Minggu, 19 Agustus 2018

Tuhan, Inilah Proposal Hidupku


Buku ini dibuka dengan kutipan testimoni peserta seminar yang menceritakan kisah Jamil Azzaini (penulis) yang membawa proposal hidup ketika menunaikan ibadah hajinya. Saat itu ia tidak membacakan proposal hidupnya didepan Ka’bah, namun sambil thawaf ia meminta kepada Allah untuk dapat mewujudkan cita-cita sukses mulianya dalam proposal itu, dengan ridho-Nya. Sebagai informasi, Jamil Azzaini adalah salah satu motivator dengan slogannya “sukses-mulia” sekaligus salah satu penggagas komunitas Tangan Di Atas (TDA) dan mendirikan Pesantren Wirausaha yang sampai saat ini aktif terbentuk di beberapa kota di Indonesia, belakang saya baru tau kalau di Lampung juga ada. Penulis juga cukup sering wara-wiri di TV beberapa tahun terakhir walaupun beliau tidak punya acara khusus seperti Mario Teguh atau Bong Chandra (red. dulu).

“Apabila Anda ditunjuk menjadi ketua panitia HUT RI apakah Anda membuat proposal kegiatan? Jawabnya pasti, “Ya saya membuat proposal itu.” Acara HUT RI itu berlangsung berapa lama? Paling lama satu bulan. Pertanyaan lanjutannya, mengapa untuk acara yang satu bulan Anda membuat proposal tetapi untuk hidup Anda yang puluhan tahun Anda tidak membuat proposal hidup? Mengapa kita membiarkan hidup kita mengalir tanpa arah, tanpa tujuan, tanpa cita-cita?” (hlm.8)

Buku ini berbentuk workbook yang isinya penjelasan dan panduan membuat proposal hidup disertai tabel-tabel dan lembar isian yang ternyata urgensinya berkali-kali lipat dibanding proposal apapun yang pernah kita buat. Karena kita akan hidup puluhan tahun (insyaAllah) dan gak seharusnya dibiarkan mengalir aja, kalo akhirnya mengalir ke laut sih gapapa, kalo alirannya berhenti di kubangan lumpur? Kan gak mau kan. Nah, melalui buku ini kemudian penulis merumuskan pembuatan proposal hidup dalam 5 langkah yakni;

Langkah 1 : Sadarilah bahwa Anda adalah Masterpiece
Pada langkah awal, pembaca diminta untuk merenungi hidupnya, bahwa sebenarnya tiap diri ini adalah mahakarya yang unik dan tak ternilai harganya. Setiap manusia mempunyai pengalaman hidup yang baik dan yang buruk namun tidak ada yang persis sama keseluruhannya, pembaca juga disiapkan lembar untuk menuliskan pengalaman hidup yang berkorelasi sangat kuat dengan masa depannya atau profesi yang akan terus diasah dan dikembangkan, dalam hal ini menurut yang saya pahami adalah yang sesuai dengan passion.

Langkah 2 : Terapkan prestasi terbaik yang akan Anda raih
Pada langkah ini, penulis memberikan ilustrasi berupa penelitian oleh Jean Henri Fabre, seorang ilmuwan Perancis pada tahun 1870-an yang mengadakan percobaan sekelompok ulat,
Fabre mengambil beberapa ulat dan membuat ulat yang paling depan menyentuh ulat yang paling belakang. Ulat itu membuat suatu lingkaran mengelilingi sebuah pot bunga. Di tengah pot itu diletakkan ranting dan pucuk daun muda sebagai makanan ulat-ulat itu. Setelah beberapa saat, ulat-ulat berjalan beriringan mengitari pot yang berisi makanan ulat. Ulat-ulat itu terus berputar dan berputar. Jam demi jam, siang-malam dan hari demi hari hingga genaplah satu pekan ulat itu mengitari pot bunga itu. Setelah berjalan tanpa mengenal lelah, ulat-ulat tersebut mati karena kelaparan dan kehausan. Padahal, di dalam jarak yang sangat mudah dijangkau (tepatnya ditengah pot) tersedia makanan yang sangat lezat kesukaan mereka. (hlm. 26)

Ilustrasi ini memberikan gambaran kepada pembaca bahwa banyak diantara kita saat ini yang bisa jadi hidupnya seperti ulat-ulat tersebut, mengalir dan mengikuti kebiasaan yang sudah berlaku tanpa tahu dan mencari tahu peluang dan kesempatan di yang bisa saja justru memberikan kebahagiaan dan menjadikan kita lebih berarti bagi orang-orang disekitar kita. Nah, karena sebab itu, penulis mengajak untuk menentukan sendiri arah hidup kita dengan menuliskan prestasi dan pencapaian hidup yang spesifik, terukur, dengan jangka waktu yang jelas, meningkatkan 4-ta (harta, tahta, kata, dan cinta), dan yang tidak kalah pentingnya, memberikan manfaat untuk orang lain.

Langkah 3 : Jadilah seorang expert
Memulai untuk menghasilkan uang adalah kesalahan terbesar dalam kehidupan. Lakukan apa yang merupakan keahlianmu, dan jika kamu cukup bagus melakukannya, uang akan datang- Greer Garson (hlm. 35). Pada langkah ini penulis memberikan beberapa contoh seorang expert/ahli yang menjadikan keahliannya sebagai jalan untuk berkarya dan meraih kesuksesan. Penulis juga membagikan banyak sekali tips untuk bisa menjadi seorang expert, baik dari menyiapkan waktu khusus untuk berlatih, mencari mentor, dan salah satunya adalah bersahabat dengan orang yang mendukung impian kita, tidak perlu banyak orang cukup 5-6 orang dan tidak apa mempunyai impian yang berbeda. Sahabat-sahabat inilah yang mengingatkan dikala lupa, saling memotivasi dan bertukar pendapat. Kelompok ini yang kemudian bisa disebut kelompok mastermind. Setiap periode tertentu kelompok ini berkumpul dan saling membahas progress proposal hidup masing-masing. Menarik.

Sampai pada langkah ke-3, pembuatan dan implementasi proposal hidup sebenarnya sudah bisa dijalankan, karena pada langkah 4 dan 5 berturut turut adalah menyempurnakan hidup dari sekarang dan menyempurnakan lingkungan. Maksudnya, secara bertahap, pembaca diharapkan untuk mengevaluasi proposal dan komitmen yang sudah dibuat serta mulai menciptakan lingkungan yang kondusif yang dapat mendukung pencapaian prestasi dan keahlian kita.

Buku ini sangat ringan dan ditulis dengan bahasa yang menarik ala Jamil Azzaini, jika kalian pernah mengenalnya di acara tv atau seminar, ia adalah sosok motivator yang kocak tapi juga islami dan cerita-ceritanya lumayan seru. Buku ini juga cukup menarik bagi saya, beberapa tahun lalu saya mempelajari membuat proposal hidup untuk keperluan beasiswa dan belum tau ada buku ini hehe, dan ternyata saat beberapa minggu kemarin main ke kos adik saya nemu buku ini, sudah lengkap panduannya dan gak perlu ribet browsing contoh-contoh proposal hidup seperti jaman saya dulu hehe. Buku ini bisa jadi rekomendasi bagus buat siapa saja terutama mungkin untuk remaja dan mahasiswa, selain untuk keperluan beasiswa juga buat merencanakan masa depannya bertahun-tahun kedepan. Semakin rinci proposal hidup kita, semakin fokus kita menentukan arah hidup. Selamat membuat proposal!
  
Judul Buku : Tuhan, Inilah Proposal Hidupku
Nama Penulis : Jamil Azzaini
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2009
Jumlah Halaman : 99 halaman

Bandar Lampung, 17 September 2017
Mustika Rizky Amalia

Ayahku (Bukan) Pembohong


Bismillah, kali pertama saya membaca karya Tere-Liye  (Dan semua itu gegara sahabat IM, lagi dan lagi). Tinta yang ditorehkan di novel ini sangat sarat makna. Sebagai perkenalan saya membaca karyanya yang berjudul Ayahku (Bukan) Pembohong. Dan, surprise…banyak kata-kata bijak yang digambarkan dalam diri seorang ayah.

Dalam perjalanan (cerita)nya seolah menimbulkan dua pertanyaan intim baik dibenak saya sebagai penikmat cerita maupun dibenak si Dam. Kenapa dan mengapa, itulah pertanyaan yang mengusik kami. Pada awalnya, kami menikmati tiap ceritanya (ayah). Namun, lambat laun kenikmatan itu berubah jadi kejemuan. Apa iya, apa iya semua yang diceritakannya bukan sekedar bualan semata? tapi mengapa kian kami beranjak mengerti (terkhusus Dam yang mulai dewasa) hal yang semestinya kian percaya, justru berbalik menjadi kesal dan marah.

Kemarahan serta kekesalan itu diperkuat setelah dua pertanyaan intim itu mengusik Dam. Padahal dimasa kecilnya (Dam), ia berhasil mengusir ketakutannya terhadap air dan (terutama) terhadap bully teman sekolahnya dengan dibuktikannya sebagai atlet professional renang. Perang batin tersebut sungguh tidak mudah tuk dienyahkan dengan begitu saja kalau tidak oleh suatu hal yang berperan hingga berpengaruh pada mental dan karakternya. Dan semua itu berkat cerita bijak sang ayah.

Dua sikap diatas semakin menjadi-jadi kala ibunya meninggal dunia karena mengidap penyakit. Justru sikap ayah seolah acuh tak acuh melihat kondisi sang ibu hingga ajal menjemput. Dan puncaknya saat dimana kebersamaan dengan kedua buah hati Dam yang seperti mengulang memorinya dimasa kecil. Dengan begitu menikmati cerita sang kakek, kedua buah hatinya sampai hati mengelak kedisiplinan rumah yang telah diterapkan Dam. Seolah kemarahannya (Dam) mewakili perasaan batinnya yang selama bertahun-tahun ia pendam terutama terkait dua pertanyaan itu, kenapa dan mengapa.

Jreng jreng jreng….

Dan semua seperti membuka tabir, kala ayahnya pergi dari kediaman Dam hingga ia (sang ayah) terbujur kaku dalam pusara makam sang isteri, ibu Dam.

Kelimpang, kelimpung hati dan pikiran Dam, semua yang berkecamuk dalam dirinya selama ini terhadap sang ayah seolah musnah bagai api yang disiram air, padam seketika, oleh penyesalan, oleh kegalauan, oleh nestapa. Terlebih saat diketahui bahwa ada seseorang yang dating pada saat pemakaman sang ayah. Seseorang yang hidup dari cerita sang ayah. Seseorang yang membuka tabir Dam tentang kenapa dan  mengapa. Semua yang disimpan rapat-rapat oleh sang ayah kini Dam ketahui.

Membaca runut cerita ini, kok saya jadi teringat sama kisah perjalanan Nabi Musa ya. Saat sang nabi memutuskan mengikuti seorang bijak untuk pergi berkelana. Namun sebelum mereka memulai perjalanan. Seorang bijak terlebih dulu berpesan kepada nabi. Selama dalam perjalanan anda tidak boleh mengajukan pertanyaan sebelum saya jelaskan tentang apa yang saya perbuat.

Namun, seolah nabi lupa ketika seorang bijak melubangi perahu nelayan dengan sengaja. Maka nabi Musa bertanya, mengapa anda melubangi perahunya, jadinya rusak kan?. Lalu seorang bijak berkata, bukankah sudah saya katakan, bahwa anda tidak boleh bertanya sebelum saya jelaskan. Sampai dua perbuatan seorang bijak lakukan, sang nabi tetap bertanya dengan pertanyaan yang sama, kenapa. Dan tibalah pada akhir perjalanan seorang bijak menceritakan semuanya, alas an kenapa ia berbuat demikian. Maka nabi Musa pun menyadari kekeliruannya selama perjalanan pada seorang bijak itu.

Itupula yang dirasakan oleh Dam, ia menyadari bahwa Ayahku (Bukan) Pembohong.

Beberapa kalimat sengaja saya kutip, di bawah ini.

 “Lembah itu adalah bukti proses panjang, saling menghargai manusia dan alam, pemahaman yang baik, penguasaan ilmu pengetahuan serta kebijakan luhur manusia.” H.137

“Seratus tahun silam, adalah Alim Khan, kakek Ali Khan, emir Bukhara yang menjadi tetua lembah. Di tangan Alim Khan-lah harapan tersisa. Pemimpin yang baru dua puluh tahun, pulang dari menuntut ilmu di negeri seberang, harus mendapati lembah kelahirannya hancur lebur. Tidak ada kata menyerah dalam kamus kehidupan Alim Khan. Dia yakin, siapa yang terus berjuang mengubah nasib, maka alam semesta akan mengirimkan bantuan, terlihat ataupun tidak terlihat.” H.138

“Kau tahu, Dam, mereka hanya punya satu pohon di seluruh lembah, dan apel itu hanya berbuah sepuluh tahun sekali. Mengunyah apel itu tidak hanya membuat kenyang, tapi memberikan sensasi tentram dan pemahaman baik di hati. Mengunyah apel itu tentu saja tidak membuat kau berumur panjang, tapi bias melapangkan hati yang sempit dan menjernihkan pikiran yang kotor. Itulah apel emas Lembah Bukhara.” H.140-141

“Teruskan kek, teruskan” Zas dan Qon berteriak tidak sabar. H. 153. Perasaan itu jua yang saya rasa teruskan ayo teruskan membaca. Pertanyaan demi pertanyaan menumpuk di dada hingga saya penasaran dibuatnya dan ingin segera menyudahi rasa penasaran ini dengan menuntaskan membaca.

“Mereka bukan suku pengecut, Dam. Mereka tidak takut mati demi membela kehormatan, tetapi buat apa? Suku penguasa angin terlalu bijak untuk melawan kekerasan dengan kekerasan. Membalas penghinaan dengan penghinaan. Leluhur Tutekong memutuskan akan menjaga kebijakan hidup mereka selama mungkin. Mendidik anak-anak mereka untuk mencintai alam, hidup bersahaja.” H. 157

Kalimat itu bak falsafah hidup bagi manusia yang harus menyikapi bumi dan alam tentang bagaimana seharusnya sikap manusia terhadap alam. Seperti rasa benci. Ya Rasa benci tidak harus berubah menjadi perlawanan. Rasa benci yang justru menjadi semangat, menjadi keyakinan bahwa mereka akan bertahan lebih lama dibandingkan keserakahan, rasa tamak dan bengis manusia terhadap alam. Hari ketika semesta alam berpihak pada kesabaran dan keteguhan. H. 159

Kami tidak mendidik kalian sekedar mendapatkan nilai di atas kertas. Tetapi juga dalam keseharian, dan itulah proses pendidikan itu sendiri. H. 241

Hidup harus terus berlanjut, tidak peduli seberapa menyakitkan atau seberapa membahagiakan, biarkan waktu yang menjadi obat. H. 242

Menurut saya, ini bentuk dari sebuah kepasrahan kepada Sang Khalik. Namun arti pasrah ini tidak dinisbatkan pada sesuatu karena tak bernyali, atau dalam arti menyerah. Bukan, bukan seperti itu, tapi pasrah di sini memiliki makna yang berbeda. Makna yang dahsyat bagi jiwa yang tetap berusaha dan disamping usahanya tersebut ia berpasrah diri kepada Sang Khalik karena ia tahu bahwa kekuatan itu ada pada bentuk kepasrahan kepada Sang Khalik.

Judul                            : Ayahku (Bukan) Pembohong
Penulis                         : Tere-Liye
Penerbit, th. Terbit       : PT. Gramedia, cet. 2, 2011
Hal                               : 299 hal.
ISBN                            : 978-979-22-6905-5

Isaimamiqi

Madre Kumpulan Cerita


Dewi Lestari atau yang biasa disebut sebagai Dee, menulis sebuah buku yang berjudul “Madre Kumpulan Cerita” . Dalam buku ini terdapat beberapa kisah yang terdiri dari 13 karya fiksi dan prosa pendek, yang merupakan karyanya selama lima tahun. Cuma saya lebih tertarik untuk meresume sebagian dari buku Madre ini. Kenapa Cuma sebagian? Karena menurut saya yang menarik perhatian Cuma madre. Hehe.

Oke, saya bakalan meresume cerita yang menurut saya bagian paling menarik dari buku Madre ini. Apakah itu? Cerita tentang Madre sendiri lah yang menurut saya menarik.

Cerita pertama yang disajikan oleh buku Madre adalah cerita mengenai Madre itu sendiri. Pasti kalian bertanya-tanya kan apasih Madre itu? Madre adalah sebutan untuk adonan biang roti yang sudah berumur puluhan tahun, yang terbuat dari tepung, air, fungi bernama Saccharomyses exiguus dan bakteri.

Cerita berawal dari laki-laki bernama Tansen Roy Wuisan seorang pemuda berambut gimbal dan berkulit gelap memiliki sedikit darah tionghoa dan india yang merupakan seorang surfing mengetahui asal-usul keluarganya yang ternyata mewarisi sebuah adonan biang roti yang bernama Madre yang sudah saya jelaskan di atas kepadanya. Kakek dan Nenek Tansen yang bernama Tan Sin Gie dan Laksmhie adalah pembuat roti terkenal pada masanya. Kakek Nenek Tansen membuka usaha toko Roti dengan nama “Tan de Bakker” yang berdiri tahun 1943 di Jakarta Kota. Seiring bermunculan bakery modern, toko roti Tan tenggelam pelan-pelan yang disebabkan tak ada untung.

Mendengar ia mendapat warisan “Madre” Tansen yang pada awalnya tinggal di Bali pergi ke Jakarta untuk menengok seperti apa warisan yang diberikan sang kakek padanya. Ketika mengetahui yang ia dapatkan hanya setoples adonan biang roti Tansen enggan untuk mengurus warsan tersebut, namun atas penjelasan Pak Hadi seorang mantan pembuat roti di toko roti Tan yang mengatakan kalo jika Madre hanya bisa diturunkan pada seseorang yang punya “hubungan langsung” yang ternyata adalah Tansen sendiri.

Selama tinggl di Tan de Bakker Pak Hadi mengajarkan bagaimana membuat roti dengan biang Madre. Semua pengalamannya selama tinggal di Jakarta atau lebih tepatnya tinggal di Toko Tan de Bakker  ia tulis di blog pribadinya. Cerita mengenai pengalaman membuat roti dengan Madre yang ia tulis di blognya membuat ia berkenalan dengan seorang perempuan bernama Mei Tanuwidjaja yang ternyata penikmat blog Tansen selama ini yang juga pengusaha roti  yang bernama Fairy Bread dan sudah tiga generasi diurus oleh keluarga Mei.

Mei si pembaca setia blog Tansen tertarik untuk memcicipi roti yang terbuat dari Madre dan berniat membeli resep Madre. Maka Mei mengunjungi Tan de Bakker dan menceritakan niatnya untuk membeli resep Madre. Namun Tansen menolak untuk menjual Madre. Walaupun Tansen menolak untuk menjual Madre, Mei tak pantang menyerah. Mei menawarkan 100 juta kepada Tansen untuk menjual Madre.

Tansen merasa tergiur dengan tawaran Mei, karena ia berpikir kalo dirinya tidak pandai mengolah roti jadi lebih baik Madre dijual kepada orang yang tepat seperti Mei. Pak Hadi yang sudah puluhan tahun bekerja di Tan de Bakker tidak rela menjual Madre. Namun apa daya Madre sekarang sudah dimiliki Tansen, jadi Pak Hadi tidak punya hak untuk melarang Tansen menjual Madre.

Di tengah cerita Tansen mengetahui betapa berharganya Madre tidak hanya untuk Pak Hadi saja tapi juga untuk keempat orang keluarga Tan de Bakker yakni Bu Sum, Bu Cory, Bu Dedeh dan Pak Joko yang sudah bekerja bertahun-tahun di Tan de Bakker. Melihat itu Tansen merasa tidak enak hati. Akhirnya Tansen menghubungi Mei dan merubah kesepakatan mereka. Tansen membuat kesepakatan jika semua roti yang diperlukan Mei akan dibuat di Toko Roti Tan, jadi Tansen dan seluruh keluarga besar Tan de Bakker yang menerima order dari Mei. Keputusan Tansen itupun membuat Pak Hadi dan keempat orang lainnya ikut senang.

Kerja sama itu berjalan baik. Mei mengajak Tansen untuk makan malam bersama. Mei banyak bercerita tentang usaha rotinya dan kesukaanya melihat tulisan Tansen di blog pribadinya yang membuat ia iri dengan Tansen kan kebebasan yang ia miliki waktu di Bali. Dari obrolan itu Tansen jadi tertarik pada Mei.

Walaupun kerjasama antara Tan de Bakker berjalan lancar ada hal yang mengganjal hati Tansen, yakni kondisi Bu sum, Pak Hadi, Bu Cory, Bu Dedeh dan Pak Joko yang sudah menua dan tidak lagi memiliki fisik sekuat Tansen. Tansen menceritakan kegelisahannnya itu pada Mei dan Mei memberikan solusi. Solusi yang diberikan Mei adalah bergabungnya Fairy Bread dan Tan de Bakker jadi jam kerja Pak Hadi dan kawan-kawan jomponya. dengan pegawai Fairy Bakker bergantian sehingga tidak memporsir kerja Pak Hadi dan kawan-kawan jomponya.

Dengan menggabungkan Tan de Bakker dengan Fairy Bread membuat nama toko roti Tan de Bakker berubah menjadi Tansen de Bakker yang berarti Tansen si pembuat roti. Media publikasi pun juga bertambah sehingga Tansen Bakker mempunyai website, twitter, facebook dan lainnya. Tidak hanya itu sekarang Tansen de Bakker tidak hanya menjual roti tapi sudah punya menu all day dining, yang meski daftarnya. tak banyak semua adalah menu terbaik.

Judul buku       : Madre Kumpulan Cerita
Pengarang        : Dewi Lestari “Dee”
Penerbit           : Bentang Pustaka
Tahun Terbit    : Februari 2013
Kota Terbit      : Yogyakarta
Jml Halaman    : 160 Halaman

Adam


Hidupmu adalah sirkusmu


 Kita telah banyak menjumpa istilah tentang hidup, seperti ‘sebuah perjalanan panjang’, ‘sesuatu yang fana’, ‘tempat singgah sementara’, ‘permainan’, dan masih banyak lagi. Kata sirkus yang disandingkan dengan kata hidup mungkin masih asing bagi kita, terutama bagiku yang waktu itu memutuskan membeli buku ini karena penasaran dengan isinya, apa persamaan keduanya? 

Buku ini dimulai dengan kisah seorang perempuan bernama Jackie yang tengah dihimpit masalah berat. Kerjaan di kantornya semakin banyak, begitu pun dengan suaminya, sehingga pertemuan mereka semakin jarang dan kualitas hubungan mereka semakin buruk. Jackie merasa kewalahan untuk menyelesaikan semua permasalahannya dalam waktu bersamaan. Pada akhirnya dia menemui ayahnya pada suatu istirahat makan siang dan mengadukan semuanya, juga meminta solusi atas permasalahannya.

Lelaki yang menjabat sebagai kepala divisi di kantornya menyambut putrid sulungnya dengan hangat. Setelah melepas kerinduan masing-masing, Jackie menceritakan semua masalahnya satu per satu. Sang ayah, Mark, mengerti akan permasalahan putrinya karena dia pun pernah mengalami problem yang sama di umur yang tidak jauh beda dengan Jackie kini. Saat itu Mark memiliki suatu rapat penting dan harus meninggalkan anak perempuannya, namun dia memiliki buku catatan yang selama ini merekam jejak perubahannya hingga menjadi Mark yang penuh prestasi, karir gemilang, keluarga harmonis dan tubuh yang sehat.  Jackie mulai membaca buku yang ditulis dengan tulisan tangan Mark.

Sebuah malam yang Mark tidak akan pernah menyangka akan merubah kehidupannya, adalah malam yang dia rasa sangat menyebalkan. Mark memiliki janji menonton sirkus kepada Jackie yang waktu itu masih berusia 5 tahun. Beberapa bulan terakhir dia memiliki jadwal yang sangat padat sehingg asangat jarang menemui anaknya hanya untuk berbicara atau bermain. Dia sering pulang larut untuk lembur dan hari itu dia harus pulang sore, menjemput istri dan Jackie menonton sirkus malam harinya. Sepanjang pertunjukan, Mark selalu gelisah memikirkan kerjaan di kantor yang harus segera diselesaikan. Sesekali dia mencuri waktu untuk menelpon kekantor, untuk mengetahui progress kerjaan anak buahnya dari luar gedung pertunjukan dengan alasan membelikan makanan untuk Jackie.  Victor yang memerhatikan gerak-gerik Mark sedari tadi mengajaknya berbincang diantara pergantian babak pertama ke babak kedua pertunjukan. “Kamu seperti ingin melakukan atraksi melempar gajah ke udara”  kata Victor. Itu adalah istilah untuk menyatakan sesuatu yang mustahil dilakukan. Dia yang seorang pemandu sirkus dari sebuah kelompok sirkus menjelaskan kepada Mark tentang perannya sebagai pemandu dan tentang sirkus itu sendiri.

Pemandu sirkus adalah orang yang paling berperan dalam lancarnya pertunjukan. Dia mengatur segalanya, manajemen waktu setiap aksi, atraksi setiap arena, memastikan kulitas pertunjukkan, membandingkan keahlian pemain sirkus dan memadu padankan semua atraksi sedemikian rupa agar menimbulkan decak kagum dan tepuk tangan dari penonton. Ada beberapa aturan yang perlu di ketahui, yaitu: pemandu sirkus tidak bisa berada di tiga arena sekaligus, tidak ada permainan sirkus tanpa kesalahan, latihan membuat semuanya menjadi semakin baik, dan mendapatkan feedback dari pihak lain (penonton) serta terus lakukan evaluasi. Kunci keberhasilan pertujukan adalah menggabungkan setiap kelompok atraksi sehingga babak demi babak berjalan berkesinambungan.

Mark awalnya tidak paham sepenuhnya dengan penjelasan Viktor, tapi dia mencoba metode sirkus dalam kehidupannya. Sejam sebelum mengerjakan tugas kantornya  yang sudah menumpuk, Mark menggambar tiga lingkaran arena-nya, arena Relasi, arena Profesi, dan arena  Pribadi. Setiap lingkaran dia bubuh kan aksi yang harus di lakukan serta menyertakan kegiatan yang jadi prioritas. Mark menerapkan metode sirkusnya sejak hari itu, dan setiap awal pasti selalu sulit, namun Mark cukup gigih untuk selalu memeriksa dan merevisi lingkaran arenanya.

2 minggu menjalankan metode tersebut dia merasa ada perubahan di dirinya. Prioritas pekerjaan pada projek-projek besar dan deadline yang sempit dilakukan lebih dulu dengan mengerjakannya dalambentuk tim dan koordinasi yang baik, beberapa idenya dalam rapat regional sangat cemerlang untuk efektifitas kerja, diapun mengusahakan pulang lebih awal dengan memadatkan kerja di kantor, setiap malam sebelum tidur dia menyempatkan membaca buku 20-30 menit (Arena Profesi), akhir pecan dihabiskannya dengan bermain diluar dengan Jackie dan Istrinya, sesekali dia menyempatkan diri bermain golf dengan temannya (Arena Relasi), dan untuk dirinya tetap sehat, Mark selalu jongging saat malam atau pagi hari secara rutin (Arena Pribadi). Bertahun-tahun Mark terus mendisiplinkan diri dalam menjalani metode sirkusnya, dengan terus mengevaluasi aksinya  secara berkala, sehingga kegiatan diarenanya semakin matang dan membawanya pada peningkatan kualitas hidup.

Jackie menutup buku yang baru saja dibacanya, lalu  mulai membuat lingkaran arenanya sendiri. Mark kembali keruangannya melihat Jackie sedang sibuk menulis. Jackie sangat berterima kasih dengan Ayahnya yang telah memberikannya pelajaran yang sangat berharga.


Judul                : Hidupmu adalah sirkusmu
Pengarang        : Jones Loflin dan Todd Musig
Tahunterbit      : 2008
Penerbit           : Ufuk Press

Khairisa

Alona Ingin Menjadi Serangga


Pertama kali saya membaca kumpulan cerita yang bersinggungan dengan anak. Bisa dibilang Cerita Anak dalam buku yang berjudul Alpha Ingin Menjadi Serangga. Kesan utama begitu luar biasa. Bahasan yang sederhana mudah dicerna, tapi kisahnya tak sesederhana yang saya pikirkan.

Kisah-kisah yang disuguhkan penuh dengan guratan makna, kritikan sosial, juga beberapa cerita kita diingatkan akan beberapa kebahagiaan anak yang terenggut. Seperti cerita pendek dengan judul Mariposa yang pernah tayang di Femina edisi 16-22 Mei 2015.

Cerita tentang keingin-tahuan seorang anak terhadap bentuk kupu-kupu. Mengingat tempat tinggalnya yang jarang ditumbuhi pepohonan. Maka nyaris tak akan menemukan kupu-kupu selain dalam bentuk yang diawetkan pada Museum Satwa. Sayang sekali, si kecil tak bisa melihat kupu-kupu terbang bebas. Hinggap pada bunga-bunga. Selain gambar pada buku ensiklopedi.

Setiap kisah yang disuguhkan dalam buku kumpulan cerpen yang ditulis oleh Mashdar Zainal, memiliki ciri khas tersendiri. Ending yang tidak diduga-duga. Mengubah stigma yang berbeda pada sudut pandang masyarakat. Mengingatkan kepada hal-hal sepele yang ternyata memiliki peran besar. Seperti ulat bulu yang menjijikkan, bisa menjadi kupu-kupu yang membantu proses penyerbukan.

Selain itu, buku ini cocok untuk dibaca hampir semua kalangan, yang memang menyukai dunia anak. Ibu-ibu untuk memberikan dongeng kepada putrinya sebelum tidur. Dengan beberapa ilustrasi unik yang menjadi daya tarik membacanya.

Terlepas dari beberapa konflik yang membuat pembaca menggelengkan kepala, berhenti sejenak memikirkan bagaimana itu bisa terjadi. Saya rasa itu ciri khas dalam buku ini. Ending yang menggantung, membuat kita menjadi tertarik menyelami tulisannya.

Beberapa ceritanya seperti Laron, Ulat Bulu dan Kupu-Kupu, dan Petani Dongeng. Memiliki kesan yang dalam. Pentingnya turut berperan menjaga keragaman hayati.
Tak sekedar membahas dunia anak, satu diantara kumpulan cerpen ini. Lebih mengingatkan pada dunia fana, melalui sudut pandang anak. Seperti “Kampung Lapar”, cerpen ini sudah pernah dimuat di Republika edisi Minggu 27 Juni 2010.

Saya menyukai semua cerita dalam “Alona Ingin Menjadi Serangga”, gaya bahasanya dinamis mengikuti perkembangan zaman. Natural tak terkesan dibuat-buat, meski fiksi kisahnya sedikit menggelitik ironi yang terjadi masa kini. Orangtua yang notabene sibuk kepada pemenuhan anak, terkadang tak punya waktu banyak untuk membimbing anak, memberikan waktu lebih untuknya.

“Dunia pikiran anak-anak adalah daratan penuh kabut yang cukup mengasyikkan untuk ditelusuri, ditebak-tebak atau direka-reka.” -Mashdar Zainal-

Terlepas dari beberapa kesalahan penulisan, sama sekali tidak mengurangi isi ceritanya. Cerita ini sangat rekomendasi bagi pencinta dunia anak!

Tanpa riuh anak-anak, maka dunia tak akan seru lagi.


Judul buku : Alona Ingin Menjadi Serangga
Penulis : Mashdar Zainal
Penerbit : UNSApress
Cetakan : ke-2, Januari 2016
ISBN : 978-602-71176-5-5
Jumlah Halaman : 145 Halaman

Baiq Cynthia

Pengaruh Komposisi Minuman Terhadap Kandungan Senyawa Fenolik pada Kopi dan Teh



Data epidomologi menunjukkan konsumsi kopi dan teh berasosiasi terhadap penurunan resiko beberapa penyakit kronis dan degenerative seperti kardiovaskuler, diabetes, obesitas. Kopi dan teh kaya akan sumber komponen fenolik, seperti asam klorogenat di kopi dan flavan 3 ols, sedangkan di teh terdapat theaflavin dan theasinensin. Kopi dan teh merupakan 2 minuman yang sering dikonsumsi di dunia. Komposisi dan pengolahan dapat mempengaruhi profil fenolik, yang akan memberi dampak pada stabilitas di pencernaan, bioavailabilitas, dan metabolisme fenolat, sehingga harapan kedepannya dapat dirancang produk minuman yang memiliki manfaat kesehatan yang spesifik. Pada artikel ini akan membahas terkait bioavaibilitas komponen senyawa fenolik dari kopi dan teh.

Teh mengandung senyawa polifenol katekin. Terdapat empat jenis katekin utama, yaitu epikatekin, epigalokatekin, epikatekin galat, dan epigalokatekin galat. Kandungan katekin pada teh hijau mencapai 85%, lalu pada teh hitam dengan adanya perlakuan fermentasi mengahasilkan senyawa turunan seperti theaflavin dan theasinensin. Campuran senyawa tersebut yang memberikan warna oranye-cokelat dan aroma pada teh. Sedangkan kopi, asam klorogenat menjadi senyawa polifenol utama, ada sekitar 12% kandungannya pada biji kopi hijau kering, lalu setelah proses roasting biji kopi light dan medium kandungannya berkisar 28 – 45 mg/g dan 18 – 31 mg/g.

Pada produk minuman berbasis teh dan kopi, senyawa seperti polifenol alami telah bergabung dengan ingridien lainnya yaitu dengan menggunakan bahan tambahan pangan (BTP), untuk menambah umur simpan produk pangan, seperti pemanis (kalori dan non kalori) dan creamer (susu atau non susu), antioksidan seperti asam askorbat.

Pada teh biasanya ditambahkan pengatur keasaman (acidulant) yaitu asam sitrat, natrium karbonat, dan natrium bikarbonat, selaim itu antioksidan untuk menghambat oksidasi dan menambah umur simpan, seperti antioksidan primer Butil Hidroksi Toluena (BHT), Butil Hidroksil Anisol (BHA). Kandungan seperti asam askorbat juga sering digunakan sebagai antioksidan. Adanya kandungan tersebut selain menambah umur simpan juga menjaga stabilitas dan meningkatkan senyawa fenolik.
Seperti halnya teh, minuman kopi juga menggunakan beberapa BTP, seperti perisa, krimer, pengatur keasaman (acidulant), dan pengemulsi. Pemberian asam dan antioksidan untuk memberikan efek sinergisme pada stabilitas senyawa fenolik kopi. Sedangkan penambahan susu masih baru diteliti, namun penambahan 10% tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap bioavaibilitas fenolik.

Judul Jurnal              : The Influence of Beverage Composition on Delivery of Phenolic Compound from Coffe and Tea
Nama Penulis            : Mario G. Ferruzzi
Penerbit                     : Elsevier
Tahun Terbit              : 2010
Jumlah Halaman        : 9 halaman
Sumber Jurnal            : Physiology and Behaviour doi:10.1016/j.physbeh.2010.01.035

Nama peresume          : Muhammad Isa D.