Minggu, 26 Agustus 2018

The Gifted Hand


Ini adalah resume kedua saya dari buku yg ditulis oleh Tina Han, penulis baru yg menjadi juara 2 lomba novel Mazaya Publishing House 2017, setelah sebelumnya saya meresume novelet beliau.

Masih mengambil setting di Korea, The Gifted Hands menceritakan tentang kisah manusia-manusia yang diberi kemampuan luar biasa oleh Tuhan. Yang tentunya berbeda satu dengan lainnya. Dengan ilustrasi covernya yang bertema hujan, diceritakan seorang anak SMA bernama Ryu Park yang memiliki trauma yang teramat dahsyat terhadap hujan, ditambah kepekaannya terhadap sentuhan yang menjadikan hujan menjadi begitu menyakitkan bagi Ryu. Terlalu banyak ingatan masa kecil Ryu yang sangat menyakitkan yang terjadi ketika hujan, bahkan membuat saya gak habis pikir, kok bisa penulis bikin kisah yang terlalu jahat bahkan untuk diceritakan. Pikir Saya, memangnya ada orang sejahat itu ya?

Dikisahkan Ryu, seorang anak yang hidup sebatang kara dengan berbagai trauma masa lalunya tentang orang tua yang begitu membencinya dan berbagai kejadian yang membuat hati pilu jika membacanya. Setiap hari Ryu bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sementara biaya sekolahnya tercover dengan beasiswa prestasi yang dimilikinya. 

Ryu tak pandai bergaul terlebih dengan ketakutannya terhadap hujan, ia tak mau didekati siapapun. Baginya, bertahan hidup lebih penting daripada harus berteman selayaknya anak-anak seusianya. Kemampuan Ryu untuk membaca masa lalu orang lain hanya dari sentuhan sedikit banyak membantunya jika terpaksa ia harus menerima bullying dari teman-teman sekolahnya. Kemampuan inilah yang di kemudian hari ia ketahui sebagai psychometry.

"Kemampuanmu disebut  psychometry. Kemampuan untuk mengetahui masa lalu melalui sentuhan. Orang-orang sepertimu memiliki indera peraba yang sangat sensitif. Jadi, bisa merasakan energi yang tersimpan dalam sebuah benda karena adanya perputaran elektron yang mengelilingi inti." (Hlm. 72)

Kemampuan ini juga yang kemudian mempertemukan Ryu dengan dua orang lainnya, Aiden dan Cheonsa. Dua orang saudara sepupu sekaligus teman sekelas Ryu ini mendadak menjadi teman dekat Ryu setelah Aiden yang memiliki kemampuan photographic memory, yang menjadikan ia mampu mengingat setiap detil kejadian dalam hidupnya, merasa bahwa dirinya pernah bertemu dengan Ryu semasa kecil dan berhutang nyawa padanya. Berbeda dengan Aiden, Cheonsa adalah seorang gadis yang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan orang lain hanya dari sentuhan yang menenangkan.

Singkat cerita pertemanan Ryu, Aiden, dan Cheonsa kemudian membawa ketiganya untuk bergabung dalam lembaga. Lembaga penelitian untuk mengembangkan kemampuan orang-orang berkebutuhan khusus seperti mereka bertiga yang kemudian di 'karya' kan untuk membantu CIA dan kepolisian kerjasama Amerika dan Korea untuk menyelidiki kasus-kasus yang pelik dan susah untuk diselesaikan karena terbatasnya bukti-bukti yang dibutuhkan.

Sementara Ryu dan Aiden yang bertambah dekat setiap harinya, ayah Aiden, Tuan Reagan, yang merupakan pendiri lembaga justru merasakan kekhawatiran ketika membaca dokumen identitas Ryu. Ada kejadian yang dirahasiakan oleh Tuan Reagan yang berkaitan dengan Ryu dan Aiden. Apakah ini berkaitan dengan firasat Aiden tentang masa lalunya yang pernah ditolong oleh anak seusianya? Bisa jadi. Tapi apakah cuma itu? Tidak. Disinilah kisah masa lalu Ryu akhirnya dibedah hingga akhirnya Ryu bisa memiliki kemampuan psychometry yang justru sangat menyakitkan dan selalu kembali muncul ketika hujan membasahi bumi. Rintik hujan seakan menusuk nusuk kulitnya dan tidak jarang harus membuatnya tak berdaya hingga pingsan.

Bukunya seru banget sih menurut saya, selain menceritakan keunikan-keunikan mereka, pembaca diajak untuk menebak nebak kasus yang mereka kerjakan terutama karena pada akhirnya salah satu dari mereka menjadi korban yang harus diselamatkan. Namun tidak hanya sampai disitu, diceritakan juga perjalanan seorang Ryu hingga bisa mengakhiri novel 200 an halaman ini menjadi happy ending setelah di belasan tahun hidupnya yang seperti tak ada kisah bahagia yang nempel di masa lalunya. Walaupun menurut saya endingnya 'too good to be true', tapi yang suka drama Korea pasti suka juga deh novel ini.

Worth to read.

Judul                            : The Gifted Hands
Tahun Terbit                : 2017
Jumlah Halaman          : 206
Nama Penulis               : Tina Han
Penerbit                       : Mazaya Publishing House

     Balam, 14 Mei 2018
-  Mustika Rizky Amalia -


0 komentar: