Minggu, 24 Agustus 2014

Spirit Jepang: Adaptasi Budaya Luar


Resume sebelumnya yg saya tuliskan bisa dikatakan hanyalah pembuka dari keseluruhan isi buku, ulasan singkat tentang keberhasilan negara tsb. Salah satu kunci rahasianya adalah mengadaptasi budaya luar. Mengadaptasi disini tak hanya melihat dan menerapkan tanpa ada filter, namun Jepang sukses memadukan budaya luar tersebut dengan kearifan lokal yang menghasilkan kekuatan dahsyat dalam persaingan internasional.

Sejarah kebudayaan Jepang yang panjang ditandai dengan litoko dori, yakni kemampuan mengadopsi budaya luar kemudian berasimilasi menjadi budaya setempat yang unik. Pada masa pra-modern, Jepang banyak “meminjam” elemen dalam sistem pemerintahan dan kemasyarakatan, terutama dari China dan Korea. Kemudian pada masa modern, Jepang banyak meminjam dari kebudayaan barat.

Sebenarnya, impor kebudayaan dimulai sejak tahun 300 SM, pada penggunaan besi dan cara bercocok tanam. Kemudian pada abad ke-6 impor kebudayaan gelombang kedua dari Cina terjadi, ditandai dg masuknya agama Buddha dan Konfusianisme, yang selanjutnya menjadikan Buddha sebagai salah satu agama mayoritas penduduk Jepang dan berpengaruh kuat pada seni serta arsitektur jepang.

Tidak hanya itu, bahkan sejak Restorasi Meiji Kaisar Jepang membuat kebijakan untuk mempelajari kemajuan dunia barat, dan sengaja membuat misi diplomatik dengan melakukan perjalanan ke negara-negara Eropa, serta AS untuk mempelajari sistem pemerintahan, hukum, ekonomi, militer, pendidikan, serta kemajuan teknologi industry. Hingga pada akhirnya, budaya luar pun bisa diterima dengan baik dan perlahan menjadi keseharian masyarakat jepang, seperti penggunaan pakaian yg bukan kimono, dan populernya fast food.

Budaya asli jepang dalam hal pakaian, musik, lukisan, serta kaligrafi memang jarang ditemui dalam masyarat secara umum, karena hal-hal tersebut dinilai lebih cocok menjadi konsumsi keseharian kalangan kelas atas (ryotei). Meskipun begitu, budaya tersebut tetap ada dan lestari. Pada waktu-waktu tertentu sepanjang tahun, seperti hal nya tahun baru, perayaan pernikahan, upacara minum teh, upacara kedewasaan, serta festival-festival lainnya, budaya asli Jepang akan terlihat kental dalam masyarakatnya.

Judul               : Spirit Jepang
Chapter           : Adaptasi Budaya Luar
Pengarang       : Taufik Adi Susilo
Penerbit           : Garasi (House of Book)

Resumed by    : Nining Sumawati Asri (IM6)

0 komentar: