Senin, 12 Juni 2017

Introver


Image result for Introver alvabet


Pergi ke tempat yang ramai bersama keluarga dan teman-teman sambil bertamasya atau bermain, menonton konser musik serta ikut bernyanyi dan melompat-lompat bersama si penyanyi, atau bersenda gurau dengan teman di sebuah pesta merupakan cara yang umumnya digunakan banyak orang untuk bersenang-senang. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk 25% orang di dunia ini, kaum introver. Mereka melakukan hal yang membahagiakan sendiri. Mungkin dengan membaca buku, merenung di bawah pohon, atau berjalan sendiri sambil berfikir sudah sangat menyenangkan bagi mereka.

Stereotip bahwa bahagia itu harus melibatkan orang lain ada karena memang manusia lebih dominan memiliki karakter ekstrover yang memiliki ketertarikan pada dunia luar (masyarakat), sedangkan introver lebih tertarik pada dunia di dalam pikirannya sendri. Oleh karenanya mereka cenderung tertutup, pendiam, dan menarik diri di keramaian. Para introver umumnya tidak sering tertawa dan berinteraksi dengan orang lain, malah mungkin terlihat pemurung, lalu kemudian banyak orang menganggap mereka tidak bahagia, aneh dan misterius, padahal belum tentu. Sekali lagi, mereka menyenangkan diri dengan cara yang berbeda dan sebab itulah mereka (seringkali) dianggap aneh.

Dalam buku ini dijelaskan bahwa manusia yang memiliki karakter introver sangat sensitif terhadap dopamin (senyawa transmisi saraf yang memiliki peran menyampaikan pesan dari sat saraf kesaraf yang lain) sehingga apabila mereka terlalu banyak mendapat rangsarang external akan menjadikan mereka kelelahan berfikir atau ‘overload’. Introver memikirkan berbagai hal dengan sangat dalam, hal kecilpun mungkin akan dipikirkan dengan serius dan mendalam. Maka tidak heran bahwa banyak filsuf, penulis, dan ilmuan memiliki karakter ini. Mereka penyendiri, bermain dengan pikiran mereka sendiri, membaca buku, banyak merenung dan memiliki imajinasi tinggi.

Sosok introver digambarkan secara ringan oleh penulis melalui kehidupan siswa SMA bernama Nawawi. Betapa dia kesulitan memulai interaksi ataupun menaggapi pembicaraan dengan orang lain, tidak ingin jadi pusat perhatian, menutup diri dari orang lain, terkadang di rumahpun ia disuruh ibunya keluar rumah untuk bermain bersama teman. Konflik tersebut dialami oleh hampir seluruh introver. Selama kita bersekolah, kuliah atau berinteraksi dengan masyarakat luas kita mungkin bertemu dengan introver beberapa kali dan kita sepakat bahwa betapa alam pikiran seorang introver itu sungguh luas dan dalam.



Judul                  : Introver
Pengarang          : M.F. Hazim
Tahun                 : 2017
Penerbit             : Alvabet
Halaman            : 263

Khairisa_IM1

0 komentar: