rumah-rumah kita, di kamar-kamar kosan/kontrakan kita. Maka mari alokasikan Quran Time dan lihatlah keajaibanNya pada agenda kita (!)

Dari tepian lembah Sungai Mahakam

Wawan IM1

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Indonesi Membaca. 

Rabu, 25 November 2015

A Song Of Ice And Fire : A Game Of Thrones

Penulis : George R.R. Martin
Diterjemahkan oleh : Barokah Ruziati
Editor : Lulu Fitri Rahman
Penerbit : Fantasious
Cetakan : I, Maret 2015
Tebal : XVI + 948 halaman

Buku ini adalah buku yang sangat sulit untuk di review, tapi saya memberanikan diri untuk meresume, jadi mohon maaf jika resume kali ini sedikit berantakan :D

Setelah ditunggu lama, ada penerbit yang cukup “berani” untuk menerjemahkan buku liar karangan George R. R. Martin ini, A Game Of Thrones, buku pertama dari dari Seri A Song Of Ice and Fire yang bergenre fantasi dan kolosal. Buku ini bercerita tentang 7 kerajaan merebutkan tahta tertinggi untuk dapat “duduk” di Iron Thrones. Terdapat banyak intrik seperti kekuatan, pengkhianatan, manipulasi, tragedi berdarah, balas dendam dan kesetiaan.

Bercerita dimulai dari Raja Aerys Targaryen, atau disebut Mad King, dibantai oleh Jamie dari Klan Lannister dan Pangeran Rhaegar Targaryen dibunuh oleh Robert Baratheon dengan bantuan sahabatnya Eddard Stark, sang penguasa Winterfell di Utara. Tidak ada yang tersisa dalam pembantaian tersebut kecuali 2 orang putra dan putri, Daenerys dan Viserys dari Klan Targaryen. Tahta tertinggi sekarang dipegang oleh Robert Baratheon, dan kejadian tewasnya A hand of King, Jon Arryn mengubah segalanya.

Sang Raja, berkendara ke Utara untuk menemui Lord Stark, meminta beliau untuk menjadi A hand of King yang baru, istri Lord Stark, Catelyn, sangat tidak setuju dengan rencana ini, karena terakhir suaminya meninggalkan dirinya, saat kembali suaminya membawa seorang anak laki-laki hasil perselingkuhannya dengan seorang wanita dan dinamai Jon Snow.

Karena tak ada pilihan lain selain mengikuti perintah sang raja, Eddard Stark pergi ke King’s Landing untuk menjadi seorang A hand of king, padahal sebelum keberangkatan Eddard, anak laki-lakinya nomor 2, Bran, jatuh dari menara dan koma. Bran jatuh didorong oleh Jamie saat Bran melihat Jamie sedang bercinta dengan adik kandungnya sendiri, Cersei yang tak lain adalah istri Robert Baratheon atau sang ratu.

Di saat kepergian Lord Eddard, Jon Snow anak bastardnya pun memutuskan untuk pergi menjadi Nights Watch, untuk menjadi penjaga di wall yang memisahkan antara seven kingdom dengan makhluk di luar sana yang “mengerikan”. Menjadi Nights watch berarti bersumpah untuk tidak pernah menikah dan memiliki anak.

Awalnya baik-baik saja, sampai istri Jon Arryn mengirimkan surat ke Catelyn bahwa dia mencurigai Jon dibunuh oleh Keluarga Lannister. Lalu, bangunnya Bran membuat seseorang mencoba membunuhnya dan Bran diselamatkan oleh anjing serigalanya. Setiap anak dari Lord Stark mempunya anjing serigala, tak terkecuali Jon Snow. Catelyn menemukan bukti pembunuhan sebuah belati yang akhirnya diketahui belati tersebut dimiliki oleh adik Jamie dan Cersei, yaitu Tyrion Lannister, yang cebol dan biasanya disebut “Imp”. Catelyn mensandera Tyrion dan inilah awal pecahnya perang antara Lannister dan Stark.

Lord Stark pergi ke selatan membawa 2 anak perempuannya, Sansa yang sangat feminis dan Arya yang tomboy, kehadirannya di tengah-tengah Kings Landing malah membuatnya menjadi tidak aman. Anggota majelis kerajaan tidak ada yang bisa dipercaya, pengawalnya pun tidak, dan semakin hari Eddard semakin mengetahui segala kebusukan yang ada dalam kerajaan, dan itu malah membuat dirinya menjadi semakin dalam bahaya.

Di lain sisi, Viserys Targaryen sangat percaya bahwa dirinyalah yang seharusnya pantas menduduki kerajaan, dan karena kelicikannya, dia menjual adiknya untuk dinikahkan ke Khal Drogo, sebuah klan barbar dengan imbalan pasukan untuk perang merebut tahta. Siapa sangka bahwa ternyata, adiknya yang terpaksa menikah justru malah mencintai sang Khal, dan menurut saya, merekalah pasangan romantis yang pernah ada di dalam buku pertama ini.

Kematian sang raja, Robert, mencetuskan bunyi genderang peperangan. Banyak yang percaya bahwa merekalah yang pantas menduduki tahta kerajaan, dibandingkan dengan anak sang raja, Joffrey, yang menurut kecurigaan Eddard Stark, anak itu bukan anak sah sang raja, tapi melainkan anak hasil Jamie dan Cersei. Setiap klan yang ada berlomba-lomba untuk mencuri tahta dari tangan Joffrey.

Semakin kesini, perjalanan dalam buku ini semakin membuat pusing dan kita harus terus menelusuri maksud dari sang penulis. Buku ini cukup tebal, terdiri dari 948 halaman dengan font size yang menurut saya kecil-kecil banget. Dengan cover merah dan menggambarkan serigala putih, menurut saya cukup menarik, hanya saja kertas covernya jelek dan mudah terlipat, kertas didalamnya pun memakai kertas buram.

Tetapi keunggulan buku ini selain ceritanya adalah penulis memakai sudut pandang setiap tokoh dalam bab-nya, jadi bukan bab 1, bab 2, dst. Setiap tokohpun mempunyai peran yang sangat penting, dan menurut saya, bagi pembaca atau penggemar GoT, jangan pernah punya tokoh favorit, karena suatu waktu penulis dengan tega membunuh karakter tersebut, dan bukan gak mungkin penulis membunuh karakter utamanya. Jadi, GoT membuat saya mencintai dan membenci dalam waktu yang sama.

Dalam buku ini juga banyak sekali quotes-quotes yang bagus yang dimasukkan penulis, seperti :

“Jangan pernah melupakan siapa dirimu, karena dunia jelas takkan melupakannya. Jadikan itu zirah pelindungmu, maka takkan pernah ada yang menggunakannya untuk menyakitimu.”—Tyron Lannister

“Saat kau memainkan permainan tahta, kau menang atau kau mati, tidak diantaranya” – Cersei Lannister

Sedikit masukan jika ada yang ingin memulai membaca buku ini adalah terlebih dahulu baca bagian belakang, karena disana dijelaskan tentang silsilah kerajaan dan moto setiap kerajaan, yaitu :

· Lannister : Hear Me Roar

· Targaryen : Fire and Blood

· Tully : Family, Duty, Honor 

· Baratheon : Ours is the fury

· Martell : Unbowed, Unbent, Unbroken

· Greyjoy : We Do Not Sow

· Arryn : As High As Honor

· Bolton : Our Blade Are Sharp

· Tyrell : Growing Strong

Kesuksesan buku ini karena terlebih dahulu kesuksesan serialnya yang ditayangkan di HBO, dengan rating 9,5, sangat besar untuk ukuran rating serial. Untuk nonton serialnya, saya wajibkan untuk cukup umur dan mental, karena berisi adegan seks dan pembunuhan yang sadis dan belum pernah saya lihat di serial manapun. Akhir kata, saya memberi rating yang besar juga untuk buku ini hehe. Sekian resume saya kali ini, terima kasih :p

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Indonesi Membaca.

Matematika Alam Semesta

 Matematika Alam Semesta
Penulis : Arifin Muftie
Tahun : 2004
Penerbit : PT Kiblat Buku Utama Bandung

19 November 2015 - Matematika adalah bahasa Tuhan ketika Dia menulis alam semesta, Galileo (1564-1642 M)

Buku ini menjabarkan konsep alam semesta dari sisi matematika yang didasarkkan pada Al-Qur’an disertai dengan pembuktian-pembuktian ilmiah dari para ahli astronomi dan bidang ilmu lain.

“supaya Dia Mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu (al-Jinn 72: 28). Dengan kata lain ayat ini menyatakan bahwa Tuhan menciptakan sesuatu dengan hitungan teliti'.

Bilangan prima adalah bilangan yang diyakini para ilmuan sebangai Bahasa universal yang dapat dimengerti oleh semua spesies bertintelegensi tinggi, sebagai komunikasi dasar antar mereka. Galileo, Euclid, berpendapat bahwa bilangan prima adalah bilangan universal yang diyakini merupakan bahasa alam semesta, bilangan yang ada hubungannya dengan desain kosmos, dan dalam operasionalnya banyak dipakai manusia untuk security system - kodetifikasi - enkripsi. Termasuk kemungkinan untuk komunikasi interstellar, antargalaksi, dan komunikasi dengan ETI, Extra-Terrestrial Intelligent.

Buku ini secara rinci memberikan perhitungan-perhitungan matematika alam semesta berdasarkan tafsir ayat, jumlah surah dan ayat, dan bilangan-bilangan lainnya.

Salah satu contohnya adalah penjelasian mengenai penentuan umur alam semesta. Ada berbagai penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui umur alam semesta, antara lain penentuan berdasarkan uji Rubidium ini diterapkan atas batuan yang tertua di bumi akan didapatkan bahwa batuan tertua berumur 3,8 miliar tahun. Jika diterapkan atas batuan tertua dari meteor akan didapatkan angka 4,56 miliar tahun dengan tingkat kesalahan 100 juta tahun; umur semesta berdasarkan terhadap bintang-bintang tertua, adalah antara 17 sampai 20 miliar tahun; dan Profesor Jean Claude Batelere dari College de France menyatakan bahwa umur alam semesta kira-kira 18 miliar tahun. 

Dalam al-Qur'an ada dua ayat yang mengindikasikan perhitungan alam semesta selain makna relativitas waktu, yaitu Surat as-Sajdah (32:5) dan al-Ma'arij (70:4). "Malaik at-malaikat dan Jibril naik (menghadap) keyada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun" (al-Ma'arij 70 : 4) Kita dapat mencatat bahwa al-Qur'an tidak mengatakan "50.000 tahun" waktu bumi. Karena waktu ini adalah waktu relatif di suatu tempat di langit, di mana satu hari sama dengan 1000 tahun waktu bumi. Hari relatif tersebut merupakan umur alam semesta di mana sistem tata surya manusia (kita) berada. Mari kita konversikan waktu relatif alam semesta: 50.000 x 365,2422 = 18.262.110 Satu hari relatif di "satu tempat" di alam semesta, di tempat malaikat melaporkan urusannya, sama dengan 1000 tahun di bumi: 18.262.110 x 1000 = 18.262.211.000 tahun atau 18,26 miliar tahun. 

Terakhir, NASA memperkirakan umur alam semesta antara 12-18 miliar tahun berdasarkan pengukuran seberapa cepat alam semesta kita ini ekspansi setelah terjadinya "Dentuman Besar"

Contoh lain yang dijelaskan adalah tentang angka 19, tanggal hari ini, jumlah huruf pada awal Al-Qur’an dan angka yang sangat berarti dalam hidup saya. 

Tahun (sanah: dalam Bahasa arab) disebut sebanyak 19 kali pada Al-Qur’an. Berdasarkan ilmu astronomi, satu periode ketika posisi relative bumi dan bulan kembali ke posisi awal adalah 19 tahun. Siklus ini ditemukan oleh Meton orang Yunani dan disebut Metonic cycle. Hal ini terjadi karena tahun Matahari dan Tahun Bulan akan bertemu tepat pada siklus yang ke-19, di mana 235 bulan Kalender Bulan tepat sama dengan siklus 19 tahun berdasarkan Kalender Matahari. (29,53 hari x 235 kira-kira sama dengan 365,24 hari x 19).

"Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran". (az-Zumar 39: 9).

Khairisa IM 1

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Indonesi Membaca.

Sabtu, 14 November 2015

Penemuan Ilmu Baru – Ilmu Sosial


Penulis : Prof. Dr. Raghib As-Sirjani
Penerbit : Pustaka Al Kautsar
Peresume : Ikhsanudin
Halaman : 391-396

Penemuan Ilmu Baru – Ilmu Sosial

Dalam ruang lingkup ilmu kemanusiaan dan pemikiran, kaum Muslimin mempunyai peran yang unggul dan hebat. Mereka menciptakan ilmu yang mengangkat kepentingan manusia. 

a. Ilmu Sosial

Definisi ilmu sosial kemasyarakatan adalah kajian tentang sifat-sifat penafsiran perbandingan antara berbagai macam perkumpulan masyarakat. Sebagaimana terlihat pada ruang dan waktu, untuk menyampaikan aturan-aturan perkembangan masyarakat, yang tunduk baginya segenap masyarakat pada apa yang dikemukakan dan perubahannya.

Pemikiran tentang sosial masyarakat sudah ada sejak keberadaan manusia itu sendiri. Namun kehidupan sosial masyarakat belumlah menjadi objek ilmu kecuali pada masa yang ditetapkan. Orang pertama yang memperhatikan ilmu ini adalah seorang ilmuwan besar Muslim, Ibnu Khaldun.

Dalam Muqoddimah-nya, beliau mengatakan: “Ilmu ini secara esensinya berdiri sendiri. Ilmu ini mempunyai objek, yaitu membangun manusia dan hubungan sosial kemasyarakatan.” “Demi umurku, aku tidak berpijak pada perkataan siapapun dalam ruang lingkup ilmu ini. Aku juga tidak mengerti, apakah mereka melupakan semua itu, sama sekali mereka tidak memperkirakan? Atau bisa jadi mereka telah menulis lalu meninggalkannya dan tidak sampai ke tangan kita?”.

Ibnu Kholdun tidak berhenti sampai disitu. Bahkan beliau menyeru orang-orang sesudahnya untuk menyempurkan apa yang kurang. Beliau telah menjelaskan minimal tujuh ketentuan dari cabang ilmu sosial masa kini yang didialogkan oleh beliau dengan penjelasan yang sempurna.

Ludwig Gumplowics, seorang pakar ilmu sosial terkenal, mengatakan : “Kami ingin membuktikan bahwa sebelum Auguste Comte, bahkan sebelum Fico yang dikehendaki bangsa Itali untuk menjadikannya orang pertama penemu ilmu sosial kemasyarakat di Eropa, telah datang seorang Muslim yang mendalaminya, mempelajari dasar-dasar realitas sosial dengan akal pemikiran yang seimbang. Ia mendatangkan objek ilmu ini dengan pemikiran dalam. Apa yang ditulisnya itu adalah ilmuyang sekarang disebut dengan Ilmu Sosiologi”. Namun, ilmu Sosiologi dinggap ditemukan di Pernacis. Mereka pura-pura bodoh, tidak mengerti pencipta pertama yang sebenarnya dalam ilmu ini, yang telah memberikan pemahaman yang menguak penjelasan ilmu tersebut. Auguste Comte banyak mengambil pemikiran dan teori Ibnu Khaldun.

Muqoddimah, telah menguraikan ilmu dan pengetahuan menjadi sesuatu yang bernilai, bahkan mendahului masanya. Karyanya meliputi enam bab penjelasan yang sangat luas, meliputi: 
Bidang pembangunan manusia, sesuai dengan ilmu sosial umum yang berhubungan dengan kondisi lahiriah sosial masyarakat, dan kaidah yang digunakan oleh masyarakat. 
Bidang pembangunan desa, menguak sisi-sisi penting dari hal khusus dan istimewa dan merupakan dasar sosial peradaban. Beliaulah penemu ilmu ini. 
Bidang negara, khilafah, dan raja, yang disebut ilmu sosial politik. Diungkapkan kaidah-kaidah hukum dan aturan-aturan agama. 

Bidang pembangunan peradaban. Disebut ilmu sosial peradaban, menjelaskan realitas terkait peradaban, asal-usul kota, dan tujuan masyarakat berperadaban. 
Bidang penciptaan, kehidupan, dan pekerjaan, yang disebut sebagai ilmu sosial ekonomi. Mempelajari pengaruh lingkungan dengan segala kondisi masyarakat. 
Bidang ilmu dan tatacaranya. Ilmu sosial pendidikan, mempelajari realitas pendidikan, dan metode transfer ilmu. 

Karya beliau telah menguraikan realitas sosial masyarakat dengan sangat rinci dan menjadi nilai dan ketetapan ilmu. Menjadi bukti keunggulan bidang kajian sosial kemasyarakatan.

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Indonesi Membaca.

Perkembangan Ilmu Adab (Sastra)

Penulis : Prof. Dr. Raghib As-Sirjani
Penerbit : Pustaka Al Kautsar
Peresume : Ikhsanudin
Halaman : 384-391

Perkembangan Ilmu Adab (Sastra)

Arab telah mengenal satra sebelum kedatangan Islam. Sastra Arab lebih kuno dari pada naskah-nasakah yang sampai kepada kita di dunia modern. Meski kaum muslimin mengambil banyak ilmu dari Yunani dan Latin, sastra Arab sama sekali tidak terpengaruh oleh sastra Yunani. Bahkan sebaliknya sastra Arab banyak mempengaruhi sastra Eropa. 

Para ulama mendefinisikan satra sebagai sebuah pengetahuan untuk memelihara kalam Arab dari seluruh kesalahan baik secara lafal maupun tulisan. Tujuan ilmu ini adalah untuk menambah kehalusan akal dan pensucian estetika. 

Masa jahiliyah telah menyampaikan kepada kita kaidah-kaidah susunan kata yang biasa disebut sebagai kasidah, oridh, Maghbud, maupun Mabsud. Orang-orang jahiliyah melantunkan syair-syair mereka di pasar dalam pertemuan-pertemuan terbatas. Banyak sekali objek syair Arab, akan tetapi salah satu yang unggul adalah sanjungan dan pujian terhadap kefanatikan dan kabilah dari nasab atau pangkat. Hal ini sering menyebabkan adanya peperangan dan pertumpahan darah, sampai datangnya Islam yang mengharamkan budaya saling berbangga-bangga dan saling memurkai.

Diantara penyair Arab jahiliyah yang terkenal adalah: Muhallal, Amru ul ois, Nabighoh, Zuhair, Untarah, Tharafah, Alqomah, Labid, Hindun, maupun Khansa’.

Islam datang, dan memperbaharui syair dengan tujuan baru. Islam memandang syair dengan penglihatan seimbang, mencela penyair munafik dan memuji penyair yang jujur, sebagaimana firman Alloh:

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang sesat. Tidakkah kamu melihat bahwasannya mereka mengembara di tiap-tiap lembah, dan bahwasannya mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya? Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Alloh dan mendapat kemenangan setelah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui kemana mereka kembali.”(Syuaro: 224-227).

Rosul bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ubay bin Kaab: “Sesungguhnya di dalam syair terdapat hikmah”.

Ibnu Abbas mengatakan. “Apabila tersembunyi dari kalian sesuatu dari Al Quran, maka carilah ia dalam syair, karena syair merupakan diwan Arab”.

Syair dijadikan dakwah Islam, mengiringi mereka dengan peperangan untuk memerdekakan, memuji Rosul dan sahabat, menyemangati untuk berjihad. 

Pada masa dinasti Umayah syair menjadi metode pengajaran aqidah islamiyah. Pada masa Abbasiyah, terjadi revolusi sastra dalam kualitas, bentuk, makna, susunan, lafaz, dan kegunaannya. Syair pujian, hukum, kezuhudan, filsafat, pengajaran, kisah-kisah, dan lainnya berkembang. Dan sejarah mencatat penyair-penyair itu. 

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Indonesi Membaca.

Oh My Goodness: Buku Pintar Seorang Creative Junkies

Penulis : Yoris Sebastian
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : September 2012
Tebal halaman : 240 hlm

Bagi saya buku-buku bergenre psikologi kadang harus dibaca saat suasana santai. Agar memudahkan penjelasan di buku bisa diterima dengan baik. Buku bergenre ini sangat dibutuhkan untuk pencerahan dalam mengatasi kesulitan tertentu di pekerjaan atau relasi dengan orang lain. Buku yang berjudul Creative Junki karya Yoris Sebastian ini saya pinjam dari seorang teman. Buku yang sangat berarti baginya karena mendukung pekerjaannya di industri kreatif (design). Baiklah, mari kita bahas hal-hal menarik di buku ini.

Kreatif di bukunya Yoris Sebastian ini diungkapkan “relating or involving the imagination or original ideas.” Atau bisa dibilang kreatif adalah sesuatu yang berhubungan dan melibatkan imajinasi/daya khayal atau gagasan utuh. Sementara “Junki” diungkap sebagai “a person with a compulsive habit or obsessive dependency on something.” Yaitu orang yang memiliki kebiasaan kompulsif atau memiliki ketergantungan berlebihan pada sesuatu. Kompulsif di sini berarti ada suatu dorongan paksa dalam diri orang tersebut, sehingga lahirlah kebiasaan atau ketergantungannya terhadap sesuatu. Secara umum, saya pribadi menyimpulkan bahwa buku ini ingin mengajak kita untuk menjadikan sebuah term “kreatif” sebagai sesuatu yang adiktif. Hmmmm,, ide menarik yang telah diungkap oleh penulis.

Kreativitas itu adalah soal kebiasaan dan pembiasaan, bukan dari faktor keturunan.

Ya, sama dengan terminologi kesuksesan, kreatif bukanlah terlahir dari bakat atau faktor keturunan. Masih banyak orang yang menganggap dirinya tidak kreatif, dan menyerah pada keadaan, atau berteguh keyakinan pada konsepsi yang sebenarnya salah, yaitu kreatif itu karena bakat atau turunan. Kreativitas seakan merupakan barang langka yang hanya dimiliki oleh mereka yang memang punya bakat, atau terlahir dari orang tua yang memang jiwanya kreatif. Padahal ini sepenuhnya salah karena sesungguhnya setiap orang bisa menjadi kreatif. Buku ini mengungkapkan hipotesis bahwa kreatif bisa dibangun dari kebiasaan dan pembiasaan. Bagaimana dari kebiasaan itu kita bisa melahirkan hal-hal baru atau hal-hal luar biasa yang lebih baik dari saat kita mejalani kebiasaan tersebut sebelumnya. Bagaimana apabila hal baru tersebut masih sulit kita terapkan? Di sanalah butuh pembiasaan. Ketika kita menemukan kesulitan dalam melaksanakan sesuatu, jangan berhenti atau menyerah. Tantang daya tahan diri kita terhadap sebuah kesulitan. Kreatif akan lahir hanya karena tinggal menunggu waktu saja.

Kreativitas sebaiknya dilakukan dari hal terkecil, sesuai kapasitas yang kita miliki. “Every big step starts with an inch.” Terkadang orang ingin cepat-cepat membuat sesuatu yang besar. Padahal segala sesuatu ada prosesnya. Setiap ide adalah harta berharga, jangan pernah mematikan ide-ide yang ada, karena ide adalah sumber kreativitas. Tumbuhkanlah ide itu setiap saat. Jika perlu catat untuk dapat diremaind di lain waktu.

Kreatif dan kemampuan otak.

Pada dasarnya setiap manusia dianugerahi dengan kemampuan otak yang luar biasa. Bila kita ingin menjadi kreatif dan inovatif, kita harus menyeimbangkan kemampuan otak kiri dan otak kanan. Namun konsepsi otak kiri dan otak kanan ini kalau menurut saya sebenarnya tidaklah berhubungan dengan kreativitas. Bagi saya, orang yang dominan otak kanannya, belum tentu disebut tidak lebih kreatif dibanding dengan orang yang dominan otak kirinya. Karena kreatif dibangun dari pembiasaan, tentu hal ini tidak menjadi soal.

Kenapa kita harus kreatif?

Dalam setiap detik di kehidupan ini, kita selalu dihadapkan pada sebuah keadaan pengambilan keputusan. Dari mulai bangun pagi hingga bangun pagi hingga kita tidur, kita senantiasa harus membuat keputusan dari pilihan-pilihan yang ada. Agar hidup tidak berjalan sebagaimana biasa, monoton, dan cenderung datar-datar saja, maka diperlukan kreativitas untuk membuat keputusan atas pilihan yang ada. Jadi kreatif dibutuhkan dalma kita membuat keputusan agar keputusan yang telah kita ambil menghadirkan makna berarti dalam hidup kita.

Pelihara kebiasaan kreatifmu

Bagaimana menjadi orang kreatif? Mulailah dengan kebiasaan-kebiasaan yang menghadirkan kreativitas. Selalu membiasakan diri untuk kreatif dalam setiap hal, akan menghadirkan kenyamanan diri dalam menjalani setiap aktivitas yang ada. Selalulah berpikir di luar kebanyakan orang lain berpikir (antimainstream/out of the box). Tetapi setiap kita mengemukakan pikiran di luar pikiran kebanyakan, kita harus menyertakan alasan dan logika yang tepat. Bertanggung jawab atas sebuh pemikiran adalah sebuah pembeda antara kreatif dengan asbun (asal bunyi). Yoris di buku ini menyampaikan “Dont just be different. Be different by reason.” 

Untuk kreatif, tetap menjadi normal tidaklah baik. Kita perlu melakukan hal baru. Jangan takut berbeda. Sebab perbedaan itulah yang menjadikan kita menjadi orang lebih baik lagi di setiap waktu. Misalnya pergi ke suatu tempat yang rutin kita datangi dengan mengambil jalan yang berbeda. Atau bisa dengan mengubah penataan meja kerja, kamar tidur, ruang keluarga, dll. Dengan kita mengubah kebiasaan rutin, kita pasti akan mendapatkan hasil lebih baik. Tapi dengan catatan, setiap tindakan yang kita ambil, harus disertai alasan yang tepat.

Menjadi kreatif dengan berpengetahuan

Pengetahuan adalah salah satu hal terpenting yang wajib dimiliki oleh siapapun yang ingin membiasakan diri untuk kreatif. Orang kreatif selalu belajar dan menambah pengetahuannya, baik dari momen yang dia alami atau dia lihat. Pengetahuan juga merupakan sebuah modal penting agar alasan menjadi kreatif bisa diterima.

Mengakselerasi kreativitas anda.

Jika anda ingin kreativitas anda makin meningkat, bentuklah tim kreatif dari preferensi yang identik atau bahkan sama sekali berbeda. Hal ini bisa dilakukan untuk memberikan cara pandang baru bagi anda. Eksplorasi pengetahuan dan pemahaman mereka terhadap sesuatu. Carilah kesempatan agar anda dapat memunculkan ide-ide baru dan kreativitas anda.

Think outside the box, execute inside the box

Ketika kita terlibat pada suatu masalah, kita harus bisa melihat masalah secara keseluruhan. Dengan begitu kita bisa menentukan solusi terbaik bagi penyelesaiannya. Kita harus kreatif dan bisa melaksanakan suatu program atau ide kreatif ketika dihadapkan pada keterbatasan. Mengenai hal ini, saya pribadi salut pada orang yang di tengah keterbatasannya tapi bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Kita tentu banyak tahu bahwa di negeri ini banyak “pahlawan” sampah. Orang-orang yang tergerak untuk mengelola sampah dan mengambil manfaat dari hal yang jorok tersebut. Padahal kita juga tahu bahwa mereka adalah orang biasa saja, bukan orang yang berkuasa, memiliki gelar pendidikan yang tinggi, ataupun kekayaan materi yang berlimpah. Mereka adalah orang yang berpikir di luar kotak. Di tengah keterbatasan mereka malah mendatangkan manfaat bagi masyarakat sekitarnya. Inilah pakem yang disebut berpikir diluar kotak, tapi diwujudkan dalam kotak. Maksudnya, dalam menyelesaikan masalah yang ada, kita harus berpikir kreatif, akan tetapi jangan sampai solusinya malah jauh dari inti permasalahan tersebut.

Kreatif merupakan problem solver

Dengan berpikir kreatif, setidaknya kita bisa memecahkan beragam masalah yang ada di sekitar kita. Sebab menjadi problem solver adalah tujuan akhir dari berpikir kreatif. Banyak orang yang bingung bagaimana caranya menjadi orang kreatif? Sederhana saja, jadilah problem solver. Akan tetapi dalam memecahkan masalah tersebut, selain juga harus bisa dipertanggungjawabkan, kita harus mengkuantifikasi risiko yang ada ketika menjalankan solusinya. Selain itu, solusi yang kita sampaikan juga harus mengandung proporsi antara solusi aman, solusi kreatif dengan risiko kecil, dan solusi kreatif dengan risiko besar. Artinya menjadi kreatif tidaklah harus berlawanan, kita harus tetap beririsan dengan hal yang sudah ada.

Deri IM1

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Indonesi Membaca.

Selasa, 03 November 2015

Ring

 Koji SuzukiJudul : Ring
Penulis : Koji Suzuki
Penerbit : Qanita
Tebal : 433 halaman
Resumed by : Ayu Afsari

Novel karya seorang bintang sastra negara Jepang ini telah terjual 2,8 juta copy. Ring adalah buku pertama dari trilogi thriller yang sangat sukses yang dilanjutkan dengan Spiral dan Loop. Novel ini telah difilmkan dengan judul Ringu di Jepang dan The Ring di Hollywood.

Novel ini menceritakan tentang seorang jurnalis bernama Asakawa yang terjebak dalam sebuah kutukan yang bersumber dari video yang ia temukan di sebuah tempat peristirahatan (penginapan) saat ia sedang berusaha mencari tahu sebab kematian empat orang remaja yang mati bersamaan secara misterius, yang salah satu dari mereka adalah keponakannya. Asakawa hanya memiliki tujuh hari untuk mempertahankan hidupnya. Dalam waktu tujuh hari itu Asakawa harus mengungkap rahasia dari penangkal kutukan video itu agar ia terbebas dari kematian sebagaimana yang dialami oleh empat remaja yang mati secara mengenaskkan dan misterius tepat satu minggu (tujuh hari) setelah menonton video itu.

Dalam mengungkap penangkal kutukan video ini, Asakawa bersama teman baiknya Ryuji Takayama berusaha mati-matian memecahkan teka-teki yang sebenarnya sudah ada di bagian akhir video, namun malangnya karena dianggap hanya sebuah lelucon, penangkal itu telah dihapus oleh empat remaja yang menonton video tersebut sebelumnya, yang kemudian mereka ditemukan mati secara misterius karena tidak menjalankan penangkalnya. Situasi dan kondisi semakin membuat Asakawa sulit untuk berfikir jernih karena tanpa diketahui ternyata istri dan anaknya juga telah menonton video ini ketika ia sedang tidak berada di rumah.

Tokoh yang sudah tidak asing lagi dalam kisah ini adalah Sadako, seorang gadis misterius dari masa lalu. Video yang menjadi kutukan dalam cerita merupakan video batin dari Sadako, yang dibuat dengan kekuatan supranatural, yang dilatarbelakangi oleh kepentingan gaib.

Mampukah Asakawa mengungkap rahasia yang bisa menyelamatkan nyawanya dan juga nyawa istri dan anaknya? Siapakah Sadako, dan apa yang diinginkannya? Misteri apakah yang tersembunyi di dalam kaset video ini?

Dalam novel karya Koji Suzuki ini, urband legend dan modernitas dipertemukan dalam kemasan thriller khas Jepang yang mencekam. Buku novel yang telah difilmkan di Jepang dan Amerika ini menghasilkan tren supranatural baru di seluruh dunia pada waktu itu.

Sebagai catatan, penulis novel ini Koji Suzuki sama sekali tidak menyebut-nyebut tentang keyakinan (agama). Membaca novel ini, kita digiring untuk sejenak melupakan adanya peran dan keberadaan Tuhan dalam kehidupan di dunia ini.


Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Indonesi Membaca.

9 Summers 10 Autumns

 9 Summers 10 AutumnsJudul buku : 9 Summers 10 Autumns
Penulis : Iwan Setyawan
Penerbit : Gramedia
Jumlah hal : 220

‘You must know that there’s nothing higher, or stronger, or sounder, or more useful afterwards in life, than some good memory, especially a memory from childhood, from the parental home. You hear a lot said about your education, yet some such beautiful, sacred memory, preserved from childhood, is perhaps the best education. If a man stores up many such memories to take into life, then he is saved for his whole life. And even if only one good memory remains with us in our hearts, that alone may serve some day for our salvation’ (Dostoevsky’s, The Brothers Karamazov)

Itu adalah sepenggal paragraf di awal buku

Bagi Iwan, mungkin tidak ada buah yang begitu bersejarah dibanding apel. Novel ini, bagai rekaman memori seorang anak kampung dari kota Apel (Malang) yang tiba tiba menemukan dirinya menjadi seorang direktur perusahaan multi nasional yang berkantor di New York (Big Apple). 

Dalam kerinduan akan hangatnya cinta keluarga yang begitu menyesaki dada, kenangan akan masa masa penuh kerja keras yang meneteskan keringat dan air mata. Iwan menuliskan semuanya menjadi sebuah novel yang ringan, bercampur bahasa Indonesia dan Inggris. Mengambil latar belakang kota New York, novel ini merupakan tumpahan bait bait kerinduan Iwan akan rumahnya di Batu, ibu, bapak, dan saudara2 perempuannya pada seorang anak laki laki kecil berbaju merah putih, sejak baru menjejakkan kaki di New York hingga berlalu 9 x Summers dan 10 x Autumns.

Menjadi laki laki satu satunya dari 5 bersaudara. Iwan tidak pernah berpikir untuk menggantikan pekerjaan ayahnya sebagai supir angkot. Pekerjaan yang juga telah ditekuni oleh kakeknya. Bukan karena pekerjaan yang telah menghantarkannya menjadi seorang sarjana ini adalah pekerjaan hina. Hanya saja, ia menjadi saksi bagaimana kemiskinan telah membuat kakak perempuan pertamanya yang walaupun sangat pintar tapi tidak bisa kuliah karena tidak ada biaya. Pekerjaan ini pernah pula mengakibatkan bapak pulang dalam keadaan marah karena lelah namun tidak mendapatkan penghasilan yang cukup. Padahal ibu sudah menunggu karena kebutuhan hari itu sudah sangat banyak menumpuk. Tak ayal kemarahan bapak yang ditumpahkan pada ibu, membuat ibu terduduk di dapur sambil menangis tersedu.

Melihat air mata ibu jatuh saat itu, I told to my self, I will not let this happen again. I want to make her a happy mother, a very happy mother. I want to do something for my family. I love them so much. Dari sinilah, hidup iwan tak hijau lagi. Ia belajar dan bekerja dengan keras. Sangat keras.

Hal menarik yang paling menarik perhatian saya adalah bahwa cinta sangat kuat mengalir di tiap paragraph buku ini. Bagaimana kekuatan cinta keluarga, dapat membakar semangat anggotanya untuk mengeluarkan seluruh potensi yang dimiliki.

Bapak, yang digambarkan tidak banyak bicara, namun ia lah yang menyiapkan alas kayu sederhana agar Iwan bisa tidur tidak hanya beralaskan karpet coklat saja. Bapaklah yang mengorbankan angkot kebanggaannya untuk dijual sebagai bekal Iwan kuliah di IPB. Semua dirasakan Iwan sebagai cinta bapak yang begitu kuat dan melekat dalam dirinya.

Ibu, yang walau tidak tamat SD karena sakit yang diderita, namun Ia lah yang membangun ide menabung. Mengingatkan bahwa kadang mobil harus dibawa ke bengkel. Ibulah yang mengatur berapa liter nasi yang harus ditanak tanpa harus tersisa keesokkan harinya. Ibu tahu mana barang yang harus digadaikan untuk membeli sepatu baru. Ibulah yang menyembunyikan tempe agar tidak dihabiskan salah satu anak. Ibu menghadirkan demokrasi di tengah pergulatan hidup. 

Semua kesederhanaan itu walau sangat pedih, namun semuanya berubah menjadi benteng dalam jiwa Iwan dan semua saudara perempuannya. Bapak dan ibu, dengan keputihan hatinya, telah membangun pondasi yang sangat kuat dan indah. Dan itu adalah kekayaan yang tak ternilai harganya. Kesederhanaan yang telah membangun dan menyelamatkan.

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Indonesi Membaca.

Uno, Demi Generasi Yang Lebih Baik

Penerbit : Gramedia
Penulis : Renville Almatsier
Jumlah halaman : 377 
Genre : Biografi

Haji Razif Halik Uno atau Henk Uno adalah laki laki yang merasa memiliki kekurangan: gampang depresi dan bertubuh pendek/kecil. Kedua kekurangan ini membuatnya menjadi seseorang yang merasa ‘sudah kalah dulu’. Sejak kecil dia sadar bahwa persaingan bukanlah jalur yang dapat dijalaninya dengan baik. Karena itu untuk mencapai keberhasilan dalam hidupnya ia mengatur siasat dan menempuh jalur lain, yaitu mati matian berupaya untuk ‘menciptakan’ edisi baru dirinya yang lebih baik. Mulai dari mencari pasangan yang mampu melahirkan keturunan yang lebih baik (mencari istri dengan tinggi badan yang lebih dari dirinya), diharapkan akan mencapai keunggulan yang kelak mampu mengibarkan pataka keluarga. 

Kalau hidup adalah pilihan dan bukan sekedar hanyut mengalir, maka semua kendala hidup yang ia jalani memberi sebuah kesadaran bahwa ia tidak ditakdirkan untuk berhasil, melainkan anak dan cucunya yang akan mencapainya. Untuk itu laki laki ini memilih untuk ‘mengalahkan’ segala ambisi pribadinya untuk kepentingan keluarga. 

Kini di usia 79 tahun, Henk Uno bukan saja mendapatkan teman hidup yang setia, gigih dan ulet yang telah mampu menyiapkan, meletakkan pondasi, menjaga dan mengawasi perjalanan panjang putra putranya sehingga mampu lepas landas untuk mengarungi kehidupan mereka sendiri. Namun Henk juga telah dapat menyaksikan bahwa pilihan hidupnya itu telah mengantarkannya mendapatkan ‘edisi baru dirinya yang lebih baik’ seperti yang dicitacitakannya dulu. Beliau adalah suami dari wanita yang populer dengan nama Mien R. Uno dan ayah dari Indra dan Sandiaga Uno.

Buku ini ditulis oleh Renville Almatsier atas permintaan pak Henk. Ia ingin apa yang telah ia jalani dalam mengatasi kelemahan dirinya dapat juga menjadi pelajaran bagi keluarga Indonesia lainnya. Karena biografi, buku ini menceritakan secara detil hari demi hari kehidupan yang Henk jalani sejak kecil sampai buku itu selesai ditulis.. Sejujurnya, menghabiskan baris demi baris buku ini membuat saya merasa bosan. Banyak pengungkapan perasaan yang diulang ulang. Tapi mengetahui begitu banyak dan detilnya cerita yang dapat diungkapkan oleh pak Henk, menggambarkan betapa beliau menikmati tiap perjalanan kehidupan yang dilaluinya. Dan ternyata semua menjadi pelajaran yang berharga baginya. 

‘Pengalaman masa kecil menjadi landasan penting dalam kehidupan saya. Semuanya membekas hingga kini. Kata ‘pengalaman’ menyiratkan peran ‘alam’ yang bersentuhan dengan pancaindera manusia. Pengalaman memungkinkan seseorang untuk memiliki pemahaman dan pengetahuan..’ 

Ada beberapa hal yang menarik perhatian saya. Lahir dari keluarga pejabat dan menjadi besar dilingkungan teman teman yang mayoritas menjadi orang penting di Indonesia, tidak membuat Henk ambisi pada jabatan. Pekerjaan beliau di PT Caltex yang dijalaninya hanya sekedar untuk mencukupi makan keluarganya dan numpang hidup bagi dirinya. Dan ternyata hal yang sama juga berlaku pada istri beliau, ibu Mien. Walau bergaul dengan banyak keluarga pejabat, terkenal dan kaya raya, namun beliau melakukannya bukan untuk memanfaatkan pertemanan itu. Semata karena senang bergaul dengan siapa saja. 

Prinsip suami harus punya penghasilan yang lebih besar dari istri tidak dipakai oleh Henk. Tidak perlu bersikukuh mempertahankan harga diri. Tapi sebaliknya istri juga wajib menjaga perasaan suami. Keberhasilan bisa datang dari suami atau istri, siapapun yang lebih berhasil tidak boleh meremehkan pasangannya. Dan siapapun yang sedang berusaha, seluruh keluarga harus mendukung.

Hal lain yang juga berkali kali diceritakan Henk di buku ini adalah beliau tidak dibesarkan dalam suasana keagamaan yang kuat. Namun beliau merasa sangat bersyukur karena menikah dengan wanita yang memiliki dasar agama yang kuat. Anak dan cucu mereka bukan saja rajin sholat lima waktu tapi bahkan solat berjamaah ke masjid.

Kini, setelah melewati perjalanan panjang proses keimanan yang sesuai dengan jiwanya. Henk merasa lebih matang dan tidak lagi sering merasa depresi. Beliau tetap bahagia mendampingi ibu Mien yang harus hadir sebagai pembicara di suatu acara yang diadakan BUMN tertentu, dan berperan hanya sebagai ‘supir’, duduk bersama para supir lainnya di luar gedung. 

Nama Uno, mungkin lebih mengingatkan orang pada ibu Mien R Uno ataupun Sandiaga Uno, namun Henk tidak mempermasalahkannya.. karena beliau merasa bersyukur dan berterima kasih pada Sang Pengatur dan Pemilik Alam Semesta ini.. bahwa ia telah diberikan apa yang diinginkannya.. generasi yang lebih baik.

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Indonesi Membaca.

Sabtu, 17 Oktober 2015

The Maker of Dreams

 The Maker of DreamsJudul Buku : The Maker of Dreams
Penulis : Oliphant Down
Tebal Buku : 55 halaman
Penerbit : Gowans & Gray, Ltd. (Original)
Tahun Terbit : 1916 (Original)

Pierrot dan Pierrette adalah partner dalam sebuah bisnis pertunjukkan. Pierrette mencintai Pierrot, sehingga dia berusaha memberikan yang terbaik kepada Pierrot dengan selalu mengurusi kebutuhannya dan tampil bahagia di depannya. Akan tetapi, karena terlalu sibuk memikirkan bisnisnya, Pierrot tidak pernah menyadari bahwa Pierrette jatuh cinta padanya.

Suatu senja yang dingin, Pierrot pulang sambil menyenandungkan lagu baru untuk pertunjukannya. Dia mengatakan pada Pierrette bahwa dia melihat seorang wanita cantik di pertunjukkan, dan berniat mencari wanita itu, karena menurutnya bisa jadi wanita itu adalah jodohnya. Pierrette sakit hati mendengar hal ini, tetapi dia menyembunyikan perasaan itu.

Sepeninggal Pierrot, seorang pria berpenampilan rapi datang berkunjung. Pria itu memperkenalkan diri sebagai Manufacturer. Dia bercakap-cakap dengan Pierrette seolah telah mengetahui segalanya. Dia tahu Pierrette jatuh cinta pada Pierrot dan menangis karena Pierrot tidak mempedulikan perasaannya. Pierrette bercerita pada Manufacturer tentang perasaannya pada Pierrot, bahwa dia begitu mencintai Pierrot hingga segala hal yang dia lakukan untuk pria itu selalu membuatnya bahagia, tidak peduli seacuh apa Pierrot pada semua kebaikan yang Pierrette lakukan untuknya.

Pada satu kesempatan, Pierrette menyadari bahwa dia telah bercerita terlalu banyak pada orang asing. Dia mengatakan pada Manufacturer bahwa dia seolah telah mengenal pria itu sejak lama. Manufacturer tersenyum penuh arti ketika mengatakan bahwa Pierrette mungkin memang telah mengenalnya cukup lama. Saat itu, Pierrette melihat sebuah busur kecil menyembul dari saku Manufacturer. Mengetahui bahwa Pierrette menyadari keberadaan busur itu, Manufacturer cepat-cepat memasukkannya ke dalam sakunya.

Pierrot datang setelah itu, sambil menyenandungkan lagu yang sama dengan lirik yang diubah sebagian. Dia tidak berhasil menemukan wanita yang dia cari. Melihat Manufacturer, dia menyapa pria asing itu.

Tidak lama kemudian, Pierrette keluar dari rumah untuk membeli bahan makanan untuk makan malam, setelah diingatkan oleh Manufacturer. Sepeninggal Pirrette, Manufacturer menanyakan keadaan bisnis Pierrot, hingga akhirnya pembicaraan sampai pada siapa sebenarnya Manufacturer itu.

Dia mengaku sebagai seorang pembuat mimpi, yang menerima mimpi-mimpi manusia dari segala keindahan yang telah hilang dan berlalu di dunia, lalu membuatnya menjadi kenyataan. Manufacturer juga mengatakan bahwa dia membuat mimpi spesial bernama “cinta.” Tentu saja, pada awalnya Pierrot tidak mempercayai semua ini, tetapi ketika Manufacturer mengatakan bahwa dia telah menyelipkan sebuah mimpi pada seorang bayi dua puluh tahun yang lalu, Pierrot mulai tertarik.

Manufacturer menjelaskan bahwa bayi itu telah tumbuh menjadi seorang wanita bermata biru dan berambut pirang. Manufacturer juga menyerahkan sebuah kertas nota kepada Pierrot yang dia simpan setelah mengirimkan bayi itu, di mana pemegang nota itu dapat mengklaim barangnya. Di dalam nota itu terdapat daftar mendetail mengenai ciri-ciri si bayi, sehingga Pierrot sudah pasti dapat menemukannya,

Pada awalnya Pierrot berharap wanita itu adalah wanita yang dikejarnya senja itu, yang berpipi merah dan mengenakan kalung dengan manik-manik besar, namun ternyata bukan. Dia pun berencana segera mencari wanita itu di luar rumah, tetapi Manufacturer menyarankannya untuk tetap tinggal di rumah dengan mengatakan bahwa bisa jadi ketika Pierrot sibuk memperhatikan bintang-gemintang di langit, dia tidak sadar telah menginjak cacing kecil.

Tidak lama setelah itu, Pierrette telah kembali dari berbelanja. Pada saat itulah Manufacturer bersiap meninggalkan rumah itu. Pierrette menahannya, tetapi kemudian Pierrot menceritakan secara singkat mengenai pembicaraannya dengan pria itu.

Setelah Manufacturer pergi dalam sekejap, Pierrot mulai menulis artikel untuk iklan, dengan harapan bahwa uang banyak akan sangat membuat wanita yang menjadi jodohnya sangat bahagia. Saat menuliskan tentang Pierrette, Pierrot menanyakan ciri-ciri Pierrette, seperti warna rambut dan matanya, yang membuatnya terhenyak karena baru menyadari semua itu setelah sekian lama dan semuanya cocok dengan nota dari Manufacturer. Dia meminta Pierrette berdiri di bawah cahaya untuk mencocokkan ciri-ciri Pierrette dengan yang ada di dalam nota, dan ketika menyadari semuanya cocok, dia pun merasakan cintanya pada Pierrette.

***

Resume oleh: Nabila

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Indonesi Membaca.