Tampilkan postingan dengan label keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keuangan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Mei 2017

7 Keajaiban Rezeki


Hasil gambar untuk 7 Keajaiban Rezeki buku

Judul buku, cuplikan isi dicover belakang buku, daftar isi, testimoni dan penulis biasanya menjadi tolak ukur yg sy pakai untuk menentukan sebuah buku itu menarik atau tidak

Ini juga yg sy pakai saat memutuskan utk membeli buku ini...sy lupa apakah lebih dulu membeli bukunya lalu mengenal sosok ippho santosa sebagai penulis atau mengenal sosok ippho di medsos terlebih dahulu sehingga tertarik untuk membeli bukunya?

Yg pasti isi bukunya memang dahsyat...!!! Menguak 7 keajaiban dari rezeki dengan otak kanan....yaa otak kanan

Hampir semua keajaiban yg tertera bermula dr Lingkar Diri, yg artinya segala sesuatu bermula dari diri sendiri, dialah faktor penentunya, aktor utamanya...jadi, jangan sampai sibuk menengok keluar dan lupa melongok ke dalam

Adapun tujuh keajaiban itu adalah:

1. Sidik Jari Kemenangan

Setiap diri itu unik punya cara tersendiri untuk meraih kemenangan dengan lebih cepat, yg mungkin hanya berlaku pada dirinya namun tidak berlaku pada orang lain layaknya sidik jari

Jalan hidup penulis yg mampu merubah dari pecundang menjadi pemenang adalah bukti saat dia menemukan sidik jari kemenangannya

2. Sepasang Bidadari

Bidadari yg pertama adalah orang tua sementara bidadari yg kedua adalah pasangan hidup

Selaraskan impian dan doa dengan sepasang bidadari ini yg akhirnya memancing hukum tarik menarik atau Law of Attraction demi mempercepat terkabulnya doa, terwujudnya impian yg pada akhirnya mempercepat berubah nya nasib

3. Golongan Kanan

Amat sukar memahami rezeki dengan otak kiri, karena ditilik dari sisi manapun semuanya tampak serba tak masuk akal

Disatu sisi rezeki itu pasti, yaitu pasti ada tapi disisi lain jg serba tak pasti: berapanya, dimananya, kapannya,dan bagaimananya...jadi,lebih besar unsur tak pasti daripada pastinya...nah orang yg kuat otak kanannya mampu menyikapi ketidakpastian, perubahan dan resiko, inilah yg disebut Golongan Kanan

4. Simpul Perdagangan

Seorang Hermawan Kartajaya mengatakan," Nabi Muhammad itu kan pengusaha. Mestinya sih Muslim itu jg jadi pengusaha."

Islam tidak asing dgn perdagangan malah islam sangat menganjurkan perdagangan, mereka yg menguasai simpul perdagangan maka mereka yg mengendalikan Dunia

Contohnya yahudi yg hanya belasan juta jiwa saja namun mereka berhasil memegang tengkuk amerika dan eropa

5. Perisai Langit

Sedekah merupakan salah satu ruas dlm perisai langit dari lima ruas yg ada

Ruas yg lain adalah shalat, sikap, perkataan dan perbuatan

6. Pembeda Abadi

Carilah sesuatu yg diminati, dikuasai,menghasilkan dan membahagiakan, jadikan itu sebagai pembeda abadi, ekspos lalu pertahankan

7. Pelangi Ikhtiar

Dihiasi 7 bias yg merupakan kebiasaan² dari seorang pemenang yaitu: impian, tindakan, kecepatan, keyakinan, pembelajaran, kepercayaan dan keikhlasan

Lantas apa yg menjadi rujukan utama dari 7 keajaiban rezeki diatas? Tak lain dialah biang keajaiban yg menjadi pembeda abadi nabi Muhammad saw yaitu Al Qur'an buatan Yang Maha Pencipta, Yang Maha Mengatur, Yang Maha Menabur Rezeki

Al Qur'an amat erat kaitannya dgn keajaiban² rezeki karena: *pertama* merupakan rujukan utama terkait keajaiban rezeki, *kedua* merupakan panduan utama dalam mencari rezeki, *ketiga* membacanya menjadi salah satu syarat agat perniagaan tidak merugi



Tangerang, 1 mei 2017
Nusifera

Judul: 7 Keajaiban Rezeki
Penulis: Ippho Santosa
Penerbit: Elex Media Computindo
Halaman:191 hal

Minggu, 05 April 2015

Pensiun Gaul

Judul buku         : Pensiun Gaul
Penulis              : Tessie setiabudi & Joshua Maruta
Penerbit             : PT. Gramedia Pustaka Utama, Tahun 2012
Tebal halaman   : 276



Pensiun? Kata ini seringkali dianggap sebagai kenyataan yang tidak menyenangkan karena kita tidak tahu kehidupan macam apa yang akan dihadapi kelak. Tapi dengan tambahan kata GAUL, maka pensiun berarti menuju Gaya hidup sehat dan bahagia, Aktifitasnya bermanfaat, Uangnya banyak dan Lupanya sedikit.
Saya tertarik membaca buku ini, karena suatu saat nanti kita akan mencapai masa itu. Perlu dipersiapkan karena dia adalah bagian dari perjalanan hidup. Persiapan mengelola perubahan dan mengubah paradigma, sehingga kita bisa fokus untuk mengembangkan apa yang kita miliki secara positif bukan kepada apa yang hilang dari diri kita. "Untuk berkembang berarti harus berubah. Untuk menjadi sempurna berarti harus sering berubah" begitu kata Winston Churchill.
Pensiun dan depresi adalah kesan yang biasa melekat erat, selain mensiasati dengan persiapan mental yang matang untuk diri sendiri sediakanlah waktu untuk membicarakannya dengan keluarga tanpa interupsi. Lalu lakukan tindakan bersama untuk melakukan perubahan. Pengertian dan ketulusan keluarga menerima kondisi apapun mengenai diri kita akan melepas rantai depresi tersebut.
Selanjutnya, memilih aktivitas sesudah pensiun yang cocok dengan kemampuan dan pengalaman kita, apakah itu bekerja lagi, membuka usaha, menjadi pekerja sosial ataupun bekerja sendiri, lakukanlah pilihan itu dengan optimal agar aktivitasnya bermanfaat. Mengutip apa yang dikatakan Abert Einstein "Kegilaan adalah melakukan hal yang sama berulang-ulang, namun mengharapkan hasil yang berbeda".
Pekerjaan membawa kepuasan tersendiri karena disamping mendatangkan uang dan fasilitas, dapat juga memberikan nilai dan kebanggaan pada diri sendiri (karena berprestasi atau pun kebebasan menuangkan kreativitas). Namun ada catatan, orang yang mengalami problem saat pensiun biasanya justru mereka yang pada dasarnya sudah memiliki kondisi mental yang tidak stabil, konsep diri yang negatif dan rasa kurang percaya diri terutama berkaitan dengan kompetensi diri dan keuangan/penghasilan. Selain itu, masalah harga diri memang sering menjadi akar depresi semasa pensiun karena orang-orang dengan harga diri yang rendah semasa produktifnya cenderung akan jadi overachiever semata-mata untuk membuktikan dirinya sehingga mereka habis-habisan dalam bekerja sehingga mengabaikan sosialisasi dengan sesamanya pula. Pada saat pensiun, mereka merasa kehilangan harga diri dan ditambah kesepian karena tidak punya teman-teman. 
Pada orang dengan kondisi kejiwaan yang stabil, konsep diri positif, rasa percaya diri kuat serta didukung oleh keuangan yang cukup, maka orang tersebut akan lebih dapat menyesuaikan diri dengan kondisi pensiun tersebut karena selama tahun-tahun ia bekerja, ia "menabung" pengalaman, keahlian serta keuangan untuk menghadapi masa pensiun. Bagaimana pun juga, perencanaan untuk masa pensiun bukanlah sesuatu yang berlebihan karena banyak aspek kehidupan yang harus disiapkan, dan dipertahankan seperti keuangan, menjaga kesehatan, spiritualitas (mempunyai kehidupan rohani yang sehat dan tetap memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan) dan kehidupan sosial.
Sementara usia kita makin lanjut, kita harus mendisiplinkan diri untuk berkembang , meluas, belajar, menjaga pikiran kita aktif dan terbuka. Berkinerja dengan semangat sampai akhir masa kerja. Berikan warisan yang terbaik berupa sumbangsih dan pencapaian pada perusahaan dan jejak-jejak manis dengan rekan-rekan kerja kita.