Senin, 12 Januari 2015

Batu, Daun, Cinta, Teman Setia Belajarku


Judul: Batu, Daun, Cinta, Teman Setia Belajarku (BDCS)
Penulis: Siti Dwi Arini, dkk
Penerbit: Sekolah Guru Indonesia-Dompet Dhuafa
Tahun Terbit: 2014
Diresume oleh: Jayanti

Namanya Andi, bocah kecil keturunan bugis yang setiap kali berangkat ke sekolah harus berjalan sekian kilometer melintasi perbatasan Indonesia Malaysia untuk mencapai sekolahnya. Pekerjaan keluarganya sebagai buruh kebun kakao milik warga Malaysia di tanah Malaysia mengharuskannya terbiasa menjalani rutinitas itu.

Siti Dwi Arini yang akrab disapa bu Wiwi, sosok guru SGI yang menceritakan kisah inspiratifnya sebagai guru di Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia mengenalkannya pada sosok Andi, sang anak lintas batas. Andi belum bisa baca, bu Wiwi dengan Metode pembelajaran 4M (melihat, menebak, menempel, menuliskan) dedengan bantuan alat peraga berupa gambar benda, Andi akhirnya dapat membaca. Romantisnya adalah ketika Andi menceritakan pengalaman belajarnya di rumah ketika ditanya oleh bu Wiwi dengan siapa ia belajar di rumah, "Aku kadang sama Atto, mama, atau nenek. Aku ajari mereka. Pasal mereka tidak pandai membaca."


Itulah salah satu kisah yang terangkum dalam buku BCDS, judul keenam dari buku kumpulan kisah inspiratif para guru SGI. Buku yang memuat empat puluh kisah inspiratif guru SGI angkatan kelima itu tidak hanya berisikan kisah-kisah heroik para anak muda Indonesia yang telah mewakafkan setahun waktunya untuk mengabdi sebagai guru di daerah 3T Indonesia, tetapi juga memuat best practice berupa pengalaman para guru muda tersebut dalam menciptakan berbagai inovasi pembelajaran dalam segala keterbatasan yang harus mereka hadapi di pedalaman nun jauh di pelosok negeri ini. 

sumber gambar: freepik.com

0 komentar: