Rabu, 15 Februari 2017

Seni Kepemimpinan Para Nabi

Deskripsi

Kuliatas kepemimpinan menjadi salah satu indikator penting maju tidaknya suatu bangsa. Membahas tentang kepemimpinan berarti kita harus menguraikannya dalam konteks kekinian, tentang idealisme kepemimpinan menurut islam.
Buku ini disusun dengan semangat belajar dan meneladani best practises dari para nabi terdahulu dalam memimpin dan membawa umatnya menuju jalan cahayapada masa mereka. Mencontoh kepemimpinan para nabi terdahulu untuk memajukan bangsa dan negara.

Resume

Semua insan adalah pemimpin, minimal meimmpin dirinya sendiri. Dalam hidupnya setiap insan saling terhubung dan saling mencontoh. Contoh terbaik tentunya insan yang merupakan pilihan Allah swt. yaitu Para Nabi dan Rasulullah.
Kepemimpinan para nabi (profetik) memiliki tujuan yang sama yaitu mendapatkan kemerdekaan yang hakiki, yaitu membebaskan penghambaan kepada manusia atau mahluk Allah swt lainnya dan hanya menghamba kepada Allah swt semata.
Kepempinan profetik dapat dipelajari dari kisah-kisah para Nabi dalam Al Quran.

“Allah telah mengirim kami untuk mengeluarkan siapa saja yang Dia kehendakidari penghambaan kepada hamba menjadi penghambaan kepada Allah, dan dari sempitnya dunia menuju keluasan dunia akhirat, dari penyimpangan agama-agama yang ada menuju keadilan Islam”
-Rubai bin Amir kepada Panglima Persia, Rustum-

Tahapan kepemimpinan profetik menurut Kunto dalam Seni Kepempinan Para Nabi adalah :
1.      Misi humanisasi (ta’muruna bil ma’ruf). Memanusiakan manusia. Meningkatkan harkat dan martabat manusia dan menjadikan manusia bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya.
2.      Misi liberasi (tanhauna ‘anil munkar). Misi membebaskan manusia dari belenggu keterpurukan dan ketertindasan.
3.      Misi transendensi (tuminuna billah). Manifestasi dari misi humnisasi dan liberasi yaitu berupa kesadaranIlahiah yang mampu menggerakan hati dan bersikap ikhlas terhadap segala yang telah dilakukan.

Pemimpin petama yang diciptakan oleh Allah adalah Nabi Adam as. Merupakan manusia pertama yang Allah ciptakan dan sekaligus merupakan pemimpin profetik manusia. Kisahnya termaktub dalam QS Al Baqarah ayat 30 :

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat :’Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi.’ Mereka berkata :’pakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di dunia, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?’ Dia berfirman :”Sungguh aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Kriteria utama kesuksesan  seorang pemimpin adalah keasadaran akan peran dan fungsinya sebagaui khalifah atau wakil Allah di muka bumi.pemimpin harus memiliki visi dan misiilahiyah yang kuat sehingga membantu mewujudkan “Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.”

Dalam yat-ayat lain di dalam Al Quran dituliskan bahwa seorang pemimpin profetik itu harus berilmu, kuat dan amanh. Misalnya tersurat dalam :

QS Al Baqarah: 247
“...Allah telah memilihnya (Thalut) menjadi raja kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik. Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa saja yang ia kehendaki, dan Allah maha Luas Maha mengetahui.”

QS Yusuf :22
“Dan ketika dia (Yusuf) telah cukup dewasa, kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu...”

Qs Al Anbiya : 79
“Maka kami telah memberikan pengertian kepad Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat), dan kepada masing-masing (Daud dan Sulaiman) kami berikan hikmah dan ilmu...”

QS Al qashash :26
“Dan salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata : wahai ayahku (Syuaib), jadikanlah ia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya.”

Ilmu adalah pengetahuan dan hikmah adalah yang menjadikan sesorang bijaksana dalam mengambil keputusan. Sejalan dengan sunatullah dan akal sehat.
Seorang pemimpin jika lemah ilmunya, cenderung mudah mengeluh, emosional, gegabah dalam bertindak.
Pemimpin profetik juga adalah seorang yang amanah. Memiliki kredibilitas dan integritas tinggi.

Lebih terperinci  syarat kepempinan dalam Qs Al Maidah 55-56:
Sesungguhnya pemimpin kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan salat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi pemimpinnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.”

Resume by Erna Maryati on Janury 20th 2017
Identitas buku
Judul                : Seni Kepemimpinan Para Nabi
Penulis             : Bachtiar Firdaus
Penerbit           : Quanta
Tahun terbit     : 2016

Jumlah halaman : 291+xxxii


0 komentar: