Selasa, 28 Februari 2017

Berpikir Supra-Rasional

Deskripsi :
Buku ini untuk orang yang ingin banyak rezeki dan mendapatkan kebahgaiaan yang hakiki. Memperluas area biru dari kekuatan Supra-Rasional untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Resume :
Buku ini merupakan salah satu buku karya R Ridwan Hasan Saputra. Disamping karya-karya beliau lainnya yang sebagian besar berupa buku pengayaan Olimpiade Matematika. Penulis merupakan salah satu tokoh muda Indonesia yang mendapatkan penghargaan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden Susilo Bambang Yudoyono tahun 2007. Dan Tokoh Perubahan versi Republika tahun 2013.

Karya-karya beliau sangan bergizi dan memotivasi untuk bekerja ikhlas, sesuai dengan mottonya Tegas Ikhlas Puas. Di antaranya yaitu : Matematika Sulit, Itu Fitnah!, Bayaran Sistem Keropak, Matematika Nalaria Realistik dan banyak yang lainnya.

Buku yang saya resume ini belum resmi beredar sebenarnya. Namun saya sangat ingin meresumenya, karena sangat penting dalam merubah mental bangsa.

Dalam buku ini dituliskan. Cara berpikir manusi digolungkan ke dalam empat model yaitu : Natural, Rasional, Supra-Natural, dan Supra –Rasional.

Berpikir natural adalah berpikir yang murni, alami saja. Misalnya petani cabe berpikir natural, ia kan bertani saja menanam, memelihara dan panen. Setelah panen akan dijual ke tengkulak atau pedagang. Itu saja. Petani cabe yang berpikir rasional, akan memikirkan nilai tambah bagi hasil cabenya. Pada saat harga cabe naik, pasti menguntungkan. Lalu bagaimana jika harga jatuh, atau tak terjual karena musim hujan?, secara rasional petani akan berpikir, apakah mengolahnya menjadi cabe kering, bubuk cabe atau produk lain yang waktu expired nya lebih lama, harganya pun stabil walaupun sedang musim cabe.

Bagaimana yang berpikir supra-Natural, petani tetsebut tidak percaya dengan kemampuannya lalu minta bantuan mahluk lain yang gaib. Bakar kemenyan, susuk, dll. Sehingga menjadi syirik.

Sedangkan berpikir supra –Rasional, setelah berusaha secara rasinal, diimbangi dengan lebih dekat kepada Sang Maha Kuasa yaitu Allah swt. Petani cabe akan mengeluarkan zakat, puasa Senin Kamis, salat di awal waktu, salt dhuhanya semakin rajin dan sebaginya. Sehingga datanglah pertolongan dari arah yang tidak disangka-sangka. Inilah yang dinamakan berpikir Supra-rasional.

Penulis  menggambarkan kebutuhan kita dengan sumbu x dan y,akan terbentuk segitiga merah atau segitiga kebutuhan. Dan upaya kita memenuhinya adlaah luasan segitiga biru. Sumbu x merupakan ibadah yang berhungan dengan manusia, seperti menuntut ilmu, silaturahmi, tolong menolong, toleransi, sedekah, zakat, dan sebaginya. Sedangkan sumbu y adalah ibadah yang langsung dengan Allah swt, seperti salat, puasa, dzikir dan sebaginya.

Kesulitan-kesulitan yang timbul baik secara individu maupun masyarakat kemungkinan besar adalah karena luasan area merah lebih besar dari luasan area biru. Sulit dapat jodoh, TKW yang kurang beruntung, pengangguran, terbelit hutang, usaha susah maju, banyak kesusahan. Untuk mengatasinya maka luasan daerah biru harus diperluas. Upah dari memperluas daerah biru tidak hanya materi tapi disimpan secara ghaib oleh Allah swt dalam bentuk pahala. Pahala ini akan Allah realisasikan dalam bentuk terpenuhinya kebutuhan manusia tersebut.

Jika SDM supra-Rasional semakin banyak di Negara Indonesia ini, Insya Alloh Indonesia akan menjadi negara yang baldatun thoyibatun warrobun ghofur. Aman, tentram, makmur dan bahagia.

Di bab terakhir buku ini. Penulis memberi judul Indonesia Ikhlas. Indonesia memiliki visi Membangun Manusia Supra-Rasional  untuk Indonesia yang lebih baik.
Membangun lembaga-lembaga pendidikan formal maupun non formal dengan menerapkan Sistem Meteode Seikhlasnya. (Sistem Metode Seiklasnya, ada bukunya tersendiri)

Peresume         : Erna Maryati
Bulan               : Februari 2016
Judul buku       : Berpikir Supra-Rasional
Pengarang        : R Ridwan Hasan Saputra
Penerbit           : Republika

Tahun terbit     : 2016


0 komentar: