Tampilkan postingan dengan label Sains dan Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains dan Teknologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 April 2016

Judul jurnal : Unmanned Aerial Vehicle (UAV)
Penulis : Surya Mani Sharma, Yugal Verma, Kartik Sekar
Penerbit : International Journal of Science and Modern Engineering (IJISME)
ISSN : 2319-6386, Volume-1, Issue-6, May 2013
Peresume : Dimas Andriyanto S. - IM2

Banyak orang bertanya-tanya apa sih UAV atau dikenal dengan Drone? UAV atau Unmanned Aerial Vehicle merupakan pesawat tanpa yang dapat dikendalikan menggunakan kendali baik secara manual maupun secara autopilot. Dengan kata lain, pilot pesawat nggak ikut terbang bersama pesawat. Awalnya UAV dikembangin oleh bidang pertahanan AS dan digunakan dalam kemiliteran. Namun, sekarang ini UAV sudah menjadi hak publik untuk mengembangkannya.

Pertumbuhan UAV sangat pesat bro. Dalam jurnal ini disebutkan bahwa teknologi UAV akan tumbuh dengan pesat pada tahun 2020, 5 tahun dari sekarang. Sekarang pun sudah terlihat bahwa UAV sudah merambah di kalangan masyarakat, seperti mainan anak-anak. So, buat calon ibu-ibu n bapak-bapak, siap-siap aja kalau anaknya ntar minta dibeliin UAV, he.. 

Tipe UAV itu ada dua, Multi rotor dan Fix wing. Untuk tipe multirotor itu seperti yang ada di Film “Tri Idiot” (CCMIIW) ceritanya mahasiswa ngerjain skripsi quadcopter (4 baling-baling) tapi nggak disetujui sama dosennya, akhirnya frustasi n bunuh diri, #ups malah cerita. Tipe multi rotor itu bisa terdiri dari 2 baling-baling (bicopter), 3 baling-baling (tricopter), 4 baling-baling (quadcopter), dan 8 baling-baling (hexacopter). Semakin banyak baling-baling yang digunakan maka akan semakin stabil terbangnya, tetapi kelemahannya baterainya boros. Biasa yang kita lihat itu yang quadcopter. Nah, untuk tipe Fix wing (sayap tetap) itu seperti pesawat-pesawat komersil, atau pesawat dengan arsitektur capung n ikan. Lho, kok capung n ikan? Iya, karena model kepala n sayapnya itu capung, n model badan pesawat bagian belakang itu seperti ikan.

Terus apa saja manfaat UAV? Kalau bahas manfaat itu banyak banget. Untuk multirotor pada dasarnya digunakan untuk UAV yang nggak perlu butuh lintasan besar untuk take off dan landing, n gerakan pesawat lambat tetapi stabil. Untuk tipe fix wing itu perlu lintasan yang luas tetapi kecepatan terbangnya lebih cepat dan lebih jauh. Dalam dunia militer dan pertahanan sudah banyak digunakan salah satunya untuk pemantauan, dalam dunia sipil biasanya digunakan untuk pemetaan wilayah, dan bagi mbak/mas bro yang suka foto, bisa juga ini digunakan buat foto narsis, hehe..

Nah, gimana UAV bisa terbang tanpa pilot? UAV itu dikendalikan secara manual dan otomatis(autopilot). Secara umum UAV dapat dikendalikan secara manual dengan R/C (Remote Control) untuk multirotor dan fixwing, akan tetapi tipe multirotor sudah semi autopilot karena sudah ada sistem kestabilan pesawat. Untuk sistem kendalinya secara manual bisa menggunakan R/C sebagai kendali dengan pemrosesan ESC di pesawat yang mengendalikan baling-baling untuk tipe multirotor, serta baling-baling dan motor servo untuk tipe fix wing. Itu kendali paling simpel kalau mau buat atau beli UAV, tapi pengembangannya sesuai kebutuhan masing-masing tujuan UAV. 

Oke, sekian dulu resume dari saya, itu gambaran umum tentang UAV, semoga bermanfaat buat yang mau ngambil manfaatnya. Mohon maaf kalau dalam penulisan bahasanya nano-nano nggak karuan n nggak sesuai EYD (aku nggak tahu ada aturan EYD di resume atau nggak, tapi semoga nggak ada, hehe). Oya, bagi yang kecilnya punya cita-cita jadi pilot tapi nggak keturutan nggak usah khawatir, bisa kok jadi pilot UAV asal mau berkorban jiwa dan raga untuk latihan. Jiwa dan raga, kayak latihan perang aja.

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Indonesi Membaca.

Minggu, 11 Oktober 2015

SAINS UNDERCOVER

Tebal : 204 Halaman
Penulis : Febri Prasetyo Adi
Penerbit : Gaya Media

Berbicara mengenai sains, maka pada hakikatnya kita sedang berbincang mengenai kehidupan kita sendiri. Sebab kehidupan kita adalah sains yang paling hakiki. Sains yang erat kaitannya dengan berbagai penjelasan filosofis maupun matematis sebenarnya hanyalah usaha manusia untuk memodelkan kejadian alam/hidup kita ke dalam sebuah persamaan/rumus-rumus yang bersifat teoretis. Ada atau tidaknya sains, alam tetap akan berjalan sesuai kodratnya namun tidak demikian dengan sains. Justru karena keteraturan alam-lah ia mendapatkan inspirasi sehingga bisa merangkak, berjalan bahkan berlari.

Para cendekia dalam dunia sains identik penyebutannya dengan penemu karena mereka adalah orang-orang yang jeli dalam menemukan makna tersembunyi dalam peristiwa sehari hari. Hal tersebut dilakukan dengan dua pendekatan, pengamatan atau percobaan. Pengamatan dilakukan berhari, bulan bahkan tahun agar didapati pola apa yang terbentuk dari aktivitas keseharian alam. Sedangkan percobaan, ia adalah suatu upaya untuk menambahkan indikator lain yang akan ditambahkan pada sebuah pola teratur yang sudah baku. Berhasil atau gagalnya percobaan maka itu adalah suatu penemuan. Penemuan untuk mengetahui parameter mana saja yang tidak berjalan dan penemuan untuk mengetahui parameter apa saja yang mampu mengubah keadaan.Mereka tidak pernah gagal. Sebab dalam kamus mereka, yang dimaksud dengan kegagalan adalah saat kita berhenti melakukan percobaan.

Aktivitas pengamatan banyak dilakukan filsuf yunani sehingga jamak kita dengar filosofi ilmu dari mereka yang seakan pasti benar tanpa dilakukan pengujian terhadapnya, sedangkan aktivitas percobaan banyak dilakukan oleh ilmuwan Islam kemudian disusul bangsa eropa dan amerika kelak dikemudian hari. Hasil percobaan dirasa dapat memberikan rasa kepercayaan yang tinggi terhadap suatu teori sebab ia telah melalui metode pengujian terhadap akurasi. Akan tetapi, hasil percobaan itu jarang ada yang meleset jauh dari filosofi ilmu ala Yunani yang notabenenya mengeluarkan pernyataan tentang ilmu tanpa melakukan eksperimen. Disini keunggulan mereka.

Sains tak hanya ilmu pasti. Bahkan dalam ilmu pasti pun (Matematika dan IPA) salah satu penemuan terbesarnya adalah suatu hal yang tidak pasti, lebih dikenal dengan teori relativ-itas, relatif. Sains sebenarnya juga ilmu humaniora, medika, agro dan teknika. Hanya saja, kebetulan penulis buku ini memiliki latar belakang MIPA yang cukup kuat terutama pada bidang fisika. Alhasil buku ini banyak diwarnai oleh pemikiran – pemikiran fisikawan dan ilmuwan lain dalam bidang sejenis. Tipe sajian buku ini sangat renyah dan mudah dicerna, dibuat dengan banyak bab layaknya buku setengah isi setengah kosong dan mati satu tumbuh seribu. Tidak ada rumus rumit pada setiap halamannya yang dapat mengernyitkan dahi para pembaca. Sains pada buku ini betul-betul dibawakan secara “undercover”, yakni dibahas dengan cara dan pendekatan yang benar-benar berbeda, ditambahi dengan bumbu fiksi ilmiah.

Topik bahasan seputar man behind the gun, kloning, blackhole, alien, kegagalan sains, penyesalan Hawking, sains vs agama, peradaban menjadi melelahkan karena sains, ramalan ala sains dan lain sebagainya adalah contoh judul bab sekaligus ide utama yang ditawarkan penulis untuk pembaca.

Sains tidak selalu berujung kebaikan. Catatan sejarah mengemukakan fakta mengenai Chernobyl dan Hirosima-Nagasaki yang berujung pada kehancuran umat manusia, padahal para penemunya tidak bermaksud demikian, inilah man behind the gun dan sekaligus kegagalan sains. Kloning berdiri diatas puncak perdebatan sengit antara ilmuwan vs agamawan, sebab kloning adalah ajang pembuktian kehebatan sains bagi para ilmuwan namun menjadi momok terhadap rusaknya tatanan sosial bagi para agamawan. Di lain pihak, kita menentang ramalan, namun jika “ramalan” itu diucapkan oleh sains, maka kita mempercayainya. Sebagai contoh keberadaan alien dan juga blackhole yang sampai sekarang tidak terjamah. Ternyata dalam sains, para peramal diakomodir dalam suatu cabang ilmunya bernama Futurologi dan person-person yang ada di dalamnya disebut dengan Futuris. Mau percaya atau tidak? Terserah anda :D

Yogyakarta, 4 Oktober 2015

Wawan IM1

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Indonesi Membaca.

Selasa, 10 Februari 2015


Judul buku       : Spiritual Quantum Smile
Penulis             : Puji Hartono dan Pranowo SQS
Penerbit             : Pro-You Media

Senyum merupakan naluri yang dibekali Alloh kepada setiap manusia untuk menyambut kebahagiaan dalam hidup ini. Senyum itu bermacam-macam, tetapi bagaimana untuk menjadikan senyum kita sebagai Spiritual Quantum Smile (SQS). Cekidot..!

Senyum#1 : The Smile World
Dalam ilmu psikologi, tertawa memiliki nama gelotogi, berasal dari kata Yunani “gelo” yang berarti tertawa dan logos berarti ilmu. Ilmu ini mempelajari tentang mengapa kita tertawa, bagaimana kita tertawa, kapan kita tertawa, apa manfaat kita tertawa, dan lain-lain. Tertawa merupakan sarana mengungkapkan rasa bahagia. Efek positif tertawa yaitu :
-          Akan mengungkap potensi otak tanpa batas
-          Dapat mengurangi kebosanan
-          Menunjukkan pribadi yang enerjik
-          Menunjukkan pribadi yang optimis
-          Menunjukkan pribadi yang luwes
-          Dapat disamakan dengan meditsi dinamis
-          Dapat berperan mempererat hubungan antar kelompok
Dengan ilmu kita akan lebih bijaksana dalam bertindak, tentu saja sama halnya dengan tertawa. Tidak mungkin kita akan tertawa dalam segala situasi dan kondisi maka diperlukan manajemen diri.

Apabila kita tersenyum akan bermuara tertawa. Senyum bukanlah gerakan bibir yang tanpa makna karena itu merupakan akhir dari proses dalam diri yang sangat indah. Informasi yang didapatkan dari luar tubuh akan direspon ke otak, kemudian di hati. Ketika di hati ada rasa kebahagiaan maka akan menyalurkan energi ke bibir yang disebut senyum. Dalam keadaan ini maka kita dapat mengendalikan udara yang ada di dalam tubuh sehingga menjadi energy positif, tetapi apabila kita tidak dapat mengendalikan udara dalam tubuh yang dihasilkan adalah tertawa. Mungkin kita kurang paham tentang perbedaan antara senyum dan tertawa secara detail, tetapi untuk memudahkannya cobalah berkata “hmmm” maka itu adalah senyum dan “hahaha” itu adalah tertawa.

Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk tersenyum, tidak sampai tertawa. Dalam suatu riwayat disebutkan Aisyah bahwa beliau tidak p[ernah melihat Rasulullah tertawa terbahak-bahak sampai  kelihatan batas kerongkongannya. Senyum merupakan bahasa jiwa yang terungkap secara fisik. Ungkapan itu dapat berbentuk tulus dan berbentuk tidak tulus sesuai apa yang ditangkapnya.
Senyum punya keunikan :
-          Perasaan ceria yang spontan
-          Bahasa tubuh yang menunjukkan indahnya renbulan
-          Merupakan bahasa keluwesan dan keanggunan
-          Merupakan hipnotis yang paling sempurna
-          Merupakan bahasa kejujuran
-          Mengungkapkan potensi tanpa batas
-          Merupakan sarana menghantam keseriusan

Tahap-tahap tersenyum :
  1. Senyum yang tidak sampai terungkap oleh bibir
>> senyum ini hanya terungkap dalam hati yang paling dalam.
  1. Tersenyum yang terungkap oleh bibir
>> senyum ini biasanya kita rasakank ketika melihat suatu yang lucu, khas, antik, unik dan bagus maka bibir akan menunjukkan gerakannya.
  1. Tersenyum di bibir sampai muncul suatu dukungan
>> senyum ini terjadi saat kita terkejut melihat sesuatu, gerakan bibir dapat disertai gerakan lain seperti mengangkat alis atau mengeluarkan dengungan ‘hehehe.’
  1. Tersenyum sampai gigi depan terlihat keseluruhan
>> senyum ini mendekati tertawa, hal ini akan terlihat ketika berjumpa dan berbicara pada teman baru.
  1. Tertawa (hahaha)
>> ini terjadi ketika gigi atas dan gigi bawah terbuka, seperti saat ada seorang teman yang menceritakan kejadian lucu. Semua indra kita (mata, telinga, mulut) merasakan lepas.
  1. Tertawa terbahak-bahak (Huahahaha)
>> pada tahap ini mulut terbuka sangat lebar sampai terlihat batas kerongkongan, tubuh bergoyang tanpa kontrol. Bila hal ini dilakukan terus-menerus maka akan keluar air mata. *tertawa ini merupakan tingkat paling akhir dan hal ini sangat dilarang oleh agama Islam.

Dengan senyum maka kita akan merasakan energi positif. Tentu energi positif ini berasal dari tidak sembarang orang karena berasal dari senyum tulus. Macam-macam senyum yang tulus :
-          Senyum Rosululloh SAW
-          Senyum anak-anak
-          Senyum orangtua
-          Senyum orang sholeh

Senyum yang baik itu apabila setelah kita melihat / mendengarkan sesuatu maka hati kita akan merasa bahagia. Senyum itu didasari dari kondisi hati yang tenang dan nyaman. Senyum itu terbentuk jika dari sesuatu yang kita lihat / dengar maka otak berpikir positif. Sebaliknya senyum yang buruk iktu ketika kita melihat objek maka otak berpikir negatif dan selanjutnya hati menerjemahkan sikap bukan bahagia.
Proses senyum : objek -> panca indera -> otak -> hati -> rasa bahagia -> muncul energy yang mempengaruhi saluran pencernaan dan pernafasan -> energi yang dihasilkan naik ke bibir sehingga muncul senyum / tertawa.
Senyum tulus dan baik itu mempunyai keajaiban, yaitu :
-          menambah nafsu makan
-          menambah gairah seks suami-istri
-          memudahkan konsentrasi
-          memaksimalkan kecerdasan
-          menjadikan suasana hati tenang, nyaman, dan damai
-          menjadikan tidak mudah tersinggung
-          menjadikan hidup senantiasa damai
-          menjadikan sosialisasi baik
-          meningkatkan harga diri
-          membangun loyalitas yang tinggi
-          menjadikan keputusan mudah diambil
-          menjadikan nyeri cepat pulih
-          menjadikan kita tidak mudah sakit kepala
-          menjadikan pergerakan jantung lancer
-          menjadikan kita tidak cepat tua

Manfaat senyum ikhlas secara medis :
-          meningkatkan system kekebalan
-          melancarkan aliran darah
-          mengurangi risiko penyakit jantung
-          menghasilkan hormone endophrin (obat penenang alami)
-          memijat paru-paru dan jantung
-          mengingkatkan kadar oksigen dalam darah
-          mengontaksikan 80 titik darah
-          melemaskan otot-otot
-          menstimulasi otak kanan dan kiri
-          mengurangi rasa nyeri (dr. Rosmary Cogan)
-          mengurangi dua hormon (eniferin dan kortisol) yang bisa menghalangi proses penyembuhan penyakit. (Dr. Lee Berk)
-          membuat penampilan awet muda. (Prof. Dr. Lucille Namehow)

Senyum#2 : The Spirit of Quantum Smile
Ketika seorang wanita sedang hamil merasa bahagia dan tersenyum, maka energi tersebut akan turun ke rahim sehingga janin yang berada dala rahim akan merasakan senyum bundanya. Energi ini memotivasi ibu untuk berhati-hati. Ketika kelahiran maka energi senyum itu akan berlipat ganda. Penelitian Hajime Kimata di Moriguchi-Keijinkai Hospital, Osaka, Jepang menunjukkan bahwa banyak tertawa dapat meningkatkan kualitas ASI.

Pribadi senyum adalah menjadi pribadi murah senyum, sehingga menebarkan energi positif dari senyum kita. Kita dapat menjadi pribadi senyum dimana saja dan dengan siapa saja. Pribadi yang murah senyum itu mampu mengatur dirinya, mampu menyimpan kepandaiannya, bersikap tenang, dan berwibawa serta sangat berhati-hati dalam berperilaku, berucap, dan bergaul.

Quantum adalah sesuatu yang tidak tampak namun hakikatnya ada, sebagai contoh angin. Quantum adalah sesuatu yang sudah bermanfaat dan akan lebih bermanfaat ketika sering dilakukan. Quantum smile bukan hanya membahas bentuk bibir saja akan tetapi lebih mengarah kepada manfaat dibalik sering tersenyum. Orang miskin memerlukan senyum untuk ketentraman diri dan pembangkit semangat kerja yang lebih baik.
Senyum secara lahir dan batin keduanya sangat menyenangkan dan membahagiakan.
Pengaruh senyum terhadap kesehatan lahir :
-          merupakan olahraga dinamis
-          membuat awet muda
-          meningkatkan saluran pernafasan dan memperlancar aliran darah
-          mengurangi hormone stress
-          merangsang system kekebalan tubuh
-          memicu produksi hormone endophrin

Pengaruh senyum terhadap kesehatan batin :
-          meningkatkan rasa percaya diri
-          melepaskan perasaan negatif yang terpendam seperti amarah, frustasi, dan takut dengan cara yang sehat dan positif
-          akan membentuk dan memperkuat persahabatan
-          menjadikan hidup lebih optimis dalam menjalani hidup
-          menjadikan lebih waspada, kreatif, tenang, tahan banting dan produktif
-          akan mempertajam ingatan dan meningkatkan kemampuan dalam membaut keputusan, negoisasi, menata informasi dan mengartikan kata-kata.

Senyum#3 : The Power of Spiritual Quantum Smile
Manusia yang baik adalah yang selalu gelisah apabila dia tidak melakukan kebaikan. Kesalahan yang dilakukan sekecil apapun mampu ditutupi dengan kesadaran senyum. Kesadaran yang berulang-ulang ini memunculkan Spiritual Quantum Smile. Senyum memang berasal dari mulut, akan tetapi tidak selamanya mulut selalu baik. Untuk menjadikan Spiritual Quantum Smile maka kita perlu melakukan :
  1. sadar bahwa mulut mempunyai racun yang berbahaya
  2. sadar bahwa semakin sederhana materi pembicaraan semakin kecil perselisihan
  3. sadar bahwa menipu mengurangi kualitas senyum
  4. sadar bahwa marah mengurangi kualitas senyum
  5. sadar bahwa mulut dimasuki makanan-minuman haram akan mengurangi nilai senyum

Lakukan SQS ketika bertanya, memahamkan seseorang, dikala berduka, di tengah ancaman. Selain itu SQS dapat dikombinasikan dengan IQ (kecerdasan otak), EQ (kecerdasan emosi), ESQ (kecerdasan spiritual), kecerdasan niat, quantum iklhas, dan  tawakal. SQS juga dapat diterapkan dengan rukun iman, rukun islam, dan ihsan.
Dengan SQS yang diterapkan dalam segala hal maka akan kita dapatkan perubahan positif dalam diri kita :
-          iri => syukur
-          menggunjing => diam
-          ragu-ragu => yakin
-          membantah => antusias
-          benci => cinta
-          kikir => santun
-          malu => percaya diri
-          putus asa => semangat
-          keras kepala => santun
-          berbohong => jujur
-          menghina => netral
-          dendam => sahabat
-          emosi => ramah
-          curang => terbuka

“ Senyum mampu mengubah keadaan
Senyum menyimpan kekuatan dahsyat
Maka, tersenyumlah J


Rabu, 7 Januari 2015
Dimas Andriyanto S., IM2

sumber gambar: proumedia.blogspot.com



Minggu, 24 Agustus 2014

Peranan Umat Islam dalam Ilmu Sains



Penulis             : Prof. Dr. Raghib As-Sirjani
Penerbit           : Pustaka Al Kautsar
Peresume         : Ikhsanudin
Halaman          : 269-287


Peranan Umat Islam dalam Ilmu Sains
Ilmu ini dikenal dengan ilmu kauniyah (alam), ilmu taqniyah (teknik), tathbiqiyah (praktik), maupun dengan nama ilmu eksperiment. Ilmu ini adalah ilmu hayat yang berhubungan dengan kemaslahatan dunia. Dengan menggunakan akal, eksperimen, dan penemuan, manusia bisa memakmusrkan bumi, membuat kemaslahatan, membuka peluang, dan menyingkap rahasia alam.
Kedudukan ilmu sains di bawah naungan Islam telah mencapai posisi yang sangat hebat. Kaum Muslimin menjadi pelopor di dunia, menguasai puncak-puncak ilmu sebagaimana mereka menguasai ubun-ubun dunia. Universitas mereka penuh dan terbuka lebar bagi para penuntut ilmu dari kalangan orang-orang Eropa. Mereka datang berbondong-bondong dari negaranya untuk menimba ilmu. Para raja Eropa mengutus mereka untuk belajar ke negara kaum Muslimin. Bahkan Gustave Le Bon berangan-angan, seandainya kaum Muslimin menjadi penguasa di Perancis, niscaya negara itu akan seperti Cordova di Spanyol yang Muslim.
Perkembangan Ilmu Yang Saling Bergantian
Terdapat banyak ilmu yang sering digunakan kaum Muslimin atas sumbangsih peradaban terdahulu. Kaum Muslimin berhasil menguasainya, bahkan meluaskan dan meninggikannya. Diantara ilmu-ilmu tersebut adalah:
a.       Kedokteran
Ilmu kedokteran adalah ilmu yang telah melesat perkembangannya. Kaum Muslimin memberikan sumbangsih yang luar biasa pada masa peradaban mereka yang cemerlang. Sumbangan yang menyeluruh, unggul, dan terbukti dalam sejarah. Sampai tak mungkin terbayangkan untuk menyingkap sumbangan-sumbangan abadi tersebut, sebab dunia kedokteran tidak ada sebelum kaum Muslimin.
Kedokteran Islam bukan sekedar mendiagnosa mengobati penyakit lalu selesai, tetapi meliputi dasar-dasar metode eksperimen yang membalikkan pengaruhnya sedemikian tinggi dan menakjubkan pada seluruh sisi-sisi praktik kedokteran sebagai pemeliharaan dan pengobatan, atau meringankan dan meberikan obat-obatan, atau menjauhkan manusia dari pola hidup buruk dengan anjuran kedokteran.
Kaum Muslimin tidak hanya berhenti pada pengobatan Nabawi, tetapi mencari hikmah lain dimanapun berada atas dasar anjuran dan semangat Islam. Mengambil ilmu dari Yunani, Romawi, dan India. Ilmuwan kedokteran Muslim telah membuat spesialisasi kedokteran. Diantaranya adalah Ar-Razi, spesialis bedah. Selainnya ada Ali bin Isa Al Kabir, dokter spesialis mata terbesar dalam abad pertengahan, pengarang At-Tadzkiroh, yang semua tulisan tentang mata merujuk pada beliau. Az Zahrowi, penemu pertama alat bedah, pisau bedah, alat suntik, maupun alat-alat bedah lainnya, termasuk benang untuk menjahit bekas pembedahan. Beliau juga penemu cermin muka dan disebutkan dalam kitabnya At-Tashrif, seperti yang diterjemahkan Gerardo ke bahasa Latin.
Ibnu Sina menemukan dan mengkodifikasi berbagai macam penyakit, termasuk penyakit menular seperti cacar dan campak, dan menjelaskan bahwa ada bakteri yang menjadi medium penularannya. Ibnu Sina juga seorang ahli bedah yang mampu mengentaskan kangker, membedah kelenjar tenggorokan, maupun membuang pengkristalan di paru-paru, dan juga ahli gigi. Thufail menemukan Ancylostoma 900 tahun sebelum Dubaini, menjelaskan penyakit radang otak, termasuk membedakan penyakit karena unsure luar atau karena sebab dari otak.
Itu adalah contoh bentuk kejeniusan Islam yang telah melimpah ruah di berbagai bidang perdaban islam.

b.      Fisika
Ilmu pengetahuan alam dibangun oleh kaum Muslimin pada permulaaannya dari karya Yunani. Filsuf Yunani merumuskan ilmu fisika untuk memahami alam semesta tanpa disertai peringkat eksperimen. Kaum Muslim datang dan membicarakan ilmu ini dengan keunggulan dan kecerdasan logika, sehingga bisa mengembangkan ilmu baru. Kaum Muslimin mengubah sandaran ilmu fisika dari filsafat, perenungan, atau pemikiran semata kepada eksperimen dan penetapan.
Kaum Muslimin mula-mulanya berpegang pada buku sebelumnya, seperti ilmu gerakan dari Aristoteles, tentang bumi yang dikelilingi air dari Archimedes, pompa tinggi dan jam air dari Oktavius, atau Harun As-Sakandari tentang kerekan, roda, dan manual operasinya. Lalu kaum Muslim mengeluarkannya dari teori ke eksperimen.
Kaum Muslimin membahas ilmu tarik suara, perkembangan, dan tata cara perpindahannya. Mereka merumuskan ilmu gelombang suara, membagi suara-suara, dan memberikan ulasan perbedaan suara, dan menguraikan suara gema.
Abu Raihan Al Biruni menetapkan berbagai macam berat dalam delapan belas bentuk macam batu mulia, membuat rumus dan kaidah yang menetapkan bahwa berat bentuk tubuh sesuai dengan berat magnitude air yang hilang. Beliau juga menguraikan teori tempat genangan air dengan sangat gambling.
Al Khazani menciptakan ilmu hidrostatik, termasuk teori kecondongan dan teori penolakan, materi persamaan diam, dan menciptakan timbangan.  Dari kitab fisika beliau bisa dilihat gambar timbangan modern. Beliau mendahului Torricelli  dan Pascal dalam hal materi udara dan beratnya. Barometer dibuat berdasar petunjuk beliau.

Hukum-hukum Gerakan
Teori tentang gerakan, gerakan planet, suara, listrik dan segala macamnya sering dianggap berasal dari penemuan Newton dalam Principia. Padahal pada masa pertengahan sudah dirumuskan hukum gerak berikut:
1.       Hukum Pertama tentang Gerak Benda
Ibnu Sina telah menulis dalam Isyarat wa Tambihat bahwa: “Sesungguhnya Anda akan mengetahui bahwa materi saat kosong secara alami, dan tidak ditemukan pengaruh luar, tidak akan keluar dari tempat tertentu dengan bentuk tertentu. Sebab, secara alami merupakan dasar untuk menjawab itu. Materi tetaplah materi selagi tidak ada tuntutan luar yang menggerakkannya maka keadaannya tetap seperti semula.”.  Materi akan tetap diam atau berada dalam gerakan teratur sejajar lurus selagi tidak dipaksa dengan kekuatan lain. Begitulah kata ibnu Sina.
2.       Hukum Kedua tentang Gerak Benda
Habbatulloh Ibnu Malak dalam Al Muktabar fil Hikmah menuliskan: “Pada setiap gerakan, untuk memendekkan waktu perjalanan yang ditempuh bukanlah sesuatu yang mustahil. Jika kekuatan (gaya) tidak terbatas maka kecepatan juga tidak terbatas. Demikian itu menjadikan gerakan tanpa ruang waktu menjadi semakin kuat, karena penafian waktu dalam kecepatan berakhir sesuai denga gaya kekuatan”. Dalam bab 17 disebutkan: Kecepatam akan semakin bertambah jika gaya semakin kuat. Jika bertambah gaya dorong, bertambah pula kecepatan materi yang bergerak, sehingga bisa memendekkan waktu dalam menempuh jarak tertentu”.
3.       Hukum Ketiga tentang Gerak Benda
Habbatulloh Ibnu Malak dalam Al Muktabar fil Hikmah menjelaskan: “Komponen saling melakukan aksi-reaksi antara dua pergerakan pada tiap-tiap satu dari benda yang saling melakukan aksi-reaksi dalam gaya aksi, menimbukan gaya perlawanan terhadap gaya lainnya.”.
Ar Razi dalam Kitab Al Mabahis mengatakan bahwa “partikel memiliki daya tarik menarik sejajar sampai berhenti di tengah-tengah, tidak diragukan lagi bahwa salah satu dari keduanya berbuat dalam suatu gaya yang saling menghalangi gaya lain”.
Begitu banyak contoh lainnya termasuk tentang gaya gravitasi. Akan tetapi terlalu panjang jika harus diuraikan dalam buku ini.

(Bersambung)