Minggu, 05 April 2015

Setelah Kesulitan Pasti Ada Kemudahan



Judul               : Setelah Kesulitan Pasti Ada Kemudahan
Pengarang       : Amir Shammakh
Penerbit           : gazza media
Jmlh Halaman : 171 lembar
Resumed by    : Yusuf Enril Fathurrohman IM2

Dunia Adalah Rumah Musibah





 
            Kita harus sadar bahwa dunia adalah rumah musibah, kesusahan, dan rumah berbagai macam bencana. “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia berda dalam susah payah” (QS. Al-Balad [90]:4). Bila hari ini kita tengah merasakan kesusahan disebabkan oleh harta, atau terkena penyakit, kematian seorang yang dicinta, kedzaliman seorang hakim, JANGANLAH TAKUT, karena memang demikianlah dunia. “Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan (QS. Ali Imran [3]:186).
            Setelah kita menyadari dunia adalah rumah musibah, kita juga harus tau bahwa setiap musibah yang diberikan, Allah selalu mengiringinya dengan jalan keluar dan kemudahan. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al Insyirah [94]:5). Tahukah kita bahwa diantara musibah dan jalan keluar itulah Allah mengetahui kadar keimanan, kesabaran, serta keyakinan hamba-Nya. Oleh karena itu tidak selamanya musibah menimpa pada seorang ahli maksiat, mungkin juga pada hamba-Nya yang taat sebagai pengukur seberapa imannya. Rasulullah saw bersabda, “Jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan mengujinya, siapa yang ridha akan ujian itu, Allah akan ridha padanya, siapa yang marah, Allah juga akan marah padanya” (HR. Tirmidzi). Sebagai contoh 80 tahun lamanya Nabi Ayyub as hidup tanpa bisa bergerak, tidak ada harta, bahkan beliau ditinggalkan istrinya. Namun keadaan tersebut tidak membuat kesabaran di dadanya tercabut, hingga Allah memujinya “Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya)” (QS. Shaad [38]:44).
            Seorang mukmin hendaklah selalu menunggu pertolongan dan janji kemenangan dari-Nya, janganlah pernah berputus asa atau menyerah lalu angkat tangan begitu saja. Saat masalah menarik kita ke lembah nestapa, berpeganglah pada tali Allah erat-erat, berusaha, kemudian serahkan hasilnya pada Yang Maha Bijaksana. “Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan” (QS. At Thalaq [65]:7) & “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar” (QS. At Thalaq [65]:2). Masukkan ayat ini ke dalam lubuk hati, niscaya ketenangan yang luar biasa akan kita rasakan menggeser kekhawatiran yang sebelumnya menyelimuti. Baca dan tadabburilah bahkan ulangi sekali lagi bila perlu sedikit demi sedikit kita akan merasakan betapa Allah Maha Pemberi kelapangan, Pemberi rizki, Pengatur segala urusan, Maha Kuasa melepas segala derita, Maha Pelindung, Maha Penolong saat kita membutuhkan.
Mohonlah Pertolongan-Nya, jangan lemah !!!
            Musibah-musibah yang menimpa kita banyak disebabkan oleh ulah kita sendiri, entah berasal dari dosa, kejahatan, atau kesalahan kita. Karena memang maksiat akan menarik datangnya musibah, menimbulkan kebencian makhluk-makhluk Allah yang lain pada pelakunya, serta menjauhkan rezeki. “Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka dan sesungguhnya Kami adalah Maha Besar (QS. Al. An’an [6]: 146). Namun betapapun banyak kekhilafan manusia, Allah tetap saja memperlakukannya dengan lembut dan penuh kasih sayang “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (QS. Al syuraa [42]:30).
            Allah tak pernah berbuat dzalim pada hamba-hamba-Nya bahkan rahmat lebih Dia dahulukan dari kemarahan-Nya, Dia memaafkan sebagian besar kesalahan-kesalahan manusia. Bahkan sebenarnya manusialah yang menentukan datangnya musibah. Dan manusialah juga yang menentukan keadaan hidup mereka bisa berubah, “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaaan suatu kamum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS. Ar Rad [13]:11).
            “Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baiknya tempat bagi orang yang bertakwa” (QS. An Nahl[16]:30), ini adalah janji Allah, tak akan meleset sedikitpun. Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia menjaga hubungan dengan-Nya, dan yakin percaya akan daya dan kekuatan-Nya seperti dalam QS. An Nahl[16]:97 yaitu “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepada mereka kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”.
Ucapkanlah “La Haula Wala Quwwata Illa Billah”!
            Saat kita merasa lemah, sedih, dan gundah, ingatlah akan kebesaran Allah, kekuatan, dan kekuasaan-Nya. Jangan jenuh untuk meminta-Nya, jangan ragu pintalah hajat yang terkecil hingga terbesar. Allah tidak menuntut apapun dari kita kecuali hanya kita mau menyembah-Nya dengan sebenar-benar menyembah, mengingat-Nya, menyerahkan seluruh urusan pada-Nya, dan yakin bersama-Nya tak akan celaka sesuatu pun di langit dan di bumi.
            Perbanyaklah dengan bacaan “La Haula Wala Quwwata Illa Billah”/”Tiada Daya dan Kekuatan Melainkan dari Allah”. Serahkan seluruh urusan sembari mempersembahkan doa ini pada-Nya. Bila saat itu kita tengah berada dalam suatu masalah maka Dia akan melepaskannya, bila kita tengak ditimpa kefakiran, Dia akan memudahkan rezeki kita, bila kita tengah berada dalam kenikmatan, Dia akan melanggengkannya dan membimbing untuk menggunakannya dengan baik. Nabi saw bersabda “Siapa yang Allah beri kenikmatan hendaklah dia bertahmid, siapa yang tersendar rezekinya hendaklah dia beristighfar, dan siapa yang terlilit suatu maslaah hendaklah mengamalkan “La Haula Wala Quwwata Illa Billah”.
Mendekatlah pada-Nya dengan Amal Shalihmu
            Allah akan membela orang-orang yang beriman, menyelamatkan para wali dan hamba-hamba-Nya yang salih dari kesengsaraan, “Kemudian kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas kami menyelamatkan orang-irang yang beriman (QS. Yunus[10]:103).
            Saat kita merasa dalam kesulitan, sebut “Ya Allah!”, saat kita sakit, sebut “Ya Allah!”, saat kita didzalimi, sebut “Ya Allah!”, saat kita takut, sebut “Ya Allah!”. Adukan semua padanya, jangan malu. Berdoalah dengan bertawassul pada amal-amal sholeh. “Barangsiapa yang mengerjakan amal shalej, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS. An Nahl[16]:97).

0 komentar: