Minggu, 24 Agustus 2014

Kemuliaan Hari Jumat yang Disalahkeramatkan



Judul : Kemuliaan Hari Jumat yang Disalahkeramatkan
Penerbit :  Majalah Ghoib
Penyunting : Muhammad Furaida



1.       Mengapa hari yg ini beda dg hari yg itu?
Di antara hari2 yg punya nilai lebih dlm Islam adl hari Jumat. Berkaitan dg hari Jumat ini, banyak sekali tuntunan dan ajaran Islam yg layak kita ketahui. Pd hari itu ada keutamaan2 yg tdk kita dptkn pd hari yg lain. Pd hari itu ada ibadah2 yg tdk pernah akan dilakukan pd hari lain.
Namun, kemuliaan hr Jumat sering dinodai oleh sebagian orang. Dg mengkhususknnya dg hal2  yg tdk ada penjelasannya dlm Islam. Atau sebaliknya, justru menjadikannya untuk melakukan hal2 yg dilarang Islam. Beberapa orang yg terbiasa berinteraksi dg syetan, atau meminta tolong kpdnya, justru banyak menjadikan hr Jumat sbbg hari2 khusus utk syetan. Terlebih bila hr Jumat itu bertepatan dg hari2 pasaran tertentu. Misalnya, Jumat Kliwon. Ini tentu dlm pandangan syariat Islam tdk bisa dibenarkn sama sekali. Berinteraksi dg syetannya itu sendiri sdh tdk dibenarkn. Demikian jg menjadikn hr Jumat sbg waktu yg dipakai utk itu. Itu akan menodai kemuliaan hr Jumat.

2.       Keutamaan hr Jumat
a.       Sebaik-baik Hari
Hr Jumat adl sebaik-baik hari. Pd hari itu, kaum muslimin mempunyai ibadah ritual rutin, dimana seluruh laki-laki muslim yg suah baligh dan tdk ada udzur harus berkumpul di masjid dan menjalankn sholat Jumat. Hal ini akan memenuhi kebutuhan psikologis kaum muslimin thd sebuah “perayaan” spiritual, dan Islam mengapresiasikannya dlm bentuk ibadah utk mendekatkan diri kpd Allah, sprit hadis berikut : “Sebaik-baik hari dimana matahari terbit pd hr itu ialah hr Jumat, pd hr itu Adam diciptakan, pd hr itu ia masuk surga dan pd hr itu ia dikeluarkan dr surga.” (HR. Muslim)

b.      Hari Peringatan
Rasulullah SAW menjelaskan :  “Tidaklah makhluk melata kecuali pasti sangat cemas pd hr Jumat sejak Shubuh tiba hingga matahari terbit, karena takut jika kiamat datang, kecuali jin dan manusia.” (HR. Ibnu Hibban)

c.       Ada Saat Doa Dikabulkan
Rasulullah SAW bersabda ttg hr Jumat, “… pd hr itu ada saat dimana tdk lah seorg hamba yg muslim berdoa sdg ia jg mendirikan sholat, lalu ia memohon kpd Allah sesuatu, kecuali ia akan diberi.” (HR. Bukhari)
Karenany perbanyaklah berdoa di hr Jumat, jangan sebaliknya, melakukan kegiatan2 yg menjauhkn kita dr pemberian Allah.

d.      Hari Pengampunan Dosa
Rasulullah SAW bersabda, “Dari sholat sampai pd shalat lima waktu, dr Jumat sampai Jumat, dr Ramadhan sampai Ramadhan berikutnya adl penebus dosa2 di antaranya jika pd masa itu dosa2 besar dijauhi.” (HR. Muslim)

3.       Lakukan hal ini pd hr Jumat
a.       Mandi
“Siapa sj membasahi kepalanya dan mandi pd hr Jumat, bersegera dan bersegera, lalu berjalan ke masjid dan tdk berkendara, lalu mendekat ke Imam dan mendengarkn (khutbah) dg seksama, dan tdk melakukan hal yg sia2, maka utk stiap langkahnya sprt amal slama 1 th, termasuk didlmnya pahala puasa dan sholatnya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)

b.      Mengenakan pakain yg baik dan memakai wewangian
Rasulullah SAW bersabda : “Siapa sj mandi pd hr Jumat, lalu memakai wewangian jika ia punya, lalu memakai sebaik-baik pakaiankemudian pergi ke masjid, lalu ruku sesuai yg ia mampu, tdk menyakiti org lain, lalu diam mendengarkn hingga wktu sholat, maka itu menjd penebus dosa2 antar Jumat itu dg Jumat sebelumnya.” HR. Ahmad dan Thabrani)

c.       Pergi ke masjid dg segera
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila pd hr Jumat, malaikat berdiri di pintu masjid, mncatat diapa yg dtg lbh awal dst. Yg pertama dtg, sprti berkurban dg seekor unta. Lalu yg selanjutnya sprti berkurban dg seekor sapi. Lalu sprti berkurban dg seekor kambing, lalu ayam, lalu telur. Lalu bila imam telah tiba, malaikat itu menutup buku catatannya, utk mendengarkn khutbah.” (HR. Ibnu Huzaimah)
Berjalan kaki ke masjid utk sholat Jumat bahkan dinilai dg berjuang fi sabilillah. Suatu hr, Zaid bin Abu maryam bertemu dg Abayah bin Rifa’ah. Abayah berkata kpd Zaid yg waktu itu hendak berangkat menunaikan sholat Jumat, “Bergembiralah, krn langkah2 engkau ini adl fi sabilillah. Aku prnh mendengar Abu Abas berkata, bhw ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Siapa sj berdebu kakinya di jalan Allah, maka kedua kaki itu diharamkn dr api neraka.” (HR. Tirmidzi)

d.      Memperbanyak sholawat
Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya seutama-utama hr kalian adl hr Jumat. Pd hr itu diciptakn Adam, pd hr itu ruh nya ditiupkn. Maka perbanyaklah sholawat kpd ku. Krna sholawat kalian akan sampai kpd ku.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al-Albani)

e.      Memperbanyak doa
Di antara dalil2 yg menjelaskan bhw wktu mustajab dl sesudah ashar sampai matahari terbenam sbgmna hadis : “Carilah waktu yg diharapkn (dikabulkn doa) pd hr Jumat yaitu sesudah sholat Ashar sampai terbenamnya matahari.” (GR. Tirmidzi)
“Siang hr Jumatitu ada dua belas jam, tidaklah seorang hamba yg muslim memohon kpd Allah sesuatu, kecuali akan diberikan. Uamakan akhir2 waktu sesudah sholat ashar.” (HR. Abu Dawud)

f.        Membaca surat al Kahfi
Pd malam Jumat, seorg muslim dianjurkan utk membaca surat al kahfi. Inilah yg membedakan ajaran Islam dg ajakan syetan. Bila syetan justru menipu org dg menjadikn nya malam Jumat utk hal2 yg tdk bermanfaat, utk menyembah syetan dan meminta pertolongan kpdNya. Maka dlm islam, malam Jumat jusru dianjurkn utk banyak beribadah dan mendekat kpd Allah. Salah satunya ialah dg membaca al Quran, khususnya surat al kahfi.
Rasulullah SAW bersabda, “Siapa sj membaca surat al Kahfi pd hr Jumat, maka akan disinari cahaya di anara dua Juat.” (HR. Nasai dan dishahihkn oleh Al-Albani). Sementara riwayat yg menyebutkan waktunya malam Jumat adl riwayat lain yg jg diriwayatkn Imam Nasai, “Siapa sj membaca surat al Kahfi malam Jumat, akan disinari dg cahaya antara dirinya dan antara Ka’bah.”

Demikianlah, keutamaan hr Jumat begitu besar. Jenis2 amal kebajikan yg bisa dilakukan didlmnya jg banyak. Utk yg wajib, sprit sholat Jumat bagi laki2 misalnya ancaman bagi mrk yg meninggalkan sholat Jumat begitu berat. “Hendaklah orang2 itu berhenti dr meninggaalkn sholat Jumat, kalau tdk, allah akan mengunci hati2 mrka, lalu mrka menjd orang2 yg lalai.” (HR. Muslim)
Lebihkeras lagi, Rasulullah menyatakan, “Hampir2 aku menyuruh seseorang utk memimpin sholat Jumat lalu kami membakar rumah laki2 yg tdk berangkat ke sholat Jumat.” (HR. Muslim). Selain itu, dilarang pula berjual beli apabila panggilan Jumat telah berkumndang.
Maka ajaran2 mulia sprit itulah yg harus kita teladani. Jangan sampai justru menodai hr Jumat dg syirik, sprit meyakini hr Jumat adl hari2 syetan, meyakini hr Jumat adl hr keramat dg cara yg salah. Apalagi malah menjadikannya utk meminta pertolongan kpd syetan/jin. Dan bukannya menjadikan Jumat sbg hr memanen kesempatan beramal sebanyak-banyaknya.
Wallahu a’lam.

Indiepreneur



Kategori          : e-Book
Judul               : Indiepreneur
Penerbit           : Tidak dicantumkan
Penulis             : Pandji
Peresume         : Puspita IM 1

BAB 1

Jika pada suatu hari Anda ditanya, “Kamu ingin menjadi pekarya atau pekerja?” Mungkin Anda akan kembali bertanya, “Memangnya apa beda pekarya dan pekerja?” Jika itu benar terjadi, saya akan menyodori Anda free e-book ini. Indiepreneur, ditulis oleh Pandji Pragiwaksono. Mengupas habis-habisan mengenai apa bedanya berkarya dan bekerja.
Prolog dari buku ini adalah percakapan Ayah Pandji dengan seorang rekan bisnisnya dari Jerman. Ayah Pandji yang bernama Koes, ditanya oleh bule Jerman, “Koes, orang Indonesia itu aneh. Mereka bisa membuat ukiran Jepara dengan detail, indah, dan presisi. Tapi mereka tidak pernah bisa membuat anak tangga dengan rapi dan presisi. Mengapa bisa begitu Koes?”
Koes menjawab,”Orang yang membuat tangga itu bekerja. Orang yang mebuat ukiran itu berkarya.”
Orang yang bekerja akan melakukan pekerjaan dengan baik karena dia butuh mempertahankan gaji, gaya hidup dan lain-lain meskipun harus ada sedikit keterpaksaan. Sedangkan orang yang berkarya akan rela menginvestasikan waktu, tenaga, bahkan uangnya  agar ia bisa memuaskan dirinya. Sayangnya menjadi pekarya, bukanlah hal yang mudah. Ada banyak tantangan. Pandji membahas satu per satu tantangan  seperti apa yang harus dihadapi oleh seorang pekarya.
Pernahkah pada suatu hari, anda membuat suatu produk. Hmmm….misal Anda membuat restoran. Anda mencoba untuk memperkenalkan restoran tersebut ke teman-teman Anda. Respon yang mereka berikan adalah, “Ada makan gratis di situ enggak?” Kasus lain, misalkan Anda seorang penulis buku dan memasarkan buku tersebut ke teman-teman. Tanggapan yang diberikan, “Buat saya bisa gratis enggak?”
Mental gratisan memang melekat begitu kuat di benak masyarakat. Tak hanya di Indonesia, di negara maju pun mental gratisan ini juga masih ada. Pernah ada sebuah cerita, Dan Ariely menjual 2 varian cokelat di tokonya. Hershey Kiss yang lebih murah dan kualitasnya tidak seberapa dan Lindt yang berkelas, mahal dan kualitasnya lebih baik. Pada hari pertama promo Dan menjual Hershey Kiss sebesar 1 sen, sedangkan Lindt seharga 30 sen. Hari kedua, Dan menjual Lindt seharga 14 sen dan Hershey Kiss gratis. Tahukah cokelat mana yang banyak dibeli konsumen? Hershey Kiss. Padahal jika kita menilik lebih jauh, potongan harga Lindt jauh lebih besar dibandingkan Hershey Kiss. Gratisan hanya akan membuat kita melewatkan penawaran terbaik.
Pengalaman Dan Ariely di atas membuat Pandji memberi saran kepada para pekarya untuk tetap disiplin meningkatkan value dari karya aslinya. Misal dengan menjual karya yang sebagian keuntungan disumbangkan untuk yayasan kanker. Jika konsumen membeli bajakan atau gratisan mereka hanya mendapatkan murah atau gratisnya saja. Tapi tidak dengan value semacam berpartisipasi dalam aktivitas sosial semacam peduli penderita kanker. Dampak negatif lain dari gratisan adalah membuat kita menjadi kurang bertanggung jawab. Contoh Google pernah mengadakan konferensi gratis. Dalam konferensi tersebut Google membagikan snack mahal gratis kepada pesertanya. Apa yang terjadi? Para peserta mengambil snack sebanyak-banyaknya tapi mereka tidak menghabiskan.
Itulah sekelumit bab 1 dari buku Indipreneur, buku ini bisa diperoleh dengan membayar 1 tweet saja di bit.ly/VXMyPI Gratis karena memang sengaja digratiskan, bukan memelas minta gratisan.

PENGANTAR ILMU BAHASA ARAB



Judul Buku: Ilmu Sharaf Untuk Pemula
Penulis: Abu Razin & Ummu Razin
Chapter: 1
Peresume: Uus IM1


PENGANTAR ILMU BAHASA ARAB





1.1   Mengenal Ilmu Bahasa Arab
Ilmu Bahasa Arab adalah kaidah-kaidah untuk mengetahui bentuk kata-kata Bahasa Arab serta keadaannya baik dalam bentuk tunggal maupun dalam susunan kalimat. Dalam ilmu Bahasa Arab, ada dua ilmu yang membahas segala hal di dalamnya yaitu Ilmu Nahwu dan Ilmu Sharaf. Ilmu nahwu dan ilmu sharaf dianggap dua ilmu yang berbeda fokus pembahasannya.

1.1.1          Ilmu Nahwu
Ilmu ini membahas susunan dan kondisi kalimat. Ilmu ini lebih fikus kepada bagaimana suatu kalimat disusun serta aturan-aturan yang terkait dengannya seperti harakat, letak katam dan bentuk kata yang tepat sehingga suatu kalimat bisa dipahami dengan mudah.

                Contoh kalimat: “Jalasa Zaidun”. Artinya: Zaid telah duduk.

Kenapa subjek menggunakan harakat “un”? ini semua karena kondisi kalimatnya. Karena ini kalimat lampau, jadi subjeknya menggunakan harakat “un”. Pemberian harakat nggak boleh asal, ini diatur dalam ilmu nahwu. Kenapa subjeknya, yaitu Zaid diletakkan di belakang setelah kata kerja duduk? Karena Bahasa Arab aturannya berbeda dengan aturan Bahasa Indonesia. Ini juga diatur dalam ilmu nahwu. Tambah lagi, untuk subjek perempuan, kata kerja duduk, bentuknya akan berbeda. “Jalasa Zaidun” akan berubah menjadi “Jalasat Hindun”. Perbedaan bentuk kata untuk perempuan dan laki-laki ini diatur dalam ilmu nahwu.

1.1.2          Ilmu Sharaf
Ilmu ini membahas perubahan kata dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Pokoknya fokus ke aturan perubahan katanya aja.

                Contoh: misalnya yang duduk kami, maka “Jalasa” menjadi “Jalasnaa”

Perubahan kata semacam ini beserta rumus perubahannya, dipelajari di ilmu sharaf.

1.2   Unsur Penyusun Kalimat
Dalam Bahasa Arab, seluruh kata yang ada bisa dikelompokkan menjadi 3 kelompok besar:
1)      Fi’il (kata kerja)
2)      Isim (kata benda, kata sifat) *hanya beberapa kata sifat yang masuk ke isim
3)      Huruf (kata sambung, kata hubung) **ada juga kata sambung dan kata hubung yang masuk ke isim

1.2.1          Fi’il
1)                  Mengenal Fi’il
Secara makna, fi’il maksudnya adalah perbuatan atau kata kerja. Secara ilmu nahwu, fi’il berarti kata yang menunjukkan suatu makna yang ada pada zatnya serta terkait dengan waktu.

Fi’il terbagi menjadi 3:
1)      Fi’il Madhy (past) berarti telah melakukan
Contohnya: “Kataba” artinya telah menulis
2)      Fi’il Mudhari’ (continues) berarti sedang melakukan
Contohnya: “Yaktubu” artinya sedang menulis
3)      Fi’il Amar (order) berarti perintah
Contohnya: “Uktub” artinya tulislah!

2)                  Pengelompokan Fi’il
1)      Fi’il Lazim dan Fi’il Muta’addy
Ditinjau pada kebutuhannya dengan objek, dibagi lagi menjadi dua:
·         Fi’il Muta’addy (transitif): membutuhkan objek
Contohnya: “Nashoro” artinya menolong (menolong siapa/apa? Makanya kata ini butuh objek)
·         Fi’il Lazim (intransitif): tidak membutuhkan objek
Contohnya: “Dzahaba” artinya pergi (nggak pake objek pun artinya jelas, misalnya orangnya udah pergi)
2)      Fi’il Bina Shahih dan Fi’il Bina Mu’tal
Ditinjau dari huruf penyusunnya, dibagi lagi menjadi dua:
·         Fi’il Bina Shahih: huruf penyusunnya terbebas dari huruf ‘illat (alif, wau, ya)
Contohnya: “Fa’ala” >>> bentuknya mirip, pake harakat fathah (garis di atas) semua
·         Fi’il Bina Mu’tal: huruf penyusunnya mengandung minimal salah satu dari 3 huruf ‘illat (alif, wau, ya) baik di awal, tengah, maupun akhir kata. Polanya beda dengan kata dasar biasa.
Contohnya: “Shooro”, “Roma”, “Waqo”

1.2.2          Isim
Secara bahasa isim artinya “yang dinamakan” atau “nama” atau “kata benda”. Menurut ulama nahwu, isim artinya kata yang menunjukkan suatu makna yang ada pada zatnya, akan tetapi tidak berkaitan dengan waktu. Isin jenisnya ada banyak banget, dan belum dibahas di BAB iyang saya baca. Sebagian ciri-ciri isim:
·         Berharokat tanwin (an, in, un)
·         Dilekati dengan alif lam
·         Bertemu dengan huruf jar (huruf jar juga belum dijelaskan apa maksudnya)
1)        Isim berdasarkan jenis
Isim berdasarkan jenis dibagi menjadi 2:
·         Isim mudzakkar
Menurut bahasa berarti laki-laki. Menurut istilah berarti terminologi untuk kata-kata yang masuk ke dalam jenis laki-laki. Semua nama laki-laki dan nama benda yang tidak mengandung ta marbuthoh (huruf ta yang bulet ada lubangnya macam donat), berarti masuk ke dalam isim mudzakkar.
Contohnya:
                Nama orang: “Nuuh”, “Ahmadu”
                Nama benda: “Kitaabun” (buku), “Qolamun” (pulpen)
·         Isim muannats
Menurut bahasa berarti wanita. Menurut istilah berarti semua istilah isim yang masuk ke dalam jenis wanita. Semua nama wanita dan isim-isim yang mengandung huruf ta marbuthoh, berarti masuk ke isim muannats.
Contoh:
                Nama orang: “Khodiijah”
                Nama benda: “Madrosatun” (sekolah)
Selain yang mengandung ta marbuthoh, ada juga yang nggak mengandung ta marbuthoh tapi termasuk isim muannats:
·         Nama anggota tubuh yang berpasangan
·         Sebagian nama benda langit

2)        Isim berdasarkan jumlah
Terbagi menjadi 3:
·         Isim mufrad
Kata tunggal atau yang berjumlah satu aja. Contohnya: “Muslimun” artinya seorang muslim.
·         Isim tatsniyah/mutsanna
Kata ganda atau yang jumlahnya dua, nggak lebih nggak kurang. Contohnya: “Muslimataani” artinya dua orang muslim
·         Jamak
Kata yang maknanya, jumlahnya 3 atau lebih dari tiga. Dalam Bahasa Arab ada 3 jenis:
a.       Jamak mudzakkar salim
Ini untuk isim-isim mudzakkar. Contohnya: “Muslimuuna” artinya orang-orang muslim.
b.      Jamak muannats salim
Ini untuk isim-isim muannats. Contohnya: “Muslimaatun” artinya orang-orang muslimah.
c.       Jamak taksir
Kata kelompokmini nggak punya aturan baku, biasanya untuk kata benda mati. Contohnya: “Kutubun”
Tapi ada juga jamak taksir yang bukan dari kata benda, karena jamak taksir ada dua:
a)      Jamak taksir lil ‘aqil
Untuk yang berakal, contohnya “Rijaalun” artinya laki-laki
b)      Jamak taksir lighairil ‘aqil
Untuk kata benda, contohnya “Kutubun” artinya buku-buku

Catatan:
Asalnya, nama benda mati jamaknya jamak taksir, tapi untuk benda yang mengandung ta marbuthoh, bisa dirubah ke jamak muannats salim. Contoh: “Syajarotun” berubah menjadi “Syajaarotun”. Asalnya, isim-isim mudzakkar jamaknya jamak mudzakkar salim. Tapi beberapa isim mudzakkar jamaknya taksir. Contoh: “Toolibun” berubah jadi “Tullabun”.

3)        Aturan perubahan isim
Rumus perubahan kata dasar (mufrad) ke tatsniyah, jamak mudzakkar salim dan jamak muannats salim TERATUR. Berikut rumusnya:
·         Rumus Tatsniyah
o   Mufrad + (aani) untuk keadaan rafa (dijelaskan di Bab Nahwu)
o   Mufrad + (aini) untuk keadaan nashab dan jar (dijelaskan di Bab Nahwu)
·         Rumus jamak mudzakkar salim
o   Mufrad + (uuna) untuk keadaan rafa (dijelaskan di Bab Nahwu)
o   Mufrad + (iina) untuk keadaan nashab dan jar (dijelaskan di Bab Nahwu)
·         Rumus jamak muannats salim
o   Mufrad + (aatun)

4)        Isim dhamir
Kata ganti yang terbagi menjadi 3:
·         Kata ganti orang ke satu (mutakallim): saya, aku
·         Kata ganti orang ke dua (mukhatab): kamu
·         Kata ganti orang ke tiga (ghaib): dia, mereka

1.2.3          Huruf Arab yang Punya Arti
Menurut bahasa, artinya huruf sepeti dalam Bahasan Indonesia, hanya aja jumlahnya 28 dan disebuth huruf hijaiyah. Secara istilah maksud huruf di sini adalah huruf yang memiliki arti dan nggak hanya disusun dari 1 huruf, namun bisa 2 atau lebih. Ada yang termasuk huruf jar, yaitu huruf yang menyebabkan isim yang ada setelahnya wajib dibaca kasroh (i), yaitu:
“min” (dari), “ila” (ke), “’an” (dari), “’ala” (di atas), “fii” (di dalam), “bi” (dengan), “li” (untuk), “ka” (seperti).

Sekian resume dari saya, semoga bermanfaat dan bikin sedikit paham Bahasa Arab. Maaf bahasanya atau penulisannya kurang asik, soalnya saya juga baru belajar, jadi belum paham banget. Contohnya opun nggak banyak.

Uus, IM1