Minggu, 05 April 2015

Kelas Sehat Prestasi Hebat



Judul                     : Kelas Sehat Prestasi Hebat
Penulis                  : Jenny Gichara
Penerbit                : Elex Media komputindo
Cetakan                 : Pertama
Tahun                    : 2012
Halaman               : 298 halaman




“ Selamat datang di kelas sehat, nyaman dan berprestasi!”; “Sekolah bilingual dengan kurikulum internasional”; “sekolah trilingual dengan ajaran kerohanian yang kuat”; “Sekolah internasional dengan pembelajaran active learning”; “sekolah nasional plus dengan kompetensi internasional”; “sekolah transformasi dengan jiwa enterpreneurship”.
Itulah sebagian slogan yang sering kita lihat dalam spanduk-spanduk penerimaan siswa baru disetiap sekolah. Faktanya, apakah benar demikian?
Segala sesuatu perlu bukti! Buktinya, siswa memerlukan kelas sehat yang sekaligus berprestasi. Ayo siapa mau punya kelas sehat? Kelas sehat dengan prestasi hebat yang menjadi idaman sekolah, guru, orangtua dan tentu saja siswa. Kelas sehat menciptakan kenyaman belajar bagi seluruh komunitas pembelajar yang terlibat didalamnya. Kelas sehat tidak sekedar sehat secara fisik , melainkan kelas yang harus sehat secara psikis maupun rohani. Memang bukan perkara mudah, tetapi tidak mustahil diwujudkan.
Buku ini mengetengahkan beberapa topik bagi orangtua dan guru untuk memandu memilih sekolah yang sehat dan berprestasi yang di bagi ke dalam 8 topik, yaitu:
1.       Kiat memulai tahun ajaran baru
2.       Membentuk kelas sehat
3.       Manajemen kelas
4.       Mengenal gaya belajar
5.       Mengembangkan nilai rohani di sekolah
6.       Mendidik dengan kasih
7.       Menjadi guru yang efektif
8.       Peran orangtua meningkatkan prestasi anak
Seperti judulnya kali ini saya hanya akan membahas bab 2 yaitu “membentuk kelas sehat”,  kelas yang sehat bukan hanya melibatkan banguna kelas secara umum, melainkan kelas sehat secara holistik baik dari ruang kelas, siswa, guru dan semua komponen didalamnya. Untuk membentuk kelas yang sehat dalam buku ini dibahas 4 hal yang perlu di perhatikan
1.       Siswa yang sehat
Faktor penting yang mesti dipahami guru adalah memperhatikan kondisi siswa seperti jam istirahatnya. Siswa yang sehat ibarat mesin yang terus bergerak dan sulit menyuruh mereka beristirahat sehingga guru perlu menyususn program belajar yang seimbang antara kegiatan aktif dan pasif dimana istirahat masuk dalam programnya.Guru juga harus dapat mengenali perilaku siswa yang kurang sehat. Hal ini dapat dilihat dari wajah dan gerakannya. Wajah gembira yang tiba-tiba murung , tidak selera makan dan suhu tubuh yang berubah dapat menjadi indikasi awal. Kesehatan emosi sangat penting untuk mencapa keberhasilan belajar. Hasil penelitian tentang otak (Goleman,1995) menunjukkan adanya hubungan antara keterlibatan emosi, memori jangka panjang dan belajar.

2.       Kelas yang sehat
Ruang kelas harus bersih dan memiliki sanitasi yang baik. Penerangan, pemanasan ruangan dan ventilasi harus dijaga pada kondisi yang sehat. Pastrikan terdapat persediaan tisu di kelas  dan sabun cair di kamar mandi dan pakaian ganti serta alat mandi diloker setiap siswa khawatir sewaktu-waktu anak jatuh dan kotor.
Kelas sehat juga kelas dengan suasana dan keadaan ruangan yanng melibatkan emosi didalamya. Suasana kelas harus diciptakan sedemikian rupa sehingga membuat siswa dan gurunya nyaman dan senang, sehingga rasa bosan, jenuh dapat dikurangi menjadi rasa rela dan nyaman dalam kebersamaan.

3.       Guru yang sehat
Guru adalah teladan bagi siswa maka perilaku, kebiasaan serta gaya hidupnya sangat penting untung menciptakan kelas sehat.  Pastikan seorang guru senantiasa dalam keadaan sehat  baik jasmani maupun rohani. Ketidakhadiran guru dikelas karena sakit dapat membawa suasana yang buruk diruang kelas. Karena umumnya siswa lebih patuh terhadap guru kelasnya dibanding guru lain yang menggantikan. Sementara guru yang sehat secara rohani ialah guru yang seanantiasa melibatkan tuhan dalam kehidupannya, mampu melihat setiap potensi dan kemampuan anak tanpa membedakan (pilih kasih), menjalin simpati dan pengertian, serta mampu membangun keceriaan dalam kegiatan belajar mengajar.
Guru yang sehat secara karater adalah guru yang terbuka dalam perencanaan keiatan belajar-mengajarnya, membuat materi yang berguna di kehidupan nyata , menggunakan humor secara proposional, demokratis dan bertanggungjawab, memandang siswa sebagai pribadi yang unik, responsif, konsisten terhadap penerapan disiplin, mampu meyajikan materi yang sesuai kebutuhan siswa dan masih banyak lagi. (kalo penasaran baca bukunya deh ^_^)

4.       Kelas yang disiplin
-          Kelas dengan ekspresi kasih
Kita harus memahami bahwa kelas tidak akan pernah menjadi komunitas yang sempurna karena manusia tempat dari dosa., dan kita harus menghadapi kenyataan itu. Untuk menciptakan dan mempertahankannya seorang guru harus menetapkan, mengajarkan, dan mempraktikan norma prilaku positif. Siswa dan guru perlu mendapatkan penjelasan apa yang harapkan.
-          Terapkan disiplin
Hal yang tidak boleh dilupakan dalam membentuk kelas sehat adalah penerapan disiplin.  Contoh penerapan disiplin di kelas ketika pembelejaran:
Bila Joane mulai mengganggu pembelajaran, jalanlah melintasi ruangan dan berdiri didekatnya sambil terus memimpin diskusi
Bila siswa sudah meras bosan dan kurang berkonsentrasi ubahlah kegiatan yang diraencanakan sebelumnya untuk mencairkan suasana
Bila Berto selalu menjadi biang kerok perselisihan dilapangan, binalah hubungan dilapangan dan mintalah ia melakukan tugas lapangan yang ia sukai. Jangan pernah mengeluarkan siswa hanya karna tindakan sepele.dll...
-          Tentukan target yang diinginkan
Prasyarat untuk mencapai disiplin efektif adalah merancang batas yang tepat dan sesuai dengan harapan sekolah, kematangan siswa, serta karakter kelas dan guru. Guru yang bijaksana akan jelas merencanakan prosedur, target dan aturan. Mintalah siswa memahaminya, dan lihat bagaimana mereka melakukannya dengan baik dan konsisten. Buatlah sekelompok aturan yang jelas dan sederhana disertai sangsi akibat yang telah disepakati dengan konsisten.

Nb : Salah satu kelemahan paling umum pada guru pemula adalah mereka tidak secara konsisten memberlakukan kerangka yang dirancangnya. (PR untuk saya pribadi sepertinya...”menjadi guru yang konsisten”, heee ^_^) Untuk para guru dan calon guru, yuk kita mulai rancang kelas sehat kita!! GANBATE J

Bogor, 5 Maret 2015
Nurjanah
Indonesia Membaca 3

0 komentar: