Kamis, 01 Oktober 2015

Menjual Tanpa Pernah Ditolak (Zero-Resistance Selling)


Judul        : Menjual Tanpa Pernah Ditolak (Zero-Resistance Selling)
Penulis             : Maxwell Maltz, M.D., F.I.C.S
Penerbit           : Interaksara
Peresume         : Puspita (IM 1)

Memutuskan untuk menjadi sebuah bagian dalam dunia perbisnisan kecil membuat saya tertarik membaca buku ini. Sebagaimana apa yang selama ini diajarkan kepada saya, berbisnis tidak sama dengan berdagang. Berdagang hanya berbicara mengenai teknik menjual saja, sedangkan berbisnis lebih kompleks lagi. Tapi tetap di satu sisi saya harus memperkuat pemahaman dalam teknik marketing, karena tak bisa dipungkiri marketing adalah salah satu bagian dari bisnis itu sendiri.


Buku ini terdiri dari 10 BAB, saya baru saja membaca 5 BAB awal. BAB 1 dimulai dengan “Bagaimana Mengatasi Keengganan Menghubungi Pelanggan.” Banyak dari kita enggan memulai sesuatu dan sesuatu ini tak hanya soal memulai menjual suatu produk. Sebagai seorang penjual, enggan menghubungi pelanggan adalah salah satu contoh enggan memulai yang sangat menyebalkan. Ada rasa takut setiap memutuskan untuk menghubungi, takut waktu tidak tepat, takut ditolak dan sebagainya.

Saran Maxwell adalah:
  • Memilih prospek yang paling menyenangkan untuk dihubungi.
  • Menjual sangat erat kaitannya dengan kepercayaan. Bagaimana bisa mengharapkan orang lain untuk percaya pada diri Anda jika Anda sendiri merasa tidak dipercaya?
  • Cobalah untuk mengingat keberhasilan di masa lampau. Jika di masa itu Anda bisa menaklukkan masalah yang ada, tentu masalah penjualan yang saat ini tengah dihadapi juga bisa diselesaikan.
  • Latihan mental.
  • Melakukan relaksasi.
BAB 2 membahas tentang bagaimana mengantisipasi dan menghilangkan alasan dan keberatan dengan mudah. Maxwell menyarankan agar kita mengumpulkan 2 atau 3 agen penjual yang paling berhasil, ajak mereka makan malam dan gali bagaimana cara mereka menghadapi keberatan pelanggan. Selanjutnya pilih 2 atau 3 prospek bisnis yang diperoleh bulan sebelumnya. Temui mereka bukan untuk menawari produk akan tetapi untuk belajar dan mengetahui keberatan-keberatan apa yang mereka ajukan.Dari menggali masalah yang ada, kita bisa menentukan pelatihan macam apa yang diikuti, sembari memcari jawabannya sebaiknya kita melakukan latihan mental dengan membayangkan bagaimana presentasi yang berhasil dan sebagainya.

BAB 3 sampai BAB 5 menjelaskan secara teknis bagaimana proses marketing sebaiknya dilakukan. Bagaimana menggunakan media foto, menyiapkan presentasi dan menggunakan personal touch dalam melakukan strategi penjualan. Opini saya mengenai buku ini, sedikit agak membosankan dan bahasa terjemahannya terasa aneh dibaca, mungkin akan lebih nyaman jika dibaca dalam bahasa Inggris sesuai dengan cetakan aslinya. 

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)