Sabtu, 11 Oktober 2014

The Celestial Management Chapter 9



Judul Buku: The Celestial Management
Penulis: A. Riawan Amin
Penerbit: Senayan Abadi Publishing
Halaman: 115-122 (Chapter/Bab 9)
Pembuat Resume: Hariadi IM6




Konsisten: Istiqamah dan Kaaffah

Air mengajari kita banyak hal dari yang selalu mengalir ke tempat yang rendah hingga ia mengalir menyusuri berpuluh-puluh kilometer dengan melintasi hutan dan berbagai hal lainnya.
Air juga adalah guru kehidupan, betapa kerasnya cadas saat tetesannya ke permukaan  akan berlobang juga. Konon gara-gara inilah ulama Besar Imam Al-Hafidz Ibn Hajar al-Asqalani kembali bergairah dalam menimba ilmu. Dengan modal keuletan air suatu saat kelak yang ia cari bakal dirainya juga.
Belakngan terbuktilah dari tangan beliau lahir karya buku-buku berharga seperti Bulugh al-Maram, dan lainnya.

Konsisten dalam Arah Tujuan (Istiqamah)
Air telah mengajarkan Ibnu Hajar dan kita tentang makna konsistensi. Orang konsisten kan memperjuangkan cita-citanya tak kenal lelah. Layaknya pula Thomas A. Edison yang menemukan prinsip lampu pijar.
Konsistensi yang sama juga diserukan di dalam al-Qur’an kepada semua yang beriman untuk menjaga keimanannya kepada Allah. Layaknya dalam Qur’an berikut “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", Kemudian mereka tetap istiqamah Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.” (QS. 48:13).  Istiqamah ialah teguh pendirian dalam tauhid dan tetap beramal yang saleh.

Konsisten dalam dalam Cakupan (Kaaffah)
Konsisten tak hanya bicara soal arah dan tujuan, melainkan juga pada cakupan. Tentang keselarasan antara berbagi peran dan aspek dalam kehidupan berorganisasi dan pribadi.
Konsistensi dalam dimensi Kaffah menjadi penting. Kaffah menghendaki penyerahan secara total yangs eimbang antara jiwa dan raga. Bukanlah total namanya jika malamnya kita bertahajjud namun esoknya menggantungkan diri pada feng shui.

Keselarasan Kerja dan keluarga
Keselarasan dalam mengatur keleuarga dan kerja pada akhirnya akan mendukung keselarasan bagi organisasi. Mc Kenzie menyebut sebuah organisasi harus konsisten menerapkan 7S: Shared Value, Strategy, Structure, System, Style, Staff, dan Skill.
Di sini memberikan sumbangan nilai terbaik (Shared value) selayaknya jadi inti yang mewarnai aspek-aspek lainnya.


Perjalanan Meminang Bidadari



Judul               : Perjalanan Meminang Bidadari
Penulis             : Herry Nurdi
Penerbit           : Lingkar Pena Publishing House
Halaman          : Chapter 1 (1-17)
Pembuat          : Amiris Sholehah,  IM 6


Eits, judul buku yang saya baca beberapa hari ini ternyata bukan buku tentang cara atau tips meminang, melainkan kisah dari para tokoh syahid modern yang patut kita tiru perjuangannya. Dalam sekali maknanya. Mereka semua adalah Omar Mukhtar, Hasan Albanna, Sayyid Quthb, Yahya Ayyash, Syeikh Ahmad Yassin, Abdul Azis Rantissi, Abdullah Azzam, Dzokhar Musayyevieh Dudayef, Ibnul Khattab, Abdallah Syamil Salmanovich Basayef.
Tak banyak buku tentang perjuangan yang bahasanya ringan dan santai seperti yang Herry Nurdi sampaikan dalam bukunya ini, biasanya kisah perjuangan pahlawan akan menjadi berat saat membahasnya  namun ia mampu meramunya hingga kita bisa menikmati layaknya membaca cerpen. Di tiap bab kita akan disajikan dengan kalimat penggugah dari para tokohnya, fokus pertama kita adalah kalimat bijak dari Omar Muchtar yang punya julukan Singa Pemimpin Mujahidin “Aku boleh mati, tapi perjuangan untuk meraih kemerdekaan dan kebebasan, perjuangan melawan ketidak adilan dan keserakahan kaum imperialis, tidak boleh berhenti dan harus diteruskan!”
Kita banyak mengenal pahlawan Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan negara ini, silahkan Anda bisa menyebutnya satu persatu karena sudah mengingat di luar kepala! Namun tak banyak yang tahu bahwa pada di tahun 1931 , kala itu Indonesia masih dalam penjajahan belanda, di belahan bumi lainnya seorang guru ngaji bernama Omar Mukhtar juga sedang mempertaruhkan nyawanya demi tegaknya Islam. Karena posisinya sebagai guru mengaji inilah Ia bangkit dan melawan penjajah di Libya katanya itu adalah amanah dari Alqur’an kepada orang beriman. Dalam sejarah Italia Omar Muchtar adalah sejarah kelam karena perjuangannya mampu menenggelamkan perekonomian Italia kala itu. Beliau juga seorang sufi dari sebuah kelompok tarekat bernama Sanusiyah. Yang kita tahu, jalan yang dipilih oleh para sufi untuk menggapai rido Allah adalah dengan menyibukkan diri berdzikir dan beribadah lainnya namun sesungguhnya sejarah pernah mencatat perjuangan Omar Muchtar yang mampu berada di barisan paling depan dengan memikul senjata melawan penjajah.
Beberapa hal yang patut kita tiru dari Omar Muchtar, kala itu usianya sudah 80 Tahun tapi militansinya luar biasa, amanahnya sebagai pemimpin perang Mujahidin saat itu tentulah bukan pekerjaan yang mudah dan membutuhkan waktu yang sedikit tapi dengan segala kesibukannya ini Ia tak pernah lupa dengan amal-amal yang sering dianggap kecil oleh orang-orang yang merasa besar. Di tengah perlawanannya itu Ia masih sering mendatangi anak-anak kecil dan pemuda untuk mengajar mengaji. Ia mengerti betul bahwa mereka adalah generasi yang akan menggantikannya kelak.
Belakangan kita sering kali melihat pemimpin Indonesia, mereka membicarakan hal-hal besar seperti membangun negara, menegakkan hukum, memberantas korupsi dan lain sebagainya tapi tak pernah memperhatikan hal-hal yang sudah dianggap kecil oleh mereka seperti apa yang sudah dilakuakan oleh Omar Mukhtar misalnya atau sekedar menjenguk rakyat kecil, berkumpul lalu membahas permasalah hidup mereka. Harusnya mereka perlu membaca sejarah yang melahirkan orang-orang besar dan masih mau  melakukan hal kecil, salah satunya Omar Mukhtar.

MARI BERSENANG-SENANG DENGAN SANGUINIS POPULER



Judul Buku      : Personality Plus
Penulis            : Florence Littauer
Penerbit           : Karisma Publishing Group (2011)
Peresume       : Yusnita M. Anggraeni (IM6)

MARI BERSENANG-SENANG DENGAN SANGUINIS POPULER


Awalnya buku ini menarik perhatian karena kebutuhan untuk mengenal kekuatan dan kelemahan karakter saya. Apalagi di pengantar buku ini disertakan tes mengenai profil kepribadian sehingga di awal membaca, kita sudah tahu termasuk golongan mana karakter yang kita miliki. Pembahasan pada bab-bab selanjutnya dikelompokkan berdasarkan karakter tersebut.
Secara umum, ada empat kelompok karakter yang ada empat kelompok besar karakter manusia, yaitu (1) sanguinis populer, (2) melankolis sempurna, (3) koleris kuat, dan (4) phlegmatis damai. Sanguinis populer ditandai dengan sifat ekstrovert, pembicara dan optimis. Kepribadian melankolis sempurna dicirikan dengan introvert, pemikir dan pesimis. Koleris kuat memiliki sifat ekstrovert, pelaku dan optimis, sedangkan phlegmatis damai cenderung introvert, pengamat dan pesimis.
Bagian pertama yang saya baca adalah bab mengenai sanguinis populer. Manusia sanguinis mudah dibedakan dari karakter lain karena tipe yang emosional dan demonstratif, ekspresif, membuat semua hal menjadi menyenangkan, dan terbuka. Di awal kehidupannya, bayi sangunis terlihat riang dan hobi mengoceh. Bakat kreatif juga biasa ditemukan pada bayi sanguinis karena senang bereksperimen dengan warna. Pribadi sanguinis cenderung mampu menarik perhatian banyak orang karena kekuatannya untuk menjadi “dramatis” dan sedikit “lebay”. Selain itu seorang sanguinis yang ekstrovert dan terbuka memiliki antusiasme dan energi yang cukup banyak untuk selalu berbicara dan bercerita. Sanguinis juga senang untuk tampil. Di kerumunan orang, sanguinis akan mudah diterima karena kemampuannya untuk memukau pendengar. Ketika bertemu dengan orang yang baru dikenal, sanguinis akan dengan mudah memulai pembicaraan dan akrab dalam waktu singkat.
Namun demikian, seorang sanguinis memiliki kelemahan mengenai detail. Dicirikan dengan kurangnya kemampuan mengingat nama, tanggal, tampat, dan fakta. Untungnya Tuhan memberikan kelebihan berupa kemampuan visual yang baik, seperti ingatan yang kuat untuk warna. Selanjutnya di bab-bab berikutnya, selain dijelaskan mengenai tiga kepribadian lainnya, akan dijelaskan pula cara mengoptimalkan kekuatan masing-masing karakter, termasuk sanguinis.

Iman: Keyakinan pada Janji-Janji Allah



Judul Buku: The Celestial Management
Penulis: A. Riawan Amin
Penerbit: Senayan Abadi Publishing
Halaman: 99-113 (Chapter/Bab 8)
Pembuat Resume: Hariadi IM6

Iman: Keyakinan pada Janji-Janji Allah


Seseorang yang yakin bisa mengubah mission impossible menjadi mission possible. Al-Qur’an telah memberikan pedoman yang nyata bahwa kepercayaan kepada yang ghoib diletakkan diurutan pertama sebelum mendirikan sholat, menafkahkan sebagian rezeki, beriman kepada al-Qur’an dan kitab-kitab sebelumnya serta yakin akan kehidupan akhirat (QS. 2:3-4).
Nah dalam kaitan dengan ghoib ini sebagian orang menempatkan visi, cita-cita yang telah direncanakan masa depan, diakini sebagai sesuatu yang ghoib yang terus diperjuangkan. Menurut Clarence Smithison, orang yang yakin memiliki kemampuan melihat yang tidak kasat mata dan meyakini sepenuh hati.

Metal dan Mental Magnet
Keyakinan yang kuat akan sampai pada tujuannya bila diikuti oleh sikap positif yang tampak dalam bentuk usaha, nah sikap positif yang diyakini akan menyerap “energi alam” yang bisa mendukung mencapai tujuan itu.
Metal Magnet dikenal dalam disiplin ilmu metalurgi, metal magnet adalah logam yang memiliki daya magnetis yang mampu menarik bahan-bahan dari logam lain yang berada dalam lingkar pengaruhnya. Mekanisme yang terjadi pada Metal Magnet sebetulnya juga terjadi pada manusia. Sebut saja kekuatan ini Mental Magnet, semakin besar atau kuat muatan positifnya maka akan semakin besar daya tariknya terhadap muatan sejenisnya.
Dalam konteks kita keseharian, iman selalu dibawa bukan hanya saat berhubungan dengan Allah namun juga dalam konteks berhubungan dengan manusia semestinya menjadi pegangan dimanapun.
Dengan Iman kru Muamalat juga harus siap terlahir sebagai pemenang, dengan target dan tugas yang dibebbankan perusahaan memang berat. Namun dengan usaha  tak kenal lelah dan yakin akan pertolongan Allah, tidak ada yang mustahil untuk diwujudkan.