Sabtu, 31 Mei 2014

Studi Peningkatan Laju Transesterifikasi Minyak Kapuk Menjadi Biodiesel Dengan Gelombang Ultrasonik


Energi merupakan suatu kebutuhan yang vital bagi kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Berawal dari makanan sebagai sumber energi melakukan aktivitas manusia untuk sampai dengan energi mekanik yang dibutuhkan untuk membantu manusia memenuhi kebutuhan. Contoh penggunaan energi kimia bahan bakar sebagai sarana transportasi yang membantu manusia dalam mobilitas kehidupannya.
            Kendaraan bermotor yang digunakan sebagai sarana transportasi tentunya  memerlukan bahan bakar sebagai sumber energi untuk dapat bekerja sesuai dengan keinginan dan kebutuhan manusia.seiring dengan perkembangan industri transportasi maka tidak bisa dipungkiri lagi akan semakin meningkat pula kebutuhan akan bahan bakar. Selama ini bahan bahan bakar yang digunakan untuk kendaraan bermotor antara lain adalah bahan bakar fosil yang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Penggunaan bahan bakat fosil yang terus meningkat tentunya akan menyebabkan semakin menipisnya persediaan sumber daya alam sehingga pada akhirnya akan mengalami suatu kelangkaan bahan bakar tersebut.
            Ada beberapa alternative teknologi untuk mengatasi masalah energi disini adalah mensubstitusi solar yaitu teknologi gas to liquid (GTL) yang mengubah gas menjadi senyawa hidrokarbon yang lebih tinggi sehingga serupa dengan bahan bakar diesel. Alternatif  lainnya adalah pemanfaatan minyak tanaman sebagai bahan bakar alternative penngganti bahan bakar. Muncunya ide tentang penggunaan minyak nabati sebagai bahan bakar sudah disampaikan lebih dari seratus tahun lalu oleh Rudolf Diesel yang menggunakan minyak kacang. Namun ternyata penggunaan minyak ini memiliki hambatan-hambatan diantaranya memiliki viskositas yang tinggi serta mengakibatkan buruknya proses otomisasi bahan bakar sehingga menghasilkan pembakaan yang tidak sempurna.
         Cara mengatasi hal tersebut diperoleh metode transesterifikasi yaitu teknologi konversi minyak tumbuhan menjadi biodiesel. Biodiesel adalah bahan bakar alternative dari bahan mentah terbaru. Biodiesel tersusun dari berbagai macam ester asam lemak yang diproduksi dari minyak-minyak tumbuhan seperti kelapa sawit, minyak kelapa, minyak jarak pagar dan minyak biji kapuk dan masih ada lebih dari 30 macam tumbuhan Indonesia yang berpotensial sebagai sumber biodiesel. Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukkan bahwa gas buang hasil pembakaran biodiesel dari minyak tanaman memberikan hasil yang lebih ramah lingkungan dibanding gas buang dari minyak solar. Proses transesterifikasi sendiri merupakan reaksi antara minyak nabati dengan alkohol (methanol atau etanol) yang menggunakan katalis basa (NaOH atau KOH)
          Tumbuhan kapuk randu pada umumnya dimanfaatkan untuk bahan baku berbagai industry tekstil, industry sabun, industry pengemasan, industry pupuk, industry genting dan lain sebagainya. Bagian tumbuhan randu yang dimanfaatkan meliputi akar, buah, batang sampai buahnya. Biji kapuk atau sering disebut (klentheng) sekilas memang kurang dimanfaatkan akan tetapi kandungan minyak yang terdapat didalamnya dapat digunakan untuk minyak goreng tetapi hal ini jarang digunakan oleh masyarakat.
Kenaikan suhu air merupakan indikator adanya energi yang dipindahkan dari tanduk getar ke massa air yang ada di dalam kalorimeter. Laju kenaikan temperatur tergantung dari kedalaman celup tanduk getar. Semakin dalam celupan tanduk getar maka akan semakin tinggi laju perubahan suhunya. Kurva waktu-suhu cenderung linier menunjukkan panas yang hilang ke lingkungan hampir tidak ada dan merupakan indikator bahwa alat ukur daya (kalorimeter) cukup baik untuk pengukuran daya piranti ultrasonik.
Daya yang disalurkan tanduk getar pada cairan menunjukkan fungsi dari kedalaman celup tanduk getar. Semakin dalam kedalaman celup tanduk getar maka semakin tinggi pula daya yang disalurkan.
Hasil percobaan pada seluruh perlakuan menggunakan katalis asam dan basa menunjukkan transesterifikasi dalam waktu 30 detik sudah terbentuk endapan gliserol kecuali tanpa menggunakan katalis asam sampai dengan waktu 10 menit bahkan dengan selang waktu yang lebih lama tidak menunjukkan tanda-tanda konversi trigliserida menjadi gliserol. Proses transesterifikasi menggunakan katalis basa dengan gelombang ultrasonik belum bisa berhasil, sedangkan percobaan dengan katalis asam dan basa menunjukkan keberhasilan proses dengan waktu lebih pendek dan laju reaksi yang jauh lebih baik dibandingkan transesterifikasi dengan pengadukan mekanik.
Proses transesterifikasi 150 ml dengan pemancaran gelombang ultrasonik selama 10 menit terjadi perubahan warna pada bahan sebanyak 4 kali yaitu pada saat kurang dari 30 detik berwarna kuning keruh dan kental, kemudian antara 30 detik sampai 1 menit berwarna kuning pucat, antara 1-3 menit berwarna kuning dan setelah 3 menit berwarna kuning bening. Pada kondisi akhir proses gelembung membesar sebagai gabungan gelembung kecil yang menyatu dan tampak tidak pecah sampai di permukaan cairan. Volume ester yang dihasilkan adalah 140 ml sehingga prosentase ester yang didapatkan yaitu 80%. Sedangkan untuk volume gliserol didapatkan sebanyak 14 ml sehingga prosentase gliserolnya adalah 8 %.
Penggunaan gelombang ultrasonik untuk transesterifikasi membutuhkan energi spesifik yaitu 44 kali lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan pengaduk mekanis. Selain itu, penggunaan gelombang ultrasonik bisa memperpendek waktu reaksi dari 120 menit menjadi 11 menit.

Semakin dalam celupan tanduk getar maka akan semakin tinggi laju perubahan suhunya, menunjukkan panas yang hilang ke lingkungan hampir tidak ada dan merupakan indikator bahwa alat ukur daya (kalorimeter) cukup baik untuk pengukuran daya piranti ultrasonik. Daya yang disalurkan tanduk getar pada cairan menunjukkan fungsi dari kedalaman celup tanduk getar. Semakin dalam kedalaman celup tanduk getar maka semakin tinggi pula daya yang disalurkan. Penggunaan gelombang ultrasonik untuk transesterifikasi membutuhkan energi spesifik yaitu 44 kali lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan pengaduk mekanis. Selain itu, penggunaan gelombang ultrasonik bisa memperpendek waktu reaksi dari 120 menit menjadi 11 menit.

sumber gambar: http://ninaharfiani.files.wordpress.com/2012/12/biofuel.jpeg?w=698
-ani aisyah IM1-

Menunda Kiamat


Kiamat adalah sebuah kejadian yang akan mengakhiri seluruh aktivitas kehidupan duniawi. Sebagai umat Islam meyakini bahwa kiamat pasti akan terjadi adalah sebuah kewajiban yang merupakan bagian dari iman. Keyakinan terhadap kiamat ini, tidak hanya terdapat di dalam ajaran agama Islam, tetapi juga terdapat di dalam ajaran Nashrani dan Yahudi. Mereka mengistilahkan hari kiamat ini dengan sebutan Armagedon. Hanya saja mereka menganggap berakhirnya dunia (kiamat) bukan berarti alam semesta ini akan dihancurkan, sebagaimana pandangan ajaran Islam. Ajaran mereka menganggap bahwa yang akan dihancurkan adalah orang-orang yang tidak taat pada Tuhan, sehingga dengan penghancuran tersebut, yang tersisa hanyalah orang-orang yang taat, sedangkan bumi akan tetap seperti apa yang dirasakan saat ini dan diganti dengan Firdaus (Pengawal: 2008,7).
Meskipun ajaran mereka (Nashrani) menganggap bahwa langit dan bumi tidak akan dihancurkan, namun pada ayat lain dalam kitab suci mereka, ada sebuah pernyataan dalam (Mazmur/102: 26-28) yang menyatakan bahwa sebenarnya bumi dan langit pada hari kiamat (armagedon) akan binasa (hancur), yang tidak akan hancur hanyalah Tuhan, namun tetap saja mereka enggan mengakui langit dan bumi akan binasa.
Melihat dari dua pandangan agama, Islam dan Nashrani, maka kiamat adalah keniscayaan yang pasti akan terjadi, dan kita sebagai umat Islam harus meyakini perihal kejadiannya. Kiamat merupakan rahasia terbesar ALLAH SWT yang tidak diketahui makhluk-Nya. Meskipun kita tidak dapat mengetahui kapan terjadinya kiamat, bukan berarti ALLAH akan mendatangkan kiamat tanpa ada sebuah peringatan terlebih dahulu. ALLAH pasti akan memberikan peringatan sebelum kiamat terjadi, sebagai bukti bahwa DIA adalah Dzat Yang Maha Bijaksana. Peringatan tersebut telah diinformasikan melalui Al-Quran dan hadits Rasulullah SAW.
Tujuan dari peringatan tersebut adalah agar tidak ada lagi alasan bagi manusia untuk mengelak dan berkelit. Adapun peringatan yang dimaksud adalah tanda-tanda kiamat. Tanda-tanda kiamat ini ada yang sudah terjadi, ada yang sedang terjadi (akan terus berlangsung), dan ada juga yang belum terjadi. Tanda-tanda yang sudah terjadi dan sedang terjadi termasuk ke dalam golongan tanda kiamat sughro (kecil).
Tanda kiamat sughro yang sudah terjadi diantaranya adalah wafatnya Rasulullah SAW, penaklukan Baitul Maqdis, penyakit mewabah, wafatnya para sahabat, terbunuhnya Umar bin Khattab, wafatnya Utsman bin Affan, Perang Shiffin, fitnah Tatar dan serangan Turki, serta munculnya para pengaku nabi.
Tanda kiamat yang sedang terjadi dan akan terus berlangsung (terjadi) sampai datangnya kiamat besar (kubro) menurut sebagian ulama disebut dengan tanda kiamat wustha (pertengahan). Tanda-tanda kiamat wustha antara lain: berlomba-lomba memperindah masjid, wanita berpakaian seperti telanjang, tidak ada imam sholat, meluasnya perdagangan, salam hanya kepada yang dikenal, dan putusnya silaturrahim, enggan mengajarkan ajaran Islam, munculnya para penjilat, tidak mengindahkan halal dan haram, memakan harta riba, hilangnya ilmu, banyak gempa dan pembunuhan, menyelewengkan amanah.
Apabila tanda kiamat sughro wustha sudah banyak terjadi dan berlangsung di hadapan kita, maka tunggulah tanda kiamat kubro. Adapun tanda kiamat kubro terdapat di dalam hadits Rasulullah SAW, yang artinya:
“Kiamat tidak akan terjadi sampai sudah terjadi 10 tandanya: (1) matahari terbit dari sebelah barat, (2) munculnya dajjal, (3) munculnya awan, (4) munculnya binatang melata (yang dapat berbicara), (5) munculnya Yajuj dan Majuj, (6) Turunnya Nabi Isa bin Maryam AS, (7) terjadinya tiga gerhana bulan (bersamaan); gerhana di dataran Timur, Barat, dan di Jazirah Arab, (8) Api yang keluar dari sumur yang berada di negeri ‘And (salah satu kota di Yaman) yang biasa dipergunakan tempat istirahat para pedagang.” (HR.Ibnu Majah)
         Yang dimaksud dengan “Menunda Kiamat” disinilah adalah menunda kiamat tersebut sampai datangnya benar-benar sesuai dengan ketentuan dan kehendak ALLAH SWT. Bukan terjadi karena ulah manusia yang selalu mengingkari perintah-perintah ALLAH. Kita dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kiamat yang diinformasikan Rasulullah SAW. Bisa dikatakan, bahwa dari tanda-tanda kiamat wustha, 90% berhubungan dengan kemaksiatan, kezholiman, dosa, dan keingkaran hamba terhadap ajaran agamanya (Islam). Munculnya tanda kiamat wustha akan berdampak pada kemunculan tanda kiamat kubro. Karena tidak mungkin tanda kiamat besar akan muncul , bila tanda kiamat pertengahan belum sempurna kemunculannya. Oleh karena itu, terjadinya kiamat merupakan akibat, sebabnya adalah banyaknya manusia yang senantiasa mengingkari ajaran ALLAH dan Rasul-Nya.
           Karena kiamat adalah sebuah akibat, maka sebab terjadinya kiamat dapat kita ambil dari tanda-tanda kiamat wustha itu sendiri. Oleh karena kiamat merupakan akibat dari adanya sebab, maka kita harus dapat meminimalisir sebab-sebab itu terjadi. Dan yang dapat meminimalisir adalah kita, manusia. Kita harus dapat memulainya dari diri masing-masing, setelah itu didakwahkan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar. Hal ini dilakukan agar sebab-sebab terjadinya kiamat tidak terlalu cepat kemunculannya. Pesatnya kemunculan tanda kiamat wustha, berarti kemunculan tanda kiamat besar akan semakin cepat pula.
        Oleh karena itu, penundaan kiamat bisa dilakukan apabila kita mampu meminimalisir kemunculan terjadinya kiamat wustha. Caranya adalah dengan melakukan kebalikan dari tanda-tanda kiamat wustha tersebut, antara lain: mencari rezeki yang halal dan diberkahi, sholat berjamaah, mengenakan busana muslimah yang baik, mengucapkan salam kepada semua orang (muslim), tidak mengeksploitasi alam secaraF berlebihan.
            Untuk itu, bagi kita yang menginginkan terjadinya penundaan kiamat, maka segeralah untuk meredam hawa nafsu yang mengajak pada perusakan. Ingatlah satu hal, bahwa kita pasti akan kembali kepada ALLAH SWT, melalui kematian. Kematian itu sendiri merupakan awal dari alam akhirat . Bila perintah ALLAH SWT telah kita amalkan dan taati, tidak merusak alam, dan malah melestarikan alam, lalu ruh lepas dari raga, maka kematian merupakan awal dari kenikmatan di akhirat.
        Masih banyak lagi cara untuk menunda kiamat, intinya yaitu dengan melakukan sesuatu yang berlawanan dari tanda-tanda kiamat wustha.

sumber gambar: http://assunnahfm.com/wp-content/uploads/2012/05/Kiamat.jpg

Semoga Bermanfaat...

Resumed by: Ayu Afsari  >>>  Judul Buku: Menunda Kiamat, Penulis: Zaenal Mutaqin, Lc.

Manajemen SDM Mencapai Keunggulan Bersaing

Setelah memilah dari beberapa buku yang saya baca di pekan ini, untuk resume akhirnya saya memilih buku Manajemen Sumber Daya Manusia karyanya Raymond A. Noe, et all, sekalian merefresh matakuliah Manajemen SDM. Buku ini banyak menyajikan kasus2 HRM (Human Resource Management) pada perusahaan-perusahaan Amerika, menarik sekali sehingga calon-calon manager di Indonesia bisa mengadopsi konsep tersebut.
Chapter yang saya baca diawali dengan kisah Starbucks, kedai kopi yang berpusat di Seattle AS yang terus berkembang pesat mendunia. Perusahaan ini pada 2006 ditarget memiliki sekitar 30.000 toko di seluruh dunia dan 15.000 toko di AS. Ketika buku tersebut ditulis Starbucks telah berhasil menciptakan 2.800 lapangan kerja secara global. Apa istimewanya dengan kedai kopi ini? Kunci keberhasilannya ternyata terletak pada manajemen perusahaan yang menempatkan karyawan sebagai mitra. Dimana mitra ini mampu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Perlakuan yang tepat terhadap karyawan merupakan hal yang diutamakan di Starbucks. Mungkin ini bertolak belakang dengan manajemen sebagian besar perusahaan yang sering kita lihat, dimana karyawan pada umumnya hanya diposisikan sebagai bawahan.
Karena peran karyawan sangat sentral dalam mitra Starbucks, maka Starbucks sangat selektif dalam melakukan seleksi dimana karyawan yang terpilih haruslah orang yang tepat (the right man on the right place), melatihnya, menghargainya dan mempertahankannya dengan gaji di atas UMR. Pameran kerja, iklan di toko, situs perusahaan, dan referensi karyawan digunakan untuk merekrut karyawan baru. 85% karyawan Starbucks adalah karyawan paruh waktu, namun mereka sangat dihargai dengan diberikan tunjangan purnawaktu jika overtime, biaya kesehatan, pembayaran cuti sakit, penggantian biaya kuliah bagi karyawan yang masih kuliah, saham atau bonus lain yang layak dan setiap minggu para mitra ini menerima 1 pon kopi gratis.
Starbucks juga memiliki program pelatihan yang intensif terutama bagi karyawan baru dimana para manajer bertindak langsung sebagai pelatihnya. Pelatihan tersebut fokus pada pengetahuan tentang kopi dan cara menciptakan pengalaman positif bagi pelanggan. Kurikulum dan model pelatihan yang digunakan seragam pada seluruh cabang. Para manajer dan asisten manajer juga diberikan pelatihan khusus tentang manajemen ritel, komputer, kepemimpinan, dan pelatihan lain yang mendukung kegiatan usaha. Starbucks meyakini bahwa keberhasilan keuangan perusahaan berasal dari praktik SDM bukan sebaliknya, sehingga manajemen HRM memiliki kedudukan sentral dibandingkan manajemen keuangan itu sendiri.
Kasus di atas membuktikan bahwa Departmen SDM memiliki peran strategis di perusahaan. SDM berbasis bukti (evidance-based HR) menunjukkan bahwa praktik SDM di perusahaan memiliki pengaruh positif terhadap target perusahaan atau pemangku kepentingan dalam perusahaan (karyawan, pelanggan, masyarakat, dan pemegang saham). Hal ini membantu menunjukkan bahwa uang yang dialokasikan untuk program SDM sebenarnya adalah investasi bukan semata-mata biaya seperti banyak diasumsikan.
Di US saat ini semakin banyak perusahaan yang tertarik menggunakan aset tidak berwujud dan modal manusia untuk memperoleh keuntungan  yang melebihi para pesaing. Suatu perusahaan biasanya memiliki 3 jenis aset, yakni aset keuangan (kas dan sekuritas), aset fisik (bangunan, pabrik, peralatan), dan aset tak berwujud (intangible aset) yang meliputi modal manusia, pelanggan, sosial, dan intelektual. Di US intangible aset terbukti lebih berharga dibandingkan dua aset lainnya, diperkirakan 75% sumber nilai perusahaan terletak pada intangible aset.
Contoh kasus perusahaan penerbangan Southwest Airlines (SA), American Airlines (AA), dan United Airlines (UA) merupakan bukti bahwa intangible aset lebih berharga dibandingkan dua aset lainnya. AA dan UA memiliki aset keuangan dan aset fisik yang sama atau bahkan lebih besar daripada SA tetapi kedua perusahaan tersebut belum mampu menyaingi rute penerbangan yang ditawarkan oleh SA.  Laba yang diperoleh SA juga lebih tinggi daripada AA dan UA, SA juga dikenal sebagai perusahaan penerbangan yang selalu tepat waktu. Apa rahasianya? Perbedaan SA dan perusahaan pesaingnya terletak pada cara mereka memperlakukan karyawan. Contoh, SA memiliki kebijakan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) dan mereka mampu konsisten mempertahankannya dalam kondisi yang sulit sekalipun seperti saat peristiwa 9 September (pengeboman WTC). SA juga mementingkan pelatihan dan pengembangan kepada para karyawannya. Para tenaga ahli pesawat juga selalu ready di bandara sehingga jika ada butuh reparasi pesawat bisa dilakukan dalam waktu cepat dan pesawat tetap berangkat tepat waktu. Kebijakan ini menyebabkan para karyawan SA bersifat loyal, produktif dan fleksibel dimana mereka totalitas berkontribusi terhadap keberhasilan maskapai penerbangan.
Perkembangan e-commerce menyebabkan HRM bisa dilakukan lebih fleksible di US. Globalisasi perekonomian dunia melalui e-commerce membuat gagasan 40 jam kerja/minggu. Sebagai hasilnya perusahaan harus dijaga selama 24 jam/hari dan 7 hari/minggu artinya setiap saat perusahaan tersebut harus dijaga. Para karyawan profesional tentu menghadapi jam kerja yang panjang dan tuntutan pekerjaan yang melampaui batas kehidupan pribadi mereka. Sementara perusahaan menuntut hasil kerja karyawan yang lebih besar sehingga mengakibatkan stressor karyawan meningkat, karyawan yang kurang puas, hilangnya produktivitas, dan efek terburuk adalah menurunkan omzet dan profit.
Solusinya adalah perusahaan perlu mengambil langkah yang lebih fleksibel pada HRM. Ini dicontohkan oleh Best Buy, outlet elektronik konsumen terbesar di AS. Perusahaan menetapkan standar yang fleksibel bagi para karyawan, dimana karyawan bebas untuk menentukan bagaimana, kapan, dan dimana mereka bekerja. Apakah mereka memilih bekerja di kantor, rumah, atau tempat lain. kehadiran karyawan dalam rapat fisikpun bukan suatu keharusan bagi Best Buy, asalkan mereka tetap mencapai produktivitas yang ditetapkan perusahaan. Karyawan bisa melakukan konferensi jarak jauh dengan para para manajer untuk membicarakan sesuatu. Model seperti ini ternyata berpengaruh signifikan untuk menaikkan profit perusahaan dan model ini tentu saja hanya cocok untuk perusahaan yang berbasis e-commerce.
Perusahaan yang berkualitas biasanya menetapkan standar ISO 9000:2000 dan standar Malcolm Baldrige National Quality Award. Yang dikenal di Indonesia mungkin baru ISO, kita jarang mendengar ada standar Baldrige Award. Penghargaan Baldrige yang diciptakan oleh hukum publik merupakan pengakuan tentang kualitas suatu perusahaan, meliputi kinerja kemepimpinan, pengukuran analisis dan manajemen pengatahuan, perencanaan strategis, fokus tenaga kerja, proses manajemen, hasil-hasil bisnis, serta pelanggan dan pasar. Semua pemohon Baldrige Award menjalani proses pemriksaan yang ketat selama 300-1000 jam. Salah satu manfaat utama Baldrige Award adalah sebagai laporan umpan balik dari tim pemeriksa yang mencatat berbagai kekuatan dan bidang perbaikan yang harus difokuskan oleh perusahaan.
Standar ISO 9000:2000 diterapkan oleh International Organization for Standardization di Jenewa Swiss. ISO 9000 merupakan nama keluarga dari standar-standar ISO 9000, 9001, 9004, dan 10011 yang meliputi persayaratan penetapan standar kualitas serta proses pengerjaan dokumen untuk membantu perusahaan dalam memahami berbagai persyaratan sistem kualitas. Standar ISO 9000:2000 berlaku untuk perusahaan industri manufaktur, pengolahan, jasa, kehutanan, komputer, baja, hukum, dan keuangan. ISO 9000 adalah standar yang paling menyeluruh karena meliputi perancangan dan pengembangan spesialisasi aktual untuk sistem manajemen kualitas. ISO 1994 memberikan panduan bagi perusahaan yang ingin memperbaiki kualitas. Keberhasilan standar-standar tersebut tentu sangat bergantung kepada kinerja SDM perusahaan, maka disini peran HRM dalam perusahaan juga menjadi sangat penting.
Standar-standar tersebut bermanfaat bagi konsumen, secara tidak langsung standar tersebut menunjukkan apakah produk yang dibeli konsumen memenuhi persyaratan atau tidak, baik dari segi spesifikasi, keselamatan, keamaanan, raw material, maupun hal lain yang menyangkut kualitas suatu produk. Salah satu contoh standar ISO terdapat pada sampul belakang buku yang disebut nomor ISBN (International Standar Boook Number). Buku yang memiliki ISBN adalah yang sudah memenuhi standar ISO.
HRM juga tenyata memiliki permasalahan hukum dan etik. Lima bidang utama dari lingkungan hukum telah mempengaruhi HRM sejak puluhan tahun lalu. Bidang tersebut merupakan UU tentang peluang pekerjaan yang sama, keselamatan dan kesehatan kerja, gaji dan tunjangan karyawan, kebebasan pribadi karyawan, dan keamanan kerja. Perhatian masalah HRM di US cenderung lebih ditekankan pada usia, ras, diskriminasi agama, dan diskriminasi terhadap karyawan penyandang cacat. Contohnya adalah kasus glass ceiling dimana pihak minoritas ulit untuk masuk jajaran manajemen puncak, screening DNA bagi karyawan karena dikhawatirkan menularkan penyakit genetik, dll.
Perluasan bisnis global menjadi mudah karena adanya teknologi. Tentang pengembangan teknologi Insya Allah akan saya bahas di resume selanjutnya, khususnya menilik peran manajemen teknologi dalam pengembangan agribisnis. Globalisasi tidak hanya mempengaruhi perusahaan-perusahaan dengan operasi internasional, namun juga perusahaan lokal, dimana mereka bisa saja membeli atau memproduksi barang-barang yang telah diproduksi di LN, mempekerjakan karyawan dari berbagai latar belakang, atau bersaing dengan perusahaan-perusahaan milik asing.

Pada akhirnya setiap perusahaan akan bersaing untuk bertahan hidup dan menembus pasar internasional. Untuk meningkatkan daya saing global perusahaan harus meningkatkan daya saing global seta mempersiapkan karyawan yang lebih baik untuk tugas-tugas global. Untuk memasuki pasar internasional, perlu kiranya kita meniru strategi US, yakni dengan mengirim para karyawan atau manajer lokal untuk bekerja di perusahaan-perusahaan internasional. Pelatihan lintas budaya juga dilakukan untuk mempersiapakan karyawan dan keluarganya tinggal di LN dan harus kembali ke negaranya jika sudah selesai masa tugasnya. Agar dapat berhasil bersaing di pasar global maka perusahaan harus mampu memahami perbedaan perbedaan budaya dan serius berinvestasi dalam bentuk intangible aset.

-THW IM1- 

Sang Pembelajar dan Guru Peradaban

Ensiklopedi Leadership Rasulullah SAW 6: Pendidikan



Resume 1: Bab 1-3
Buku ini merupakan salah satu rangkaian seri ensiklopedia tentang leadership dan manajemen rasulullah saw yang terdiri dari 8 seri. Kali ini saya membaca buku ke-6, yaitu mengupas keteladanan beliau dari segi pendidikan. Bagaimana rasulullah sebagai seorang pembelajar sekaligus sebagai guru peradaban bagi umat manusia sampai akhir zaman. Dalam bab 1-4 pada buku ini membahas tentang: Self Education, Anjuran Menuntut Ilmu dan Muhammad SAW Sang Pembelajar.


Mendidik dalam Islam bukanlah sekedar mentransfer ilmu pengetahuan (knowledge) dan informasi, tetapi lebih dari itu, mendidik adalah proses transformasi nilai (value)dan kearifan (wisdom) kepada setiap peserta didik, kata Nio Gwan Chung yang dikutip pada pembuka bab pertama buku ini. Berbicara tentang bagaimana menransfer ilmu pengetahuan tak serumit bagaimana menransfer nilai dalam diri seseorang. Suatu nilai baru dikatakan hidup dalam diri seseorang apabila ia dijadikan landasan dalam menjalani kehidupannya. Proses untuk menghidupkan sebuah nilai dalam diri seseorang oerlu pendidikan yang komprehensif. Tidak sekedar diajarkan, namun harus dipraktekan berulang-ulang dalam kehidupan yang nyata. Maka dari itu, pendidikan nilai ini membutuhkan kondisi dimana seluruh aspek dan komunitas dsri peserta didik ikut terlibat. Mulai dari sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat.


Ibnu Sina dalam bukunya yang berjudul as-Siyâsah menekankan pentingnya keluarga dalam pendidikan, sebagai penentu keberlangsungan suatu bangsa. Sebuah negara yang besar adalah yang dibangun oleh keluarga dan rumah tangga yang baik. Karena keluarga adalah sumber utama dan sumber inspirasi dari sebuah negara. Lantas pendidikan baik itu yang seperti apa? Masih menurut Ibnu Sina dalam bukunya tersebut, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mementingkan self education. Mendidik diri sendiri sebelum mendidik orang lain.


Rasulullah SAW yang hidup pada abad ke-14 silam adalah orang yang sangat mementingkan aspek pendidikan. Walaupun tidak pernah mengecap pendidikan formal dan merupakan seroang yang ummi pada awalnya, namun kapasitas intelektual beliau melebihi para filosof Yunani sekalipun. Beliau telah berhasil mendidik sahabat-sahabat beliau dari kaum yang jahil hingga menjadi generasi terbaik umat ini. Lantas bagaimana dengan pendidikan rasulullah yang tidak pernah mengecap pendidikan formal dan juga seseorang yang ummi pada awalnya? Dalam sebuah riwayat disebutkan,"Sesungguhnya Allah telah mendidikku dan Ia menyuruhku dengan akhlak-akhlak mulia dan berfirman,'Ambilah kemaafan dan suruhlah dengan kebaikan, serta berpalinglah dari orang-orang yang jahil'."


Bagaimana pentingnya pendidikan di mata beliau tercermin dari kebijakan beliau tentang tawanan perang usai Perang Badar. Bagi tawanan yang tidak mempunyai harta untuk menebus dirinya sendiri, dapat menebus dirinya dengan mengajarkan satu orang muslim baca-tulis. Seperti yang kita tahu, di awal perkembangannya, Islam diikuti dari kalangan masyarakat bawah seperti budak dan orang-orang miskin yang tidak pernah mengenyam pendidikan. Dengan menguasai baca-tulis, status sosial mereka dapat terangkat dan keimanan mereka bisa semakin mantap. Karena gerbang ilmu pengetahuan sudah mereka kuasai. Perhatian rasulullah yang besar dalam aspek pendidikan juga tercermin dari kebijakan beliau menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan umat Islam kala itu.


Jika pendidikan begitu penting, lantas apa makna pendidikan itu sendiri dan bagaimana Islam memposisikan anjuran menuntut ilmu dalam ajarannya? Dalam bahasa Arab, pendidikan mempunyai banyak kata untuk dirujuk sejak masa rasulullah. Sedangkan istilah yang paling sering dipakai adalah tarbiyah. Apa itu tarbiyah? Ia adalah proses untuk mendidik manusia dengan tujuan untuk memperbaiki kehidupan manusia ke arah yang lebih sempurna dan juga merupakan proses mengurus dan mengatur manusia agar kehidupan bermasyarakat berjalan dengan lancar.


Tentang anjuran menuntut ilmu sendiri, rasulullah bersabda dalam hadits riwayat Ibnu Majah, 'Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.'  Lalu kapan waktu kita untukmmenuntut ilmu? Rasulullah bersabda, 'Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat.' Ini berarti bahwa kehidupan itu sendiri merupakan sebuah proses untuk terus belajar. Manusia adalah makhluk dinamis sehingga seluruh proses kehidupannya merupakan proses untuk selalu memperbaiki diri. Ilmu disini tidak sebatas ilmu agama dan ilmu-ilmu yang diajarkan dalam pendidikan formal semata, namun seluruh tanda-tanda dan kejadian yang kita alami sesungguhnya adalah sebuah pembelajaran bagi kita.Betapa sering Allah menyebutkan dalam al quran tentang golongan ulil albab (orang-orang yang berakal) sebagai orang yang dapat menangkap petunjuk tanda-tanda kebesaran-Nya yang terserak di sekitar kita.


Bahkan dalam firman-Nya Q.S. Al-Mujadalah ayat 11 Allah menempatkan kedudukan orang yang berilmu ditinggikan. Dalam surat tersebut allah berfirman, 'Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.'


Perintah pertama dalam agama ini pun dimulai dari anjuran membaca, suatu proses pembelajaran. Allah berfirman, 'Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhamnu Yang Maha Pemurah, Yang Mengajari manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya.' (Q.S. Al-Alaq: 1-5)


Rasulullah sendiri adalah seorang pribadi pembelajar. Sejak kecil ketika masih di bawah asuhan Halimah, beliau belajar banyak hal dari masyarakat Badui. Beliau belajar bahasa lisan dari kekayaan lisan suku Badui. Kemampuan ini yang kelak beliau gunakan untuk menyampaikan risalah yang universal dan mendalam dalam ungkapan singkat, namun memiliki makna yang sangat tinggi.Selain beliau belajar kefasihan bahasa Arab dari suku Badui di pedesaan, beliau juga belajar dari keras dan tandusnya hidup di pedesaan.Gersang dan tandusnya padang pasir menjadikan beliau suka menyendiri dan merenung tentang kerapuhan manusia, kebiasaan yang berlangsung hingga dewasa. Kebiasaan ini dan juga status beliau sebagai anak yatim menjadikan beliau seorang yang hanya bergantung pada Tuhan dan dekat dengan orang-orang fakir. Pengalaman ini merupakan bekal untuk mengemban amanah sebagai rasul kelak.


Lepas dari suku Badui dan setelah ibunda dan kakeknya meninggal, rasulullah menjadi penggembala kambing di bawah asuhan pamannya Abu Thalib. Dari pengalaman sebagai penggembala ini beliau belajar tentang kemandirian, kesabaran, perenungan dan kewaspadaan. Lalu pada usia 12 tahun beliau telah belajar berdagang dengan ikut serta dalam rombongan dagang pamannya ke Syam. Pengalaman yang mengantarkan beliau jadi pengusaha sukses di kemudian hari dan mengantarkannya pada Khadijah. Istri yang setia mendampingi perjuangan beliau hingga akhir hayatnya.


Maka dari tiga bab awal dalam buku ini, kita belajar dari rasulullah betapa pentingnya menuntut ilmu dan menjadi manusia pembelajar. Allah berfirman, 'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal' (Q.S. Ali-Imran: 190). Tentang ayat ini rasulullah bersabda dalam hadits Ibnu Hiban, 'Sesungguhnya celaka bagi orang yang mendengar ayat ini namun tidak mau merenungkannya.'


Mari kita menjadi manusia pembelajar. Yang mampu mengambil pelajaran dari kehidupan dan alam sekitar. Semoga Allah meninggikan derajat kita dan memudahkan jalan kita ke surga dengan ilmu. Aamiin..

-Devy IM1-

Bagaimana Membaca Buku

*Mortomer J. Adler dan Charles Van Doren
1972


Pendahuluan
Buku ini adalah buku terlaris pada awal tahun 1940. Penulis merasa bangga sekaligus tidak menyangka buku ini akan menjadi best seller kala itu. Sejak tahun tersebut, buku in telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa seperti Prancis, Swedia, Jerman, Spanyol dan Italia.
Tiga puluh tahun berlalu namun buku ini masih sering diperbincangkan. Penulis merasa dalam kurun waktu tersebut telah terjadi perubahan minat membaca oleh para pembaca, mereka lebih senang membaca nonfiksi daripada fiksi. Namun, adapula hal yang tidak berubah dan harus dipertahankan yaitu kemampuan membaca pada kecepatan yang sesuai. Mengutip pernyataan Pascal 300 tahun yang lalu “jika kita membaca terlalu cepat atau terlalu lambat, maka kita tidak akan mengerti apapun”. Edisi terbaru buku ini lebih membahas hal tersebut, bagaimana untuk membaca dengan baik dan selalu lebih baik.

Aktivitas dan seni membaca
Buku ini ditujukan bagi pembaca dan orang-orang yang ingin menjadi pembaca. Penulis mendefinisikan pembaca sebagai orang-orang yang membiasakan dirinya untuk selalu mencari tahu informasi dan pengertian mengenai beragam hal melalui kata-kata yang tertulis. Walaupun pada hari ini keberadaan radio dan televisi telah memuat banyak informasi, akan tetapi hal tersebut tidak dapat memuaskan gairah para pembaca buku untuk mencari tahu lebih dalam tentang suatu hal, mereka akan tetap membaca, membaca dan membaca.

Membaca dengan aktif
Membaca bukanlah suatu pekerjaan pasif; kita tidak dapat membaca dengan pikiran yang kosong tanpa membayangkan suatu hal pul terhadap topic yang sedang kita baca. Secara jelas dalam kehidupan kita terjadi pembedaan kegiatan aktif-pasif pada aktivitas berbicara,  menulis, membaca, dan mendengarkan. Dikotomi yang terjadi adalah kegiatan aktif yaitu berbicara dan menulis sedangkan membaca dan mendengarkan adalah pasif, karena pada aktivitas membaca dan menulis, seakan-akan pembaca dan pendengar hanya menangkap informasi dari apa yang ia baca atau apa yang ia tulis Penulis mencoba memperbaiki hal tersebut bahwa membaca dan mendengarkan adalah kegiatan aktif dengan menganalogikan pada permainan baseball.
Pada permainan baseball, bola diibaratkan sebagai topic yang dibaca atau yang didengar dan penangkap bola adalah pembaca atau pendengar. Jika bola datang kepada penangkap bola namun ia tidak berada dalam performa yang tepat dalam menangkap bola maka bola tersebut akan lolos. Berbeda halnya jika bola tersebut datang dan penangkap bola berusaha memosisikan dirinya agar bola tersebut dapat ditangkap maka bola tersebut akan ia dapatkan, walau bagaimanapun posisinya dalam menangkap bola. Hal inilah yang sebenarnya terjadi pada aktivitas membaca dan mendengar. Pembaca dan pendengar yang berkompeten akan dengan cepat mencerna bahkan melakukan umpan-balik atas topic yang sedang ia baca atau dengar. Dengan demikian, akan tercipta suatu komunikasi aktif antara penulis-pembaca atau penutur-pendengar.

Tujuan membaca: membaca untuk informasi dan membaca untuk mengerti
Tujuan membaca dapat dibagi menjadi dua, yaitu membaca untuk mendapatkan informasi dan membaca untuk mendapatkan pemahaman. Membaca untuk ‘sekedar’ mendapatkan informasi dapat dilakukan dengan membaca surat kabar, koran, majalah dan semacamnya. Pada media tersebut pengetahuan kita akan sesuatu adalah seimbang dengan topic yang dibicarakan, media tersebut hanya memberi kita informasi terkini pada suatu hal yang telah kita ketahui sebelumnya.
Berbeda halnya dengan membaca untuk mendapatkan pemahaman. Membaca untuk mendapatkan pemahaman bermula dari ketidaktahuan kita akan suatu hal, kemudian kita mencari literature tentang hal tersebut, kita menemukannya dan mendapatkan pengetahuan baru. Dua prasyarat harus terpenuhi agar kita mendapatkan pemahaman dari apa yang kita baca. Pertama adalah penulis buku harus menguasai topic pembahasan daripada pembaca dan yang kedua adalah pembaca harus mempunyai bekal yang cukup untuk mencerna topic yang sedang dibahas.

Keberadaan seorang guru
Membaca merupakan kegiatan eksploratif. Jika mendengar adalah mendapatkan pemahaman dari penutur (guru) maka membaca adalah belajar tanpa guru. Komunikasi keduanya terjalin melalui media tulisan.
Jika kita sedang mendengarkan seorang penutur kemudian kita dapati hal-hal yang kurang jelas, maka dengan spontan kita akan bertanya padanya, dan ia akan menjawab. Tidak demikian halnya dengan aktivitas membaca buku. Apabila kita tidak mengerti akan suatu hal yang sedang kita baca, maka jawaban akan ketidaktahuan tersebut bergantung pada usaha kita untuk menemukan titik terangnya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mencari pada halaman lain di buku tersebut, membaca literature yang serupa dan yang terakhir adalah bertanya pada orang yang lebih paham.
Pengetahuan bermula dari aktivitas seseorang melihat gejala ketidakpahamannya ketika membaca suatu topic. Kemudian ia mencari tahu pada sumber lain, baik dari buku, jurnal, majalah ilmiah atau bertanya pada kepada yang lebih mengerti. Dari sinilah kehidupan dimulai. Ketika percakapan terjadi, masing-masing individu sudah memiliki bekal yang cukup untuk adu argument. Buku ini berupayan menuntun kita menjadi pembaca yang baik, yang menyiapkan bekal untuk mencari tahu hal yang belum diketahui.

-Wawan IM1-

Selasa, 24 Desember 2013

Dahsyatnya Kekuatan Pikiran

Judul Buku : Dahsyatnya Kekuatan Pikiran yang Diikuti dengan Tindakan
Penulis : Hati Sri Prameswari
Penerbit : CR Publishing
Tebal : 118 hal

Yogyakarta, 24 Desember 2013 - Merupakan buku bergenre kepribadian dan pengembangan diri, namun unic karena dikupas dengan cara berbeda. Keseluruhan isi buku lebih menceritakan pengalaman pribadi penulis sehingga tidak monoton dan pembaca tak merasa digurui. Justru ini menguatkan kita tentang bukti dahsyatnya kekuatan pikiran yang langsung dialami oleh orang lain.


Ate panggilan penulis untuk dirinya mengklaim hanyalah wanita biasa, ibu rumah tangga dengan 2 putri yang mulai berbisnis di dunia asuransi jiwa yang disebutnya sebagai Unity University, sejak thn 2013. Namun Ate memilki mimpi dan jalan hidup yang luar biasa. Perjalanan hidup ini juga yang memotivasi Ate untuk menulis buku ini. Motonya adalah tidak ingin menunggu hebat untuk memulai sesuatu. Just do it!

Ate lahir dari keluarga broken. Ia memiliki 5 saudara tiri (dari pernikahan pertama sang ibu) yang kesemuanya tidak suka sama Ate. Ayah Ate meninggalkan keluarga dan menikah lagi sejak Ate masih dalam kandungan. Jadilah ibunya single parent dengan 6 orang anak. Ketiadaan sang ayah tentu saja membuat Ate lebih mudah diitimidasi oleh kakak2 tirinya. Ketika kelas 4 SD dia pernah mencoba kabur dari rumah (entah berapa lama tak dijelaskan) karena tidak tahan. Namun beruntung saat lulus SMP dia diboyong ke rumah eyang Kakungnya dan dirawat penuh kasih sayang disana.

Kejadian masa kecil tak lantas membuat Ate menjadi anak broken yang “rusak” ia justeru bertekad untuk bangkit. Ia ingin membuktikan bahwa seorang anak broken home tidak harus hancur, tidak harus salah jalan. Sejak lulus SMP Ate belajar hidup mandiri dengan bekerja jadi staff administrasi di sebuah swalayan. Learning by doing tentunya karena dia awalnya gak ngerti sama sekali tentang dunia penjualan dan administrasi.

Semangat belajar Ate sangat tinggi. Dengan masih nyambi kerja sana sini, dia melanjutkan SMA, lalu kuliah di Akademik Sekretari Saint Marry, bahkan nyambi kursus bahasa Inggris. Ate bertekad untuk bertahan ditengah kerasnya hidup di Jakarta. Terngiang ucapan kakaknya “kalau mati di Jakarta, mayatnya dibuang di kali, biar hanyut, karena harga tanah kuburan mahal.” Jadi ate berusaha untuk bertahan hidup. Harus hidup! Ate juga mencoba berbagai pekerjaan sampai yang tidak ia suka sekalipun dari mulai administrasi, keuangan, accounting, sampai handle airline di beberapa international airline. Ini menjadi pengalaman dan learning luar biasa bagi Ate.

Hidup tak selamanya ada di atas, saat menikah Ate mengalami masa2 kesuksesannya. Sang suami punya bisnis trasportasi yang cukup sukses. Ia berada di atas saat itu. Punya rumah mewah, beberapa mobil, dan tentu kebahagiaan lainnya. Lalu Allah memberinya ujian. Usahanya terpuruk sampai titik nol, rumah mobil dan semuanya dijual untuk menutupi utang bahkan masih menyisakan cicilan utang setelah itu. Emosi suami istri itu menjadi labil dan pertengkaran tentu tak terhindarkan. Bahkan sampai suaminya pulang ke rumah ibunya. Ate lah yang disalahkan keluarga sang suami. Tapi ia mencoba bertahan dengan cacian dan makian kakak2 suaminya. Ate menyadari ia salah. Seharusnya ia mampu memeluk suaminya tatkala suaminya gagal. Awalnya Ate selalu bersabar ketika suaminya marah, namun lama2 tak tahan juga sampai terjadi pertengkaran besar itu.

Ate mencoba kembali mengalah dan itu mampu memperbaiki hubungan dengan suami dan keluarganyapun kembali membaik. Ia membuktikan bahwa always listening and understanding dapat memperbaiki masalahnya. Ngalah intinya. Dan mereka mulai bangkit. Ate mencoba bekerja lagi kali ini di lembaga asuransi yang sebetulnya ia sangat membenci itu (pada awalnya). Namun ketika ia bekerja di Prudential yg disebut Unity Universe ia menemukan sesuatu yang lain, kehangatan, persaudaraan, dan tentu spirit.

Banyak kisah ajaib dikala ia bangkit dari keterpurukannya itu. Hal-hal sederhana yang membuat ia semakin berfikir positif bahwa tangan Allah always bekerja ditengah kesungguhan ikhtiar manusia. Sebagai contoh ketika suatu hari harus menghadiri training dan terjebak macet, tidak mungkin ia naik mobilnya ke sana, tetiba datang pertolongan dari seorang bapak pemotor yang mau mengantarnya ke lokasi training. Setelah training selesai dia bingung mau pulang karena uang didompet hanya 10ribu dan memang itu uang yang dia miliki, tiba-tiba bapak yang mengantarkannya pagi tadi menelepon dan menawarkan tumpangan pulang. Masya Allah. Allah yang menggerakan bapak ini.

Pun ketika anaknya ulang tahun meminta dibelikan kado, Ate tidak punya uang sama sekali begitu pula suaminya. Dan saat bongkar-bongkar lemarinya Ate menemukan amplop berisi uang 300 ribu entah kapan ia naroh uang disitu. Dan berhasil membelikan kado untuk anaknya, meski kado tak seberapa. Awalnya saya pikir apa sih pentingnya kado. Tapu ucapan anaknya Ate yang lain membuat saya berfikir ulang perasaan seorang ibu. “Mama merayakan ulang tahunku di sebuah cafe dengan kolam renang, dapat crayon carandas, dan banyak hadiah lain, Key bahkan nggak dapat kado” Dan ucapan itu yang membuat Ate menangis, yah hidupnya telah berubah. Ate bilang bahwa fakta paling menyedihkan di dunia ini adalah ketika sebagai orang tua ia tak mampu memenuhi kebutuhan anak2nya.

Dan masih banyak kisah2 lain yang inspiratif dan lucu. Misalnya ketika Ate nonjok laki-laki yang meraba-rabanya di kereta. Ketika dia closing asuransi malah ditawarin untuk jadi istri ketiga (penulisnya cantik hehe). Ketika ia tidur di garasi karena pulang kemaleman dan tak mau menganggu anak dan suaminya yang sudah tidur. Atau kisah yang bikin syok ketika bayi temannya ketahuan disewa dari suster pengasuhnya untuk dibawa oleh peminta-minta. Dan tentu si suster bayi dan si peminta-minta akhirnya kudu berurusan sama polisi. Suster bayi yang dibayar mahal-mahal ini tega menyewakan bayi dengan dihargai 10ribu perak untuk diajak minta-minta. Duh jadi kudu hati-hati juga sama ibu2 yang minta2 bawa bayi jangan2 banyak kasus bayi sewaan kayak gini yang orang tuanya gak tahu bayinya disalah gunakan.

Di akhir buku ini Ate kembali menegaskan bahwa ia mampu menjalani semua masa pahit hidupnya sampai sekarang ini karena ia selalu positif thinking terhadap apapun yang menimpanya. Ia percaya bahwa Allah tak akan membebani seseorang diluar kemampuannya. Allah mengujinya supaya Ate menjadi semakin kuat. Menurut Ate bahwa hidup ini adalah hitam putih, pertukaran luka dan bahagia, hidup tidak selamanya bahagia. Bagaimana cara agar sedih bisa bahagia? Carilah kebahagiaan itu. Jangan hanya pinter download lagu dan film tapi juga kudu bisa download kebahagiaan.

Ate bilang bahwa shalat khusyuk adalah alat untuk bahagia. Shalat dengan hati. Shalat dengan taubat dan berjanji untuk tak mengulangi kesalahan, stop meyakiti orang lain dengan menjaga lisan karena lidah itu lebih tajam dari pedang. Dan lakukanlah kencan di sepertiga malam sama Allah. Godaannya berat tapi Ate selalu mencoba untuk melawan godaan itu. “Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu memohon kebaikan kepada Allah, kebaikan dunia dan akhirat, kecuali Allah akan memperkenankannya. Demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR Muslim).

-THW IM1-