Jumat, 25 Maret 2016

TARIKH KULAFA


Judul                : TARIKH KULAFA
Penulis             : Imam Suyuthi
Penerbit           : Pustaka Al Kautsar

Peresume         : Paramudika H, IM1

Buku ini mengupas tentang sejarah penguasa Islam (Khulafa), dari khulafaur rasyidin sampai para khalifah setelahnya yang menggunakan sistem monarki. Bagi saya buku ini seperti menapak tilas fase-fase kehidupan para penguasa Islam, betapa perjuangan, pengorbanan dan keimanan mereka mampu menyadarkan diri bahwa kita hari terutama saya masih jauh dari kata teladan. Maka wajar jika dikatakan membaca sirah nabawiyah dan para sahabat sahabiyahnya menjadi wajib mengingat motivasi dan semangat juang serta ibadah yang kerap lemah. Semoga kita tetap jadi jiwa pembelajar dan pengambil teladan.

Saya awali dengan Khalifah pertama setelah Rasulullah yaitu Abu Bakar Ash Shiddiq. Orang yang paling bersih di masa jahiliyahnya. Abu Bakar tidak pernah melantunkan sebait syairpun dimasa jahiliyahnya pun di masa Islamnya. Dia juga tidak pernah minum minuman keras di zaman jahiliyahnya meski belum ada larangan kala itu.

Beliau 2 tahun 2 bulan lebih muda dari Rasulullah, wafatnya sama dengan umur wafatnya Rasulullah. Para ulama berkata Abu Bakar menemani Rasulullah dari sejak masuk Islamnya hingga meninggalnya Rasulullah. Dia selalu ada dimana Rasulullah berada kecuali jika Rasulullah mengizinkan beliau untuk mengerjakan sesuatu hal. Dia mengikuti semua peperangan, hijrah bersama Rasulullah, meninggalkan istri, anak dan kerabatnya sebagai bukti kecintaannya kepada Allah dan RasulNya. Hingga Rasulullah bersabda “sesungguhnya orang yang paling setia dalam persahabatannya denganku dan dalam hartanya adalah Abu Bakar. Andaikata saya boleh mengambil khalil selain Tuhanku , niscaya saya akan memilih Abu Bakar.

Abu Bakar sahabat yang paling dermawan. Ketika awal masuk Islam hartanya dipergunakan untuk membebaskan budak-budak yang disiksa kafir Quraisy karena keimanannya kepada Allah. Sehingga banyak budak-budak yang bebas dan merdeka olehnya. Suatu ketika Rasulullah menyuruh untuk mengeluarkan sedekah, Umar kemudian maju dan memberikan setengah hartanya. Rasulullah bertanya “apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu?”. Umar menjawab “saya meninggalkan seperti apa yang saya sedekahkan”. Lalu Abu Bakar datang kepada Rasulullah dan menginfakkan seluruh harta yang dimilikinya. Rasulullah bertanya “apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu?” Abu Bakar menjawab “saya menyisakan untuk mereka Allah dan RasulNya. Kemudian Umar berucap saya tidak akan mampu mengalahkan Abu Bakar dalam segala hal.

Abu Bakar sahabat yang paling utama. Jika ada yang menanyai Rasulullah tentang siapa orang yang paling dicintainya, maka Rasulullah akan menjawab Abu Bakar (dari kalangan laki-laki). Kemudian ada beberapa ayat juga yang turun berkenaan dengan Abu Bakar, seperti QS At taubah ayat 40 yang menceritaka tentang keberadaan dirinya didalam gua bersama Rasulullah.

Setelah Rasulullah wafat, tatkala dirinya telah menjadi khalifah, banyak kemudian muslimin yang membelot, shalat namun enggan berzakat. Umar meminta Abu Bakar tetap bersikap penuh kasih namun Abu Bakar menolaknya, beliau akan tetap memerangi mereka yang membelot meski hanya menolak memberikan seutas tali yang pernah diberikan Rasulullah. Betapa berani dan kuat keinginannya dan yang paling semangat terhadap satu perkara yang mungkin sepele bagi orang lain tatkala dimasa kekhalifannya. Inilah kemudian yang menimbulkan semangat juga bagi sahabat-sahabat lainnya.

Pengumpulan Alqur’an juga dimasa kekhalifannya, mengingat banyak para sahabat hafal Qur’an yang gugur dimedan perang sehingga ada ketakutan jika tidak dikumpulkan maka Qur’an itu terkubur bersamaan dengan wafatnya seluruh para penghafal Quran. Maka ayat-ayat Qur’an mulai di tulis di daun, pelepah korma dan tulang belulang. Abu Bakar menyimpannya hingga akhir hayatnya. Baru kemudian diserahkan ke khalifah setelahnya.

Abu bakar sakit sesaat setelah mandi, dia merasa kedinginan lalu demam selama 15 hari sehingga tidak bisa mengikuti shalat berjamaah. Dia meninggal pada malam selasa pada umur 63 tahun. Setelah berunding dengan sahabat lainnya Abu Bakar memilih Umar menjadi khalifah setelahnya.

Begitulah sosok seorang Abu Bakar, sangat ringkas memang yang ditulis. Tentangnya, takkan cukup untuk dituliskan meski satu rim kertas sekalipun. Dan pada mereka para generasi terbaik sepanjang zaman sajalah hendaknya kita berkiblat dalam berakhlak dan bersikap.

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Indonesi Membaca. 

0 komentar: