Sabtu, 07 Juni 2014

Peran Islam dalam Sudut Pandang Kebebasan


Hak kebebasan ditetapkan sebagai asas langit seiring turunnya Islam, untuk meninggikan manusia di muka bumi dan mengokohkan sisi kemanusiaan.
a.       Kebebasan Berkeyakinan
1.      Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam (Al Baqoroh: 256).
2.      Islam memandang, masalah iman atau tidak berkaitan erat dengan kehendak manusia sendiri dan ketentraman yang berhubungan dengan jiwanya. Alloh berfirman: Barang siapa yang ingin beriman hendaklah dia beriman. Dan barang siapa yang ingin kafir biarlah dia kafir (Al Kahfi: 29).
3.      Apakah kamu hendak memaksa supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? (Yunus: 99).
4.      Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka (Al Ghosiyah: 22).
5.      Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan risalah (Asy-Syuro’: 48).
6.      Dalam amaliyah Rosul yaitu piagam madinah Yahudi tidak dipaksa untuk menjadi Muslim.
7.      Umar bin Khottob member amnesty dan hak istimewa kepada kaum Nasrani di Palestina sehingga merasa aman sentosa’ dalam aspek kehidupan.
8.      Islam juga menjamin kebebasan untuk dialog lintas agama yang jauh dari penistaan dan kebanggaan terhadap pihak lain. Alloh berfirman: Serulah manusia kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik (An-Nahl: 125).
9.      Jika tidak ada kesimpulan yang sama kembali ke: Untukmu agamamu, untukku agamaku (Al Kafirun: 6).

b.      Kebebasan Berpikir
1.      Islam menyeru manusia agar menggunakan pikiran dalam menjelajahi penciptaan alam semesta, langit, dan bumi. (Saba: 9 dan Al-Hajj: 46).
2.      Islam mencela orang yang merusak kekuatan akal dan perasaan untuk melaksankan profesi tugasnya di muka bumi. (Al-A’raf: 179).
3.      Islam mencela mereka yang hanya mengikuti prasangka dan perkiraan. (An-Najm: 28).
4.      Islam mencela mereka yang taqlid kepada nenek moyang atau pemimpin tanpa melihat mereka benar atau salah. (Al Ahzab: 67).
5.      Akal adalah salah satu dasar pedoman dalam menetapkan aqidah islamiyah begitu juga dalam melakukan istimbath syariat. Dan akal punya kedudukan yang sangat urgent, dibangun diatasnya peradaban yang mempesona dalam tinta sejarah Islam.

c.       Kebebasan Berpendapat
1.      Kisah Saad bin Muadz dan Saad bin Ubadah ketika Rosul mengajak bermusyawarah terkait Bani Ghotofan. Mereka berkata: “Ya Rasululloh, jika ini wahyu dari langit maka kami tunduk. Jika ini pendapat atau kehendak Anda, apakah kami harus mengikutinya? Namun jika Anda ingin mengetahui pendapat kami, maka……”.
2.      Rosul bersabda: Jangan melarang seseorang memberikan hak kepada manusia untuk mengatakan kebenaran jika dia mengetahuinya. (HR. Tirmidzi).
3.      Rosul bersabda: Jihad yang paling mulia adalah mengemukakan kalimat yang benar di hadapan penguasa yang sewenang-wenang. (HR. Tirmidzi).
4.      Habab bin Mundzir dalam Perang Badar yang menolak pendapat Rasul dalam strategi perang.
5.      Kisah Umar bin Khottob  dengan perempuan saat beliau berkhutbah tentang mahar.

d.      Kebebasan Jiwa
1.      Rosul meleburkan semua perbedaan ras, kulit, dan bangsa.
2.      Aturan pembebasan Budak.
3.      Akhlaq terhadap tawanan dan Budak.
4.      Sanksi kepada penyiksa budak
5.      Islam member satu pengaruh sejarah untuk menghilangkan perbudakan dan meminimalkan perdagangan budak.

e.       Kebebasan Kepemilikan
1.      Islam mengakui hak milik kepada individu untuk memiliki sesuatu dan memanfaatkannya secara khusus dan tertentu.
2.      Islam memelihara hak kepemilikan orang lain.
3.      Islam memberi aturan agar kebebasan individu tidak bertabrakan dengan hak individu lain. (An-Nisa’: 32).
4.      Islam member gambaran kepemilikan bersama yaitu sumber daya alam, fasilitas umum, dan lahan yang tak bertuan.
5.      Islam menjaga agar perubahan kepemilikan dilakukan dengan cara yang baik.

Jumat, 06 Juni 2014

Personality Plus: Bagaimana Memahami Orang Lain dengan Memahami Diri Anda Sendiri





BUKU : PERSONALITY PLUS (Kepribadian Plus)

Bagaimana Memahami Orang Lain dengan Memahami Diri Anda Sendiri

Penulis : Florence Littauer



Satu pekan lalu buku ini menceritakan tentang Profil Kepribadian dan Potensi Kepribadian, oleh karena itu saya mencoba melanjutkan bagian tentang Rencana Kepribadian. Setelah kita mengetahui tipe kepribadian jenis apa maka sekarang saatnya kita merencanakan cara untuk mengatasi kelemahan pribadi. Keempat tipe yang sudah dibahas pekan lalu, masing-masing memiliki kebaikan dan keburukan. Semoga semakin memotivasi untuk senantiasa melakukan perbaikan diri. Buku ini menyebutkan berbagai macam kekurangan yang mungkin ada pada semua tipe kepribadian. Saya hanya mengambil beberapa poin penting yang mungkin sering kita jumpai.

Tokoh saunginis terkenal karena memilik berbagai macam ide gagasan sehingga menginginkan adanya sebuah perubahan pada lingkungannya. Tingkat pengabdiannya pun begitu tulus. Masalah yang mungkin muncul pada tokoh ini adalah gaya bicara yang tinggi sehingga perlu adanya pengendalian diri. Disebutkan pula dalam buku ini Sanguinis bersifat mementingkan atau memperhatikan dirinya sendiri. Perlulah dihindari dengan belajar untuk mendengarkan orang lain. Perlu pula bersikap perasa terhadap kebutuhan orang lain. Bahkan orang sanguinis itu, tidak mudah untuk menjadi teman yang baik, tatapi hal itu adalah sesuatu hal memiliki nilai yang luar biasa. Jangan hanya puas menjadi pendengar tetapi jadilah sosok seorang sahabat. Masalah sanguinis yang muncul berikutnya adalah tidak tertib dan tidak dewasa. Banyak tipe ini menunjukkan menyukai profesi pekerjaan yang berganti-ganti sehingga dibutuhkan menyatukan berbagai macam kreativitas hidupnya dan menumbuhkan sikap kedewasaan.


Berbeda dengan tipe kepribadian melankolis. Karakter tersebut sering merasa hidupnya tertekan. Tidak sebaiknya merasa mudah untuk tersakiti dan carilah sisi positif yang lain. Selain itu orang melankolis punya citra diri yang rendah dan suka menunda pekerjaan. Perlu dilakukan pemecahan misalkan jangan terlalu lama dalam melewatkan waktu banyak hanya untuk merencanakan. Perlu sebuah realisasi yang terbukti. Ada juga tipe melankolis yang ternyata sering mengajukan tuntutan yang sifatnya tidak realistis kepada orang lain, makanya perlu berpikir lebih rileks meskipun standar berpikir orang melankolis cukup tinggi. Tidak segalanya hidup di dunia ini harus sempurna, jadi santai saja.


Selanjutnya adalah tipe koleris. Di mana tipe ini tidak mau mempercayai sesuatu hal yang bersifat ofensif. Orang koleris tidak memiliki rasa malu di depan banyak publik. Sangat pekerja keras, namun sisi negatifnya adalah, mereka hanya tidak bisa rileks. Yang harus dilakukan adalah menyingkirkan tekanan yang ada pada orang lain dan merencanakan kegiatan di waktu senggang. Orang koleris dominan itu juga merasa kuat dan benar, tetapi tokoh koleris ini tidak populer. Nah tokoh ini dimungkinkan tidak bisa membayangkan bahwa dia itu, bisa jadi pada suatu ketika harus meminta maaf. Tidak selamanya beranggapan benar terus. Orang koleris ini memiliki potensi memimpin cukup besar, tokoh ini harus bisa belajar mengambil manfaat dari berbagai kesalahan. Bukan menonjolkan pada kesombongan atau pun ketidaksabarannya.


Tipe kepribadian yang terakhir adalah phlegmatis. Tipe ini berprofil rendah. Banyak orang plegmatis itu tidak bisa membayangkan bahwa mereka menyinggung perasaan orang lain, sulit sekali berkomunikasi yang baik. Ada pun masalah yang muncul pada tipe ini adalah seolah seperti tidak ada. Sehingga tipe ini, membutuhkan usaha untuk membangkitkan semangat. Plegmatis nampak juga memiliki masalah dalam kemalasan. Sangat disarankan untuk tidak menunda-nunda semua hal yang bisa dilakukan pada saat itu juga. Tokoh phlegmatis juga memiliki kemauan keras tapi bersifat tenang. Pemecahan masalah yang bisa ditawarkan adalah belajar untuk mengkomunikasikan perasaan hati kepada orang lain yang terpercaya.


Semua kepribadian yang dipaparkan di atas memiliki sisi lebih dan negatif yang berbeda. Dan kita pun sebagai manusia menilai kepribadian kita adalah hal yang unik. Kebanyakan kita mempunyai jumlah total yang tinggi (dominant) pada satu watak/satu tipe kepribadian saja, didukung dengan watak sekunder dan watak yang lainnya yang tersebar dengan ciri khasnya. Di buku ini disebutkan pula adanya campuran alami yang muncul antara tokoh sanguinis dan koleris. Pun memang sering kita temui pula dalam kehidupan nyata. Sedangkan  campuran alami lain adalah antara melankolis dengan plegmatis. Kedua karakter tersebut memiliki karakter yang hampir sama pula.





Woro IM1

(Sumber Gambar: http://luciaelisabeth.blogspot.com/2005/02/personality-plus.html)



Sabtu, 31 Mei 2014

Sumbangan Peradaban Islam pada Dunia


Judul Buku      : Sumbangan Peradaban Islam pada Dunia
Penulis             : Prof. Dr. Raghib As-Sirjani
Penerbit           : Pustaka Al-Kautsar

Muqoddimah
            Jika kita mamasuki mesin waktu menuju kurun abad pertengahan sekitar abad ke-10 Masehi  dan terbang menyusuri kota-kota di dunia Islam dan di dunia Barat, kita akan tercengang melihat perbedaan besar antara kedua belahan dunia itu. Kita akan melihat satu dunia yang penuh dengan kehidupan, kekuatan, dan peradaban. Dan satunya dunia yang primitif, tak mengenal ilmu pengetahuan, dan peradaban.
            Lavis dan Rambou dalam buku sejarah mereka menjelaskan bahwa Inggris Anglo-Saxon pada abad ke-7 M hingga abad ke-10 M merupakan negeri tandus, terisolir, kumuh, dan liar. Rumah-rumah dibangun dengan batu kasar tidak dipahat dan diperkuat dengan tanah halus. Rumah-rumahnya dibangun di dataran rendah, berpintu sempit, tidak terkunci, kokoh, dan dinding serta temboknya tidak berjendela.
            Wabah penyakit berjangkit menimpa binatang ternak yang merupakan sumber penghidupan satu-satunya. Tempat kediaman dan keamanan manusia tidak lebih baik dari hewan. Kepala suku tinggal di gubuknya bersama keluarga, pelayan, dan orang-orang yang punya hubungan dengannya. Mereka berkumpul di sebuah ruangan yang besar. Di bagian tengahnya terdapat tungku yang asapnya mengepul lewat lubang tembus yang menganga di langit-langit.
            Mereka semua makan di satu meja. Majikan dan istri duduk di salah satu ujung meja. Sendok dan garpu belum dikenal. Majikan beranjak memasuki biliknya di sore hari setelah selesai makan dan minum. Meja dan perkakas kemudian diangkat. Semua yang ad adi ruangan itu tidur diatas tanah atau di atas bangku panjang. Senjata mereka ditaruh di atas kepala mereka masing-masing karena pencuri saat itu sangat berani sehingga orang selalu dituntut untuk selalu waspada dalam setiap waktu dan keadaan.
            Kala itu Eropa penuh dengan hutan belantara. Sistem pertanian terbelakang. Dari rawa-rawa di pinggiran kota, tersebar bau-bau busuk yang menyengat. Rumah-rumah di Paris dan London dibangun dari kayu dan tanah yang dicampur dengan jerami dan bamboo. Rumah-rumah tidak berventilasi dan tidak punya kamar yang teratur. Permadani belum dikenal. Dan mereka tidak punya tikar.
            Mereka tidak megenal kebersihan. Kotoran dan sampah dibuang di depan rumah sehingga menyebarkan bau busuk yang meresahkan. Semua keluarga semua anggotanya tidur satu kamar, bahkan binatang piaraan dikumpulkan bersama mereka. Jalan-jalan raya mereka tidak ada saluran air. Tidak ada batu-batu pengeras dan lampu. Itulah Eropa saat itu.
            Tetapi di bumi lain. Cordoba, malam hari diterangi lampu. Pejalan kaki memperoleh cahaya sepanjang sepuluh mil tanpa terputus. Lorongnya dihiasi dengan batu ubin. Cordoba dikelilingi kebun hijau.
            Granada, Al-Hamra menjadi lambing keajaiban yang sempurna. Seville, 6000 alat tenun sutera. Penjuru kotanya dikelilingi zaitun maka disini terdapat 100.000 tempat pemerasan minyak zaitun. Bagdad, dibangun kota yang megah dengan saluran air yang mengalir ke seluruh rumah dan istana. Tempat mandi mencapai 60.000 buah dengan jembatan 30.000 buah. Masjid mencapai 300.000 buah. Dan penduduknya dipenuhi dengan ulama, sastrawan, dan filusuf.

            Inilah contoh jurang perbedaan antara peradaban dunia Barat dengan dunia Islam.  Peradaban Islam adalah peradaban yang sanggup menyelaraskan tiga elemen interaksi. Interaksi manusia dengan Tuhannya, interaksi manusia dengan manusia lainnya, dan interaksi manusia dengan alam sekitarnya, termasuk flora dan fauna. Kesemuanya menjadi cakupan peradaban Islam yang diatur sempurna di dalam Islam. Bukan peradaban Barat masa kini yang hanya tertumpu pada teknologi dan lingkungan, tetapi kehilangan unsure hubungan dengan penciptannya. Akhirnya kemajuan teknologi itu diiringi dengan kebimbangan hati atas tujuan dan makna hidup, berlaknya budaya free sex, minum minuman keras, berbaurnya laki-laki dan perempuan yang akhirnya menjadi satu ironi. Islam adalah peradaban gemilang yang cahayanya harus dipendarkan dan dipancarkan kembali dimasa ini dan masa depan.

image source: http://bppiuns.blogspot.com/2013/11/alhambra-warisan-agung-peradaban-islam.html

-Ikhsan IM1- 

Time Management "Mengelola Waktu dengan Bijak


Tentukan Misi Hidup Pribadi
      Menentukan misi hidup bukanlah perkara gampang. Perlu perenungan mendalam termasuk kemungkinan mengoreksi diri anda yang sekarang secara berulang ulang. Kenapa misi hidup sangatlah penting!?karena apabila kita telah memilikinya kita akan mengetahui apa yang penting dan apa yang tidak penting dalam hidup. Dari hal ini kita dapat memilih apa yang harus dilakukan, apa yyang tidak boleh dilakukan dan juga apa yang malah harus diabaikan.
    Tanpa adanya misi hidup yang jelas kita akan sulit membuat prioritas. Riak-riak kecil kalau tidak diwaspadai bias menjauhkan anda dari haluan, sedangkan gelombang besar malah bisa-bisa menenggelamkan kapal kehidupan kita. Lagipula sebenarnya kita tidak mungkin hidup tanpa misi karena ketika kita bergerak ke suatu titik, maka pada saat yang sama kita juga menjauhi titik lainnya. Kita tidak akan bisa berjalan ke dua arah sekaligus. Kita harus tegas memilih kemana kita mau pergi dan lebih penting lagi kenapa kita pergi kesana. DIsinilah kenapa perenungan mendalam sangat diperlukan. Hidup tanpa misi ibarat melakukan perjalanan tetapi tidak pernah mencapai kota manapun, hanya akan membuang-buang waktu. Tentukan misi hidup anda dulu, baru anda bisa menhargai waktu.

Mau Seperti Apa kita Saat Hari Terakhir?
      Selain penentuan misi hidup kita juga harus memiliki cita-cita. Bayangkanlah hari terakhir pemakaman kita. Siapakah yang akan hadir pada acara pemakaman saat itu?Bila ada kalimat terakhir yang disampaikan, siapakah gambaran diri anda pada saat itu?Dengan bayangan itu kita jadi mengetahui apa yang akan kita inginkan. Sudah pasti kita tidak mau menjadi orang yang gagal total saat kita meninggal nanti. Tidak hanya berhasil tapi kita juga ingin berguna, berhasil dan dicintai : dimata Tuhan dan manusia.
       Orang yang berhasil memanfaatkan waktunya dengan baik. Dia juga tentunya meninggalkan suatu karya dalam hidupnya yang bukan haya untuk dirinya tapi juga untuk orang lain. Dia pun harus bebas dari cacat perilaku yang merusakkan namanya sendiri dan nama keluarganya. Ia harus bersih, jadi prestasi saja tidaklah cukup tapi juga penuh integritas. Keberhasilan juga harus seimbang. Tidak hanya urusan duniawi saja tetapi juga menyangkut urusan akhirat. Keseimbangan itu sendiri dapat dicapai ketika anda mampu mengatur waktuu dan dengan pengaturan waktu yang mantap, tidak aka nada satupun peran yyang terabaikan.

“Undang-Undang Dasar Untuk Pribbadi”
       Untuk mencapai seperti yang diuraikan diatas, kita harus menetapkan sebuah “undang-undang dasar” untuk pribadi. Seperti halnya UUD sebuah Negara, dengan inilah kita berdiri tegak dengan prinsip-prinsip yang kuat. Ada landasan bergerak, ada aturan bertindak, dan ada control sekaligus koreksi terhadap kesalahan.
       Pastikan UUD pribadi ini berfungsi seperti halnya UUD Negara yaitu berfungsi sebagai fondasi yang member arah kemana anda hendak menuju, bagaimana harus melakukannya, dan apa yang harus dilakukan jika ada pelanggaran terhadapnya. Karena bersifat pribadi, maka integritas anda sangat menentukan apakah anda taat atu tidak. Sekali lagi UUD pribadi saja tidak cukup, harus ada komitmen kuat untuk melaksanakannya.

Tentukan Tujuan
       Tujuan beerkaitan dengan apa yang kita percayai sebagai hal-hal yang harus diraih dalam hidup. Dengan kata lain, kalau misi hidup itu tujuan besar anda maka tujuan (goal) lebih merupakan sasaran-sasaran kecil. Untuk itu setiap tujuan harus jelas. Kita bisa bilang: “saya ingin menjadi karyawan teladan”, tetapi hal itu kurang tajam, kurang terang. Kita juga bisa mengatakan ingin meningkatkan penjualan tetapi itu masih belum jelas juga; kita harus membuat detailnya: berapa peningkatannya, bagaimana mencapainya, dalam berapa lama dst.
       Singkatnya, tujuan mestinya memiliki 5 sifat berikut (SMART) :
1.      Specific
Spesifik, jelas, tidak ambigu; contohnya : menyelesaikan 3 proyek dalam 6 bulan kedepan.
2.      Measurable
Dapat diukur; contohnya : meningkatkan penjualan sebesar 10% dalam 6 bulan dengan menambah jam kerja sebanyak 10 jam perminggu
3.      Achievable
Bisa dicapai dalam kapasitas; contohnya : seorang tukang yang biasa memproduksi 3 unit perhari ingin menambah menjadi 4 atau 5 unit perhari
4.      Realistic
Tidak mengawang-awang; contohnya : dokter ingin buka poliklinik sendiri dan bukan malah ingin jadi panglima tentara
5.      Time-Bound
Ada target waktunya; contohnya : satu bulan, satu semester, satu tahun

Tuliskan Tujuan
     Banyak orang memiliki tujuan tetapi ketika ditanya apa sih tujuan-tujuan yang pernah terlintas di kepalanya, maka mereka akan menjawab : “tidak tahu”, atau “lupa”. Kalu sudah begitu tujuan tidak lagi sesuai denga  hakikatnya yang mengikat tetapi sekedar angan-angan yang cepat melayang.
       Agar tujuan tidak menjadi angan-angan kita harus menuliskannya. Tuliskan semua tujuan kita sebagai bagian dari rencana yang lebih besar (dibahas pada bab 3). Jadi tidak sembarangan menulis, melainkan hanya menuliskan tujuan yang memang harus dicapai setiap hari, setiap bulan, setiap tahun dst. Tuliskan pula rencana disehelai kertas atau dimanapun yang memudahkan kita untuk mengingatnya dengan tujuan sebagai sumber acuan dalam melakukan kegiatan. Jadikan tulisan ini sebagai alat control. Dengan itu anda terhindar dari kegiatan tanpa tujuan yang sering menggerogoti waktu anda yang berharga.
      Tujuan tertulis juga merupakan alat evaluasi. Setelah menjalani kehidupan selama waktu tertentu kita perlu melakukan evaluasi. Kita akan mengetahui apa saja yang telah tercapai dan kita dapat membandingkan antara apa yang sudah dilakukan dengan tujuan yang dulu pernah ditulis.Sehingga kita dapat mengetahui berapa persen tingkat pencapaian kita dan apa saja yang belum tercapai. Tanpa tujuan tertulis akan sangat sulit untuk membuat evaluasi diri apalagi pegembangan diri.

Atur Prioritas Tujuan
         Dengan mengatur prioritas maka kita bisa membebaskan diri dari kungkungan hal-hal yang mendesak (tyranny of the urgent). Ha-hal mendesak memang sering menyita sebagian waktu kita. Palagi secara alamiah manusia cenderung mengutamakan hal yang mendesak dulu walaupun beluum terlalu penting.
Buatlah aturan prioritas dengan mengacu pada urutan berikut ini :
a.       Penting dan mendesak
b.      Penting tapi tidak mendesak
c.       Tidak penting tapi mendesak
d.      Tidak penting dan tidak mendesak
       Salah satu prinsip penting untuk mengendalikan waktu secara efektif adalah kita harus tahu bahwa selalu ada waktu untk hal-hal penting. Bukan banyaknya kegiatan yang menjadi masalah. Permasalahanny adalah nilai dari hal yang kita kerjakan dan bagaimana kita mengerjakannya. Jadi bukan jumlah kegiatan, tetapi kualitas dan motivasi di belakang kegiatan itu.
       Dengan demikian untuk berhasil kita mesti kuat berpegang pada tujuan yang sudah diterapkan dan hanya memusatkan diri pada kegiatan-kegiatan yang menunjang tujuan tersebut.

Waktu Penting Tapi Bukan Segalanya
      Banyak orang hidup dengan pola piker go with the flow alias tidak mau mengendalikan situasi termasuk waktu.”Hidup itu mengalir”; demikian motto mereka. PAda akhirnya setiap tindakan lebih didasarkan dorongan-dorongan sesaat ketimbang hasil rancangan yang sudah dipikir secara masak.
    Di lain pihak ada juga orang yang demikian terobsesi dengan waktu. BAgi mereka waktu harus dikendalikan secara ketat, menit demin menit, mirip seperti iklan di televise. Mereka tidak bisa menoleransi ketidaktepatan waktu sama sekali dan menganggap kesalahan jadwal sebagai malapetaka.
       Kedua ekstreem diatas jelas salah. Yang harus kita ambil adalah jalan tengah. HArus tanggung jawab untuk mengendalikan waktu sehingga waktu yang ada bisa membawa manfaat besar bagi sesame dan juga diri sendiri.
     Di phak lain kita [un tidak terlampau obsesi dengan waktu sehingga tidak bisa menerma sedikit kesalahan. Ada saat-saat ketika semua baik baik saja tapi ada juga waktu ketiika semuanya seperti lepas kendali dan bahkan kacau balau.

        Dalam hidup yang singkat ini yang penting adalah kemampuan untuk bersyukur dan menikmati apapun yang terjadi. Jangan lupa juga untuk terus maju dan memperbaiki diri tanpa henti.

sumber gambar: http://nurjannahhulwani.com/wp-content/uploads/2014/01/time-mng-2.jpg

-Enril IM1-

Saatnya Dunia Berubah


Prolog Penulis Resume
File buku ini saya terima oleh seoarang teman di awal tahun 2014, dan diminta membacanya segera. Alhasil karena harapan kadang-kadang tak sejalan dengan realita, akhirnya hanya kubaca bagian pengantarnya saja. Lumayanlah bagian pengantar cukup mewakili isi buku meski hanya 1.11% (3 dari 207 halaman). Baru pekan lalu tertarik untuk membacanya, itupun dibaca sebagai referensi tugas dari dosen. Haha.. J. Suasana hati ikut bermain peran seperti kisah nyata yang disajikan oleh penulis buku ini. Dan akhirnya, member grup IM (IM memang multi tafsir, hehehe J) sebenarnya sudah banyak yang baca dan punya filenya. Semoga tak bosan dengan tetap membaca resume ini. Bagi yang belum, semoga bermanfaat.
#Salam penuh semangat dari bumi kampus pertanian Bogor ^_^

“Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung”
Penulis:  DR.dr. Siti Fadilah Supari, Sp.KP (K)
B
ermula dari munculnya berita di TV, seorang anak tiba-tiba menderita panas dan sesak nafas, kemudian meninggal dengan sangat cepat di sebuah rumah sakit di Tangerang. Ternyata setelah beberapa hari, kematiannya terdiagnosis munculnya penyakit flu burung. Flu burung sebuah penyakit adanya virus H5N1, penyebab kematian yang belum pernah ada sebelumnya di Indonesia. Kejadian ini terjadi sekitar tahun 2004. Namun, sebelumnya beberapa negara tetangga telah terserang pula oleh adanya virus flu burung ini seperti: Cina, Thailand, dan Vietnam. Dunia semakin gempar adanya virus ini.
Kala itu menteri kesehatan Indonesia dijabat seorang perempuan bernama Siti Fadilah Supari. Ibu ini berusaha menuntaskan tanggungjawabnya sebagai menkes dengan memberikan “problem solving” kesehatan khususnya munculnya flu burung yang berdampak meresahkan seluruh warga Indonesia. Langkah yang dilakukan adalah sosialisasi masyarakat dan pengobatan dengan Tamiflu sesuai dengan anjuran WHO. Namun, luka hati yang pertama beliau rasakan adalah stok Tamiflu ini hanya diborong oleh negara-negara kaya yang notabene tidak memiliki kasus flu burung. Bayangkan saja flu burung menimpa negara berkembang bahkan miskin, tetapi mereka kesulitan mendapatkannya.
Beberapa kalangan peneliti didunia kedokteran mulai melakukan penelitian terhadap sampel darah warga yang diduga terserang virus tersebut. Dibutuhkan rapid diagnostic test untuk bisa mengetahui jenis virus dan penanganan penggunaan vaksin yang tepat. Analisa baku yang dilakukan oleh tim laboratorium Litbangkes Departemen Kesehatan membutuhkan waktu 2 hari. Dimana seharusnya dibutuhkan rapid diagnostic test lebih cepat yang sesuai dengan strain virus Indonesia. Dunia medis Indonesia mengakui belum mampu. Namun, karena virus ini tergolong baru, beberapa negara melakukan pengujian di WHO. Selain sebagai lembaga dunia yang menangani kasus kesehatan dunia, WHO CC (WHO Collaborating Center) memerintahkan negara-negara yang terjangkit virus H5NI mengirimkan sampel darah untuk dilakukan risk assesment, diagnosis, dan kemudian dibuatkan seed virus. Dari seed virus inilah kemudian digunakan untuk membuat vaksin atau penawarnya. Yang menjadi luka kedua Ibu Supari adalah vaksin tersebut yang nantinya akan dijual (dikomersilkan) ke seluruh dunia tanpa mengetahui pengirim virus tersebut dari asal negara mana. Bahkan negara pengirim virus, yang berharap mendapatkan bantuan vaksin tersebut juga dikenakan harga pembelian komersiil. Pantas saja 90% perdagangan vaksin di dunia dikuasai hanya oleh 10% penduduk dunia yang tersebar di negara kaya. Maka negara kaya akan semakin kaya, dan negara miskin akan semakin melebar. Luka semakin menyayat hati Ibu negara bidang kesehatan ini.
Ketakutan warga dan ilmuan Indonesia semakin menjadi manakala di televisi CNN (Cable News Network) lebih dulu muncul  berita virus flu burung yang melanda daerah Tanah Karo Sumatera yang menyebar antar manusia bukan perantara unggas. Polemik berita nusantara semakin gempar dengan tuntutan beberapa pihak kepada Ibu Menkes. Kasus Tanah Karo Sumatera adanya 7 kematian dari 8 orang bersaudara yang menderita flu burung. Para pakar WHO yang terdiri dari pakar genetik menyimpulkan bahwa kasus tersebut adalah suatu kejadian penularan antar manusia (human to human transmission). Merupakan kesimpulan yang tidak tepat, karena belum ada laporan adanya perubahan bentuk dan fungsi (mutagenesis) dari DNA virus flu burung yang ditemukan di daerah Tanah Karo tersebut. Untuk pembuktian kebenarannya, dilakukanlah sequencing DNA virus flu burung tersebut oleh Ibu Siti Fadilah Supari di lembaga Eijkman (non WHO). Ada sahabat beliau yang ahli dan bekerja di lembaga itu. Meskipun keberadaan Eijkman ini tidak diakui oleh WHO.  Hasilnya menunjukkan sequencing DNA virus flu burung di Tanah Karo masih identik dengan virus H5N1 sebelumnya. Hanya memang strain virus tersebut lebih ganas dari sebelumnya. Namun strukturnya menunjukkan masih sesuai dengan virus yang menular dari binatang ke manusia. Bukan dari manusia ke manusia.
Semangat Ibu menteri sungguh luar biasa. Beliau berkata : ini sungguh akan sangat membahayakan, kesenjangan negara kaya dan miskin akan semakin menganga. Situasi ini akan jauh lebih buruk akibatnya dibandingkan dengan kejadian pandemik flu burungnya itu sendiri. Sangat membahayakan Global Health Security yang menjadi concern dunia. Negara saya adalah negara merdeka dan berdaulat. Mengapa kita dipaksa menyerahkan virus, dengan aturan sepihak? Sungguh menyakitkan. Apa pun yang terjadi kita tidak boleh cengeng apalagi mengharap kebaikan hati bangsa lain. Cukup sudah pengalaman mengatakan mandiri, berani berdiri di atas kaki sendiri.
Maka langkah selanjutnya dilakukan oleh Ibu menteri adalah stop pengiriman virus ke WHO dengan memprovokasi ke beberapa negara berkembang lainnya. Mestinya Indonesia menjadi pelopor keterbukaan data untuk riset ilmiah, namun isu dunia justru memojokkan Indonesia. Negara lemah yang diinjak-injak haknya oleh negara kuat tidak memiliki kekuatan untuk melawan. Menang atau kalah Ibu Supari tidak peduli. Doa beliau: Menangkanlah perjuangan ini Ya Allah, bila kemenangan kami ini bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia. Namun bila tidak, bantulah saya ke luar dari masalah ini sebaik-baiknya.

Dalam berbagai pertemuan antar negara di dunia, Ibu Supari berusaha meminta dukungan untuk kesepakatan bersama beberapa negara. Dalam suatu kesempatan khusus beliau pernah itanya perwakilan WHO alasan tidak mengirim virus ke WHO. Alasan Ibu Supari adalah bukan tidak mau mengirim ke WHO tetapi bahwa virus yang saya kirim nantinya adalah milik kami, milik negara Indonesia, milik bangsa Indonesia. Maka jika WHO mau mengakui itu, perlu dengan jalan kesepakatan MTA (Material Transfer Agreement). Maka pasca itu saya akan mengirimkan virus ke WHO. Namun, pihak WHO kembali menawarkan, jika Indonesia kembali mengirimkan virus tersebut tanpa syarat akan dikirim bantuan capacity building, laboratorium akan dijadikan reff Lab, apa pun yang Indonesia butuhkan akan mereka penuhi. Namun Ibu menteri kembali tegas, kami tidak butuh apa-apa kecuali meminta WHO dengan mekanisme GISN bersikap adil terhadap negara-negara yang sedang berkembang. Hargailah hak mereka, hak untuk memiliki virus yang mungkin sudah membunuh rakyatnya. Saya ataupun mereka bukanlah pengemis atau peminta-minta.  

-Woro IM1-