Minggu, 19 Agustus 2018

The Power of Receiving


Cerita dibalik perkenalan saya dengan buku ini cukup menarik. pada sebuah makan malam, tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba saja teman saya memberikan buku ini kepada saya, dia berkata bahwa saya harus membaca buku ini karena menurutnya buku ini bagus. Buku ini pun berpindah tangan malam itu. Saya bingung sekaligus takjub, saat itu saya memang lagi butuh sesuatu yang membuat saya bisa menerima keadaan. Hal ini menguatkan keyakinan saya bahwa istilah ‘berjodoh dengan buku’ itu benar adanya. Si buku akan hadir di hidup kita disaat yang tepat.

Demikianlah short introductinnya, sekarang saya akan menjelaskan isi bukunya.

Menerima, ternyata tidak sesederhara yang kita pikirkan selama ini. tinggal terima, selesai. Tidak, ada banyak cerita dibalik sebuah penerimaan. Kita seringkali menganggap kebaikan orang lain adalah hutang yang harus kita bayar, pemikiran ini tidak salah namun dapat berdampak pada bertambahnya beban hidup. Kebaikan itu mengalir, sehingga kita tidak perlu berpikir keras bagaimana membalas hutang budi, kita bisa melakukan hal yang baik kepada orang lain lagi.

Contoh lain, ketika seseorang memberikan sesuatu yang berharga kepada kita, lalu kita menolaknya karena merasa tidak pantas menerimanya. Bukankah orang lain memberikannya kepada kita karena kita pantas menerimanya? Dan mungkin saja dengan penolakan tersebut orang lain akan merasa sakit hati? Bukankah apabila kita sebagai pemberi akan senang apabila pemberian kita diterima orang lain dengan baik? Dalam buku ini diceritakan tentang Cinderella, dia adalah ‘pembantu’ dirumahnya, namun dia ingin pergi ke pesta dansa, apa jadinya kalau saja dia menolak bantuan peri dan merasa tidak pantas dapat bantuan ‘magic’? ke pesta dansa hanyalah keinginan belaka.

Sama halnya dengan sesuatu yang buruk yang datang dalam hidup kita, penerimaan atas sesuatu itu membuat kita lebih mudah berdamai dengannya dan menjadikan diri kita sendiri lebih ikhlas dalam menjalani, efek lainnya adalah kita bisa berpikir lebih jernih dalam memperbaiki keadaan.

Menerima ide, hal ini tidak mudah dilakukan semua orang. Sebagian orang memiliki mental blocking sehingga mengaggap ide atau kritik orang lain memngancam hidupnya. Terima dulu idenya, evaluasi, lalu putuskan. Hal ini juga menyangkut hubungan dengan orang lain (si pemberi ide) bukan? Hal ini juga bisa diaplikasikan ke masalah jodoh hehehehe

Judul                : The Power of Receiving
Pengarang        : Amanda Owen
Tahun              : 2012
Penerbit           : Ufuk Press
Jmlh Halaman  : 236 halaman
- Khairisa -

0 komentar: