Minggu, 19 Agustus 2018

Membumikan Harapan


Hello, my resume is back!
Buku berjudul Membumikan Harapan dengan sub-judul “Rumah Tangga Islam Idaman” ini terbagi menjadi dua bagian penting dalam kehidupan pernikahan, pertama, komitmen terhadap prinsip syariat dalam membangun rumah tangga islami, kedua, mendidik anak dengan baik.

Pada bagian pertama buku ini, penulis mengajak pembaca untuk mempersiapkan kehidupan pernikahan yang syar’i baik dalam persiapan pranikah maupun dalam menjaga keharmonisan pasangan suami istri. Sebagai bentuk komitmen awal dalam berumah tangga, penulis menjelaskan secara rinci mulai dari memilih pasangan hidup, adab dan tata cara dalam meminang, hingga dalam mempersiapkan maskawin, akad, dan pesta pernikahan.

Itu hanya sebagian kecil dari isi buku, karena pada komitmen-komitmen selanjutnya penulis mengajak pembaca untuk meneladani dan mengambil hikmah dari kehidupan rumah tangga yang dibentuk pada masa Rasulullah. Baik rumah tangga Rasulullah dengan isteri-isterinya maupun para sahabat dan istri para sahabat. Pada bagian ini juga dijabarkan peran dan kerjasama suami istri dalam menjalankan kehidupan rumah tangga baik dalam urusan nafkah maupun urusan rumah tangga lainnya. Sebagai contoh, penulis menceritakan bagaimana peran Hasan Al-Banna sebagai kepala rumah tangga dimata anggota keluarganya.

“Setiap hari, dia membuat catatan harian berisi kebutuhan-kebutuhan pokok dalam rumah tangga yang harus segera dipenuhi hingga ia bisa mengusahakannya sendiri atau menugaskan seseorang untuk mendapatkannya” (hlm. 81)

Lalu apakah kehidupan rumah tangga itu akan bahagia-bahagia terus? Hmm, gak tau. Silahkan tanya sama yang udah nikah di grup ini kan banyak ya. Haha. Tapi kalo di buku ini, penulis memberikan beberapa contoh studi kasus terkait perselisihan dalam rumah tangga. Penulis mengajak pembaca untuk menganalisis kasus yang diberikan dan mencari solusi atas tiap tiap permasalahan. Menurutku ini bagian yang paling seru sih, karena kita belajar untuk mempelajari karakter orang lain, belajar psikologi, sekaligus belajar mencari solusi dalam setiap kasusnya, atau bagi yang masih single, bisa belajar mengantisipasi supaya tidak terjadi dikemudian hari.

Bagian kedua adalah perihal mendidik anak dengan baik yakni dua pertiga dari keseluruhan buku ini. Saya sangat hati-hati bagian baca yang ini karena pembahasannya lumayan rinci mulai dari persiapan menjadi orang tua, interaksi orang tua sebelum melahirkan, menyusui, dan tahapan-tahapan selanjutnya yang dibagi lagi menjadi anak usia dini (umur 3-6 tahun), kanak-kanak (umur 12 tahun), usia puber hingga dewasa lengkap dengan praktik-praktik edukatif untuk mendukung masa petumbuhan anak baik secara emosional maupun sosial sesuai syariat Islam. Jika pada bagian pertama, penulis banyak menyelipkan teladan rumah tangga Rasulullah dan juga sahabat pada jamannya, pada bagian ini banyak bermunculan pendapat para psikolog sekaligus ulama yang concern  dalam pendidikan khususnya pendidikan anak.

Dijelaskan pada bab pertama yakni model-model efektif dalam mendidik anak diantaranya,
1)      Qudwah atau memberi contoh/teladan yang baik,
2)      Pembiasaan untuk melakukan kebaikan dengan didasari akidah, amar ma’ruf nahi munkar,serta mengubah lingkungan sosial yang tidak sehat,
3)      Menceritakan hikayat/kisah dan fokus pada pelajaran dan ibrah yang bisa diambil,
4)      Memanfaatkan situasi dan peristiwa untuk mengarahkan dan mendidik mereka, misal jika anak kehilangan mainannya atau mencari sesuatu maka diajarkan doa mencari barang yang hilang (hlm. 160),
5)      Reward and punishment, dengan memberikan pujian atau doa yang baik atau menghukumnya dengan salah satunya, sedikit bicara atau bercakap cakap dengan anak sampai anak merasa bersalah dan meminta maaf (hlm. 162)

Overall, bukunya bagus banget menurut saya dan cocok buat dijadikan pegangan serta kado pernikahan buat sahabat. Dan juga menurut saya bukunya masih sangat relevan untuk segala usia pernikahan, karena studi kasus yang diberikan sangat beragam dan mencerahkan. Berbagai problematika pasangan suami istri dan mendidik anak dikupas tuntas di buku ini, mulai dari problem yang biasa ditemukan seperti kecanduan menonton tv, anak-anak yang sudah mengenal cinta-cintaan, atau problem dalam membiasakan menghafal Al-Qur’an dan menjelaskan tentang konflik yang terjadi di Palestina, sampai dengan menangani anak-anak dengan kebutuhan khusus, dan narkoba.

Saya yang belum nikah aja merasa tercerahkan apalagi yang udah kayaknya. Membaca buku tentang pendidikan anak seperti membuka kembali memori masa kecil saya dan mengingat ingat bagaimana bapak dan ibu mendidik kami anak-anaknya, seru sih, ada plus minusnya juga, yang plus di simpan, yang minus bisa dijadikan pelajaran. Oiya satu lagi, disetiap bab di buku ini ada lembar evaluasi yang terdiri dari soal uraian yang lumayan banyak dan juga tabel-tabel gitu yang fungsinya untuk melakukan kontrol dan pengawasan secara mandiri, kalo saya sih masih skip-skip aja.

Untuk menutup resume ini, saya kutip sedikit kata pengantar dari penulisnya deh,
“Membangun kehidupan rumah tangga merupakan bagian dari ajaran agama; menjaga dan melestarikannya merupakan keimanan; melawan berbagai gerakan yang mengancam eksistensinya merupakan jihad; dan menjaga putra-putri yang merupakan buah dari pernikahan tersebut adalah bagian dari ibadah kepada Allah”
(hlm. iv)

Judul Asli             : Al-Baitul Muslim Al-Qudwah Amal Yahtaj Ila ‘Amal
Judul Buku          : MEMBUMIKAN HARAPAN – Rumah Tangga Islam Idaman
Nama Penulis       : Abu Al-Hamd Rabi’
Penerbit                : Era Adicitra Intermedia
Tahun Terbit        : Cetakan Ketiga – Desember 2016
Jumlah Halaman : 425 halaman


Bandar Lampung, 8 Oktober 2017
- Mustika Rizky Amalia -


1 komentar:

FebiolaFransiska mengatakan...

Kak boleh tolong fotokan buku nya?