Sabtu, 13 Desember 2014

Pesta Jangkrik

Berbeda dengan cerita anak yang pernah saya baca sebelumnya, cerita anak karya Arswendo Atmowiloto ini sangat khas dengan sastra anak. Ia mengangkat tema-tema yang tidak umum atau jarang dilakukan anak-anak zaman sekarang. Pada beberapa sub judul kita akan diajak kembali menyusuri manisnya masa kanak-kanak zaman dulu. Mencari jangkrik, bermain masak-masakan, manjat pohon untuk panen buah bersama dan pengalaman menarik lainnya.

Meskipun dengan setting dan tokoh anak-anak pedesaan namun cerita ini masih saja menarik dan nyaman untuk dibaca anak-anak zaman sekarang. Dengan tokoh seorang anak perempuan bernama Karti, Ia cukup mandiri dan bertanggung jawab atas kebahagiaan keempat adiknya. Selain senang membantu kedua orang tuanya ia juga sangat cerdas, baginya menyelesaikan masalah dengan teman dan adik-adiknya itu hal sepele.

Membaca satu persatu ceritanya, kita akan menemukan kejutan-kejutan. Mengikuti konflik yang  khas anak-anak dan penyelesaian masalahnya tak biasa-biasa saja.Pada sub judul “Otak Ayam Goreng:Asyik!” sangat menggelitik saya, bagaimana si Adik merengek karena ingin makan otak ayam namun orang tuanya dan Karti tak mampu membeli. Karti keluar rumah dan beberapa saat kemudian dengan sebungkus makanan Karti datang, ia langsung memberikan makanan itu pada si Adik hingga adiknya terdiam dan mengira itu adalah otak ayam. Padahal yang dilakukan Karti hanya menggoreng tahu pada minyak bekas menggoreng ayam milik tetangganya yang buka warung makanan, sehingga bentuk dan rasanya sekilas mirip otak ayam. Satu hal yang saya suka, cerita anak ini memang bukan cerita anak Islami tapi setiap judul cerita pasti syarat pesan moral. Buku yang layak dibaca bagi penulis cernak, orang tua dan anak-anak.


Judul               : Pesta Jangkrik
Penulis             : Arswendo Atmowiloto
Penerbit           : Grasindo
Halaman          : 1-57
Pembuat          : Amiris Sholehah,  IM 1 

sumber gambar: www.merdeka.com

0 komentar: