Sabtu, 23 Juli 2016

To Live (Hidup)





Pada awalnya, Fugui adalah seorang anak saudagar kaya yang hobi berjudi dan bermain wanita. Sejak kecil dia telah membuat banyak orang kewalahan dengan sikapnya. Namun, sebagai seorang anak tuan tanah yang terhormat, tidak ada yang berani menghentikannya. Hingga suatu hari, sebuah kecerobohan di meja judi menghancurkan kehidupannya. Seluruh harta keluarganya habis untuk melunasi hutang-hutangnya. Dia dan seluruh keluarganya terpaksa angkat kaki dari rumah besar yang telah menjadi warisan turun-temurun keluarga Xu.
Tidak lama berselang setelah kepindahan mereka dari rumah besar ke sebuah gubuk beratap jerami, ayah Fugui meninggal. Kemudian, istrinya, Jiazhen, yang sedang hamil anak keduanya, dipaksa pulang oleh orangtuanya. Ketika anak kedua itu telah berumur setengah tahun, Jiazhen kembali ke gubuk itu untuk membantu pekerjaan di sawah. Kehidupan memang tidak menyenangkan, tetapi keutuhan keluarga jelas mendamaikan.
Situasi politik di Cina saat itu sedang bergejolak, membuat masa depan rakyat semakin tidak jelas. Fugui mungkin jatuh miskin dan tinggal di gubuk, tetapi bukan dia yang kemudian menghadapi hukuman mati yang dijatuhkan kepada tuan-tuan tanah. Ada pula saatnya dia ditarik untuk menjadi seorang tentara, tetapi bahkan ketika jatah pangan semakin menipis, dia tidak menjadi satu di antara yang mati karena sakit maupun kelaparan.
Sayangnya, ujian kehidupan Fugui tidak berhenti sampai di situ. Takdir seolah-olah tidak membiarkannya mati walau telah ada banyak hal yang dia alami, tetapi orang-orang terdekatnya justru meninggalkannya lebih dulu. Setelah ayahnya, ibunya meninggal karena penyakit tua. Anak pertamanya, Fengxia, meninggal karena kehabisan darah setelah melahirkan. Anak keduanya, Youqing, meninggal karena kehabisan darah juga, walau dengan penyebab yang berbeda. Setelah itu, istrinya, menantunya, cucunya, hingga teman seperjuangannya selama menjadi tentara, menyusul satu per satu.
Hingga hari tuanya, Fugui hidup sendirian ditemani oleh seekor sapi yang dia beri nama seperti namanya. Sapi inilah yang menjadi simbol dirinya—sebatang kara, tanpa keluarga, tetapi tidak kunjung juga dipanggil untuk meninggalkan dunia. Ketika seorang pengelana muda mendekatinya, saat itulah Fugui menceritakan kisah hidupnya.

Judul buku                       : To Live (Hidup)
Nama penulis                   : Yu Hua
Penerbit                           : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit                      : 2015
Jumlah halaman                : 221 halaman

Resume oleh: Nabila

0 komentar: