Kamis, 12 Juni 2014

How To Read a Book: BAB III Tingkatan Pertama Dalam Membaca: Elementary Reading




Kategori Bacaan        : Buku
Judul                           : How to Read a Book
Penulis                        : Mortomer J. Adler dan Chaerles Van Doren
Tahun Terbit             : 1972

BAB III Tingkatan Pertama Dalam Membaca: Elementary Reading

                Mortomer J. Adler dan Charles Van Doren adalah penulis berkebangsaan Amerika. Pada bab 3 ini mereka banyak menceritakan tentang aktivitas membaca yang dilakukan oleh Bangsa Amerika pada dekade 1970-an. Diceritakan bahwapada 1970 adalah saat-saat dimana Bangsa Amerika mulai mendidik warganya. Periode 1970-1980 di Amerika disebut sebagai ‘DekadeMembaca’; sebuah periode sejarah yang kelak menghantarkan Amerika Serikat menjadi negara adidaya seperti hari ini.
            Pada masa tersebut, terdapat dua metode terkenal yang dipakai oleh bangsa Amerika dalam sistem pengajaran baca-tulis kepada masyarakatnya, yaitu metode ABC dan metode visual. Metode ABC adalah metode lama yang telah dipraktekkan sejak abad 19 oleh sekolah-sekolah di Yunani dan Roma. Metode ini diterapkan dengan cara peserta didik mengikuti apa yang diucapkan olehpendidik dalam mengeja huruf satu per satu. Metode ABC dalam perjalanannya mengalami perkembangan, yakni dengan pembedaan huruf mati dan huruf vocal. Pendidik yang dalam kegiatan belajar mengajar-nya menerapkan pembedaan huruf mati dan huruf vocal, disebut menggunakan metode phonic. Kedua metode ini menekankan pada kegiatan membaca secara oral dan berbasis suara.
            Berbeda dengan metode ABC dan turunannya (metode phonic), metode berikut ini lebih berkonsentrasi pada identifikasi visual atas bentuk huruf sebelum melafadzkannya. Sebelum berhasil membaca suatu kata, seseorang yang menggunakan metode ini wajib mengeja huruf satu per satu. Metode ini dikenal sebagai metode visual, yang dikembangkan oleh Horace Mann pada 1840 di Jerman. Perkembangan metode visual mampu mengubah kebiasaan membaca dengan metode ABC yang cenderung dibaca dengan suara keras menjadi dibaca dalam diam (silent reading).
            Amerika membebaskan warganya untuk memakai salah satu dari dua metode diatas yang sedang popular pada masa itu. Hal terpenting dari Dekade Membaca adalah setiap warga negara harus bisa membaca (dilarang buta huruf). Pada system pendidikan di sekolah-sekolah Amerika, tidak ada yang lebih dikritisi selain peningkatan kemampuan membaca. Amerika mencanangkan cita-cita pada masa tersebut; bahwa barangsiapa  yang tidak bisa membaca maka ia bukan bagian dari mimpi Amerika.
            Pada bab III ini penulis juga menceritakan mengenai 4 fase yang dilalui oleh seorang anak dalam level Elementary Reading.  Level Elementary Reading biasa terjadi pada anak yang barulahir hingga usia 6-7 tahun. Berikut ini penjelasan dari masing-masing level.

1.     Bersiap untuk Membaca
Pada fase ini anak berupaya menyiapkan empat hal dalam dirinya untuk benar-benar bisa melakukan aktivitas membacaya itu kondisi fisik, intelektual, kebahasaan dan personal. Kondisi fisik berkaitan dengan penglihatan dan pendengaran yang cukup. Kesiapan intelektual adalah kondisi minimal yang dimiliki si anak untuk melakukan kombinasi huruf hingga menjadi suatu  kata. Kebahasaan terkait dengan kemampuan anak untuk berbicara secara lantang dan jelas; dan kemampuan personal berkaitan dengan kapasitas anak untuk bekerjasama dengan orang lain, baik dengan pengajarnya atau pun teman sebayanya.
Setiap anak mempunyai kondisi yang berbeda-beda pada empat prasyarat di atas. Pengajar atau pun orang tua diharapkan bijak dalam menghadapi situasi ini. Sebaiknya tidak memaksakan si anak harus dapat membaca pada usia tertentu, namun tidak pula berarti bahwa menunda untuk memberikan pengajaran anak. Usaha mendidik anak agar menyukai aktivitas membaca tetap dilakukan namun porsinya disesuaikan dengan kemampuan anak. Mampu membaca dalam usia lebih dini terkadang tidak lebih baik dari mampu membaca pada usia yang lebih tua. Hal terpenting adalah tetap menjaga agar anak jangan sampai membenci atau trauma pada aktivitas membaca.

2.     Bersiap untuk Membaca
Apabila anak mulai memasuki fase ini, maka akan terlihat kecenderungan pada dirinya  yang mulai mengenali beberapa huruf. Jumlah kata yang dapat dikenalinya pada fase ini pun identik berkisar pada 300-400 kata. Ini adalah tahun awal baginya untuk mencintai aktivitas membaca,  oleh karena ini sebisa mungkin buat tahun ini sangat berkesan untuknya. Pengajar/orangtua dapat mulai mengenalkan pada fase ini beberapa kemampuan dasar seperti konteks asli kalimat, arti kata sebenarnya dan permulaan suara setiap kata. Berakhirnya tahap ini ditandai dengan aktivitas anak yang mampu membaca literature tanpa didampingi dan ia melakukannya dengan antusias.
3.     Peningkatan Kosakata yang Terjadi Secara Cepat
Anak yang telah menyukai aktivitas membaca akan mencari berbagai literature bacaan. Anak yang berada pada fase ini akan kita saksikan bahwa ia mencari bahan bacaan apapun dengan tujuan yang berbeda-beda. Jika anda melihat fenomena ini ketahuilah bahwa anak anda sedang berada dalam fase senang membaca. Beberapa tujuan umum yang akan ia cita-citakan agar tercapai dengan membaca antara lain adalah membaca agar bahagia, memuaskan rasa ingin tahunya dan atau memperluas cakrawala berpikirnya.

4.     Penguatan Kemampuan Membaca
Ini adalah fase terakhir dari level Elementary Reading. Penulis menyebut fase ini adalah fase yang paling dewasa diantara tiga tahap sebelumnya. Kedewasaan ditandai dengan kondisi ideal dimana si anak akan terus melakukan kegiatan penguatan kemampuan membacanya di setiap aktivitas hidupnya.

--oooOWawan-IM1 Oooo--

(sumber gambar: http://www.goodreads.com/book/show/567610.How_to_Read_a_Book)

Senin, 09 Juni 2014

Investasi dan Manajemen Portofolio

Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya lainnya yang dilakukan pada saat ini untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. Tujuan investasi secara umum adalah untuk meningkatkan kesejahteraan investor, mendapatkan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang, mengurangi tekanan inflasi, dan menghemat pajak. Kita bisa melakukan investasi dalam bentuk apapun, contoh sederhana adalah waktu yang kita gunakan untuk membaca dan membuat resume merupakan sebuah investasi sehingga kita bisa meraih karir yang sukses di masa mendatang. Aktivitas investasi dalam ekonomi biasanya merujuk pada investasi aset riil (tanah, bangunan, atau emas) dan aset finansial (deposito, obligasi, atau saham). Dan buku ini lebih fokus pada bahasan investasi aset finansial.

Sebelum melakukan investasi, seorang investor harus mengetahui konsep dasar investasi sehingga menjadi pijakan keputusan investasi yang akan dilakukan. Konsep dasarnya adalah mengetahui hubungan antara return yang diharapkan dengan resiko investasi, dimana return dan resiko bersifat linier, artinya jika return tinggi maka resikonya juga tinggi dan berlaku sebaliknya. Berdasarkan preferensi terhadap resiko, tipe investor dibagi menjadi tiga golongan, yakni risk seeker (suka menanggung resiko), risk neutral (sanggup menanggung resiko asalkan returnnya tinggi dan sebaliknya), dan risk avertion (tidak suka menanggung resiko). Termasuk tipe yang manakah kita?

Untuk membuat keputusan investasi, ada beberapa langkah yang harus kita lakukan antara lain:
  1. Menentukan tujuan investasi, ini bisa berbeda pada setiap investor.
  2. Menentukan kebijakan investasi. Disini seorang investor akan memilih kelas-kelas aset yang tersedia, apakah akan berinvestasi pada aset riil ataukah aset finansial? Dan berapa dana yang akan diinvestasikan?
  3. Pemilihan strategi portofolio, aktif atau pasif.
  4. Pemilihan aset berdasarkan portofolio yang dipilih sehingga diperoleh portofolio yang efisien yakni yang memiliki return tertinggi dan resiko terendah.
  5. Pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio.

Return dan Resiko Investasi
Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa dasar keputusan investasi adalah mengetahui return dan resiko atas kebijakan investasi yang akan kita pilih. Return merupakan istilah ekonomi yang merujuk pada tingkat keuntungan investasi. Jadi kalau kita investasi saham, berapa dividen yang kita peroleh, itulah returnnya. Atau jika investasi deposito, berapa persen bagi hasil yang kita peroleh, itulah returnnya. Sedangkan resiko adalah kemungkinan terjadinya perbedaan antara return aktual dengan return yang diharapkan. Misalnya begini, ketika kita berinvestasi kita mensyaratkan dividen saham sebesar 20% per tahun, pada kenyataannya dividen saham di tahun tersebut hanya 10% atau bahkan negatif. Kondisi return yang berbeda inilah yang disebut resiko dan harus dipertimbangkan oleh calon investor sebelum memutuskan memilih suatu investasi.

Sumber-sumber return investasi terdiri dari dua komponen, yakni yield dan capital gain (loss). Yield ini merupakan komponen return dari pendapatan yang diperoleh secara periodik dari sebuah investasi, contoh jika kita berinvestasi pada saham, maka yield ditunjukkan oleh besarnya dividen yang kita peroleh. Sedangkan capital gain (loss) merupakan perubahan harga sekuritas yang dapat memberikan keuntungan (kerugian) bagi investor, contohnya kenaikan atau penurunan harga surat berharga baik saham maupun obligasi. Maka return total = yield + capital gain (loss). Adapun sumber-sumber resiko investasi diantaranya adalah: resiko suku bunga, resiko pasar, inflasi, resiko bisnis, finansial, liquiditas perusahaan, nilai tukar mata uang (currency risk atau exchange rate risk), dan resiko negara atau sering disebut resiko politik. 

Estimasi Pengukuran Return
Untuk menentukan return suatu investasi adalah suatu hal yang sangat sulit, mengingat perekonomian itu sangat dinamis. Yang dapat dilakukan untuk menentukan investasi yang efisien hanyalah perkiraan melalui perhitungan estimasi. Begitupun dengan resiko. Ada beberapa model perhitungan yang digunakan untuk mengukur return dari investasi aset finansial, yakni:
Historical rate of return. Dibagi menjadi dua yakni holding period of return (HPR) dan holding period yield (HPY). HPR merupakan perbandingan antara ending value of investment dengan begining value of investment. Secara matematis ditulis HPR = ending value of investmen/beginning value of investment. Sedangkan HPY = HPR – 1, annual HPY = annual HPR -1.

Mean of historical return. Digunakan untuk mengukur investasi aset tunggal (stand-alone), investasi banyak aset (portofolio), dan expected rates of return. Untuk menghitung return pada single investment biasanya digunakan metode perhitungan Arithmatic Mean (AM) dan Geometric Mean (GM). AM adalah metode perhitungan statistik yang biasanya digunakan untuk menghitung nilai rata-rata. Secara matematis biasa ditulis â´³ = Î£X / n, dimana Î£X = penjumlahan nilai return tiap periode, dan n = jumlah periode.

Metode AM kadang dinilai menyesatkan jika pola distribusi return selama suatu periode sangat fluktuatif, maka digunakanlah metode kedua, yakni GM. GM menggambarkan nilai yang lebih akurat berdasarkan nilai rata-rata yang sebenarnya dari distribusi return selama periode tertentu. Secara matematis GM = [(1+R1) (1+ R2) ... (1+ Rn)]1/n -1. Karena nilainya berbeda dan biasanya lebih kecil AM, maka GM sebaiknya digunakan untuk menghitung aliran return pada periode yang bersifat serial atau kumulatif, misalnya 5 atau 10 tahun berturut-turut. Sedangkan AM akan lebih baik jika digunakan untuk menghitung nilai rerata aliran return yang tidak bersifat kumulatif.

Return juga dihitung dengan memperhitungkan setiap kemungkinan terwujudnya return tertentu (probabilitas kejadian) atau dikenal dengan istilah expected rates of return E(R). Distribusi probabilitas ini menunjukkan spesifikasi berapa tingkat return yang akan diperoleh dan berapa kemungkinan terjadinya return tersebut. Secara matematis ditulis:
E(R) = Î£ [(probability of return)x(possible return)]
E(R) = Σ [(P1) x (R1)]

Untuk menghitung return yang dilakukan pada banyak aset (portofolio) dilakukan dengan melakukan weighted (pembobotan) berdasarkan ranking favorit pasar pada nilai HPY dan HPR-nya sehingga dari pilihan investasi yang ada dapat dipilih berdasarkan bobot yang paling tinggi. Untuk lebih memahami perhitungan-perhitungan di atas sebenarnya lebih mudah jika dilengkapi dengan contoh perhitungan, namun karena space area resume terbatas jadi saya hanya menyajikan rumus.

Sedangkan penilaian rencana investasi bisnis aset non financial dapat dilakukan dengan menggunakan metode average rate of return (ARR), internal rate of return (IRR), modified IRR (MIRR), payback periode, discounted payback periode, net present value (NPV), dan profitability index (PI) atau dikenal juga dengan istilah benefit cost ratio (B/C).

Estimasi Pengukuran Resiko
Untuk menghitung besarnya resiko total yang dikaitkan dengan return yang diharapkan kita dapat menghitungnya berdasarkan varians (σ2) dan standar deviasi (σ) investasi tersebut. Baik varians maupun standar deviasi merupakan ukuran besarnya penyebaran distribusi probabilitas dari expected rates of return suatu investasi.

Investasi portofolio berdasarkan pada hasil pengukuran resiko merupakan salah satu cara untuk mengurangi resiko investasi. Artinya semakin banyak jenis investasi yang kita lakukan akan semakin berkurang resikonya. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa jika kita ingin berinvestasi pada saham, untuk mengurangi resiko sedikitnya kita harus memilih 8-20 jenis saham. Disini diperlukan keterampilan investor untuk melakukan diversifikasi portofolio dan memilih investasi yang paling kecil resikonya.

Prinsip diversifikasinya dapat dilakukan dengan dua cara, yakni random (acak) dan diversifikasi Markowitz. Diversifikasi random biasanya disesuaikan dengan preference investor tanpa memperhatikan karakteristik atau klasifikasi industri aset, pokoknya yang penting berinvestasi di banyak aset. Sedangkan diversifikasi Markowitz yang diperkenalkan oleh Henry Markowitz tahun 1950an dilakukan dengan memperhatikan karakteristik, klasifikasi, dan informasi penting lain terkait investasi tersebut. Markowitz mengajarkan kita untuk selektif memilih investasi. Nasehat Markowitz yang paling penting untuk para investor adalah “janganlah menaruh semua telur ke dalam satu keranjang” karena jika keranjang itu jatuh maka telurnya akan pecah semua, artinya jangan menginvestasikan semua dana kita pada satu aset saja karena jika bisnis itu gagal maka semua dana kita akan lenyap.

Untuk memahami lebih jauh tentang hubungan antara resiko dan return investasi kita dapat menggunakan konsep Capital Market Line (CML) dan Security Market Line (SML) yang digambarkan dalam sebuah kurva model kesimbangan Capital Aset Pricing Model (CAPM). Resiko sekuritas yang relevan juga biasanya ditunjukkan dengan nilai beta (β). Beta ini menunjukan sensitivitas sekuritas terhadap perubahan return pasar. Semakin tinggi nilai beta maka investasi tersebut semakin sensitif terhadap perubahan pasar. Pada pasar saham, beta biasanya digunakan untuk membandingkan resiko saham satu dengan yang lainnya. Model ini memudahkan investor untuk memilih jenis investasi berdasarkan tingkat resikonya. Terakhir, di buku ini juga dijelaskan bagaimana strategi memilih portofolio yang efisien, bagaimana memilih kelas aset, evaluasi performance investasi, dan investasi internasional. Yang tertarik untuk berinvestasi pada aset finansial dan ingin mengetahui konsep dasar investasi buku ini bisa menjadi salah satu referensi karena bahasannya sistematis dan mudah dipahami.

Judul Buku                   : Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio
Penulis                          : Dr. Eduardus Tandelilin, M.B.A.
Penerbit                        : BPFE Yogyakarta

-Tri Hanifawati, IM1-






Peran Islam Dari Sudut Pandang Keluarga





Islam menetapkan cahaya petunjuk yang agung dalam keluarga, mensyariatkan aturan yang lengkap dan menaungi, mengatur hubungan perkawinan, nafkah, warisan, pendidikan anak, hak bapak dan ibu, menguatkan masyarakat, meluruskan pergerakannya, menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan serta kemasyarakatan yang tinggi, menjauhkan dari sekedar pemenuhan syahwat dan dekadensi moral serta pupusnya nasab.
A.       Suami Istri
Suami dan istri adalah asas terbentuknya keluarga dan berkembangnya keturunan serta langgengnya manusia membentuk umat dan masyarakat. Islam membagi dengan jelas hak masing-masing suami dan istri, membagi ruang lingkupnya agar mereka berperan sempurna dalam jalinan keluarga, menanam saham dalam bangunan masyarakat dunia.
1.      Rosul bersabda: “Hai pemuda, siapa diantara kalian yang sanggup menikah maka nikahlah. Karena nikah bisa menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan.” (HR. Bukhori)
2.      Kisah tiga orang yang akan sholat malam terus menerus, puasa sepanjang masa, dan menjauhi wanita selamanya. Dan Rosul menjawab: “Demi Alloh aku adalah orang yang paling takut dan  taqwa kepada Alloh, diantara kalian semua. Tapi aku berbuka, shalat, tidur, dan menikah. Siapa yang tidak suka sunnahku maka dia bukan golonganku”. (HR. Bukhori).
3.      “Dan diantara tanda-tanda kekuasannya ialah dia menciptkan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih saying. Sedungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kamu yang berfikir”. (Ar-Rum: 21).
4.      “Apabila ada yang meminang salah satu diantara kalian oleh orang yang diridhoi agamanya dan akhlaqnya maka nikahkanlah. Jika tidak, akan menjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang nyata”. (HR. Tirmidzi).
5.      “Kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Alloh melebihkan sebagian mereka diatas sebagian yang lain dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”. (An-Nisa’: 4).
6.      “Berikanlah maskawin kepada wanita sebagai pemberian dengan penuh kerelaan” (An-Nisa’: 4).
7.      “Dan bergaullah dengan mereka secara patut” (An-Nisa’: 19).

B.        Anak-anak
Anak-anak adalah bunga kehidupan dunia dan perhiasannya, menambah keriangan jiwa dan permata hati. Islam menetapkan hak mereka dengan petunjuk khusus dan memberikan ketetapan kewajiban orang tua terhadap anak.
1.      Nabi bersabda: “Tidaklah seorang bayi terlahir kecuali dia terlahir dalam keadaan fitrah. Maka ayahnyalah yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani, atau Majusi” (HR. Bukhori).
2.      Tuntunan islam terkait hak keberadaan anak saat memulai persetubuhan dan meletakkan nutfah di dalam rahim untuk menjaganya dari syetan. Larangan menggugurkan janin. Hal ini tercermin dalam hadis Ibnu Abbas dan hadist riwayat Mughiroh bin Syu’bah terkait pembunuhan wanita hamil dari Bani Hudzail.
3.      Tuntunan adzan di telinga saat bayi lahir, melakukan tahnik, memotong rambut dan sedekah sejumlah jumlah rambut, member nama yang baik, melakukan aqiqoh, tuntunan menyusui, memberikan pendidikan dan menafkahinya.

C.        Dua Orang Tua (Keluarga Kecil)
Banyak sekali hak orang tua terhadap anaknya. Orang tua sudah mencurahkan perhatian, kasih sayang dan pengorbanannya kepada anak dan Islam member tuntunan bagaimana membalasnya.
1.      Adab-adab terhadap orang tua seperti tidak berkata “ah” dan tata karma lainnya da;am QS. Al Israa: 23-24.
2.      Perintah untuk berbuat baik kepada orang tua dalam QS. Luqman: 14.
3.      Hadist riwayat Bukhari tentang tiga amalan yang paling disukai Alloh. Salah satunya adalah berbuat baik pada orang tua.
4.      Berbagai macam tuntunan Islam atas masalah hak orang tua terhadap anaknya seperti masalah harta dan segala macamnya yang banyak tertuang dalam kitab fiqih maupun akhlaq.

D.       Kekerabatan (Keluarga Besar)
Keluarga dalam Islam tidak terbatas pada orang tua dan anak-anak, tetapi semua keluarga besar handai taulan dari semuanya. Islam memerintahkan menyambung tali kekerabatan kepada mereka dan menjadikan hubungan tersebut sebagai dasar-dsar dalam berbuat baik. Islam sangat melarang memutuskan tali kekerabatan, mengancamnya. Disini ada maslahat kesatuan masyarakat Islam dan keeratannya yang bisa memenuhi jiwa per individu dengan rasa tenaang dan nyaman.
1.      “Berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib-kerabat, ……” (An-Nisa’: 36)
2.      Hadist Qudsy riwayat Abu Dawud: “Siapa yang menyambung hubungan kekerabatan, niscaya Aku akan menyambung hubungannya (dengan-Ku). Siapa yang memutuskannya, maka Aku akan memutuskan diri darinya”.
(Ikhsanudin IM 1)

My Life as Writer



Judul Buku: My Life as Writer
Pengarang: Haqi Achmad & Ribka Anastasia Setiawan


Pengantar
Buku ini semacam buku tips menulis, ada 5 penulis yang dikupas di sini. Tentang karyanya, tentang inspirasi yang didapat dari apa yang dialaminya sebagai sejarah kehidupan. Dan dengan itu ia tidak hanya mengubah hidup sendiri, tapi juga hidup orang lain. Dalam buku ini, lima penulis mumpuni akan membagi cerita mengenai perjalanan karier mereka. Lima latar belakang berbeda, lima energi kreatif berbeda. Lima penulis yaitu Alanda Kariza, Farida Susanty, Clara Ng, Vabyo, dan Dewi Lestari yang berbagi cerita mengenai perjalanan karir mereka. Buku ini enak dibaca, banyak grafis warna warni yang memikat mata, membacanya seperti kita sedang membaca majalah. Apalagi penyajian Quotes-quotesnya yang full kreatif. Mungkin ini sedang jadi tren di buku genre memoar, menampilkan kreasi grafis untuk menarik minat baca dan agar kita yang membaca menjadi tidak bosan.

Energi 5 kreatif
Kita simak dulu kutipan-kutipan dari buku ini yang dituturkan oleh para penulis.

“Kalau semua diambil dariku—misalnya, saat berkeluarga, akhirnya aku tidak berorganisasi lagi—kurasa nggak apa-apa. Tapi kalau sampai nggak boleh menulis…aduh, nggak kebayang banget.”
__Alanda Kariza__

“Mungkin karena ketika kamu menulis sesuatu begitu lama, kamu seperti berteman dengan karakternya, kemudian karakter ini harus dikenal juga oleh khalayak. Mungkin ini yang aku perjuangkan.”
__Farida__

“Aku takut melempar sesuatu ke tengah masyarakat. Dari ketakutan itu, aku sempat berpikiran untuk tidak jadi memasukkan bukuku ke toko buku. Aku ingin menyimpan semua bukuku sendiri.”
__Clara Ng__

“Kadang-kadang cara aku nulis itu beda banget. Misalnya nih, aku cerita soal hari ini aku makan bakso, tapi yang cerita di situ adalah teh botol yang melihat laki-laki rakus sedang makan bakso.”
__Vabyo__

“Temanku ada yang diumur dua puluh enam punya target harus pergi ke Kilimanjaro. Kalau aku punya target diumur dua puluh lima ingin menerbitkan buku.”
__Dewi Lestari__

Kesemuanya memiliki kekhasan, lintas generasi, lintas genre dan tentunya tiap penulis memiliki keyakinan karir dari aktivitas kepenulisannya.


Menulis adalah bekerja untuk keabadian – Umar Kayam”

Dengan menulis seseorang akan meningkat kualitas hidupnya. Dengan menulis seseorang juga bisa mengekspresikan dirinya dan mengeluarkan aspirasinya lewat tulisan. Menjadi seorang penulis adalah impian kebanyakan orang dan bisa dijadikan sebuah profesi. Dengan menulis seseorang belajar untuk mengekspresikan dirinya, logika berpikirnya, dan dengan upayanya itu, ia bisa mengubah hidup orang lain. Menjadi seorang penulispun tidak begitu sulit, asalkan disiplin dan mempunyai niat yang kuat.

Jika kita membaca karya Alanda Kariza, kita dapat mengetahui karakter yang bersangkutan dari tulisannya. Di tiap bukunya, Alanda selalu secara gamblang menyampaikan apa yang menjadi isi hati dan pikirannya. Ini berarti sesuai dengan ungkapan bahwa apa yang kamu tulis adalah cerminan dari isi pikiran dan isi hati kamu sendiri. Awal kecintaannya dengan dunia tulis menulis adalah ketika ia menyenangi jurnalistik dalam pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Ia mengikuti klub jurnalistik di sekolah untuk mewujudkan kecintaannya dalam dunia tulis menulis. Tips dari Alanda, ketika menulis kita harus banyak tanya. Artinya kita harus mencari tahu, baik ke senior ataupun ke teman-teman yang memiliki kecenderungan bacaan.  Tips kedua adalah dengan banyak baca. Dengan banyak membaca, diharapkan mampu menilai tulisan yang baik dan yang kurang baik. 

Untuk tips yang kedua versi Alanda Kariza, juga di amini oleh Clara NG, bahwa jika ingin menjadi penulis harus banyak-banyak membaca. Kalau seseorang banyak membaca, secara alamiah akan terdorong untuk menulis. Proses mendengar, berbicara, membaca, dan menulis itu berurutan seperti bayi belajar berbahasa. Bahkan menurut Clara NG, untuk menjadi seorang penulis, menurut Dia tidak ada patokan umur lho. Yang penting jangan memaksakan diri ketika belum matang menjadi seorang penulis. Selain itu, jangan pernah biarkan mood menganggu proses menulis kita. Terus lah menulis dengan berpegangan dan berkomitmen pada motif kita untuk menulis.Jangan khawatir jika kita butuh waktu lebih panjang untuk menjadi penulis. Biarkan diri kita dan ide itu sendiri mencapai tingkat ‘kematangan’nya. Temukan motif kenapa kamu mau menulis, itulah yang ditekannya Clara Ng. Tegaskan apa tujuan kam menulis. Menulis adalah aktivitas yang memerlukan kerja keras.

Menurut Dewi Lestari. Penulis yang populer lewat SUPERNOVA dan akrab disapa Dee ini menuturkan beberapa tips untuk menjadi penulis yang berangkat dari pengalamannya selama ini. Yang pertama adalah berani gagal. Terus saja menulis jika tulisan kita di tolak atau di bilang jelek, anggap saja sebagai masukan agar tulisan kita semakin baik. Yang kedua berani berhasil. Seorang penulis harus bisa menangani dirinya, karyanya dan tau harus melangkah kemana. Dia harus mampu menggambarkan road map karyanya jika menemukan keberhasilan nantinya. Tips ketiga dari Dee yaitu menjadi pengamat yang baik. Kita harus jeli melihat segala sesuatu, mulai dari diri sendiri, orang sekitar, maupun lingkungan. Sebab semua itu bisa menjadi sumber tulisan. Tips yang terakhir dari Dee adalah jujur dengan diri sendiri. Seorang penulis harus menentukan bukunya sendiri, meskipun suka dengan karya-karya penulis terkenal tanpa terpengaruh dengan karyanya. Bahkan menurut Dee, penentu seorang menjadi seorang penulis itu bukan semata-mata karena bakat, melainkan kerja keras. Terkadang atau sering seseorang yang ingin memulai menulis, atau bahkan sudah menjadi penulis yang tenar, kewalahan melawan writer’s block. Menurut Dee, lawan Writer’s Block dengan mandi! Otak dan badan kita sepertinya butuh penyegaran, bukan segudang hal ‘menyilaukan’ diluar proses penulisan sana.

Lain halnya menurut Farida Susanty, bahwa semua orang itu bisa nulis. Mengawali karir menulis di usi muda dan menerbitkan buku yang berbeda dari yang lain. Yang penting punya niat untuk mengembangkannya pasti akan ketemu mau seperti apa. Dan lagi seperti Dewi Lestari, bahwa penulis harus jujur dengan diri sendiri, itu salah satu kunci dimana seorang penulis mempunyai karakter. Tapi kalau menurut Vabyo, yang punya nama asli Valiant Budi Yoga menjadi serang penulis itu harus tahan kritik dan jangan goyah hanya karena kritik. Karena penulis best seller pun juga masih kena kritik, agar karnyanya terhaga dengan baik. Selain itu penulis harus bisa menjaga ide dengan baik. Jangan takut untuk mendobrak ide, menelurkan ide yang baru karena siapa tau ide itu akan menjadi trend berikutnya, begitu pengakuan dari Vabyo.

Buku My Life as Writer ini sangat menarik bagi yang ingin tahu cerita penulis yang saat ini sedang populer  di Indonesia. Rasa penasaran akan latar belakang, pemikiran para penulis yang dapat mendorong kita untuk mencerna buku ini dengan lahap. Ternyata tidak seperti yang dibayangkan pada banyak orang, bahwa penulis mesti sosok yang "cerdas" melebihi orang rata-rata dengan kacamata minus tebal, harus lebih fasih dalam merangkai kata daripada orang kebanyakan, dan kalau belum menuliskan buku sarat kata-kata yang sukar dicerna maka belum dianggap penulis hebat. Di buku ini kesan seperti itu tidak nampak, sosok para penulis yang diangkat itu orangnya asyik, masih muda dan terus belajar buat berbagi makna kehidupan lewat tulisan. Mereka disini berbagi banyak hal dalam dunia penulisan, mulai dari awal mereka terjun menjadi penulis hingga tips-tips menarik yang fresh from the oven. So, kamu juga pasti bisa.