Kamis, 23 Februari 2017

Kamu Indonesia Banget Kalau ...

Buku ini dikarang oleh seorang bule Estonia bernama Berit Renser. Dia adalah seorang fotografer dan penulis. Pada tahun 2010, Berit mendapatkan beasiswa dari pemerintah Indonesia untuk belajar kebudayaan Indonesia di Solo. Apa yang diungkap dalam buku ini sebenarnya sama dengan apa yang ada pada video youtube yang disampaikan oleh Sacha Stevensson. Sama-sama membahas Indonesia melalui kacamata orang asing. Ada yang lucu menggelikan, menyebalkan, dan menyenangkan. Ada perilaku masyarakat Indonesia yang menurutnya aneh dan tak patut, namun Berit juga mengakui banyak perilaku, sifat, dan cara pandang kebanyakan masyarakat Indonesia yang membuatnya kagum. Banyak hal yang perlu dimengerti dan dipahami oleh Berit ketika hidup dalam sebuah tatanan masyarakat yang sama sekali berbeda dengan tempat tinggalnya di Eropa. Namun di buku ini Berit menyatakan bahwa hal yang terjadi tersebut menjadi sebuah pengalaman berharga dalam menjalani hobinya berkeliling dunia. Tidak sedikit pengalamannya yang menarik diungkap di buku ini. Pembaca mungkin akan sesekali mengernyitkan dahi, menganggukkan kepala tanda bersetuju dengannya, kadang tersenyum simpul karena memang hal yang diungkap adalah fakta yang tak terbantahkan. Mari kita bahas buku tersebut secara umum saja.

Ngapain sih tinggal di Indonesia?
Buku ini diawali dengan cerita bahwa Berit telah mendapatkan beasiswa untuk mempelajari kebudayaan Indonesia. Kabar baik (menurutnya) ini dia sampaikan ke neneknya. Neneknya sama sekali tak mengenal Indonesia. Kemudian Berit menceritakan bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Neneknya cukup lega dengan info ini. Setidaknya dia tak perlu khawatir bahwa Berit bakal jadi pemabuk. Akan tetapi neneknya cukup khawatir dengan bentang alam Indonesia yang banyak dikelilingi gunung api. Kecemasan mengendap di sanubari nenek Berit ketika mengetahui info itu. Namun Berit tetap berkeras berangkat, apalagi beasiswa dan tiket berangkat sudah berada di tangan. Maka berangkatlah ia ke Indonesia.

Banyak pengalaman seru dan tentu saja aneh menurut Berit ketika ia tinggal di Indonesia. Bahwa jalan dengan lawan jenis seperti belanja atau semisal lawan jenis yang mentag fot di facebook, dan boncengan motor, maka kebanyakan masyarakat Indonesia menganggap lawan jenisnya itu adalah pacarnya. Akan jadi anggapan yang mengerikan apabila lawan jenis dalam ketiga kondisi tersebut adalah orang yang berbeda. Maka Berit menganggap bahwa kita akan langsung dianggap cewek murahan. Lucunya Berit memiliki pacar orang Indonesia, berpikiran terbuka seperti orang barat, namun untuk masuk ke kamarnya saja masih bertanya sopan gak ya?

Selain Berit juga tidak habis piker dengan aktivitas membuang sampah ke jalanan yang dilakukan oleh pengendara motor atau mobil. Seakan hal tersebut adalah sesuatu yang biasa. Apalagi? Orang Indonesia juga suka meng-claim dekat dengan orang terkenal. Padahal sebenarnya, yang dekat adalah tempat tinggal kakak dari ibu tetangga temannya yang rumahnya “hanya” beda kecamatan dengan orang terkenal tersebut (bingung,kan?). Berit juga mengeluhkan pandangan kebanyakan orang Indonesia terhadap privasi seseorang. Seakan membahas privasi orang lain dengan teman atau tetangganya adalah hal yang lumrah di negeri yang bernama Indonesia ini. Padahal di eropa orang-orangnya sangat menghargai privasi orang lain. Kebiasaan lain adalah menganai jam karet yang banyak diungkap di buku ini. Selain itu ada juga anggapan bahwa kebanyakan orang Indonesia menganggap bahwa orang bule selalu makan roti dan jarang makan nasi. Berit menganggap hal ini adalah hal yang konyol. Ada banyak kisah dan pengalaman menarik yang diungkap Berit di buku ini. Tentunya banyak hal positif juga yang diungkap olehnya. Akan tetapi coba simak ungkapan—ungkapan di bawah ini.

Kamu Indonesia banget kalau kamu merasa kasihan melihat orang lain makan, belanja atau melakukan apapun sendirian. Kamu juga benci privasi.

Kamu Indonesia banget kalau kamu menilai wajar laki-laki yang merokok di dalam bus, mal, atau ruangan yang penuh anak-anak. Pada saat yang bersamaann, menurutmu perempuan yang merokok itu hina.

Kamu Indonesia banget kalau kamu bias menyapa orang yang kamu temui di jalan dengna pertanyaan dari mana dan mau ke mana. Kamu akan puas ketika pertanyaan itu sudah dijawab

Kamu Indonesia banget kalau kamu ingin berlibur dan menyepi di sebuah pulau terpencil, tetapi kamu tetap mengajak 50 orang teman.

Kamu Indonesia banget kalau kamu malas jalan kaki, dan selalu mengatakan 100 meter untuk tempat yang menurutmu dekat.

Kamu Indonesia banget kalau kamu takut keluar rumah karena matahari. Padahal kamu tinggal di daerah khatulistiwa

Kamu Indonesia banget kalau kamu selalu tersenyum, bahkan ketika kamu menabrak mobil orang.

Kamu Indonesia banget kalau kamu langsung bias berteman dengan orang yang baru kamu ajak ngobrol 2 menit, butuh 15 menit untuk jadi sahabat dan butuh setengah jam untuk melupakan orang yang baru kamu kenal.

Kamu Indonesia banget kalau kamu menganggap bahwa merokok 2 bungkus sehari itu adalah wajar, dan seteguk minuman beralkohol itu berbahaya.

Kamu Indonesia banget kalau kamu menganggap bahwa berjanji akan melakukan besok tapi dilaksanakannya seminggu kemudian adalah hal yang wajar.

Penutup
Ada banyak momen yang berhasil diungkap oleh Berit mengenai Indonesia. Sangat menarik dan cukup terhibur. Dan tentu ini sebuah tamparan buat kita sebagai orang Indonesia yang katanya orang-orangnya selalu ramah. :D

Judul Buku: Kamu Indonesia Banget Kalau….
Penulis: Berit Renser
Penerbit: Transmedia

Diresume oleh:

Deri Meidian R – IM1

0 komentar: