Minggu, 19 Agustus 2018

Tuhan, Inilah Proposal Hidupku


Buku ini dibuka dengan kutipan testimoni peserta seminar yang menceritakan kisah Jamil Azzaini (penulis) yang membawa proposal hidup ketika menunaikan ibadah hajinya. Saat itu ia tidak membacakan proposal hidupnya didepan Ka’bah, namun sambil thawaf ia meminta kepada Allah untuk dapat mewujudkan cita-cita sukses mulianya dalam proposal itu, dengan ridho-Nya. Sebagai informasi, Jamil Azzaini adalah salah satu motivator dengan slogannya “sukses-mulia” sekaligus salah satu penggagas komunitas Tangan Di Atas (TDA) dan mendirikan Pesantren Wirausaha yang sampai saat ini aktif terbentuk di beberapa kota di Indonesia, belakang saya baru tau kalau di Lampung juga ada. Penulis juga cukup sering wara-wiri di TV beberapa tahun terakhir walaupun beliau tidak punya acara khusus seperti Mario Teguh atau Bong Chandra (red. dulu).

“Apabila Anda ditunjuk menjadi ketua panitia HUT RI apakah Anda membuat proposal kegiatan? Jawabnya pasti, “Ya saya membuat proposal itu.” Acara HUT RI itu berlangsung berapa lama? Paling lama satu bulan. Pertanyaan lanjutannya, mengapa untuk acara yang satu bulan Anda membuat proposal tetapi untuk hidup Anda yang puluhan tahun Anda tidak membuat proposal hidup? Mengapa kita membiarkan hidup kita mengalir tanpa arah, tanpa tujuan, tanpa cita-cita?” (hlm.8)

Buku ini berbentuk workbook yang isinya penjelasan dan panduan membuat proposal hidup disertai tabel-tabel dan lembar isian yang ternyata urgensinya berkali-kali lipat dibanding proposal apapun yang pernah kita buat. Karena kita akan hidup puluhan tahun (insyaAllah) dan gak seharusnya dibiarkan mengalir aja, kalo akhirnya mengalir ke laut sih gapapa, kalo alirannya berhenti di kubangan lumpur? Kan gak mau kan. Nah, melalui buku ini kemudian penulis merumuskan pembuatan proposal hidup dalam 5 langkah yakni;

Langkah 1 : Sadarilah bahwa Anda adalah Masterpiece
Pada langkah awal, pembaca diminta untuk merenungi hidupnya, bahwa sebenarnya tiap diri ini adalah mahakarya yang unik dan tak ternilai harganya. Setiap manusia mempunyai pengalaman hidup yang baik dan yang buruk namun tidak ada yang persis sama keseluruhannya, pembaca juga disiapkan lembar untuk menuliskan pengalaman hidup yang berkorelasi sangat kuat dengan masa depannya atau profesi yang akan terus diasah dan dikembangkan, dalam hal ini menurut yang saya pahami adalah yang sesuai dengan passion.

Langkah 2 : Terapkan prestasi terbaik yang akan Anda raih
Pada langkah ini, penulis memberikan ilustrasi berupa penelitian oleh Jean Henri Fabre, seorang ilmuwan Perancis pada tahun 1870-an yang mengadakan percobaan sekelompok ulat,
Fabre mengambil beberapa ulat dan membuat ulat yang paling depan menyentuh ulat yang paling belakang. Ulat itu membuat suatu lingkaran mengelilingi sebuah pot bunga. Di tengah pot itu diletakkan ranting dan pucuk daun muda sebagai makanan ulat-ulat itu. Setelah beberapa saat, ulat-ulat berjalan beriringan mengitari pot yang berisi makanan ulat. Ulat-ulat itu terus berputar dan berputar. Jam demi jam, siang-malam dan hari demi hari hingga genaplah satu pekan ulat itu mengitari pot bunga itu. Setelah berjalan tanpa mengenal lelah, ulat-ulat tersebut mati karena kelaparan dan kehausan. Padahal, di dalam jarak yang sangat mudah dijangkau (tepatnya ditengah pot) tersedia makanan yang sangat lezat kesukaan mereka. (hlm. 26)

Ilustrasi ini memberikan gambaran kepada pembaca bahwa banyak diantara kita saat ini yang bisa jadi hidupnya seperti ulat-ulat tersebut, mengalir dan mengikuti kebiasaan yang sudah berlaku tanpa tahu dan mencari tahu peluang dan kesempatan di yang bisa saja justru memberikan kebahagiaan dan menjadikan kita lebih berarti bagi orang-orang disekitar kita. Nah, karena sebab itu, penulis mengajak untuk menentukan sendiri arah hidup kita dengan menuliskan prestasi dan pencapaian hidup yang spesifik, terukur, dengan jangka waktu yang jelas, meningkatkan 4-ta (harta, tahta, kata, dan cinta), dan yang tidak kalah pentingnya, memberikan manfaat untuk orang lain.

Langkah 3 : Jadilah seorang expert
Memulai untuk menghasilkan uang adalah kesalahan terbesar dalam kehidupan. Lakukan apa yang merupakan keahlianmu, dan jika kamu cukup bagus melakukannya, uang akan datang- Greer Garson (hlm. 35). Pada langkah ini penulis memberikan beberapa contoh seorang expert/ahli yang menjadikan keahliannya sebagai jalan untuk berkarya dan meraih kesuksesan. Penulis juga membagikan banyak sekali tips untuk bisa menjadi seorang expert, baik dari menyiapkan waktu khusus untuk berlatih, mencari mentor, dan salah satunya adalah bersahabat dengan orang yang mendukung impian kita, tidak perlu banyak orang cukup 5-6 orang dan tidak apa mempunyai impian yang berbeda. Sahabat-sahabat inilah yang mengingatkan dikala lupa, saling memotivasi dan bertukar pendapat. Kelompok ini yang kemudian bisa disebut kelompok mastermind. Setiap periode tertentu kelompok ini berkumpul dan saling membahas progress proposal hidup masing-masing. Menarik.

Sampai pada langkah ke-3, pembuatan dan implementasi proposal hidup sebenarnya sudah bisa dijalankan, karena pada langkah 4 dan 5 berturut turut adalah menyempurnakan hidup dari sekarang dan menyempurnakan lingkungan. Maksudnya, secara bertahap, pembaca diharapkan untuk mengevaluasi proposal dan komitmen yang sudah dibuat serta mulai menciptakan lingkungan yang kondusif yang dapat mendukung pencapaian prestasi dan keahlian kita.

Buku ini sangat ringan dan ditulis dengan bahasa yang menarik ala Jamil Azzaini, jika kalian pernah mengenalnya di acara tv atau seminar, ia adalah sosok motivator yang kocak tapi juga islami dan cerita-ceritanya lumayan seru. Buku ini juga cukup menarik bagi saya, beberapa tahun lalu saya mempelajari membuat proposal hidup untuk keperluan beasiswa dan belum tau ada buku ini hehe, dan ternyata saat beberapa minggu kemarin main ke kos adik saya nemu buku ini, sudah lengkap panduannya dan gak perlu ribet browsing contoh-contoh proposal hidup seperti jaman saya dulu hehe. Buku ini bisa jadi rekomendasi bagus buat siapa saja terutama mungkin untuk remaja dan mahasiswa, selain untuk keperluan beasiswa juga buat merencanakan masa depannya bertahun-tahun kedepan. Semakin rinci proposal hidup kita, semakin fokus kita menentukan arah hidup. Selamat membuat proposal!
  
Judul Buku : Tuhan, Inilah Proposal Hidupku
Nama Penulis : Jamil Azzaini
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2009
Jumlah Halaman : 99 halaman

Bandar Lampung, 17 September 2017
Mustika Rizky Amalia

0 komentar: