Minggu, 05 April 2015

Malaria Entomology and Vector Control Guide for Participants (Training Module on Malaria Control)



Judul Buku      : Malaria Entomology and Vector Control Guide for Participants (Training
                          Module on Malaria Control)
Judul Bab        : Learning Unit 2: Identification of malaria vectors
Pengarang       : World Health Organization (2013)
Tebal Buku      : 190 p.
Penerbit           : WHO Press





Kawan-kawan mungkin masih ingat pelajaran IPA di Sekolah Dasar dulu mengenai penyakit malaria. Malaria disebabkan oleh Plasmodium, semacam parasit, yang ditularkan dari manusia satu ke manusia lain melalui vektor (perantara) nyamuk Anopheles.Bab yang saya susun resumenya ini bercerita sekilas mengenai perbedaan nyamuk Anopheles bila dibandingkan dengan nyamuk lain.

Nyamuk merupakan serangga yang tergolong dalam Filum Artropoda, Kelas Insekta dan Ordo Diptera.Tubuhnya terbagi atas tiga bagian, yaitu kepala, toraks (dada) dan abdomen (perut). Kaki berjumlah tiga pasang, menempel pada bagian toraks. Sayap nyamuk, seperti halnya Diptera lain, berjumlah dua pasang, hanya saja yang sepasang mengalami rudimentasi sehingga secara kasat mata terlihat hanyasepasang. Tipe mulut penusuk dan pengisap dengan alat berupa probosis. Nyamuk juga memiliki sepasang antenna dan palpi di bagian kepalanya.

Siklus hidup nyamuk secara umum terbagi menjadi empat tahap, yaitu telur – larva (jentik) – pupa (kepompong) – nyamuk dewasa.
Telur Anopheles memiliki keunikan bila dibandingkan dengan nyamuk lain. Nyamuk Aedes (penular DBD atau Chikungunya) memiliki telur yang terpisah satu sama lain, dan biasa ditemukan menempel pada dinding penampungan air. Telur nyamuk Culex (penular Filariasis atau Japanese encephalitis) bergabung satu sama lain membentuk formasi rakit. Telur nyamuk Anopheles terpisah satu sama lain seperti Nyamuk Aedes, namun tidak menempel di tepi penampungan air karena memiliki bagian seperti pelampung yang membuatnya tetap mengapung berjauhan di permukaan air.

Pupa Anopheles secara kasat mata terlihat mirip dengan pupa genus lain. Jika diamati lebih dekat, alat pernafasan pupa Anopheles (breathing trumpet) berukuran lebih pendek dan lebar daripada pupa Aedes dan Culex.

Nyamuk Anopheles sangat mudah dibedakan dengan nyamuk genus lainnya jika dilihat dari posisi hinggapnya. Posisi hinggap nyamuk Anopheles membentuk sudut 50˚-90˚ terhadap permukaan, sedangkan nyamuk genus lain memposisikan dirinya hampir sejajar terhadap permukaan hinggap.

Tedapat lebih dari 40 spesies Anopheles di Indonesia. Untuk membedakan satu dengan lainnya, dapat diamati bagian-bagian tubuhnya, antara lain: warna gelap dan terang sisik pada probosis dan palpi, sayap, jumbai sayap, serta kaki.

Selain membedakan spesies nyamuk Anopheles dengan cara konvensional menggunakan kunci identifikasi nyamuk, ada berbagai macam teknik identifikasi menggunakan pendekatan biokimia dan molekuler. Contohnya analisis isozim, marker genetik, DNA mitokondria, ribosomal DNA, DNA mikrosatelit, dan RAPD. Namun bagi saya, identifikasi dengan cara konvensional ini memiliki daya tarik tersendiri. Selain bisa dilakukan dalam waktu singkat, cara ini memberi kesempatan untuk semakin mengagumi kesempurnaan desain-Nya untuk makhluk imut yang sering dibenci manusia, bernama nyamuk J

~yusnita, IM1~



0 komentar: