Rabu, 29 Agustus 2018

Proses Kreatif Penulisan Akademik


Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa. Secara khusus bagi seorang mahasiswa kegiatan menulis merupakan unsur yang fundamental. Sebab aktivitas menulis selalu identik dengan akademisi. Namun, tak jarang pula kegiatan menulis dapat menjadi momok yang menakutkan bagi sebagaian orang, termasuk mahasiswa yang notabene adalah akademisi. Ngainun Naim yang merupakan dosen iain tulungagung sekaligus penulis buku berbagi kiat-kiat dan membangun buadaya kreatif dalam menulis melalui bukunya yang berjudul proses kreatif penulisan akademik.

Sebagian besar tugas akademik berbentuk tugas menulis. Jika mahasiswa paham dan menyadari terhadap hal ini, ia akan berusaha sekuat mungkin untuk menjadikan menulis sebagai budaya. Budaya menulis sangat penting artinya karena menulis dalam realitas dunia kuliah adalah salah satu tolok ukur yang menentukan keberhasilan dalam menjalani kuliah.

 Namun selama ini, tugas menulis yang diberikan dosen kepada mahasiswa tidak memberi kontribusi untuk semangat menulis atau membangun budaya menulis. Hal itu disebabkan karena tugas menulis itu dilakukan dengan terpaksa untuk menggugurkan kewajiban semata, tidak didasari rasa cinta. Oleh karena itu, di dalam buku ini Penulis mengungkapkan betapa pentingnya perasaan cinta ketika sedang menulis. Sebab, menulis dengan dilandasi perasan cinta akan lebih bagus hasilnya daripada menulis karena keterpaksaan.

Meskipun judul buku ini mengenai kepenulisan akademik, di dalamnya Ngainun juga menyinggung jenis-jenis tulisan lain. Bahkan memberi contoh atass kesuksesan JK Rowling dalam menulis novel Harry Potter. Buku ini membahasa persoalan yang sangat mutakhir dan akarab dengan kalangan mahasiswa. Dimana budaya menulis di kampus justru disuburkan dengan makalah yang mengamini aktivitas plagiasi. Bagaimana tidak, kesalahan dalam mengutip baik dari buku maupun artikel kerap menjerumuskan seseorang pada tindak plagiasi.

Di dalam bukunya Ngainun berusaha membersamai pembaca dengan menggunakan bahasa-bahasa saantai untuk menyampaikan kiat-kiat menulis. Mulai dari tradisi menulis yang dapat berperan dalam transformasi sosial, membangun budaya membaca, membangun passion menulis, mengatasi malas saat membaca, melatih diri dengan menulis selama 15 belas menit setiap hari, sampai menemukan tempat favorit untuk menulis.

Menulis merupakan pekerjaan yang dapat dipanen secara abadi. Seseorang dapat memiliki kepandaian yang luar biasa namun selama ia tidak menulis, maka akan terlupakan. Dalam buku ini Ngainun Naim mengutip pendapat Kate M. Barusen: “Menulis adalah sejenis doa, yang terus membantuku mencapai dan menaklukan hidupku tanpa merasa, pada akhirnya, ditaklukan olehnya. Kini ketika aku menuangkan pikiranku ke atas kertas, entah menulis karya fiksi yang sangat menggerakkan atau artikel yang tidak terlalu mengesaankan, aku selalu teringat kepada gairah yang kurasakan ketika pertama kalinya merekam setiap saat yangsedang terjadi---ketika aku mengetahui bahwa , sesamar apapun jadinya peristiwa itu nantinya dalam ingatanku, tindakan menulis yang sederhana akan membuatnya tersimpan aman dalam bentuk asli, selamanya.

Judul Buku      : Proses Kreatif Penulisan Akademik
Penulis             : Dr. Ngainun Naim
Penerbit           : Akademia Pustaka
Cetakan           : Cetakan Kedua, April 2017
Halaman          : xx + 133
Tebal               : 14 x 20,3 cm

-           Ririn Erviana -

0 komentar: