Sabtu, 03 Juni 2017

Tarbiyah Politik Hasan al Banna

Hasil gambar untuk Tarbiyah Politik Hasan al Banna



Buku kecil karya Syaikh Dr. Yusuf Qordhawi ini seyogyanya adalah buku saku yang mudah dan cepat untuk dibaca dan dipahami, namun mungkin karena prosesor di kepala saya udah mulai lemot.. alhasil saya butuh waktu sangat panjang untuk menyelesaikan dengan setengah paham. Saya coba meresumekan.. untuk menyimpan pemahaman yang sedikit itu..

Buku ini merupakan pelengkap atau penyempurna buku beliau sebelumnya: Pendidikan Islam dalam madrasah Hasan Al Banna.  Dengan pembahasan lebih mendalam pada aspek politiknya.

Serunya situasi politik di tanah air saat ini  mendorong saya membuka buku ini  sebagai upaya untuk menelusuri kembali apa makna politik dalam Islam.. dan bagaimanakah politik yang islami itu..

Imam Al Banna mengatakan tentang hubungan antara agama dan politik:

Setiap kali seseorang berbicara kepada anda tentang politik dan islam, anda biasanya akan mendapatkan orang tersebut memilah antara keduanya. Ia meletakkan dua pengertian yang berbeda. Islam dan politik bagi banyak orang tidak bisa dipadukan dan disatukan. Dari pemahaman inilah muncul penamaan organisasi islam dan organisasi politik. Seolah sudah menjadi kesepakatan bahwa: tidak ada politik dalam agama. Bahkan beberapa organisasi agama menuliskan prinsip organisasinya dengan kalimat: organisasi ini tidak boleh berbenturan dengan masalah politik. Atau sebaliknya: organisasi politik tidak boleh sibuk mengurusi urusan keagamaan.

Akibatnya adalah kebanyakan organisasi yang ada menerapkan kembali budaya jahiliyah seperti Fir’aunisme, rasisme, nasionalisme yang sempit, dll. Walau ada juga organisasi yang agak seimbang pemahamannya dalam hal agama dan politik.

Namun Imam Al Banna meyakini bahwa ini semua terjadi lebih karena adanya pemahaman yang keliru tentang hubungan antara agama dan politik. Akibat dari kebodohan pada ajaran islam dan kecenderungannya pada hawa nafsu, diperpanjang oleh penjajahan pada pengetahuan yang terus dipelihara.

Itulah sebabnya ketika organisasi yang beliau dirikan disebut organisasi politik dan seruannya adalah kampanye politik, maka beliau menjawab: Ini adalah islam dan kami tak mengenal pembagian seperti itu. Kami menyeru kepada Al Qur’an di tangan kanan dan as sunnah di tangan kiri. Kami menyeru pada prilaku salafus sholih yang menjadi tauladan kami. Kami menyeru pada islam dan nilai-nilai islam. Jika ini dianggap politik maka itulah politik kami. Jika prinsip kami disebut politik maka kamilah orang paling politik. Sebutlah apa yang kalian kehendaki. Kami tidak takut dengan sebutan/label kalian.

Hal lain yang juga beliau ungkapkan sebelum memulai pendidikan politiknya adalah: adanya gab yang lebar antara partai dan politik.  Seorang politikus dengan segala pemahamannya pada politik ternyata bisa saja tidak setia pada partai. Namun adakalanya seorang aktifis partai tidak paham tentang politik. Dan bisa jadi ada orang yang mampu menghimpun keduanya: seorang aktifis partai yang juga memiliki pemahaman politik yang baik.

Yang dimaksud pemahaman politik bagi Imam Al Banna adalah Perhatian pada seluruh masalah masyarakat secara internal dan eksternal tanpa dikaitkan dengan partai politik tertentu. Itulah sebabnya, menurut Imam Al Banna, islam adalah politik itu sendiri. Masalah Islam bukan hanya mengenai jumlah raka’at saja, bukan hanya untaian sya’ir saja seperti yg ditanamkan oleh para musuh islam/agen Barat.

Dan pendidikan politik islam yang diajarkan Hasan Banna terurai pada 8 pilar:
1. memadukan antara islam dan politik (agama dan Negara)
2. membangkitkan kesadaran akan kewajiban membebaskan tanah air islam
3. membangkitkan kesadaran akan kewajiban mendirikan pemerintahan yang islami
4. membangun eksistensi umat islam
5. menyadarkan kewajiban persatuan umat islam
6. menyambut sistem perundang-undangan
7. mengkritisi multi partai dan kepartaian
8. melindungi kelompok minoritas dan unsur asing

Uraian pendidikan politik Hasan Banna ke dalam 8 pilar ini dipengaruhi oleh situasi politik negara tempat tinggal beliau saat itu yaitu Mesir. Yang walaupun beliau membolehkan sistem konstitusi dan parlemen, namun beliau menyesalkan kondisi banyaknya partai yang memunculkan perselisihan dan perpecahan.

Sebagai ringkasan, tarbiyah politik Hasan Banna hakikatnya adalah pendidikan islam yang seimbang dan komprehensif, pendidikan yang positif dan sadar, dibangun di atas pemahaman bukan lelucon, di atas kerja nyata bukan sekedar ngomong, untuk membangun bukan menghancurkan, di atas kebenaran bukan hawa nafsu, di atas pengorbanan dan pengekangan diri bukan menuruti syahwat. Hingga pendidikan ini memberikan buah pada jiwa dan kehidupan.

Trisa

Judul: Tarbiyah Politik Hasan al Banna
Penulis: Dr. Yusuf Qardhawi
Penerbit: Arah Press
Jumlah hal: 228

0 komentar: