Minggu, 05 April 2015

Sekolahnya Manusia



Kategori          : Buku
Judul               : Sekolahnya Manusia
Penulis             : Munif Chatib
Penerbit           : PT Mizan Pustaka (Cetakan XV_2012)
Tebal buku      : 187 hal




Beberapa minggu lalu Mb jaya meresume buku “Sekolah anak-anak Juara” kini giliran saya meresume satu buku yang recommended untuk dibaca oleh semua kalangan tidak hanya untuk pendidik….
Buku ini diawali dengan kenapa judul ini dipilih oleh penulis. Menyadari bahwa selama ini Sekolah dijadikan “Sekolah Robot”, Maka penulis menulis buku ini sebagai tambahan menu yang layak dipilih bagi pecinta pendidikan agar memandang Sekolah itu adalah “Sekolahnya Manusia” bukan “Robot”.
Buku ini terdiri dari 3 Bagian yaitu Bukan mereka yang bermasalah, Persoalan Pendidikan di Indonesia, dan Solusi Pendidikan di Indonesia.
Untuk kali ini saya akan meresume Bagian I yaitu “Bukan mereka yang bermasalah”.
Kalau kita berbicara tentang sekolah maka fenomena yang sering kita temukan adalah Kejenuhan Guru dan Siswa untuk sekolah. Kita juga sama-sama mengetahui bahwa betapa bahagianya ketika siswa mendengar kata “Libur”. Sedangkan ketika Sekolah, hanya ada dua kata yang selalu ditanyakan para siswa pada Guru yaitu “Kapan pulang?”. Miris bukan….Lalu ini salah siapa?
Ternyata bukan para siswa yang bermasalah yang bermasalah adalah proses belajar mengajar di dalam sekolah. Permasalahan ini muncul disebabkan kesalahan dari awal yaitu sejak penerimaan siswa baru ke sekolah. Kesalahan yang sering dilakukan adalah pandangan sekolah bahwa yang terpenting adalah “The best input” sehingga banyak sekolah yang melakukan seleksi penerimaan siswa dengan sistem nilai raport atau tes yang hanya mampu menguji kemampuan kognitif siswa. Alhasil timbullah istilah sekolah unggul, sekolah biasa, kelas unggul, kelas biasa, siswa pandai dan siswa bodoh. Padahal seharusnya sebuah sekolah memegang prinsip “The best process”. Tidak penting inputnya bagaimana tetapi yang terpenting bagaimana proses pembelajaran di sekolah tersebut sehingga sekolah bisa menjadi sarana para siswa memahami dan mengasah kecerdasan mereka. SMP YIMI Full Day School Gresik adalah salah satu yang sudah menerapkan “The best process”. Hari ini SMP ini sudah menjadi sekolahnya manusia dan mampu meluluskan semua siswanya dengan kualitas yang memuaskan. Selain itu, siapapun diberikan kesempatan yang sama untuk diterima di sekolah ini.
Tidak ada seorang pun yang bodoh karena pasti setiap orang minimal memiliki satu kecerdasan (multiple Intelligences). Setiap insan terlahir ke dunia ini dalam keadaan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Sayangnya, tidak semua pihak menyadari keberagaman karakter seseorang tersebut, termasuk dalam pendidikan. Sistem pendidikan (sekolah) di Indonesia masih cenderung menyamaratakan standar kecerdasan satu siswa dengan yang lainnya dengan parameter sempit yaitu kognitif. Namun, dibalik semua itu ada sebuah perlawanan terhadap sistem ketidakadilan tersebut. Kisah-kisah spesial pun menunjukkan “perlawanan” yang dipelopori oleh siswa-siswa cerdas dan guru-guru mereka yang bijak. Bagaimana Latif memahami penjumlahan matematika lewat melukis, Bela yang belajar selalu ditemani Berbie, Ridwan yang dikenal hiperaktif dapat belajar dengan tenang lewat parody lagu, Andra yang dianggap autis ternyata adalah anak cerdas yang merupakan pelukis hebat, Serta Muhammad yang akhirnya menjadi anak yang rajin belajar dan mampu menjadi jenderal di sekolahnya. Inilah kisah tentang konsep Belajar = Bermain dan Bermain = Belajar. mau tahu serunya kisah mereka? silahkan langsung dibaca bukunya :).
By Mela Azizah IM3

0 komentar: