Minggu, 05 April 2015

ENSIKLOPEDI KELUARGA SAKINAH 03

 ENSIKLOPEDI KELUARGA SAKINAH 03
Penulis:Muhammad Thalib

IV. Hikmah dan Barakah Beristri Shalehah

1. Menjaga Keimanan dan kehidupan Akhirat Suami
Dari Abdullah bin ‘Amr bin Ash: “Sesungguhnya Rasulullah Saw telah bersabda: Dunia ini adalh perhiasan dan perhiasan yang terbaik adlaah istri shalehah yang membantu (kepentingan) akhirat suaminya’” || HR. Ruzain

Banyak orang beralasan bahwa hidup di dunia merupakan kesempatan untuk bersenang-senang. Tetapi istri shalehah menyadari bahwa betapa ruginya hidup tanpa amal shaleh. Hal inilah yang mendasari prinsip hidupnya sehingga ia senantiasa mengingatkan suaminya untuk memelihara shalat wajib, menjauhkan diri dari hal yang haram terutama dalam mencari nafkah untuk kehidupan istri dan anak-anaknya. Ia membentengi suaminya dari segala pengaruh yang merusak akidah, akhlak, dan ibadahnya.


2. Menaati Kepemimpinan Suami
Dijelaskan dalam hadits riwayat hakim bahwa seorang istri tidak boleh melakukan sesuatu yang dibenci suaminya. Jika suami berlaku zalim kepadanya dan ia tetap bersikap sabar dan bahkan mampu menyenangkan hati suaminya, maka akan menguntungkan dirinya. Seorang istri yang shalehah menyadari bahwa taat kepada kepemimpinan suami merupakan bagian dari perintah Allah dan RasulNya, ia menaati suaminya untuk mendapatkan keridhaan Allah.

3. Memikul Sebagian Tanggung Jawab Suami
Dalam hadits riwayat Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Muslim dijelaskan bahwa seorang istri adalah pemimpin atas rumah tangga suaminya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Istri shalehah mengetahui bahwa keberadaan dirinya di samping suaminya adalah untuk membantu suami mengemudikan rumah tangganya. Ia sadar bahwa suaminya adalah manusia yang memiliki kekurangan seperti dirinya. ia yakin bahwa tidak ada baiknya mencari-cari kesalahan suami. Ia mengetahui bahwa upaya untuk saling mengingatkan dan bersabar menghadapi kekurangan masing-masing akan memberikan pahala yang besar kelak di sisi Allah.

4. Tidak Merespons Kemarahan Suami
Dalam hadits riwayat Thabrani disebutkan bahwa perempuan ahli surga adalah seorang istri yang besar cintanya, banyak anak, bila ia marah atau hatinya dibuat tidak senang, atau suaminya memarahinya ia akan berkata “ kuserahkan tanganku ke tanganmu. Aku akan memejamkan mataku sampai engkau ridha (kepadaku) “.

Istri shalehah memahami bahwa pada keadaan tertentu suaminya dapat marah, baik karena kesalahan istri atau kesalahan suami sendiri misalnya karena suami sedang memiliki permasalahan dan sangat memerlukan jalan keluar. Istri shalehah menyadari bahwa kasih sayang dan sikap lapang dada menghadapi segala persoalan suami dapat membantu suami mencari jalan keluar. Ia tidak melihat permasalahan berdasarkan hawa nafsu dan bisikan-bisikan syetan tetapi dengan kacamata syariat Allah dan Rasulnya, sehingga ia tidak akan melayani kemarahan suami dengan kemarahan pula. Sikap istri yang seperti itu akan memberi suami kelapangan, kelegaan, ketentraman sehingga suami merasakan keluarga yang sakinah.

5. Sosok Pengalah
Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Syaibah diceritakan bahwa Abu Dzar ditanya tentang istrinya, kenapa ia tidak memilih istri yang lebih cantik darinya. Ia menjawab bahwa ia lebih memilih istrinya yang berkulit hitam tetapi merendahkan diri kepadanya daripada seorang istri dari kalangan terhormat dan cantik tetapi selalu merasa lebih dari suaminya.

Sikap istri yang selalu mengalah menimbulkan kepercayaan yang besar kepada suami bahwa dirinya benar-benar oramg yang berharga karena ada orang yang patuh kepadanya dengan ikhlas dan penuh pengertian.

6. Mengutamakan Suami Dibandingkan Saudara
Dalam ssebuah hadits riwayat Ibnu Majah dan Hakim diceritakan bahwa ada seorang shahabiyah yang dikabari bahwa saudara dan suaminya meninggal dalam jihad fii sabilillah, tetapi ia hanya menyatakan kesedihan atas meninggalnya sang suami. Rasulullah menyatakan bahwa istri lebih sedih kehilangan suami daripada saudaranya.

Bagi istri shalehah, melayani suami berarti terbukanya jalan baginya untuk menjalani kehidupan keluarga yang digariskan oleh Allah, ketaatannya kepada suami merupakan perwujudan konkret takwanya kepada Allah. Hal inilah yang membuat muslimah merindukan keberadaan suami di sampingnya.

7. Mitra yang Baik Menyalurkan Kebutuhan Seksual
Diriwayatkan dalam hadits riwayat Thabrani bahwayang termasuk hak suami terhadap istrinya adalah apabila ia meminta dirinya (melayani), padahal ia sedang di dapur, ia tidak menolak untuk melayaninya. Dia tidak berpuasa sunah tanpa izinnya, dia tidak keluar rumah tanpa izinnya.

Istri shalehah tidak menganggap bahwa pernikahan adalah alat perbudakan laki-laki terhadap perempuan. Dengan keyakinan seperti itu ia merasakan bahwa tugas pelayanan seksual kepada suaminya dengan ikhlas adalah untuk mencari keridhaan Allah.

8. Menggairahkan Secara Seksual
Diriwayatkan dalam hadits riwayat Dailami dari Anas bahwa Rasulullah bersabda bahwa istri yang terbaik adalah istri yang ‘afifah lagi ghalimah. Afifah yaitu memelihara kesucian kemaluannya dan ghalimah yaitu yang menggelorakan seksual suaminya (pada saat bersetubuh).

9. Menyejukkan Mata dan Hati
Hadits riwayat Abu Umamah r.a., meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda bahwa tiada yang lebih berharga bagi seorang mukmin setelah takwanya kepada Allah selain istri shalehah yang apabila diperintah ia taat, jika dilihat ia menyenagkan, jika mendapatkan giliran ia melayaninya dengan baik, apabila ditinggal pergi ia memelihara dirinya dengan baik dan menjaga harta suaminya.

10. Setia Merawat Saat Suami Sakit
Dalam sebuah hadits riwayat Bazzar Rasulullah menjelaskan kewajiban istri kepada suami yang sakit dengan perumpamaan bahwa ia wajib menjilat darah suami ketika terluka, dan bahkan menelan nanahnya ketika suami bernanah. Istri shalehah tidak merasa terbebani dengan sakitnya sang suami, ia menganggap sedang emmperoleh kesempatan yang sangat berharga dari Allah untuk mendapatkan limpahan pahala.

11. Amanah Memelihara Harta Suami
Seperti yang dijelaskan dalam point 9, istri shalehah menyadari bahwa harta suami merupakan amanah yang dipercayakan kepadanya. Bukan harta yang seratus persen menjadi miliknya sendiri, sehingga ia tidak menggunakan untuk kepentingannya sendiri tanpa mendapatkan izin suaminya.

12. Mampu Mengelola Belanja Meski Sedikit
Hadits riwayat Ahmad, Bukhari, dan Muslim menyampaikan bahwa Rasulullah menyatakan bahwa wanita yang paling baik adalah yang besar kasih sayangnya kepada anak kecil dan pandai mengurus harta suaminya yang sedikit (miskin).

Hadits tersebut menjelaskan bahwa istri yang baik adalah yang mampu mengelola uang belanja sedikit yang diberikan oleh suami sehingga mencukupi kebutuhan keluarga.

13. Menjaga Kesucian Generasi Penerus
Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Majah, Abu Dawud, Ibnu Hibban, Nasaai, dan Hakim dijelaskan bahwa jika seorang perempuan memasukkan laki-laki ke dalam lingkungan suatu kaum padahal ia bukan berasal dari kaumnya maka perempuan tersebut tidak akan memperoleh ampunan pahala amalnya dari Allah. Seseorang yang dimaksudkan adalah laki-laki yang bukan suaminya dan dipergauli sebagai suaminya sehingga terjadilah hubungan seksual dengan dirinya. Benih yang ia kandung ini akan mendatangkan kemurkaan Allah kepadanya.

14. Figur Penyeyang dan Pendidik Anak
Diceritakan dalam sebuah hadits riwayat Muslim tentang seorang ibu yang memberikan jatah kurmanya kepada anaknya, ia menyayangi anaknya dengan mengorbankan kepentingannya sendiri. Ia dinyakan oleh Rasulullah akan dimasukkan ke dalam surga atau diselamatkan dari dalam neraka karena kedua anak perempuannya tersebut.

15. Berhasrat Memiliki Banyak Anak
Dalam hadits riwayat baihaqi disebutkan bahwa istri terbaik adalah istri yang bersedia mempunyai anak yang banyak dari benih suaminya. Ia menyadari bahwa anak merupakan tabungan di dunia dan akhirat. Anak merupakan sandaran yang kuat untuk masa depan meskipun semasa anak-anak masih kecil beban keluarga menjadi berat.


Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Indonesi Membaca. 

0 komentar: