Minggu, 17 Agustus 2014



Wanita Teladan
Buku (Yessy_BUKU_IM7)
Penulis :Mahmud Mahdi Al-Istanbuli
        Musthafa Abu Nashr Asy Silbi
Penerbit : Irsyad Baitus Salam


Hafshah binti Umar
( Pemelihara Al- Qur'an )

Putri dari Umar bin Khaththab (Sahabat Rasulullah SAW) Hafshah menjadi janda pada usia yang sangat muda,  yaitu umur 18 tahun. Sang ayah sedih karena anaknya menjanda di usia yang sangat belia dan tertekan karena setiap melihat anaknya terlarut dalam kesedihan, Sang ayah mencarikan suami untuk putrinya dengan harapan putrinya bisa meraih ketentraman dan kebahagian. Umar menemui sahabatnya untuk membicarakan soal cobaan hidup mejanda yang dialami hafsah namun para sahabatnya tidak memberikan jawaban yang menyenangkan hati umar,  Umar menemui Nabi SAW untuk mengeluhkan sikap kedua sahabatnya itu.

Rasulullah SAW tersenyum seraya bersabda " Hafshah akan dinikahi oleh seseorang yang lebih baik daripada Utsman dan Ustman akan menikah dengan orang yang lebih baik dari Hafshah" seketika itu Umar bersinar wajahnya karena mendapat kehormatan yang besar dan belum pernah terbayangkan sebelumnya dan hilang lah kesedihannya . Pada bulan Sya'ban tahun ketiga Hijriyah berlangsunglah pernikahan Rasulullah SAW dengan Hafshah binti Umar sedangkan Utsman dengan Ummu Kultsum berlangsung pada bulan Jumadil Akhir pada tahun ketiga Hijriyah juga.

Hafshah bergabung dengan istri-istri nabi dan kamar nya dekat dengan Aisyah, karena dia tahu bahwa Aisyahlah diantara istri Nabi yang lebih berhak untuk di dekati.
Hafshah dan Aisyahlah yang pernah saling membantu untk.menyakiti hati Rasulullah SAW ( membocorkan rahasia beliau), sehingga Allah SWT menurunkan ayat:
"Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, berarti hati kamu berdua sungguh telah condong (kepada kebenaran). Akan tetapi jika kamu berdua bantu membantu dalam menyusahkan Nabi, sesungguhnya Allah yang akan menjadi pelindungnya dan (begitu juga)Jibril" (QS.At Tahrim (66):4)
Setelah kejadian itu,  Rasulullah SAW menceraikan Hafshah dengan talaq satu namu beberpa saat kemudian beliau merujuknya kembali atas perintah Jibril as yang mengatakan kepada beliau: 
" Hafshah adalah wanita yanh berpendirian teguh dan ia termasuk istri engkau disurga "
Hafshahlah diantara para istri Rasul yang dipercaya untuk memelihara dan menyimpan mushaf Al Qur'an.  Dia lah satu-satunya wanita yang diberi kehormatan untuk menyimpan Al-Qur'an , kitab yang berisi undang- undang bagi umat manusia, mukjizat yang kekal dan satu-satunya sumber syari'at dan aqidah yang benar.

Hafshah wafat pada masa Khalifah Mu'awiyah bin Abu Sufyan.  Ia berwasiat kepada saudaranya,  Abdullah bin Umar untuk mengurus harta peninggalan Ayahnya. 
Semoga Allah SWT meridhoi pemelihara Al-Qur'an,  wanita yang disebut Jibril sebagai wanita yang berpendirian teguh dan istri Nabi SAW di Surga. (Yessy_IM7)

0 komentar: