Minggu, 26 Agustus 2018

Agar Allah Selalu Bersama Kita


Setiap orang pasti mengalami ujian hidup. Ada kalanya ujian itu berupa kesenangan, kecukupan, kekayaan, kesehatan dan rasa aman. Tapi terkadang berupa kesedihan, kekurangan, kemiskinan dan sakit. Semua ini sunatullah yang telah ditetapkan allah dengan secermat-cermatnya. Tidak akan sia-sia usaha manusia, kecuali Allah sendiri yang menghendaki.

Buku ini hadir sebagai penguat dan pencerahan bagi kita yang menjalani kehidupan, karena sesungguhnya selagi kita masih di dunia segala ujian dan cobaan akan datang pada kita secara silih berganti. Bagaimana cara kita menyikapi bila kesenangan hadir dalam kehidupan atau sebaliknya kesedihan yang terlalu dalam.

Hal yang perlu kita ketahui yaitu setiap ujian itu adalah tangga menuju kemenangan. Kesedihan dan rasa sakit adalah bentuk perhatian dan kasih sayang Allah untuk membersihkan jiwa. Tempuhlah ujian dengan kesabaran karena kesabaran separuh dari keimanan. Allah telah memilihmu sebagai seorang hamba kesayangan yang akan keluar menjadi emas yang indah di pandang mata.

Sebagaimana para nabipun juga diuji, Nabi Ibrahim, diuji dengan dimusuhi keluarga akibat berbeda keyakinan, dibakar oleh Raja Namrut, berpisah dengan anak istri, puncaknya ketika turun perintah agar putranya (Ismail) harus diqurbankan, ternyata beliau mampu melewatinya. Sebagai balasan Allah menjadikan Nabi Ibrahim kekasih Allah.

Ujian Nabi Yusuf yang hidup di tengah saudara-saudara tiri yang merasa iri, ditinggalkan sendirian dalam sumur, mendapat tuduhan keji hingga masuk penjara. Nabi Yusuf dengan penuh ketabahan, kesabaran dan keikhlasan seraya memohon kekuatan dan bimbingan Allah. Banyak lagi kisah para nabi, dalam menghadapi cobaan hidup yang terus mendera jika satu usaha kita gagal, yakinlah masih banyak peluang lain yang bisa untuk dimanfaatkan, masih banyak alternatif lain yang bisa ditemukan.

Kesungguhan mengantarkan kemudahan, siapa yang akan bertanggung jawab pada diri kita, siapa yang harus berupaya mengubahnya, kalau bukan kita sendiri. Allah hanya akan mengubah nasib seseorang atau suatu kaum apabila orang tersebut berusaha mengubah apa yang terjadi padanya.

Bila semua usaha telah dilakukan, diiringi doa tulus, tetapi hasil yang diraih belum sesuai dengan keinginan maka yakinlah bahwa jika Allah menghendaki suatu yang buruk menimpa hambaNya, itu tidak dapat dihalangi dan sudah ada ketetapanNya. Yang bisa kita lakukan hanyalah memohon ampun dan berlindung kepada Allah yang Mahabijaksana.

Peristiwa yang bertabur hikmah, boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS al Baqarah:216)

Buku ini sarat akan motivasi, banyak hal yang disampaikan untuk kita selalu bersyukur, karena kesyukuran menjadi jalan untuk menjemput nikmat-nikmat berikutnya. Allah menimpakan kesedihan, kemiskinan, kekurangan, rasa sakit, dan ketakutan adalah semata agar seorang hamba semakin merasa butuh kepadaNya. Agar kita menyadari berbagai kelemahan dan ketidakberdayaannya bila tanpa pertolongan Allah. Sehingga kita akan terus menyucikan hati dengan zikir dan istighfar, menuntun jiwa raga dalam ketaatan.

Kekokohan jiwa dan kuatnya hati seseorang hamba tidak akan dapat diperoleh tanpa melalui sebuah ujian. Cobaan mengasah akhlak kian memikat, orang-orang yang pernah mengalami berbagai cobaan tentu dapat merasakan betapa beratnya mereka harus menghadapi semua itu. Hingga menumbuhkan kepedulian dan cobaan itu tidak ada bandingnya dengan semua nikmat yang telah Allah berikan.

Sesungguhnya keputusan Allah-lah yang terbaik, maka selayaknya kita terus berusaha menghadapi semua cobaan dengan sikap terbaik, kondisi hati terbaik dan jiwa lapang karena Allah jualah yang memutuskan semua urusan dan hanya kepada-Nya kita akan kembali.

Allah memberi kita kesempatan melatih kesabaran, Allah menjadikan semua itu menjadi jalan untuk menghapus dosa dan kesalahan-kesalahan yang yang pernah dilakukan.

Banyaklah mengingat maut, maut adalah penghancur kelezatan dunia. Orang yang cerdas adalah orang yang banyak mengingat maut kemudian paling baik dalam mempersiapkan bekal sesudahnya. Allah adalah sebaik-baik penolong, hal terpenting bagi kita adalah menjaga hak-hak Allah.

Jadikanlah hidup lebih bermakna, jangan berharap segera mati, jangan jemu menambah ilmu, jangan ucapkan “Andaikata”. Maka bersabarlah, akan ada pahala besar untuk hamba yang sabar yaitu surga.

Buku ini memberikan penjelasan cara-cara menghadapi ujian hidup. Bersikap tenang di tengah deraan ujian, baik berupa kesenangan maupun kesusahan, sehingga kita termasuk hamba yang dicintaiNya. Hamba yang meyakini bahwa dibalik setiap ujian ada hikmah untuk perbaikan diri. Juga yakin bahwa Allah selalu bersama kita.

Judul buku   : Agar Allah Selalu Bersama Kita
Penulis         : E. Hamdani
Penerbit        : MyBooks
Halaman       : 162

    24 Agustus 2018
 Belia Laksmi Masril 


0 komentar: