Senin, 12 Januari 2015

Hebron Journal

Judul buku       : Journal Hebron
Pengarang        :  Arthur G. Gish
Penerbit           : Mizan
Tebal buku      : 548 halaman

Penulis bernama Arthur G. Gish, seorang aktivis perdamaian dari Amerika yang melawan kekejaman Israel di Palestina dengan jalan cinta dan anti kekerasan, dalam pengantar yang disampaikan oleh Putut  Widjarnoko bahwa Art panggilan Arthur beliau adalah pejuang perdamaian yang Kaffah. Art tergabung dalam organisasi CPT (Christian Paecemaker Teams) sejak 1995, mengunjungi mesir tiap musim dingin sekitar tiga bulan, hingga tahun 2008 sebanyak 13 kali ke Palestina, istrinya pun anggota dari CPT tapi aktif di Irak. Art dan istrinya tinggal di Athens dengan rumah yang sangat sederhana, menggunakan pertanian organik tanpa pupuk kimia untuk penyubur dan membuat pupuk kompos bahkan ketika ada acara di Islamic center menghadiri acara akan selalu mebawa kaleng-kaleng untuk mengumpulkan tulang-tulang, sisa makanan untuk dijadikan pupuk kompos, membawa piring dan gelas sendiri karena tidak mau menggunakan styrofoam, bahkan menjilat piringnya untuk memastikan tidak ada makanan yang tersisa, gaya hidup zuhud kaum sufi, seorang humanis yang prihatin kepada nasib orang-orang tertindas. Bahkan tak tanggung-tanggung menghadang tank Israel yang berniat menghancurkan pasar  orang Palestina hingga moncong tank berhenti beberapa centimeter di depan mukanya. Inilah gambaran yang diperlihatkan pada sampulnya.
Tujuan dari CPT salah satu poinnya untuk mempelajari, berbicara dengan semua pihak yang terlibat dalam konflik, bertindak sebagai pengamat Internasional, mengawasi apa yang terjadi, melaporkan apa yang dilihat. Rekonsiliasi dapat terjadi hanya setelah segala ketidakadilan diakui. Aksi langsung anti kekerasan sering dibutuhkan untuk mengungkapkan terjadinya penindasan karena sering sulit bagi baik para korban maupun penindas. Salah satu alat yang bagus digunakan dengan mediasi namun ketika kedua belah pihak tidak berhasil maka dibutuhkan aksi langsung anti kekerasan.
Buku ini terdapat lima Jurnal, dimulai dari 16 Desember 1995 – 21 Januari 1996, 28 Januari – 21 Maret 1997, 29 Januari – 8 Maret 1999, 16 Desember 1999 – 15 Februari 2000, 13 Desember 2000 – 31 Januari 2001, karena buku ini ditulis pada yahun 2001 hingga dituliskan pun hanya sampai tahun 2001.
Buku membawa kita berada di tengah perang di Hebron, kota kecil yang dihuni sekitar 120.000 penduduk, mayoritas Muslim, yang awalnya kaum Yahudi dan muslim hidup berdampingan namun akibat Zionis yang diikuti besarnya gelombang kedatangan warga Yahudi ke Palestina, berkembang sebagai anti semitisme di eropa dan Amerika Utara, sebagai hasrat agar Yahudi hidup merdeka seperti sedia kala.
Awal keberadaan Art dan kawan-kawan di Hebron 16 Desember 1995, demikianlah yang mereka lakukan, berinteraksi dengan penduduk, berjalan-jalan kesana kemari bahkan menjadi alasan kepada penduduk disana bahwa hobby mereka adalah jalan-jalan ketika dipertanyakan pasposrt, berdiskusi dengan tentara Israel, melakukan perlawanan-perlawanan, bahkan melakukan perlawanan terhadap bocah-bocah pemukim (Israel) ikut terlibat dalam pergolakan pemukim dengan warga Palestina, ikut berdiskusi dengan tentara, HAMAS, lebih sering mengunjungi rumah ke rumah sambil mendengarkan cerita para yang tidak terlihat olehnya ketika pembantaian, perang ataupun bom-bom meledak, rumah-rumah digusur, penghinaan, cacian. Ada jalan-jalan utama yang tidak boleh dilalui oleh warga Palestina. Kehati-hatian dalam melakukan tindakan hingga kaum pemukim tidak mengusir Art dan kawan-kawan dari Hebron tetap dipertahankan, sudah menjadi hal biasa ketika pemukim tidak menyukai kedatangan CPT di Hebron, walaupun CPT berada di Hebron bukan hanya untuk membela warga Palestina.  Jika penasaran silahkan dibaca J



sumber gambar: indrailjas.blogspot.com

0 komentar: