Jumat, 12 Desember 2014

The Chronicles of Ghazi, Seri #1 (Novel Sejarah)






Judul Buku             : The Chronicles of Ghazi, Seri #1 (Novel Sejarah)
Pengarang             : Felix Siauw dan Say Muhammad Isa
Penerbit                   : Mizania
Tebal                      : 304 Halaman
Terbitan                 : Feb, 2014

Saya dapatkan buku ini sebagai hadiah dari Workshop Menulis Resensi event Indonesia Readers Festival yang diselenggarakan oleh Goodreads Indonesia. Sebenarnya saya agak kurang suka fiksi sejarah karena sambil baca bukunya, kadang juga harus baca buku lain atau sambil googling, tapi karena saya menyenangi sejarah kekhalifahan Islam (tapi gak punya preferensi fanatisme ke organ atau tokoh tertentu ya J), maka saya coba juga untuk membaca novel ini. Ketika melihat sinopsis di bagian belakang buku ini, sejenak saya berpikir, sepertinya novel ini juga berkaitan dengan film Hollywood: Dracula Untold Story. Makin yakin memang ada kaitannya setelah membaca kritik Ust. Felix terhadap film tersebut.

Well, walaupun novel ini ditulis oleh sosok kontroversial, tapi saya coba abaikan hal tersebut. Bagi saya, gagasan seseorang itu harus murni penilaiannya dari karakter sosok orang tersebut. Apalagi ini gagasan dia dari sisi yang lain. Buku yang diulis oleh Felix Siauw dan Say Muhammad Isa ini diawali dengan cerita masa kanak-kanak Mehmed II yang kemudian kita kenal sebagai Al-Fatih dengan Vlad III si Drakula. Pada suatu pagi selepas shubuh, ada episode di mana Vlad III kecil memang sudah menunjukkan gejala psikopatnya, yaitu menyiksa kucing dengan menusukkan tiang kayu yang ujungnya runcing ke tubuh kucing secara tegak (selain di novel ini, di filmnya, malah orang yang mati disula). Memang sih ada kontra sejarah antara novel ini dengan film hollywood tersebut. Ya,,namanya juga karya fiksi, walaupun sejarah tetap saja tidak bisa dijadikan sandaran. Tapi resume/resensi ini tidak akan membahas kontroversi film tersebut, pun dikonfrontasi dengan novel ini. Biarlah resume ini hanya membahas karya sastra saja, ehehehe.

Novel ini dari awal sampai akhir penceritaan yang diungkap adalah perang antara pasukan Kesultanan Usmani dengan pasukan koalisi Salib Balkan. Lumayan menarik untuk dibaca, karena mengambil sudut pandang dari kedua kubu. Tokoh yang disorot juga cukup banyak (bisa dilihat di bagian awal novel ini), sehingga bisa dirasakan ketegangan dari kedua kubu tersebut.

Sayangnya novel ini alurnya lebih banyak mundur. Mungkin karena baru seri pertama. Inti dari cerita ini lebih kepada bagaimana Sultan Bayazid I, ayahnya Mehmed II (yang kalau  di film malah mati oleh Vlad III si Dracula, walaupun menurut Ust. Felix, justru malah Vlad III yang meninggal di tangan Mehmed II), menalukkan balkan dan anatolia, wilayah kekuasaannya kakek dan ayahnya si Vlad III Dracula. Dan pertarungan Mehmed II Fatih dengan si Vlad ini entah ada di seri yang ke berapa.

So far siy, novel ini bahasanya cukup mengalir, di bagian awal disajikan daftar tokoh yang dari nama-namanya saja cukup asing dan susah diingat. Ini cukup membantu pembaca jika di tengah cerita lupa mengenai sosok si tokoh yang dihadirkan di pertengahan cerita. Daftar tokoh ini juga ditambahkan informasi keterkaitan dengan tokoh lainnya. Sebenarnya bagi penyuka fiksi sejarah justru membaca novel ini akan sangat mudah. Tapi bagi saya, yang kurang suka, walaupun menyenangi sejarah, tentu akan cukup banyak effort yang diperlukan. Sekian

Deri IM1

sumber: https://djenderal4arwah.wordpress.com/2014/02/27/1346/

0 komentar: