Senin, 19 Januari 2015

That's All

Judul                          : That's All
Penulis                       : Tami 'Pepeng' Ferrasta 
Penerbit                     : Cicero Publishing 
Cetakan                     : 2009 
Jumlah hal                 : 223 



Buku ini saya dapatkan langsung dari penulisnya saat berkunjung ke 'Gua Pepeng' di bilangan Cinere Depok. Terbit Februari. Beruntung saya dan teman-teman datang di bulan Maret, sehingga dapat souvenir.. he he.. 

Buku mungil ini berjudul sangat sederhana, 'That's All'. Tapi isinya sangat tidak sederhana, begitu dalam dan penuh dengan hikmah/pelajaran kehidupan 

Buku ini adalah autobiografi singkat dari seorang perempuan yang sejak kelahirannya didoakan oleh eyang-eyangnya agar  kelak menjadi anak yang berkarakter seperti ibunda Mariam dan Siti Aisyah Rodiallohu anhum. Dan sepertinya doa-doa itu dikabulkan Alloh.. 

Utami Mariam Siti Aisyah (mbak Tami), istri dari Ferasta 'Pepeng' Soebardi (mas Peng), pria yang dipilih Sang Pemiliknya untuk menjalani hidup sambil berkawan dengan penyakit 'multiple schlerosis', penyakit yang menggerogoti saraf pusat, hingga lumpuh. Penyakit langka yang berasal dari negri dengan 4 musim, penyakit yang lebih banyak diderita oleh kaum hawa dan belum ada obat nya. Mas Peng terpilih untuk menjalani kehidupan bersama penyakit itu sejak 2005. Dan mbak Tami adalah perempuan yang dipilih Alloh untuk menjalani hidupnya mendampingi pria itu.

Membaca buku ini, kadang kita akan dibikin tersenyum, mengingat memang Mas Peng adalah orang yang kocak. Misalnya saat mbak Tami bercerita bagaimana kehidupan mereka saat baru menikah. "Oooo.. ternyata kamu kalau bangun tidur belekan juga yaa" kata mas Peng ke mbak Tami. "Saya adalah laki laki yang tidak akan berebutan kursi dengan siapapun, karena saya sudah bawa kursi sendiri dari rumah. (Saat itu mas Peng sudah harus naik kursi roda kemana mana) 

Tapi siapa yang tidak akan meneteskan air mata, membaca bagian: "Peng, kita tidak punya bensin. Bahkan untuk motor pun tidak ada sedikitpun. Bagaimana mengantar anak sekolah besok? Keluh mbak Tami dari ujung tempat tidur mas Peng. Peng diam saja. Sebenarnya mbak Tami pun bingung. Mas Peng sendiri kondisinya sedang terbaring di tempat tidur. Semula mas Peng diam, tapi kemudian memanggil, "sini", meminta mbak Tami mendekat. "Sabar yaa. Alloh buanyaaak bensin Nya." Hati saya seperti teriris membaca nya. Mbak Tami juga hatinya teriris, trus nangis, sama kayak saya juga, nangis. Trus kata mas Peng, "kok nangis, kata-kata saya salah yaa?" "Nggak salah, malah pas banget" "Pas nangis, kurang nangis, lebih juga nangis, bingung saya sama kamu". He he.. Dari nangis, jadi senyum lagi.

Dan banyak lagi kisah-kisah lainnya. Suka duka mbak Tami menemani mas Peng. Hikmah-hikmah kehidupan yang mereka dapatkan dari kesulitan-kesulitan  yang harus dijalani dengan sabar. 

Buat teman-teman yang masih sering nggak puas dengan kehidupan.. baca buku ini 

Buat teman-teman yang masih nggak yakin kalau Alloh Maha pengabul doa.. bacalah buku ini 

Buat teman-teman yang sering galau karena merasa kurang aja secara materi.. bacalah buku ini.. 

Buat teman-teman yang merasa begitu banyak ujian dan cobaan.. bacalah buku sederhana ini.. 

Buat wanita yang sudah jadi istri dan ibu, atau yang baru mau akan jadi istri, bacalah buku ini. Akan melengkapi wawasan kita bagaimana menjalani kehidupan rumah tangga dengan ceria walau banyak keterbatasan. 

#Trisa Yunita

0 komentar: