Minggu, 16 Juli 2017

Practical Handbook of Graphology






Semua tindakan, termasuk menulis, dimulai dari otak, begitu kata buku ini. Otak sebagai sistem saraf pusatlah yang mendorong kita untuk menulis. Misalnya, garis, kurva, loop, dan titik-titik, hasilnya adalah pencerminan dari alam bawah sadar.

Untuk teman-teman yang pernah/sedang terlibat di dunia psikologi, kita sering dihadapi tes kepribadian mulai dari kuesioner terstruktur (MMPI-II, 16PF, MCMI-III) pada satu ektrem sampai teknik proyektif seperti TAT, Sentence Completion, dan Rorschach di ekstrem lain. Nah, Grafologi termasuk ke dalam proyektif yakni sebagai ilmu yang mempelajari cara menganalis tulisan tangan. Yang pernah saya dengar, biasanya grafologi diterapkan dalam perusahaan besar ketika membuka lowongan kerja atau ketika interogasi kasus kriminal, tes kejujuran, merekam pola perilaku individu atau iseng-iseng baca kepribadian orang lain (seperti yang saya lakukan).

Dari buku ini saya disadarkan tentang tulisan tangan (kaki/mulut) berkaitan erat dengan impuls otak dan hal itu adalah barometer suasana hati, kondisi fisik, kesehatan emosional dan mental penulisnya. Secara garis besar, hal-hal yang dapat dibaca dalam grafologi adalah;

1.      Emosi dan Perasaan (dilihat dari kemiringan tulisan, bentuk huruf, covering strokes, tekanan)
2.      Cara Berpikir (bentuk huruf, koneksi, kecepatan tulisan, 3 zona (atas, tengah, bawah)
3.      Interaksi Sosial (Margin, ukuran huruf, bentuk huruf, 3 zona, spasi)
4.      Cara Pandang Diri (margin, ukuran huruf, Kapital)
5.      Produktivitas (Margin, garis besar, 3 zona)
6.      Pembahasan lebih dalam (Coretan awal pada tulisan, coretan akhir, tanda baca, hal-hal yang ada pada huruf i dan t)

Akan tetapi, kita tidak boleh asal analisis. Ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan sehingga sampel tulisan tetap terjaga keutuhannya dan tidak salah analisis, seperti; Kertas yang digunakan saat menulis sebaiknya tidak terlalu tebal, tidak terlalu tipis dan tidak bergaris (HVS) dan membebaskan dalam memilih alat tulis. Selain itu perlu diperhatikan copybook (standar menulis) tiap orang. Setiap negara punya copybook sendiri. Contohnya, Amerika yang mengajarkan anak-anak menulis condong kanan. Dalam teori grafologi, tulisan yang miring kanan artinya kepribadian progresif, mampu bersosialisasi dengan baik, cenderung independen. Nah, kita tidak bisa langsung memberi penilaian seseorang seperti itu sementara dia tinggal ditempat yang memang copybook-nya seperti itu.

Membaca buku ini, membuat saya sedikitnya membuka halaman-halaman terakhir karena baru baca sampai teori tapi tidak sabar ingin belajar analisis. Dan akhirnya saya sampai di BAB ketika satu persatu kepribadian dijabarkan lewat; Margin (cara orang melihat masa lalu-masa depan dan orang lain disekitarnya), Kemiringan tulisan (ekspresi emosi penulis), Tiga Zona (Fokus hidup si penulis), Ukuran huruf (kemampuan adaptasi penulis), Bentuk huruf (karakter dasar dan cara berpikir penulis), spasi, dan bahkan sampai panjang-pendeknya koma.

Karena selain itu saya juga jadi tahu ternyata kepribadian juga bisa dilhat dari cara dia menulis huruf i dan t. Apakah titik pada huruf i jauh atau dekat? Apakah dengan atau tanpa tekanan? Terus sering ada kan, orang yang suka nulis huruf i, titiknya kayak garis, ada juga yang kayak lingkaran. Nah, buku ini bahas itu juga. Lalu huruf t, gimana cara seseorang meletakkan stem-nya. Apakah tinggi atau rendah? Lalu gimana dengan orang yang suka nulis huruf t dengan loop (ada kayak lingkaran di bagian atas, biasanya ada di tulisan tegak bersambung), ada juga yang buat huruf t kayak tenda, atau malah huruf t nya mirip huruf A kapital. Nah buku ini menjelaskan semuanya.

Bocoran sedikit, ternyata bentuk tulisan yang bulat menunjukkan individu yang ramah, peka terhadap perasaan orang lain dan hubungan pertemanan. Spasi antarhuruf yang sempit menunjukkan individu yang cenderung tertutup sedangkan spasi yang normal-lebar menunjukkan  terbuka, tetapi tidak terlalu membutuhkan kontak dan hubungan sosial yang terlalu sering. Keterbukaanya tidak membuat ia tergantung pada orang lain. Nah, akan beda lagi spasi perhuruf, dengan perbaris, dan karakter orang yang tulisannya tersambung, huruf m dan n yang tajam, huruf yang besar-besar bahkan sampai penulisn huruf g yang seperti angka 8, dan masih banyak lagi yang bisa diidentifikasi jika membaca buku ini.

Oh ya, dikatakan di buku ini, kita tidak perlu khawatir dengan tulisan yang berubah-ubah. Karena yang ditekankan adalah penggunaan grafologi gestalt yakni membaca kepribadian secara garis besar atau melihat secara umum apa yang tersirat. Percaya, saya baca buku ini sambil lihat tulisan tangan saya waktu masih kuliah dan saat SMA. Karena sekarang kalau menulis seperti cakar ayam dan cepat pegal lantaran lebih sering ngetik daripada nulis.

Buku ini seperti judulnya, practical, menerangkan cara-cara membaca tulisan tangan dengan dilengkapi dengan penjelasan apa itu grafologi, dasar-dasar penilaian grafologi, cara baca tulisan beserta contoh-contoh tulisan yang banyak sekali beserta jabaran karakter dari setiap tulisan itu. Bahkan buku ini memanjakan pembaca dengan memberi bonus Grafometer;  semacam penggaris ukur jarak spasi tulisan dan dilengkapi busurnya untuk mengukur tingkat kemiringan tulisan seseorang (salah satu alasan kenapa saya beli buku ini juga).

Mengingat bahwa saya termasuk orang yang susah basa-basi sama orang yang baru kenal, buku ini sengaja saya beli disaat kuliah pada ajang kenalan sama mahasiswa baru (perempuan). Dan sebagai upaya mencoba memberi kesan “I know you so well...” . Buku ini juga cocok buat kamu yang terbiasa dikelilingi orang banyak dan kamu cenderung berminat untuk melakukan penjelajahan kepribadian dan perilaku manusia melalui tulisan tangan.

Terakhir yang bisa saya katakan (terinspirasi dari hadits yang berbunyi, “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu.”) adalah; manusia bukanlah robot. Manusia adalah makhuk dinamis yang bisa berubah kapan saja bahkan dalam hitungan detik. Pun soal tulisan tangan, bisa saja berubah. Karena meskipun berasal dari perintah kerja otak, kita tetap punya ruang paling misteri bernama hati.  Karena hati juga punya peran penting.

Karena di dunia ini, tidak ada yang lebih kompleks selain manusia.[]





Judul Buku        : Practical Handbook of Graphology
Penulis               : Sapta Dwikardana
Tebal Halaman  : 109  Halaman
Penerbit             : PT Kanisius
Peresume           : Ika

0 komentar: