Minggu, 16 Juli 2017

API SEJARAH (Jilid 1)

Gambar terkait
Ahmad Mansur Surynegara menceritakan bahwa Islam mempunyai peran yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Pengarang ingin mencoba menjelaskan tentang pengaruh Islam dan ulama dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Namun, akan terlalu berlebihan jika menuding buku ini hanya menonjolkan peran satu golongan. Sebab, buku ini mengajak kita untuk bersedia mengoreksi dan meletakkan fakta-fakta yang belum terungkap secara proporsional.

Secara garis besar buku ini dibagi dalam beberapa sub pembahasan berdasarkan pembabakan waktu sejarah. Pembahasan tersebut di kelompokkan dalam 4 bab, yaitu :

Bab Pertama (Pengaruh Kebangkitan Islam di Indonesia)

· Penamaan berbagai tempat dan selat dengan bahasa Arab, karena sudah sejak lama Islam telah banyak melahirkan cendikiawan muslim jauh sebelum Barat tampil sebagai imperialis.

·  Persinggungan yang kuat dengan Islam, maka sampai muncullah kekuatan politik Islam seperti: Leran Gresik, Samodra Pasai, Aceh, Demak, Mataram, Cirebon, Banten, Jayakarta, Sumedang, Pontianak, Ternate, Tidore, Ambon, Malaka, Brunei, dll

Bab Kedua (Masuk dan Perkembangan Agama Islam di Nusantara Indonesia)

· Teori Gujarat dari Prof. Dr. C. Snouck Hurgronje (Orientalis Belanda). Katanya tidak mungkin Islam masuk tanpa melalui ajaran tasawuf di India, dan daerah yang pertama dimasuki adalah Kesultanan Samodra Pasai pd abad ke-13. Dr. Snouck tak mampu membedakan kapan Islam masuk dan kapan Islam berkembang, kemudian mahzab apa? Sungguh sangat lemah pendapatnya ini.

·  Teori Makkah menurut Prof. Dr. Buya Hamka (Medan, 1963), didasarkan pada berita Cina Dinasti Tang, telah ada hunian bangsa Arab Islam di pantai Barat Sumatera pada abad ke-7 Masehi.

· Teori Cina dari Prof. Dr. Slamet Muljana (1968), mengatakan bahwa Sultan Demak adalah peranakan Cina, dan bahkan Wali Songo juga merupakan peranakan Cina. Didasarkan pada Knonik Klenteng Sam Po Kong yang menyebutkan Sultan Demak Penembahan Fatah dg Panembahan Jin Bun, Sultan Trenggana dg Tung Ka Lo, Sunan Ampel dg Bong Swi Hoo, dan Sunan Gunung Jati dg Toh A Bo.

·  Teori Maritim menurut N.A Baloch sejarawan Pakistan. Disebutkan bahwa Umat Islam telah memiliki navigator/mualim dan wirausaha muslim yang dinamik dalam penguasaan maritim dan pasar. Karenanya melalui aktivitas tersebut ajaran Islam mulai diperkenalkan di sepanjang laut niaga di pantai-panti tempat persinggahannya pada masa abad ke 1 Hijriah/7 Masehi.

 Bab Ketiga (Peran Kekuasaan Politik Islam Melawan Imperialisme Barat)

·  Wirausahawan muslim yang datang ke Indonesia tidak hanya sebatas bertindak sebagai pelaku pasar semata, namun juga pengaruh pasar juga mengakumulasi kebutuhan ekonominya dan dari pasar tumbuh kebutuhan lain, yakni pendidikan generasi muda dan pesantren maka lahirlah komunitas baru di tengah masyarakat Nusantara Indonesia yang antara lain: 1)Wirausahawan dari pasar dan Bandar pelabuhan; 2)Ulama dari pesantren dan masjid serta pasar; 3)Santri dari masyarakat, putra sultan dan putra wirausahawan; 4)Perkembangan berikutnya komunitas ini, menuntut dibentuknya pemerintahan atau kekuasaaan politik Islam atau Khilafah.

·  Pada abad ke-9 Masehi telah terbentuk kekuasaan politik Islam di Aceh. Abad ke-11 Masehi telah berdiri pula kekuasaan politik Islam di Leran Gresik, Jawa Timur, yang dibangun oleh Fatimah Hibatoellah binti Maimoen jauh sebelum Keradjaan Hindoe Madjapahit dibangun di Trowulan Mojokerto, Jawa Timur 1294 Masehi.

·  Perlawanan kekuasaan politik Islam terhadap Barat adalah karena imperialisme mereka yang hendak menjadikan rakyat Indonesia sebagai budak di tanah sendiri.

·  Muncul berbagai perlawanan kekuasaan politik Islam seperti Kesultanan Demak dan Kesultanan Aceh untuk merebut kembali Malaka, 1512 Masehi yang telah direbut oleh Imperialis Katolik Portoegis, Albuquerque 1511 Masehi. Kesultanan Cirebon oleh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati 1527 Masehi, Kesultanan Banten/Mataram oleh Sultan Agung 1613-1645 Masehi, Sultan Hasanuddin Makasar 1653-1669 Masehi, Pangeran Diponegoro 1825-1830 Masehi, Imam Bonjol Sumatera Barat 1821-1837 Masehi, Si Singamangaradja XII 1872-1907 Masehi.

·  Memasuki abad ke-20, 1900-1939 Masehi muncullah beberapa -Isme yang timbul pada masa kebangkitan kesadaran nasional Indonesia yang dipelopori oleh Nasionalisme Islam diikuti oleh –Isme kontranya: 1)ISLAMISME (memelopori bangkitnya kesadaran nasionalisme Islam seperti Djamiatoel Choir, Al-Irsjad, Sjarikat Dagang Islam, Sjarikat Islam, Persjarikatan Moehammadijah, Persjarikatan Oelama, Matla’oel Anwar, Nahdlatoel Oelama, Nahdlatul Wathan, Persatoean Moeslimin Indonesia dan Persatuan Islam; 2)Djawanisme, Tradisionalisme, Kesoendenisme (Boedi Oetomo, Serikat Prijaji, Igama Djawa Pasoendan, Seloso Kliwon-Taman Siswa; 3)Komunisme (Ide komunis internasional yaitu Perserikatan Kommunist di India (PKI) diikuti ide komunis nasional; 4)Marhaenisme (Perserikatan Nasional Indonesia/PNI); dan 5)Kebangsaan Sekuler (Partai Indonesia Radja/Parindra, Gerakan Rakjat Indonesia/Gerindo).

Bab Keempat (Peran Ulama dalam Gerakan Kebangkitan Kesadaran Nasional)

Peran Ulama dalam Gerakan Kebangkitan Kesadaran Nasional (1900-1942). Bab ini dimulai dengan munculnya organisasi pertama yang memelopori perjuangan kemerdekaan, yaitu Serikat Islam yang dipimpin Oemar Said Tjokroaminoto. Karena Belanda terlalu khawatir, sehingga dibentuklah organisasi tandinganya Budi Utomo, Budi Utomo ini organisasi yang eksklusif khusus buat Priyayi saja. Sehingga Budi Utomo tidak lebih merakyat dibandingkan Serikat Islam. Selain Serikat Islam ada juga Serikat Ulama, Muhamadiyah, NU dan lain-lain.



Judul Novel                    : Api Sejarah Jilid I
Penulis                            : Prof. Ahmad Mansur Suryanegara
Penerbit                          : PT. Salamadani Pustaka Semesta, Bandung
Tahun Terbit                 : 2009

Bandung, 11 Juli 2017
Muhammad Insan Aulia

0 komentar: