Sabtu, 23 Mei 2015

1st Mind Map untuk siswa, guru dan orang tua



Judul buku           : 1st Mind Map untuk siswa, guru dan orang tua
Penulis                 : Sutanto Windura
Penerbit               : PT Elex Media Komputindo
Cetakan               : pertama 2013
Tebal                   : 216 halaman





Buku ini saya miliki dua tahun yang lau, hadiah dari seorang teman sebagai reward karena saya masuk dalam katagori pengunjung paling rajin di perpustakaannya (maklumlah mahasiswi kere yang lebih suka minjem dibanding beli...hehe). Awalnya saya tidak mengerti kenapa teman saya memilihkan buku ini sebagai hadiah untuk saya. Tapi setelah saya membacanya saya mulai paham, buku ini banyak membantu saya menemukan ide-ide untuk membuat rangkuman materi-materi pelajaran untuk siswa-siswi saya yang ABK (Anak Berkebutuhan Khusus).
Umumnya orang-orang jika ditanya,  bagaimana cara meningkatkan hasil belajar? Sebagian besar menjawab dengan  ikut les, kursus, belajar lebih giat, mengurangi waktu main dan sebagainya. Kita sering kali lupa bahwa untuk bisa mencapai keberhasilan belajar ada tiga unsusr yang tak dapat dipisahkan yakni : what to learn atau materi pelajaran itu sendiri, how to learn atau cara-cara, teknik-teknik belajar dan keunikan (gaya) belajar seseorang, dan yang terakhir why to learnatau alasan-alasan belajar yang merupakan sistem motivasi dan program pikiran yang membuat seseorang mau belajar.
Buku ini diawali tentangbagaimana cara belajar atau How-to-Learn menyebabkan kegagalan belajar seperti lelah, sulit memahami, sulit menghafal, sulit konsentrasi, melamun, bosan dan pastinya belajar menjadi sangat tidak menyenangkan, namun dapat diatasi dengan Mind map.
Mind map pertamakali diciptakan oleh Tony Buzan dari Inggris, yang merupakan seorang pakar pengembangan otak, kreativitas dan revolusi pendidikan sejak awal tahun 1970-an. Mind map telah digunakan tidak saja didunia pendidikan, tetapi juga diperusahaan-perusahaan kelas dunia seperti General Motor, General Electric, Boeing, IBM, Microsoft, Oracle, Disney, Flour Daniels, HP dll. Di Indonesia sendiri Mind map telah masuk sejak tahun 1980-an dan mencapai puncaknya didunia pendidikan sejak berdirinya Buzan Center Indonesia di tahun 2009.
Mind map merupakan sistem belajar dan berfikir dengan menggunakan kedua belah otak baik kanan dan kiri, menggunakan otak sesuai dengan cara kerja alaminya. Mengapa bisa demikian? Seperti yang selama ini kita tahu setiap manusia memiliki buku manual otak yang terdiri dari otak kiri dan otak kanan. Otak kiri yang sering disebut otak logika merangkum hal-hal seperti kata, angka, garis, analisa, daftar, hitungan, dsb yang kesemuanya itu merupakan ingatan jangka pendek sementara otak kanan yang sering disebut otak seni atau otak  kreatif merangkum  hal-hal yang berkaitan dengan konseptual, irama, gambar, warna, dimensi, imajinasi, dan lamunan yang tentu saja itu semua merupakan ingatan jangka panjang.Mind map sendiri berbentuk visual (gambar), sehingga dapat mudah untuk dilihat, dibayangkan, ditelusuri, dibagikan kepada oranglain, dipresentasikan dan didiskusikan bersama, dsb.
Jika kita amati kegiatan yang terjadi di kelas seperti mendengarkan guru menerangkan, menulis catatan dengan satu jenis warna (tinta hitam atau biru), membaca bacaan dibuku pelajaran, mengitung dll kesemuanya adalah kegiatan menggunakan otak kiri yang merupakan ingatan jangka pendek. Lalu bagaimana agar kegiatan belajar menjadi ingatan jangka panjang? Tentu saja dengan mengaktifkan otak kanan. Jika seseorang menggunakan kedua belah otaknya maka yang terjadi adalah sinergi otak yang tidak terbatas dan Mind map memungkinkan otak melakukan itu.
Ketika seseorang diminta membayangkan sesuatu, mengingat jalan atau mengingat seseorang. Maka yang terlintas dipikiran kita tentu saja benda, wajah dan peta yang jelas-jelas semuanya adalah GAMBAR bukan tulisan atau deret angka. Cara kerja alami otak adalah GAMBAR=VISUAl. Melalui Mind map kita diajak menvisualkan angka-angka, tulisan-tulisan dari materi-materi yang ada di kelas melalui gambar dan pancaran pikiran. Pancaran pikiran ini seperti ketika kita diminta membayangkan soal “Indonesia” maka akan terpancar pikiran mengenai – bendera merahputih- pulau-pulau-laut-sawah-garuda-tarian, dll. Jika kita fokuskan pikiran pada kata sawah maka akan terpancar padi-kerbau-alat bajak-petani-saung-rumput-lumpur, lalu kita fokuskan kata rumput pasti akan memancar lagi misalnya tanah-kuda-angin dll.
Pikiran manusia tidak bekerja secara urut misal indonesia-sawah-kerbau-rumput-angin-dst sehingga sangat tidak linear. Dengan cara kerja alami otak melalui pancaran pikiran, satu ide akan menyebar menjadi beberapa ide (persis yang disampaikan mas pringandi ketika bincang bintang bulan lalu). Dan setiap ide baru akan menghasilkan ide-ide baru lagi. Pancaran pikiran yang kita visualisaikan inilah yang disebut Mind map.
Adapun langkah-langkah membuat mind map secara manual, yaitu :
1.       Kertas di posisikan dalam keadaan landscape.
2.       Tentukan topik yang akan dibuat Mind map
3.       Buatlah pusat Mind map ditengah-tengah kertas  berupa gambar. Pusat ini biasa disebut Central Image, karena letaknya berada ditengah-tengah judul kertas dan harus berupa gambar. Beri judul kalau perlu.
4.       Buatlah cabang utama yang memancar langsung dari pusat mind map. Cabang utama ini  tugasnya menyatukan dan mengelompokan informasi-informasi sejenis atau sama kepentingannya. Gunakan warna berbeda untuk setiap cabang yang berbeda.
5.       Informasi yang ditulis diatas cabang dan jumlah satu buah kata saja, yaitu berupa kata kunci.
6.       Kembangkan cabang utama dengan cabang-cabang yang lain berikutnya yang berisi informasi-informasi yang berkaitan dengan cabang induknya.
7.       Gambar harus selalu ditambahkan untuk memperkuat informasi atau membantu kreativitas berfikir anda.
8.       Selesai.
Di buku ini juga di jelaskan langkah-langkah membuat mind map secara digital menggunakan komputer. Mind map dapat diaplikasikan untuk kebutuhan keluarga seperti merangcang liburan, tujuan keluarga, keuangan keluarga, arisan, silsilah keluarga dll. Atau sebagai thingking tool dalam mangement dan bisnis seperti perencanaan bisnis, pemecahan masalah, curah pendapat, merancang visi, misi serta tujuan organisasi dll. Selamat Mencoba !
Bogor, 19 Mei 2015
Nurjanah
Indonesia Membaca 3

0 komentar: