Minggu, 19 Agustus 2018

Cinta Dalam Ikhlas


Kamu harus menjadi anak yang percaya diri...
Kalimat ini menempel dalam otakku. “Karna, anak yang minder berarti tidak bersyukur dengan potensi yang diberikan oleh Allah. Anak yang minder tidak mungkin bisa berhasil karena keyakinan dia kepada Allah yang kurang.” Kembali Mama menambahkan.
“Hanya orang yang percaya diri yang akan meraih mimpi-mimpinya,”ujarnya.

Novel yang sarat akan motivasi dan memaknai apa itu cinta. Kisah seorang pemuda yang mempunyai hobi musik, ia dipanggil Athar. Disaat SMP ia merasakan ada cinta dalam dirinya.

“Athar, cinta sejati itu karunia dari Allah untuk manusia. Cinta sejati itu menenangkan, membahagiakan, mendamaikan. Dan hanya bisa didapatkan dengan cara yang Allah ridha.” Mama Athar selalu berpesan soal cinta. Sebagai ibu tentunya tak ingin anaknya terjerumus pada cinta yang di bumbui maksiat.

Namun Athar belum berani cerita tentang soal Ara kepada mamanya. Seorang teman SMA yang ia sukai. Ia yakin Ara adalah sosok yang Allah takdirkan padanya. Saat itu ia masih SMA.

Temannya yang bernama Mamat iseng-iseng menyembunyikan sepatunya dan teman yang lain membuat pengumuman bahwa ada sepatu ditemukan di dekat mimbar. Malunya Athar, dilihat sepatunya tidak ada dan yang ciri-ciri sepatu yang disampaikan itu mirip dngan punyanya. Malunya ia dan segera ia menemui Mamat yang juga sudah selesai shalat Dhuha. Mamat pura-pura tidak tau. Selang beberapa saat lewatlah Ara yang juga selesai sholat Dhuha.

Gelagat gugupnya Athar terlihat oleh Mamat. “hehehey...idiih...Ari kamu kunaon, Cuy? Meni Gemetaran gitu. “ Mamatpun curiga. Mamat terus menggoda. Mana ada anak band suka sama gadis berjilbab. “emang  enggak boleh ya aku suka sama Ara?” tiba-tiba saja Athar berani bertanya seperti itu pada Mamat.

Ara itu perempuan salihah, perempuan paling pendiam di kelas, bahkan paling pendiam satu sekolah. Tapi dia tetap bisa ramah sama orang lain dan terjaga sekali sikap dan tingkah lakunya.

Akhirnya Mamat menjadi penasehatnya untuk bisa berubah. Mamat membuat program-program menjadi lelaki yang penuh dengan karya positif, berprestasi tinggi di sekolah, lelaki yang berwibawa.
Pantaskan diri...

Semenjak diprogram Athar berubah menjadi lebih baik, ia mendaftar di rohis dan menjadi ketua rohis. Ia selalu aktif dikelas bahkan meraih juara satu. Perasaan suka ke Ara hanya Mamat yang tau. Sampai kelas tiga SMApun ia tak berani mengatakan pada Ara.

Sampai kuliah mereka beda kampus dan akhirnya Athar menemukan makna cinta sebenarnya. Bahwa bila Allah ridha maka akan Allah ikat dalam pernikahan. Banyak sekali ujian Athar untuk bertemu dengan cinta sejati, namun ia ikhlaskan pada Allah. Namun ia selalu yakin Ara yang akan menjadi Istrinya.


Judul buku: Cinta dalam Ikhlas
Penulis: Abay Adhitya
Penerbit: Bunyan
Halaman: 372

      23 Juni  2018
- Belia Laksmi Masril -


0 komentar: